
Begitu jiwa mereka masuk ke alam gaib, mereka semua mulai berpencar untuk mencari keberadaan Deniz. Mereka bersepakat untuk kembali bertemu di portal penghubung alam manusia dan alam gaib tadi yang mereka lewati untuk masuk ke dalam alam gaib.
Tidak ada rasa gentar sama sekali di dalam hati mereka karena mereka percaya bahwa Allah akan melindungi mereka.
" Baba tempat ini sangat indah pantas saja Deniz begitu betah berada di sini. Pangeran Narendra adalah seorang pria yang baik Bah. Dani yakin kalau Deniz pasti akan selalu diperlakukan dengan baik di sini!" ucap Dani saat mereka mencari keberadaan Deniz.
Tubuh Dani yang memiliki aura siluman dan kini berpegangan tangan dengan Kyai Rasyid, membuat aura manusia di dalam tubuh Kiai Rasyid tertekan secara drastis sehingga tidak dicurigai oleh kaum siluman yang berlalu Lalang di sekitar mereka.
Dengan bebas Dani dan Kyai Rasyid bisa masuk melintasi perkampungan siluman kucing tanpa hambatan sama sekali.
Keramaian di istana kerajaan benar-benar menjadi pusat perhatian semua warga yang ada di kerajaan siluman kucing.
" Maaf saya bertanya ada keramaian Apakah di sana kenapa begitu banyak teman-teman yang pada berlarian ke sana?" tanya Dani kepada salah seorang warga di sana.
Mereka tampak memberanikan Dani dan Kyai Rasyid yang terasa asing di mata mereka.
" Kamu pasti warga baru disini ya? Saat ini perkampungan kami sibuk sekali karena empat hari lagi Pangeran kami akan menikah dengan calon istrinya dari dunia manusia. Jadi sekarang kerajaan sedang sibuk untuk mempersiapkan rencana pernikahan mereka berdua yang akan dilaksanakan di kastil milik Pangeran Narendra!" ucap warga itu sambil tersenyum kepada Dani.
Mendengarkan informasi itu, Dani sangat kesulitan untuk menelaah salivanya sendiri.
" Bagaimana ini Babah? Pernikahan Deniz dan Narendra akan segera terlaksana kita harus segera menemukan Deniz Babah sebelum semua terlambat!" ucap Dani panik.
Kyai Rasyid yang melihat putranya mulai panik, dia pun berusaha untuk menghibur Dani agar bersikap tenang dalam menghadapi semuanya.
" Tenanglah Dani. Kita harus berpikir tenang. Jangan kau begitu panik dalam menghadapi semua ini. Babah sangat yakin kita pasti bisa menemukan Deniz dan menariknya kembali ke alam manusia!" ucap Kyai Rasyid berbisik di telinga Dani.
__ADS_1
Bagaimanapun juga Kyai Rasyid tidak mau menarik perhatian warga lainnya. Ketika dia dan Dani sedang membicarakan hal yang demikian penting mengenai Denis dan Narendra, pangeran mereka.
Kyai Rasyid dan Dhani kemudian bergerak cepat agar bisa segera sampai di istana kerajaan siluman kucing.
Saat Dani melihat Narendra yang tampak begitu Sibuk mengatur para pekerjanya untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Deniz.
Dani langsung memanggil Narendra dan mendekatinya.
" Narendra! Cepat katakan di mana Deniz sekarang! Kau sudah melanggar peraturan dari pertaruhan kita! Bukankah kau berjanji untuk tidak menculik Deniz kepadaku? Lalu kenapa kau malah membawa Deniz pergi dari dunia manusia tanpa izin dari kedua orang tuanya?" tanya Dani dengan nafas yang menderu dan gemetar.
Bagaimanapun pamor seorang Narendra sebagai seorang pangeran Al Ghaib memang amat besar. Sehingga membuat Dani menjadi gugup dan juga kesulitan bernafas saat dia berhadapan langsung dengan Narendra di alamnya.
Terlihat Narendra tertawa terbahak-bahak mendengarkan protes dari Dani.
Kyai Rasyid yang terus saja memperhatikan Pangeran Narendra dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dia pun merasakan bahwa pamor seorang darah yang deras sangatlah kuat sebagai seorang pangeran yang hebat dan digjaya.
