
Maha guru kemudian menjemput semua keluarga Pangeran Narendra yang ada di alam manusia untuk menghadiri acara pelantikannya sebagai seorang raja baru di istana kerajaan kucing.
Terlihat raja dan ratu dari kerajaan alam gaib juga menghadiri acara tersebut.
" Dengan ini kami berdua melantik Pangeran Narendra sebagai raja baru dari istana kerajaan kucing. Semoga dengan kepemimpinanmu akan semakin banyak kebaikan dan kemajuan untuk istana kerajaan kucing dan alam ghaib pada umumnya!" ucap Raja alam ghaib yang hadir pada acara pelantikan itu.
" Terima kasih yang mulia raja!" Pangeran Narendra kemudian menatap kepada Deniz yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh haru.
Pangeran Narendra kemudian mendekati istrinya yang sejak tadi hanya bisa memandangi dirinya dari kejauhan.
" Sayang!! Mari bersama-sama mengatur istana ini agar menjadi istana yang hebat." Deniz hanya menganggukkan kepalanya karena dia tidak tahu apalagi yang harus dia katakan kepada suaminya.
Deniz tahu bahwa saat-saat seperti ini pasti akan terjadi kepada mereka cepat atau lambat. Tetapi Deniz tidak mengerti kalau hal itu benar-benar akan memberikan perasaan seperti itu terhadap dirinya.
" Raja Narendra. Kami akan memberikan salah satu putri kami untuk menjadi selirmu yang baru yang akan membantumu untuk mengatur istana kerajaan kucing ke depannya. Bagaimana pendapat kamu?" tanya Raja Abi Saka yang saat ini sedang berdiri di hadapan Raja Narendra.
Raja Narendra dan Deniz saling menatap satu sama lain.
" Sebentar akan ku panggilkan Putriku yang akan aku jadikan selir barumu. Dia adalah putri ke duaku bersama Ratu Trisna. Percayalah putriku itu pasti akan memberikan dampak positif kepada kerajaanmu dan akan memberikan banyak keturunan untuk kerajaan ini!" Deniz benar-benar tidak bisa berkata-kata.
Suaminya baru saja dilantik menjadi raja Istana Kerajaan kucing dan sekarang raja dari Istana Alam Gaib yang menguasai seluruh kerajaan yang ada di alam gaib datang dan berniat memberikan putrinya untuk dijadikan selir yang baru untuk sang suami.
__ADS_1
Deniz bahkan sampai lemas tubuhnya memikirkan hal tersebut.
Raja Narendra melihat bahwa Deni saat ini benar-benar sedang kesulitan.
" Sayang, beristirahatlah tubuhmu masih lelah. Apalagi belum lama ini kau baru saja melahirkan." Raja Narendra kemudian memapah istrinya menuju kursi.
Raja Abi Saka dan ratu Trisna terus memperhatikan interaksi antara Raja Narendra dan Deniz yang terlihat begitu Saling mencintai satu sama lain.
" Maafkan saya Raja tetapi saya tidak punya niat untuk memiliki seorang selir. Saya sudah berjanji kepada istri saya bahwa saya tidak akan pernah mengangkat seorang selir selama kepemimpinan saya sebagai seorang raja. Saya akan segera mundur dari posisi saya setelah Putraku siap untuk menjadi seorang raja di Istana ini!" Raja Narendra menetap Raja Abi Saka dengan tatapan penuh keyakinan.
" Kenapa raja tidak mau untuk menjadi suami saya? Jelas dengan menikahiku kerajaan ini akan semakin besar dan pasti istana kerajaan lainnya akan semakin segan terhadap kalian."
Tiba-tiba saja wanita yang dicalonkan oleh raja Abi Saka untuk menjadi istri raja yang kedua hadir di antara mereka.
Putri Seruni langsung mendekati ibunya yang tadi menegur dirinya.
Ratu Trisna mendekati Deniz. Walaupun usianya sudah hampir 100 tahun lebih tetapi Ratu Trisna masih terlihat seperti remaja berusia 25 tahun. Wajahnya bersama putrinya hampir bisa dikatakan sama persis. Sama-sama muda dan cantik.
