
Terlihat Pangeran Wangen yang berpikir dan mempertimbangkan penawaran dari Minsi. Bagaimanapun dia benar-benar sudah tidak tahan dengan sakit yang dia derita setelah bertarung dengan Minsi.
" Apa kau yakin kau bisa menyembuhkan rasa sakit ini?" tanya Pangeran wangen ingin mengetahui kepastian dari Minsi.
" Ayolah! Aku tidak akan mungkin berani datang sejauh ini, kalau aku tidak yakin bisa menyembuhkanmu. Saat ini nyawa sepupuku dalam bahaya dan semua itu gara-gara kau. Aku sangat membutuhkan penawar racun milikmu untuk menyembuhkan sepupuku!" ucap Minsi dengan yakin.
" Laki-laki itu bukan Kekasihmu?" tanyanya.
" Aku tidak punya kekasih. Karena sejak dulu babahku tidak pernah mengijinkan aku untuk melakukan hubungan seperti itu. Aku laki-laki yang memang mencintaiku langsung datang melamarku kepada ayahku. So sweet banget ih!! Dani itu adalah sepupuku, dia anak dari pamanku!" Pangeran wangen begitu terpesona melihat Minsi yang terlihat begitu cantik dengan sejuta pesona yang dimilikinya.
" Apa benar kau ingin langsung dilamar oleh laki-laki yang mencintaimu?" tanya Pangeran Wangen kepada Minsi.
Melihat Minsi yang menganggukan kepalanya dengan begitu yakin, membuat Pangeran Wangen menjadi sangat bahagia tanpa alasan yang dia sendiri tidak tahu.
Visualisasi Pangeran Wangen
Visualisasi Minsi
Pangeran Wangen menatap Minsi dengan lekat. Dia bisa melihat kesungguhan di mata Gadis itu yang akhirnya membuat dia yakin bahwa memang Minsi akan sanggup untuk menyembuhkan luka dalamnya.
" Baiklah kita sepakat. Kau sembuhkan aku dulu. Setelah itu kita akan datang ke alam manusia untuk menyembuhkan laki-laki itu!" ucap Pangeran Wangen tanpa merasakan keraguan sama sekali.
Minsi merasa senang sekali mendengarkan penuturan dari Pangeran Wangen yang setuju dengan kesepakatan yang dia tawarkan.
__ADS_1
" Baiklah. Ayo kita pergi keluar dari gua ini. Agar aku bisa menyembuhkanmu dengan lebih leluasa!" ucap Minsi sambil bersayap untuk keluar dari tempat itu.
" Kita di sini saja. Aku takutnya kalau sampai ada wargaku yang melihatmu, hal itu akan sangat berbahaya untukmu," Minsi terkejut mendengar perkataan Pangeran Wangen yang mengkhawatirkan dirinya.
" Jangan khawatir aku bisa mengatasi mereka, kalau memang ada wargamu yang ingin berbuat jahat padaku. Lihatlah bahkan Pangeran mereka saja kalau olehku. Apalagi hanya warga biasa dari kerajaan kamu," ucap Minsi dengan jumawa.
" Sombong. Kau cuma beruntung bisa mengalahkan aku karena waktu itu aku sudah yang terlalu lelah bertarung dengan siluman harimau putih. Kalau aku dalam keadaan fit, aku yakin kau tidak akan bisa mengalahkanku dengan begitu mudah!" ucapnya sambil menjebikkan bibirnya.
Minsi tertawa melihat ekspresi Pangeran Wangen yang sangat lucu menurutnya.
" Apa kau tahu? Kau terlihat sangat menggemaskan!" ucap Minsi yang kemudian tertawa ke arah Pangeran Wangen yang pipinya sampai mamarah seperti tomat busuk.
" Ya sudah kalau kau memang tidak takut dengan para wargaku yang akan menyerang kamu. Kita keluar dari gua dan kau bisa mengobatiku di sana!" ucap Pangeran Wangen yang masih cemberut gara-gara Minsi yang sudah menyombongkan diri karena telah melukai dia.
Minsi tahu kalau Pangeran Wangen merasa tersinggung dengan kelakarnya tadi.
" Eh, aku bercanda doang. Apa kau marah denganku?" tanya Mimpi sambil mencolek pinggang Pangeran Wangen yang masih cemberut dan tidak mau mengatakan apapun.
" Ya ampun. Kamu jadi laki-laki kok mudah sekali tersinggung begitu sih? Aku minta maaf deh sama kamu, Pangeran!" ucap Minsi sambil memasang wajah imut di hadapan Pangeran Wangen yang sempat membuat dia merasa geli karenanya.
