Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
175. Kembali


__ADS_3

Setelah mereka sepakat untuk turun Tahta dan hidup menyepi, mereka kemudian berpamitan kepada keluarga yang ada di alam manusia.


" Kami permisi dulu. Terima kasih sudah menyambut kami di alam manusia. Kami akan rapat dengan dewan istana untuk membicarakan tentang keputusan kami untuk turun tahta dan hidup menyepi." Raja terlihat sedih tetapi memang itu harus dilakukan tidak mungkin dia selamanya akan duduk di Tahta harus ada regenerasi yang akan membangun istana kerajaan mereka menjadi lebih baik.


" Turun tahta? Kenapa?" Pangeran Narendra terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya yang sangat tiba-tiba.


" Ya, putraku. Ayah tahu kalau Ayah sudah terlalu lama menjabat sebagai seorang Raja. sudah waktunya untuk Kau mengambil alih kepemimpinan di istana kerajaan kucing. Ingatlah bahwa kau adalah putra mahkota istana kita. Jangan Pernah Kau melupakan kodrat dan tanggung jawab itu!" Pangeran Narendra tersedak oleh ayahnya sendiri mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya.


" Tapi Ayah, kami sudah betah tinggal di alam manusia dan tidak ada keinginan untuk kembali ke alam siluman." Pangeran Narendra terlihat sedih karena harus menolak keinginan ayahnya untuk menjadi seorang raja menggantikan sang ayah yang ingin pensiun dan menyepi.


Raja dan ratu saling menatap satu sama lain. Mereka benar-benar tidak pernah menyangka kalau Pangeran Narendra akan menolak.


" Kalau bukan kau siapa lagi? Untuk saat ini di istana kerajaan kita yang memiliki ilmu yang paling tinggi hanya Kau seorang. Katakan pada ayah. Siapa lagi kalau bukan kamu yang akan naik tahta?" tanya Raja mulai sedih


Sang raja terlihat begitu sedih dan juga kecewa. Karena putranya yang selama ini selalu menjadi andalan mereka. Sekarang dia mengatakan tidak mau melanjutkan kewajibannya sebagai seorang putra mahkota.


" Apakah karena kami yang dulu pernah menyakiti hati kalian berdua? Sehingga sekarang kalian membalas kami dengan seperti ini? Bukankah kami sudah ribuan kali meminta maaf kepada kalian dan berjanji tidak akan pernah mengulangi itu lagi? Setelah kami turun Tahta. Kami akan hidup menyepi dan tidak akan pernah ikut campur dengan urusan istana kerajaan!" Ratu matanya sudah berkaca-kaca karena mendengar apa yang dikatakan oleh Pangeran Narendra yang tidak bersedia untuk naik tahta menggantikan suaminya.


Pangeran Narendra dan Deniz saling menatap satu sama lain.


" Ada pangeran Panji yang bisa menggantikan Ayahanda!" ucap Deniz yang kemudian tersenyum kepada putranya.


" Apa maksudnya Ibunda?? usiaku masih sangat muda untuk menjadi seorang raja dengan kerajaan sebesar istana kerajaan kucing. Aku tidak akan mampu untuk menanggung beban itu. Aku harap Ayahanda dan ibunda mau mempertimbangkan kembali apa yang diinginkan oleh kakek dan nenek!" Pangeran Panji menatap ayahnya dengan tatapan serius dan penuh permohonan.


Minsi yang sejak tadi hanya menjadi pendengar pun akhirnya ikut bicara.


" Benar apa yang dikatakan oleh suamiku. Kami masih terlalu muda untuk mengambil tanggung jawab tersebut. Untuk saat ini, hanya Ayahanda dan Ibunda yang berhak untuk duduk di sana!" Minsi menatap kepada kedua mertuanya yang saat ini sedang Dilema dan tidak mengerti harus melakukan apa untuk menghadapi masalah itu.


" Apa yang harus kami lakukan agar kau mau menerima tanggung jawab ini?" tanya Raja dengan begitu putus asa.


Sungguh suatu bencana besar. Apabila sebuah kerajaan tidak memiliki pengganti untuk melanjutkan tampuk kepemimpinan.


Raja Istana siluman kucing tidak mau kalau sampai terjadi hal seperti itu kepada kerajaannya yang sudah susah payah dia bangun selama ratusan tahun lamanya dari leluhurnya yang sekarang sudah binasa dan menjadi abu.

