
Setelah pangeran Narendra meninggalkan istana siluman ular biru terlihat sang raja memanggil Putri Hana.
Tampak wajahnya penuh dengan kekecewaan dan juga kemarahan. Akan sikap putrinya yang benar-benar sewenang-wenang terhadap orang lain.
" Apa mau kamu?" tanya sang raja kepada putrinya yang seperti yang merasa bingung dengan apa yang ditanyakan oleh ayahnya.
" Apa maksud Ayahanda?"
" Kenapa kok begitu lancang untuk masuk ke dunia manusia hanya untuk mengganggu rumah tangga Pangeran Panji dan juga cucu dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan. Apa kau ingin menimpakan kehancuran untuk istana siluman ular biru? Apakah belum cukup merasa malu yang kau timpakan kepada keluarga kita? Jawab Putri Hana!" terlihat Raja siluman ular biru yang benar-benar merasa kecewa terhadap putrinya yang selama ini terus saja memberikan rasa malu dan juga kepusingan di kepalanya.
" Kau sudah dewasa Putri Hana! Bahkan kau juga tega untuk membuang anakmu sendiri yang entah sekarang ada di mana. Hanya karena kesombongan dan juga keegoisanmu. Apa kau tahu bahwa kelakuanmu ini benar-benar sudah mencoreng nama kerajaan kita di mata publik?" sang raja sejak tadi sudah menahan emosi dan juga amarah di hatinya.
Sang ratu sejak tadi sudah berusaha untuk menenangkan suaminya agar tidak meledak.
Putri Hana hanya bisa menundukkan kepalanya bagaimanapun bengalnya dia tetap saja dia tidak berani untuk menentang ayahnya yang merupakan raja di Istana siluman ular biru.
" Cepat katakan kepada ayah! Apa sebenarnya yang kau inginkan?" tanya sang raja yang sudah mulai menurunkan suaranya.
Putri Hana menatap ibunya dengan perasaan takut dan juga rasa malu yang luar biasa.
" Aku menginginkan Raja Panji sebagai suamiku tolong aku ayah!!" Raja siluman ular biru sampai menggebrak singgasana sampai bumi seakan berguncang karena amarahnya.
__ADS_1
" Lancang!!! Apa kau ingin pasukan Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan datang kemari dan meluluhlantakkan seisi istana ini?" tanya sang raja dengan amarah yang begitu besar di hatinya.
" Putriku! Bagaimana mungkin kau menginginkan suami orang lain untuk di jadikan suamimu?? Apalagi sekarang statusmu di mata publik adalah sebagai istri dari Pangeran Wangen. Apakah kau tidak memikirkan reputasi dari istana kerajaan kita?" tanya sang Ratu berusaha untuk menasehati putrinya.
Putri Hana terlihat menangis tersedu-sedu di dalam pelukan ibunya.
" Tapi, Ibunda Ratu!! Aku merasa cemburu melihat kebahagiaan Minsi dan juga Pangeran Panji di alam manusia. Kenapa aku tidak bahagia di sini bunda?" tanya Putri Hana dengan air mata yang terus menetes di kelopak matanya.
Hati orang tua mana yang tidak hancur. Ketika dia mendengarkan pengakuan dari putrinya bahwa dia tidak bahagia??
" Saat ini pangeran Panji hanya mencintai Minsi yang merupakan cucu dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan. Kekuatan wanita itu juga sangat luar biasa. Dia memiliki kekuatan Nur Illahi yang akan sanggup untuk meluluh lantakkan seluruh istana ini beserta seluruh penghuninya. Apakah kau sanggup menanggung dosa besar seperti itu kepada seluruh warga kita?" tanya sang raja kepada putrinya yang kini hanya bisa menundukkan kepalanya.
Kesedihan di wajah sang putri terlihat begitu kentara. Raja dan ratu pun sangat menyayangi putrinya tetapi mereka tidak mau bersikap egois hanya karena putrinya mereka akan menghancurkan seluruh istana kerajaan siluman ular biru.
Putri Hana menangis tersedu-sedu. dia tahu bahwa dirinya telah memberikan banyak sekali kepusingan kepada orang tuanya dan dia juga sadar bahwa dirinya telah mempermalukan reputasi istana kerajaan biru dengan kelakuannya saat ini.
