Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Kembali Ke Kerajaan Kucing


__ADS_3

Pagi itu setelah melihat Deniz meninggalkan rumahnya dan pergi ke kampus. Narendra pun kemudian langsung bergegas untuk kembali lagi ke kerajaan kucing untuk melapor kepada kedua orang tuanya. Bahwa sekarang dia telah terbebas dari kutukan penyihir jahat yang telah mengutuknya di dalam wadag seekor kucing yang lemah dan tak memiliki kemampuan apapun.


" Ibunda, Ayahanda!" ucap Narendra ketika dia masuk ke dalam kastil milik orang tuanya.


" Narendra anakku! Ya Allah, akhirnya kau bisa kembali lagi berwujud sebagai manusia Nak?" ibunya Narendra langsung memeluk putranya dengan penuh rasa rindu setelah berpisah hampir 50 Tahun lamanya.


Narendra memang terkena kutukan seorang penyihir jahat. Karena dia merasa sakit hati ditinggalkan oleh ayahnya yang lebih memilih ibunya Narendra sebagai permaisuri kerajaannya.


" Iya ibunda akhirnya aku menemukan cinta sejati yang sudah ditetapkan dalam surat perjanjian antara Ayahanda dan kakeknya Deniz!" ucap Narendra dengan mata berbinar.


" Kau sudah bertemu dengan Deniz?" tanya Raja Adipala Bharatayudha.


Narenda mengangguk dengan mantap kemudian dia pun menceritakan semua kejadian yang dialami selama hidup di dunia manusia sebagai seekor kucing yang lemah


" Selama di dalam wadah kucing lemah itu, Narendra sudah mengalami delapan kali kematian. Kemarin kalau seandainya Deniz tidak menolongku, mungkin akan menjadi kematianku yang ke-9 dan itu artinya Narendra akan lenyap dari dunia ini untuk selamanya Ayah!" ucap Narendra mengakhiri ceritanya kepada kedua orang tuanya.


" Sungguh jahat sekali penyihir itu! Kami berdua sudah membumihanguskan dia dan juga istana kerajaannya juga sudah Ayah hancurkan untuk membalaskan semua penderitaanmu selama hidup di dunia manusia!" ucap Adipala sambil mengelus bahu Narendra yang sangat dia rindukan.

__ADS_1


" Baiklah nak. Sekarang kau Istirahatlah di kamarmu. Hmmm? Bukankah kau sudah merindukan kamarmu sayang?" ibunya Narendra pun kemudian menggandeng tangan putranya untuk membawanya kembali ke kamar yang sudah ditinggalkan oleh Narendra sangat lama.


Di sepanjang perjalanan itu, mereka berdua terlibat percakapan yang seru dan juga begitu hangat. Tampak sekali gambaran cinta dan sayang dari kerinduan seorang ibu terhadap putranya yang sudah lama tidak dijumpainya.


" Bagaimana sayang? Apakah kau senang dengan kembali lagi ke kamarmu?" tanya Ibunya sambil mempersilahkan Narendra untuk masuk kembali ke dalam kamarnya.


Narendra langsung meloncat ke atas kasur yang sangat dia rindukan.


Ibunya Narendra sangat senang sekali melihat putranya yang begitu bahagia karena sudah kembali lagi ke kerajaan mereka yang ada di puncak gunung Pangrango.


" Baiklah ibunda akan pergi dulu ya? Selamat beristirahat Putraku!" ucap ibunya Narendra kemudian dia pun meninggalkan putranya agar bisa bernostalgia dengan kamarnya yang sudah lama dia tinggalkan.


" Sekarang Deniz sedang ngapain ya!? Apakah dia terkejut ketika melihat aku tidak ada di kamarnya lagi?" tanya Narendra bermonolog dengan dirinya sendiri.


" Sebaiknya aku melihat keberadaan Deniz sekarang dengan menggunakan kaca benggala milikku!" Narendra pun kemudian mengeluarkan kaca benggala yang selama ini dia bawa untuk mengecek keberadaan Deniz. Tetapi selama berapa tahun kemarin, Kaca Benggala itu tidak berfungsi sama sekali. Hal itu gara-gara Ustaz Maulana yang sudah memberikan tabir penghalang antara dunia Narendra dengan dunia Deniz.