__ADS_1


" Pangeran Panji bojoglah ayahmu agar mau menerima tanggung jawabnya sebagai seorang putra mahkota!" Ratu menggenggam telapak tangan cucunya dan memohon kepada Pangeran Panji dengan sepenuh hati.


Pangeran Panji menatap ayahnya dan meminta kepada sang ayah untuk bicara berdua dengannya.


" Ayahanda. Marilah bicara denganku secara pribadi!" Pangeran Panji langsung bangkit dari duduknya kemudian masuk ke dalam kamar yang selama ini selalu digunakan olehnya untuk berdzikir dan semedi untuk memulihkan energinya apabila terkuras habis karena menampakan diri di hadapan manusia lainnya yang tidak tahu kalau Pangeran Narendra adalah Pangeran Mahkota dari istana kerajaan siluman kucing.


Pangeran Narendra kemudian mengikuti putranya.


" Ayahanda! Katakan padaku! Kenapa Ayah tidak mau menerima keinginan kakek dan nenek?" tanya Pangeran Panji to the point Karena sejujurnya dia pun tidak mengerti kenapa ayahnya ingin mangkir dari tugasnya.


Pangeran Narendra terdiam begitu lama Karena sejujurnya dia pun tidak mengerti kenapa hatinya menolak untuk menerima Singgasana itu.


" Ayahanda tidak ingin menyakiti hati ibumu!" Pangeran Panji mengerutkan keningnya mendengar jawaban dari sang ayah.


" Maksudnya?" Pangeran Panji benar-benar tidak mengerti apa maksudnya.


" Kalau Ayahanda menjadi seorang raja pasti dewan istana kerajaan akan membujuk Ayah untuk mempunyai selir dan juga dayang yang akan melayani ayah di ranjang. Ayah tidak akan sanggup untuk melakukan itu. Karena ibumu pasti akan marah dan meninggalkan Ayahanda sendirian di sana.


Deniz yang saat ini sedang mendengarkan pembicaraan mereka berdua terkejut.


Apalagi seorang Raja siluman semacam itu, pasti akan tidur dan melakukan hubungan badan dengan para pemujanya yang mengikat perjanjian dengan istana kerajaan mereka sebagai salah satu syarat kesetiaan mereka.


Deniz benar-benar mengerti tentang hal itu. Dan dia belum siap untuk melakukan hal tersebut.


" Ayahanda tidak mau menyakiti hati ibumu!" Pangeran Narendra sudah mantap tidak akan mau menjadi seorang raja kalau harus menyakiti hati istrinya.


Pangeran Panji terlihat berpikir keras untuk bisa membuka pola pikir ayahnya.


" Ayahanda Semua peraturan di dalam istana adalah hak prerogatif dari seorang raja. apabila Ayahanda tidak menyetujui peraturan itu. Bukankah itu adalah hak Ayah hendak untuk merubahnya? Kenapa Ayahanda menjadi berpikiran sempit seperti itu dan menolak tanggung jawab sebagai seorang raja yang merupakan kewajiban Ayahanda sebagai putra mahkota?" Pangeran Panji menampar keras wajah ayahnya dengan apa yang dia katakan.


Pangeran Narendra menatap putranya dengan lekat. " Kau sudah dewasa Putraku. Aku rasa kau jauh lebih pantas untuk menjadi seorang raja daripada ayahmu ini. Terimalah apa yang diinginkan oleh ayahmu dan juga kakekmu. Minsi dia sudah memiliki Aura sebagai seorang Ratu aku yakin kalian berdua bisa memerintah istana kerajaan kucing dengan bijaksana." Pangeran Narendra menepuk bahu putranya kemudian meninggalkan kamar tersebut.


Pangeran Narendra terkejut ketika melihat Deniz yang ada di depan pintu.

__ADS_1


Deniz terlihat meneteskan air matanya karena begitu terharu dengan cinta sang suami yang begitu besar untuknya.


Pangeran Narendra bahkan rela melepaskan Tahta demi cintanya untuk Deniz. " Sayang?? Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau tidak beristirahat? Bukankah kau sudah lelah seharian mengatur acara Aqiqah untuk Pangeran Andalas?" Pangeran Narendra kemudian membimbing Deniz untuk masuk ke dalam kamar mereka.


" Suamiku! Aku rasa sebaiknya kau menerima apa yang diinginkan oleh kedua orang tuamu. itu adalah kewajibanmu sebagai seorang Putra mahkota istana kerajaan. Suamiku, aku dan Pangeran Andalas akan berada di sini dan menanti kedatanganmu." Deniz terlihat bersedih dan meneteskan air matanya.