Ratu Trisna mengerti. Bagaimana perasaan Deniz saat ini ketika mengetahui suaminya yang seorang raja tiba-tiba dihadapkan dengan pilihan untuk memiliki selir yang baru.
Karena dirinya pun pernah mengalami hal tersebut dan berada di posisi itu.
__ADS_1
" Ratu Deniz, Kau dan Aku adalah sama-sama manusia. Aku bisa mengerti bagaimana perasaanmu ketika mengetahui suamimu harus memiliki istri lagi. Sebagai seorang raja, Suami kita memiliki kewajiban untuk memiliki banyak keturunan agar keberlangsungan istana tidak terancam. Kalau kita melahirkan setiap tahun, bukankah sangat merepotkan? Jalan satu-satunya adalah dengan memiliki selir baru dan menimpakan kewajiban itu kepada istri yang lain." Ratu Trisna berusaha untuk membujuk Deniz agar suaminya diperbolehkan menyunting putrinya untuk menjadi selir dari Raja Narendra.
Raja Narendra kemudian menghadapi Ratu Trisna yang masih berjuang untuk membujuk istrinya agar mau menerima Putri mereka untuk dijadikan selirnya.
Pangeran Panji dan Minsi sejak tadi hanya memperhatikan semua yang terjadi kepada kedua orang tuanya. Tetapi dia tidak berani untuk menyela apapun ikut campur dengan urusan mereka.
Raja dan ratu sebelumnya yang merupakan kedua orang tua dari Raja Narendra. Saat ini mereka saling menatap satu sama lain. Mereka merasa takut kalau sampai putranya nanti marah atau mengamuk kepada raja alam gaib.
Mereka berdua sangat tahu bagaimana kesungguhan Putra mereka untuk tetap setia kepada Deniz dan tidak pernah mau untuk mengambil selir baru.
" Raja, Maafkan Putra kami. Dia saat ini memang belum memiliki keberanian untuk memiliki selir. Karena masih menjaga perasaan istrinya yang belum siap untuk berbagi cinta sang suami dengan wanita lain. tunggulah beberapa tahun ke depan setelah menantu kami siap dengan konekuensi sore Ratu yang harus berbagi suaminya dengan wanita lain sebagai selir dari sang raja!" Ayah Raja Narendra kemudian menatap kepada Deniz yang sejak tadi hanya bisa diam dengan mata berkaca-kaca.
Deniz tahu bahwa hal ini pasti akan terjadi suatu saat nanti dia hanya tidak menduga kalau itu datang begitu cepat.
" Aku mau istirahat. Agar bisa kembali ke alam manusia bersama dengan pangeran panji dan Minsi!" Deniz kemudian meninggalkan Raja Narendra yang bengong di tempat mendengar apa yang dikatakan istrinya.
Raja Narendra tidak memperdulikan panggilan semua yang hadir di tempat itu.
Saat ini pikirannya hanya tertuju kepada sang istri tercinta yang pada saat ini sedang sedih dan juga marah.
" Sayang!! Kenapa kau ingin kembali ke alam manusia bersama anak kita? Aku gak mau kita berpisah. Aku mau disayang. Tolong kau tinggallah di sini. Karena itu adalah tugasmu sebagai ratu di istana ini." ucap Raja Narendra sambil menggenggam telapak tangan Deniz.
__ADS_1
" Ketika aku sudah menjadi selirmu yang baru, maka aaku akan meminta kepada Ayahku untuk mengangkatku sebagai ratu di istana keadilan ini. Kau bisa melepaskannya untuk tinggal di alam manusia dan fokus denganku untuk membangun istana kerajaan ini agar menjadi lebih besar dan lebih berjaya. Percayalah padaku dengan menjadikanku sebagai ratumu istanamu pasti akan semakin berjaya!" Raja Narendra melotot sempurna mendengar apa yang dikatakan oleh Putri Seruni.
" Pergi kau dari hadapan kami! Sebelum kami bertindak kasar terhadapmu!" Raja Narendra tidak tahan melihat tingkah pola Putri Seruni yang sangat lancang menyakiti hati istrinya dengan mengatakan hal seperti itu kepada Deniz.