Kyai Rasyid tetap memenuhi hatinya dengan dzikir dan juga berpasrah kepada Allah.
" Kau yang sudah berlaku curang dan tidak adil di dalam pertaruhan kita berdua Dani. Jujur saja aku merasa sangat tersinggung dan juga marah sekali dengan caramu menjauhkanku dengan Deniz." Dani langsung menundukkan kepalanya dia tidak bisa menyanggah perkataan Narendra yang semuanya adalah benar.
Kyai Rasyid kemudian maju berdiri di hadapan Dani.
" Yang telah membangun pagar Ghaib di antara Deniz dan kamu adalah saya. Hal itu tidak ada hubungannya dengan Dani! Anda jangan salah paham pangeran!" ucap Kyai Rasyid belum mencoba untuk membela putranya yang telah dituduh curang oleh Narendra.
Narendra terbalik tertawa terbahak-bahak mendengarkan perkataan Dani maupun Kyai Rasyid yang tampaknya tidak mau mengakui kecurangan mereka.
__ADS_1
" Bukankah kita sudah sepakat saat kita dulu melakukan perjanjian taruhan untuk membuat Deniz jatuh cinta kepada salah satu diantara kita dan memilih untuk menikah dengan siapa? Kau sudah melanggar semua yang sudah kita sepakati. Oleh karena itu aku pun tidak lagi memegang teguh kesepakatan kita! Dani aku hanya mencoba untuk mengambil hakku yang sudah aku tunggu 50 tahun lamanya untuk bisa bersanding dengan Deniz. Memenuhi perjanjian antara kakeknya dengan ayahku atas semua balas jasa yang sudah diberikan oleh bangsa kami kepada leluhurnya!" ucap Narendra panjang lebar.
Dani menarik nafasnya dalam-dalam Dia kemudian melirik kepada ayahnya yang dari tadi terus menggelengkan kepalanya.
" Di mana sekarang Deniz? Kami berdua ingin berbicara dengannya!" ucap Kyai Rasyid sambil menatap Narendra dengab tajam.
Narendra tertawa terbahak-bahak melihat Kyai Rasyid yang terus saja menatapnya dengan penuh permusuhan.
" Seharusnya Kyai merasa berterima kasih kepada saya. Karena dulu saya telah menyelamatkan Kyai dan juga santri-santri Kyai! Kalau saya dulu tidak turun tangan saat ini Kyai dan santri-santri Kyai pasti sudah binasa di bumi hanguskan oleh panglima perang kami yang membawa 100.000 orang prajurit untuk mengusir kalian dari tempat kami!" ucap Narendra sambil tersenyum miring menatap Kyai Rasyid yang terus saja menundukkan kepalanya.
Saat ini di dalam hati Kyai Rasyid sedang melafalkan ayat-ayat suci Alquran ayat kursi dan juga banyak-banyak sholawat nabi.
Sementara itu di sisi Dani sudah keluar khodam penjaganya yang berupa Harimau putih yang sejak tadi berusaha menahan diri untuk tidak menyerang Narendra.
Harimau putih itu terus mengeram di hadapan Narendra dan seperti hendak membawa Kyai Rasyid dan Dani untuk bisa segera menemukan tempat persembunyian Deniz di pegunungan Pelangi.
" Dani, Pak Kyai! Mari ikut saya untuk mencari keberadaan Deniz. Saya rasa saya tahu di mana leluhur saya menyembunyikan Deniz sekarang!" ucap ghodam Dani sambil melirik kepada Narendra yang masih bersikap tenang dan tidak menanggapi perkataannya.
Narendra tertawa terbahak-bahak, ketika dia melihat gaya dan tingkah khodam Dani yang seakan-akan mengetahui segalanya tentang istana kerajaan kucing.
" Carilah Kalau kau memang mampu menemukan calon istriku!" tantang Narendra kepada khodam milik Dani yang sejak tadi terus mengeram karena marah kepada Narendra.
Setelah mengatakan itu Narendra pun meninggalkan Kyai Rasyid dan Dhani dalam kebingungannya.
" Babah aku tidak merasakan bahwa di tempat ini ada Deniz!" ucap Dani sambil hidungnya mencari-cari keberadaan Deniz di tempat itu yang tampak begitu indah mempesona.
__ADS_1