" Udah cepat katanya mau menyembuhkanku. Kita harus segera berangkat ke alam manusia Kalau tidak, temanmu itu bisa meninggal kalau terlambat untuk diberikan obat penawar racunku!" ucap Pangeran Wangen yang mengkhawatirkan keadaan Dani.
Sontak Minsi langsung memukul kepalanya, karena melupakan tentang Dani.
" Kau benar sekali. Waktu di alam siluman dan waktu di alam manusia itu sangat berbeda. Ayo, Sekarang juga, kau duduklah bersila. Aku akan mengobatimu dan kau ingat ya, kau harus mematuhi janjimu. Kalau kau akan menyembuhkan sepupuku juga!" ucap Minsi untuk mengingatkan Pangeran Wangen agar tidak lupa dengan janjinya kepada Minsi.
" Iya. Aku tidak akan lupa kok. Lagi pula, dia kan bukan pacarmu. Jadi aku pasti akan menyelamatkan sepupumu itu!" ucap Pangeran Wangen sambil tersenyum kepada Minsi yang auto melotot mendengarkan ucapannya tadi.
__ADS_1
" Eh! Memangnya kenapa kalau dia pacarku?" tanya Minsi agak bingung.
" Kalau dia pacarmu, Aku tidak akan mau untuk menolongnya Biarkan saja dia mati!" ucap Pangeran Wangen cemberut.
" Kenapa emangnya? Ih, dasar monyet gila. Memangnya kenapa kalau dia pacarku sih? Kenapa kau ingin membunuhnya?" tanya Minsi terus mengejar pengakuan dari Pangeran Wangen.
" Lupakan! Cepatlah, katanya kau mau menyembuhkan aku? Semakin lama kau mengulur waktu maka temanmu juga akan berada dalam bahaya. Cakar monyet milikku, sangat beracun dan cuma aku yang bisa menyembuhkannya!" ucap Pangeran Wangen kepada Minsi.
" Kenapa kau harus menggunakan ilmu yang beracun?" tanya Minsi penasaran sekali.
" Kau tahu? Kelebihan siluman monyet adalah terletak dari cakarnya. Oleh karena itu bangsa kami sangat ditakuti oleh siluman lainnya. Karena cakar beracun yang kami miliki tidak akan pernah bisa disembuhkan kecuali kami yang menariknya." ucap Pangeran Wangen.
Mese hanya bisa memutar bola matanya dengan malas mendengarkan pengakuan pangeran wangen yang menurutnya begitu jumawa dan sombong.
Menurut Pangeran Narendra, bangsa siluman monyet adalah bangsa yang kejam dan selalu mengincar jiwa manusia yang tersesat di alam siluman.
" Ayo duduklah bersila, aku akan segera menyembuhkan kamu!" ucap Minsi yang menyuruh Pangeran Wangen untuk duduk di hadapannya agar memudahkan dia untuk menyembuhkan penyakit yang diderita oleh Pangeran Wangen gara-gara serangannya.
Mereka berdua kemudian fokus untuk menyembuhkan penyakit Pangeran Wangen tanpa memperdulikan keadaan di sekitar mereka. Mereka tidak tahu kalau sejak tadi, di dalam kegelapan, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka.
" Tampaknya kalau aku menyerang mereka sekarang mereka tidak akan bisa untuk menghindar. Aku yakin pasti bisa membunuh mereka hanya dalam satu kali serangan. Kalau Pangeran Wangen meninggal, maka akulah yang akan menjadi pangeran mahkota di kerajaan ini." ucapnya bermonolog dengan diri sendiri.
Tampak seringai licik di wajah tampannya. Kemudian secara pelan-pelan, dia pun mulai mengendap-ngendap untuk memulai serangan gelap kepada Pangeran Wangen dan Minsi yang saat ini sedang fokus dengan penyembuhan sang pangeran.
Minsi menggunakan ilmu kekuatan dalamnya untuk menyerap penyakit yang masuk ke dalam tubuh pangeran wangen yang diakibatkan oleh serangannya yang fatal.
Tepat di saat Minsi sudah selesai melakukan pengobatan. Di saat itulah, siluman licik itu mulai melakukan penyerangan kepada Minsi dan Pangeran Wangen yang masih dalam keadaan lengah dan tidak siap.
__ADS_1
Untung saja Pangeran Wangen memiliki refleks yang sangat hebat dan cepat. Dia serta merta langsung menghalau serangan yang hendak menuju kepada Minsi dengan menggunakan tubuhnya sebagai perisai sehingga Minsi selamat dari serangan gelap yang ditujukan oleh pria itu.
" Kurang ajar! Siapa itu yang berani bermain belakang?" seru Minsi yang merasa emosi karena saat ini melihat Pangeran Wangen yang sudah mulai berdarah karena tadi menghalau serangan yang akan ditujukan kepadanya.