
"Ada apa denganmu, putriku? Aku mohon kepadamu putriku! Sekarang juga, ayo kita kembali ke Hutan Larangan dan kita akan menetap di sana selama sisa hidup kita." Pangeran Surya Kelana memohon kepada putrinya agar mau ikut pergi bersama.
Tetapi Putri Ayuningtyas berkesikeras menolak hal itu. "Aku tidak mau ayah!" tolak Putri Ayuningtyas.
"Kakak, kalau misalkan keponakanku tidak mau untuk pergi dari sini, tidak apa-apa. Jangan paksa dia begitu. Aku dan istriku pasti akan menjaganya dengan baik disini mewakili dirimu." Raja Narendra meminta kepada kakaknya agar menghentikan untuk menekan Putri Ayuningtyas.
"Dia adalah seorang gadis remaja yang saat ini sedang senang dengan petualangan dan hidup di dunia keramaian. Bagaimana mungkin dia akan tahan untuk hidup di dalam pengasingan diri di hutan larangan? Hal itu tentu saja merupakan sebuah penderitaan untuknya." Putri Ayuningtyas menatap kepada raja Narendra yang membelanya di hadapan ayahnya yang amat keras kepala.
Putri Ayuningtyas merasakan hatinya sangat hangat karena hal itu. Dia terus menatap kepada Raja Narendra yang terlihat begitu bersinar karena peduli dengannya.
Ratu Deniz tahu kalau suaminya saat ini hanya ingin menghentikan pertentangan antara ayah dan anak, yang pastinya akan melukai keduanya kalau diperpanjang lagi.
"Suamiku benar kakak ipar. Biarkanlah Putri Ayuningtyas tinggal di sini. Kami berdua pasti akan menjaganya dengan baik. Lagi pula sekarang Pangeran Andalas sudah pergi dari sini untuk menetap bersama kedua orang tua kita untuk belajar ilmu di dasar jurung. Setidaknya kehadiran Putri Ayuningtyas bisa menjadi obat kesedihan dan juga kesepian kami karena kepergian Pangeran Andalas," Ratu Deniz dengan tulus menawarkan bantuannya kepada kakak iparnya yang sedang merasakan Dilema sangat besar tentang hal itu.
Pangeran Surya Kelana menatap kepada para anggota dewan istana yang sejak tadi menatap kepadanya dengan kewaspadaan.
Hatinya merasa pilu. Kesalahan istrinya benar-benar tidak bisa dimaafkan oleh mereka semua yang telah kehilangan keluarga dan sanak family mereka.
"Apakah anggota dewan istana, memperbolehkan putriku untuk berada di dalam kepengawasan adikku yang merupakan seorang raja negeri ini?" tanya sang pangeran sambil menatap keseluruhan anggota dewan istana yang sekarang terlihat begitu ribut karena sedang berdiskusi sendiri dengan rekan-rekan yang lain.
__ADS_1
Pangeran Surya Kelana benar-benar merasa malu dengan situasi Itu, yang seakan-akan dirinya sedang mengemis untuk mereka berbaik hati dan juga mau menerima putrinya di istana kerajaan kucing.
'Lihatlah Istriku! Kalau kau masih bisa menatap di alam sana. Apa yang sudah kau lakukan kepada kami yang sekarang masih hidup?' monolog Pangeran Surya Kelana yang terlihat begitu sedih dengan kenyataan itu.
Raja Narendra benar-benar tidak tega melihat kakaknya yang merasa begitu menderita dengan desakan dari dewan istana.
Raja Narendra bisa memahami perasaan anggota dewan istana yang banyak telah kehilangan anggota keluarga mereka pada tragedi 500 tahun yang lalu.
Luka dan kesakitan yang mereka alami pada saat itu seakan terbuka kembali dengan pembahasan tersebut pada malam ini di aula istana kerajaan.
Sejak para warga dan juga abdi dalam istana mengetahui tentang kembalinya sang pangeran dari Hutan Larangan, mereka semua banyak yang merasa kecewa, merasa sedih dan tidak suka dengan kehadiran sang pangeran maupun putrinya yang berencana untuk menetap di istana kerajaan kucing. Bahkan sang putri malah meminta kembali status ayahnya dipulihkan seperti dulu.
"Tidak bisa yang Mulia Raja! Kami tidak mungkin membiarkan putri dari penjahat yang sudah membunuh keluarga kami untuk hidup di istana kerajaan kita. Apalagi dengan status sebagai tuan putri yang begitu Mulia melekat kepada dirinya. Hamba benar-benar tidak bisa menerima kenyataan itu. Tolong maafkan kelancangan hamba ini yang meminta agar Putri Ayuningtyas ikut bersama dengan ayahnya atau kalau tidak, silakan untuk meninggalkan kerajaan kami!" perdana menteri Istana Kerajaan Kucing benar-benar tidak mau berkompromi lagi dengan Putri Ayuningtyas.