Pangeran Narendra kemudian menyentuh telapak tangan istrinya dan menggenggamnya dengan lembut.


" Dengarkan aku sayang. Aku tidak akan pernah menerima Tahta itu kalau tidak ada dirimu disampingku. Bagaimana aku akan melewati hari-hari yang begitu panjang. Di dalam kerinduan akan kamu dan juga putra kita? Tidak sayang! Aku tidak akan sanggup melewati itu semua. Lebih baik aku melepaskan Tahta itu kepada Pangeran Panji yang pasti jauh lebih siap untuk menerimanya dari pada aku!" Pangeran Narendra mencoba memberikan pengertian kepada Denniz bahwa apa yang sudah menjadi keputusan dirinya adalah final dan tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.


Deniz memeluk suaminya dengan begitu erat. Deniz bisa merasakan cinta sang suami yang begitu besar untuknya.


" Percayalah aku pasti akan mendukungmu untuk menjadi seorang raja. Kalau kau memang memutuskan untuk menerimanya. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menerima pernikahanmu dengan seluruh-selirmu yang lainnya!" Deniz berusaha sekuat tenaga untuk menekan perasaan di hatinya yang berkecamuk luar biasa.


Pangeran Narendra menggelengkan kepalanya dengan kuat.


" Tidak sayang aku tidak akan pernah mau untuk menyakitimu sampai kapanpun. Aku akan tinggal di sini dan binasa di tempat ini di sampingmu dan bersamamu. Percayalah padaku!" Pangeran Narendra kemudian mengecup bibir Deniz dengan lembut.


Menyalurkan segala bentuk perasaan cintanya kepada sang istri yang sudah banyak sekali berkorban untuk dirinya dan juga istana kerajaannya.


Kalau bukan karena Deniz yang mau berjuang dan melahirkan keturunan untuk istana kerajaan kucing. mereka Sekarang pasti akan kebingungan untuk mencari penerus istana kerajaan untuk mengambil tanggung jawab tersebut.


Raja dan ratu berpamitan dan kembali ke istana siluman kucing yang ada di alam siluman.


" Pangeran ibunda mohon untukmu agar mau untuk mempertimbangkan semua yang sudah kami katakan kepadamu! Kami benar-benar meminta maaf kalau Kami mempunyai salah dan dosa kepada kalian berdua. Tapi demi istana kerajaan. Ibunda mohon! Tolong, tolong sekali! Tolong kalian agar pertimbangkan kembali keputusan kalian itu!" Ratu terlihat meneteskan air mata kesedihan yang membuat Narendra dan Deniz menjadi merasa bersalah karena sudah membuat sedih sang ratu yang sudah jauh-jauh mengunjungi kediaman mereka demi melihat cucu mereka yang baru.


" Iya, yang mulia ratu kami berjanji akan mempertimbangkan itu kembali." Deniz kemudian memeluk tubuh mertuanya yang bergetar karena tangis.


" Maafkan Ibunda Tolong jangan menghukum ibunda dengan menolak Tahta istana kerajaan kucing. Tolong jangan menghukum kami dengan hal ini. Ini akan menjadi dosa besar untuk kami berdua kalau sampai istana kerajaan tidak memiliki penerus yang akan menjadi raja di singgasana!" Ratu menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Deniz.


Hati Deniz menjadi pilu mendengarkannya. Deniz tahu, bahwa Pangeran Narendra menolak tanggung jawab itu adalah karena dirinya yang tidak mau berbagi cinta sang suami dengan wanita lain. Ya!! sebagai seorang Ratu memang harus merelakan suaminya yang sebagai seorang raja harus memelihara selir dan dayang di Istana mereka. Hal itu adalah konsekuensi dan derita seorang Ratu di sebuah istana kerajaan di manapun juga.


Deniz kesulitan untuk menelan sekali pada sendiri saat menyadari semua itu. Deniz juga tidak mau kalau sampai suaminya menjadi anak durhaka kepada kedua orang tuanya. Apalagi kepada kerajaan yang selama ini menjadi tanah airnya.

__ADS_1


" Ya ibunda!! aku pasti akan berusaha untuk membujuk suamiku agar mau menerima Tahta tersebut!" Ratu merasa bahagia sekali mendengarkan janji dari menantunya.


" Terima kasih, Deniz! Percayalah Kau pasti akan menjadi seorang Ratu yang hebat. Bahkan lebih hebat dariku. Aku percaya itu!" Deniz hanya tersenyum getir mendengar ucapan dari mertuanya yang dia tahu itu hanya basa basi.


__ADS_2