Tetapi setelah Ustad Maulana meninggal, tabir penghalang itupun perlahan-lahan mulai menipis sehingga Kaca Benggala milik Narendra bisa menembus kekuatannya dan akhirnya Narendra bisa menemukan keberadaan Deniz dan mereka pun bertemu.

__ADS_1


Setelah membacakan beberapa mantra untuk mengaktifkan kembali Kaca Benggala miliknya. Narendra pun kemudian bisa melihat Deniz yang saat ini sedang menangis di kamarnya karena kehilangan dirinya.


" Maafkan Aku Deniz. Tetapi setelah aku bisa berubah lagi menjadi manusia dan lepas dari wadag kasarku sebagai kucing lemah. Aku tidak bisa berlama-lama tinggal di dunia manusia dalam bentuk kucing. Hal itu akan membuat kekuatannku menjadi lemah. Kecuali kalau aku bisa membuatmu jatuh cinta dalam bentuk wadagku sebagai manusia biasa, maka aku bisa sedikit lama tinggal di duniamu. Tetapi itu pun secara perlahan akan mengurangi kekuatanku untuk bisa bertahan hidup di dunia manusia!" ucap Narendra sambil mengelus wajah Denis yang saat ini tergambar jelas di Kaca Benggala miliknya.


" Tenanglah Deniz 1 tahun lagi, sesuai perjanjian kakekmu dan kedua orang tuaku, kita akan menikah dan tidak akan berpisah lagi untuk selamanya. Karena kau akan tinggal di sini bersamaku. Kita berdua akan bersama untuk membentuk rumah tangga kita berdua. Kau akan menjadi ratu di kerajaan ini bersama denganku!" ucap Narendra dengan senyum mengembang ketika dia membayangkan hari bahagianya bersama dengan Deniz yang sebentar lagi akan tiba.


" Waktu satu tahun itu sebentar Deniz. Aku sudah menunggumu lebih dari 50 tahun! Dan aku yakin, bahwa aku akan bisa membuatmu jatuh cinta dalam waktu 1 tahun! Tunggulah Aku Deniz! Aku pasti akan segera bertemu denganmu lagi!" Narendra pun kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Matanya terus menatap Deniz yang saat ini pun tampak terlelap dalam tidurnya setelah kelelahan menangis karena sedih kehilangan kucing kesayangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di Jakarta, Dedi sedang berdiskusi dengan saudara-saudaranya mengenai perjanjian ayahnya 50 tahun lalu dengan kerajaan kucing yang menjanjikan akan menikahkan putrinya dengan pangeran mereka pada saat usia Deniz masuk angka 20 tahun. Dedi benar-benar tidak rela kalau putrinya harus dijadikan tumbal untuk kekayaan dan kejayaan keluarga Barata.


" Kalian semua yang menikmati semua kekayaan dan pangkat tetapi kenapa harus Putriku yang menjadi tumbalnya?" tanya Dedi dengan mata berapi-api.


Kakak-kakak Dedi tampak menatap satu sama lain.


" Marilah kita mencari solusi untuk masalah ini. Janganlah kau marah-marah terus nanti kita tidak bisa menemukan apa-apa!" ucap Agus sambil menatap Dedi dengan lekat.

__ADS_1


" Mas Agus bisa mengatakan seperti itu karena bukan putrimu yang akan menikah dengan pangeran kucing itu! Aku hanya memiliki satu orang putri dan aku harus bersiap untuk kehilangan dia setelah usianya 20 tahun Apakah Mas Agus bisa merasakan bagaimana perasaanku saat ini?" tanya Dedi dengan emosi yang meluap di hatinya.


" Tenanglah Dedi. Tenanglah! Kami pasti akan membantumu untuk mencari solusi agar Deniz tidak perlu menikah dengan pangeran kucing itu. Sekarang kita sudah kaya raya dan memiliki banyak pendukung di dunia politik. Lagi pula sekarang persaingan kita pun sudah tidak mampu untuk menghadapi kita lagi karena pamor keluarga kita yang luar biasa. Kita akan cari cara untuk memutuskan kontrak perjanjian tersebut sehingga dengan begitu, Deniz tidak perlu menikah dengan pangeran kucing itu!" ucap Abiyaksa berusaha untuk menghibur Dedi agar tidak mengamuk terus kepada mereka.


__ADS_2