Semua yang hadir di sana terlihat setuju dengan apa yang disampaikan oleh perdana menteri di pengadilan istana hari itu.
Raja Abiyaksa dan Jenderal Anom merasa iba sekali saat melihat orang yang pernah mereka sayangi, sekarang terusir dari negeri kelahirannya sendiri.
Jenderal Anom memang sejak dulu selalu mencintai Putri Ayuningtyas. "Putri sebaiknya kau menerima pernikahan kita berdua. Kita bisa melaksanakan pernikahan di sini dan aku akan memboyongmu ke istana kerajaan ular hijau, sebagai istri terkasih seorang jenderal! Saya rasa hal itu tidak masalah untukmu. Daripada Kau harus hidup di Hutan Larangan yang begitu terisolasi dari dunia luar." Jenderal Anom memberikan solusi kepada putri Ayuningtyas dan ayahnya untuk kehidupan Sang Putri di masa depan.
__ADS_1
Raja Abiyaksa kini menolak mentah-mentah tentang perjodohan yang diatur oleh leluhurnya bersama Putri Ayuningtyas. Setelah melihat penolakan semua anggota dewan istana kerajaan kucing. Hatinya tetap teguh untuk mempertahankan cintanya kepada Ratu Deniz yang selamanya akan menjadi wanita yang dia cintai setelah dia melihat wanita yang dia cintai semakin cantik dan mempesona.
"Kau jangan bermimpi! Karena aku tidak pernah mencintaimu dan aku tidak akan menyerahkan hidupku kepadamu! Hanya karena aku terusir di seluruh tempat di alam siluman ini! Aku yakin kalau di suatu tempat di luar sana, pasti ada yang bisa menerima kehadiranku dengan baik, tanpa harus menghinaku seperti kalian semua, kurang ajar!" Putri Ayuningtyas terlihat begitu murka kepada seluruh dewan istana yang terus memojokkan dirinya dan ayahnya yang masih menangis pilu gegara penolakan dan pengusiran oleh seluruh anggota dewan istana.
"Anakku! Ayah rasa apa yang dikatakan oleh jenderal Anom ada baiknya. Ayah akan merestui pernikahan kalian berdua. Anakku! Untuk yang pertama dan terakhir kali dengarkanlah apa yang ayahmu katakan. Ayah mohon, anakku!" Putri Ayuningtyas terlihat begitu kesal kepada ayahnya yang malah mendukung semua keinginan Jenderal Anom untuk memperistri dirinya.
Putri Ayuningtyas tetap bersikeras tidak mau menerima hal itu. "Aku lebih memilih menjadi istri dari Raja Abiyaksa apapun yang terjadi! Kakak, kalau dari dulu selalu menyayangi dan menjagaku dengan baik. Apakah sekarang kau tidak ingin menolong adikmu yang selalu terusir dari negerinya sendiri?" tanya Putri Ayuningtyas dengan suara menghiba dan membuat Raja Abiyaksa seketika hatinya merasa kasihan kepadanya.
Putri Ayuningtyas selama ini memang wanita yang bisa menaklukkan Raja Abiyaksa dengan baik. Dia adalah satu-satunya orang yang bisa menyentuh sudut relung hati Sang Raja yang memiliki pendirian teguh dan kuat seperti batu karang di tepi pantai.
"Kalau Ayahmu mau mengizinkanmu untuk menetap di istana kerajaan ular hijau sebagai adikku kembali, aku tentu saja tidak keberatan dengan keinginanmu untuk kembali ke bangsa kami. Tapi, setelah semua kejadian ini, aku rasa tidak akan pernah kembali lagi hubungan adik dan kakak diantara kita berdua. Maafkan aku, Putri Ayuningtyas." Raja Abiyaksa terlihat begitu menyesal dengan apa yang dia katakan tadi.
Putri Ayuningtyas mengerti apa yang menjadi kesulitan dari Raja Abiyaksa saat ini. Putri Ayuningtyas sampai saat ini masih mengagumi Raja Abiyaksa dengan begitu sempurna dan penuh kewibawaan yang kuat sekali.
"Kau jangan khawatir kakakku! Aku pasti bisa menyesuaikan diriku dengan statusku yang baru di istana yang kau pimpin! Aku janji kepadamu kalau aku tidak akan pernah mengganggu ataupun merusak tugasmu sebagai seorang raja." janji Putri Ayuningtyas pada Raja Abiyaksa yang sejak tadi terus saja memperhatikan Ratu Deniz yang duduk dengan anggun di atas singgasana di sebelah Raja Narendra yang terlihat begitu agung dan bijaksana.
Seluruh warga istana kerajaan kucing, sejak dulu merupakan penggemar dan pendukung Raja Narendra yang baik dan sakti.
Mereka juga mengenal dengan baik keluarga dari Raja Narendra yang memiliki reputasi yang bagus dan selalu menjadi penyelamat kerajaan dari serangan musuh mereka.
__ADS_1