Tapi perasaan iri dengki dan juga rasa cemburunya saat ini jauh lebih besar dan dia tidak mau mengalah kepada Minsi yang kemarin hanya dia anggap sebagai manusia biasa yang tidak memiliki kualifikasi apapun untuk menjadi istri pangeran Panji.
" Baiklah ibunda Ratu dan juga Ayahanda raja. Ananda akan pergi ke kerajaan monyet untuk bertanya kepada mereka tentang pernikahan ku dengan Pangeran Wangen." akhirnya Putri Hana terpaksa menuruti keinginan kedua orang tuanya.
" Berjanjilah kepada kami jangan lagi mengganggu rumah tangga Pangeran Panji dan juga Putri Minsi!! Kalau benar-benar kau melakukan itu lagi. Berarti Kau sangat tidak menyayangi dan juga tidak mencintai kami sebagai kedua orang kamu!! Percayalah kami pasti akan menghapusmu sebagai keturunan dari kerajaan siluman ular biru!" amarah Raja sudah tidak bisa dibendung lagi kesabarannya sudah tidak mampu untuk bertoleransi lagi terhadap putrinya.
__ADS_1
" Ingatlah putriku! Bahwa dulu kaulah yang telah melepaskan kesempatanmu untuk menjadi istri dari pangeran Panji dengan mengatakan kalau kau lebih mencintai Pangeran Wangen dari pada Pangeran Panji. Jadi sekarang hentikanlah semua ulahmu yang memalukan itu! Itupun kalau kau masih menghargai kami sebagai orang tuamu dan juga masih menghargai dirimu sendiri sebagai seorang wanita!" sang raja kemudian menyuruh putrinya untuk meninggalkan aula kerajaan.
" Introspeksilah dirimu! Setelah kau siap untuk berangkat ke kerajaan monyet, kau katakanlah kepada ayah dan ibumu. Maka kami akan menyertaimu untuk datang ke sana!" Putri Hana langsung berlari setelah mendapatkan perintah seperti itu dari ayahnya.
Hati Sang Putri benar-benar sangat kecewa karena ayah ibunya benar-benar sudah tidak mempedulikan lagi. Bagaimana perasaan dan kebahagiaannya.
Padahal keinginan Putri Hana adalah dia ingin agar kedua orang tuanya itu mau mendatangi kerajaan kucing untuk menjadikan dia sebagai istri kedua dari pangeran Panji atau minimal, mendatangi Pangeran Narendra dan Deniz agar membujuk anaknya untuk menikahi dia.
Akan tetapi semua angan-angan Putri Hana harus hancur. Karena ternyata kedua orang tuanya tidak berani untuk menentang kekuasaan Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.
Kedua orang tuanya jauh lebih mementingkan istana kerajaannya daripada kebahagiaannya.
Di dalam kamarnya Sang Putri terus saja menangis tersedu-sedu. Sehingga membuat Bibi Ash merasa kasihan sekali kepada junjungannya.
Putra dari Putri Hana yang di angkat anak oleh Bibi Ash sudah disuruh jauh-jauh pergi dari istana kerajaan ular biru. Karena tidak ingin ibunya marah terhadap dirinya. Bibi Ash takut kalau sampai Putri Hana mengetahui perbuatannya yang sudah menyelamatkan putranya yang disuruh untuk dibunuh oleh Putri Hana yang tidak menginginkan kelahiran anaknya sendiri.
" Kenapa tidak ada yang menyayangiku dan juga mencintaiku? Apakah aku juga tidak layak untuk berbahagia?" tanya Putri Hana yang saat ini benar-benar sedang merasakan kesedihan yang luar biasa di dalam hatinya.
Bibi Ash hanya bisa mengelus rambut tuan putrinya dengan begitu lembut.
Bibi Ash adalah ada yang emban yang sejak kecil selalu bersama dengan Putri Hana dan selalu menjaganya.
__ADS_1
" Bukan seperti itu konsepnya Tuan Putri! Akan tetapi kita harus memikirkan secara keseluruhan kepentingan semua. Jangan hanya egois untuk memikirkan kebahagiaan sendiri! Kalau Tuan Putri memaksakan diri untuk tetap bersikekeh dengan keinginan Tuan Putri menjadi istri Pangeran Panji. Maka pasti istana kerajaan siluman ular biru akan diserang oleh dua kerajaan besar. Apakah Putri tega menghancurkan istana ini?" tanya Bibi Ash pada Putri Hana yang terkesiap mendengarkan pertanyaannya yang begitu berat untuk di jawab.