Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 224


__ADS_3

Raja Narendra saat ini sedang berhadapan dengan putranya yaitu Pangeran Andalas. Sang raja terlihat geram karena kembali mendapatkan putranya yang kembali mencoba untuk menerobos ke Hutan Larangan yang merupakan area terlarang dari istana kerajaan kucing.


"Kau sebenarnya ingin melakukan apa, huh?? Apakah kau benar-benar sudah bosan hidup? Bukankah pamanmu sudah mewanti-wanti kepadamu agar tidak lagi datang ke sana?" tanya Raja Narendra pada Pangeran Andalas.


Pangeran Andalas sejak tadi berusaha untuk tidak kesal pada ayahnya yang tidak mau memberikan kesempatan kepadanya untuk bicara.


"Pangeran Andalas, Ayah menyayangimu. Oleh karena itu dia tidak mau kalau kau sampai celaka. Istana kerajaan kita dengan kucing raksasa itu sudah memiliki perjanjian bahwa masing-masing dari kita tidak akan saling mengganggu satu sama lain. Walaupun dia berstatus sebagai pamanmu tetapi sudah ratusan tahun dia mengasingkan diri di Hutan Larangan dan tidak ingin bertemu dengan siapapun! Tolong kau hargai keputusan pamanmu itu!" Pangeran Andalas merasa bersalah, Mahaguru bahkan datang ke istana kerajaan kucing untuk membantunya agar tidak dimarahi oleh ayahnya.


"Jadi, apakah aku benar-benar tidak diperbolehkan untuk bertemu lagi dengan kucing raksasa itu? Dia adalah pamanku tapi kenapa dia harus hidup mengasingkan diri di Hutan Larangan? Kesalahan yang sudah dia lakukan di masa lalu. Bukankah sudah ditebus dengan dia membumihanguskan musuh kita?" Pangeran Andalas terlihat begitu penasaran dengan penjelasan yang diberikan oleh semuanya.


Pangeran Andalas merasa tidak tega melihat kehidupan pamannya yang harus terasing di Hutan Larangan. Tanpa pernah bertemu dengan siapapun selama ratusan tahun lamanya.


"Lalu apa bedanya dengan leluhur kita dan juga kakek nenekmu yang sekarang hidup di jurang sana?? Setiap dari kita memiliki caranya sendiri untuk menjalani kehidupannya. Kita tidak boleh Lancang dan gegabah untuk ikut campur dengan keputusan mereka." Pangeran Andalas melihat kepada ibunya yang sampai saat ini masih berpihak kepadanya.


Pangeran Andalas mendekati sang ibu yang sejak tadi terus menggenggam telapak tangannya dengan lembut. "Putraku, memangnya kenapa kau begitu penasaran dengan pamanmu yang ada di hutan larangan?" tanya Ratu Deniz sambil tersenyum kepada Pangeran Andalas.


Pangeran Andalas masih mengungkapkan alasan yang sama seperti yang sudah dia katakan kepada semuanya.


Ratu Deniz merasa yakin bahwa ada sesuatu yang lain yang disembunyikan oleh putranya yang tidak berani dia katakan di hadapan semua orang.

__ADS_1


"Baiklah, ikutlah bersama Ibunda ke taman istana. Kita bicara secara pribadi di sana." Pangeran Andalas menatap ibunya dengan lekat.


Sejak dulu sang pangeran memang dekat dengan ibunya. Berbeda dengan raja Narendra yang selalu sibuk dengan urusan kerajaan. Dia tidak terlalu dekat dengan Pangeran Andalas.


Pangeran Andalas dengan begitu pasrah akhirnya mengikuti Ratu Deniz. Raja Narendra dan Mahaguru hanya bisa menetap keduanya yang pergi dari aula kerajaan.


Pangeran Panji dan istrinya sudah kembali ke alam manusia. Setelah peperangan bersama Raja Abiyaksa berhasil dimenangkan oleh mereka. Tentu saja dengan bantuan dari kucing raksasa yang hidup mengasingkan diri di Hutan Larangan.


Karena pertarungan pribadi antara kucing raksasa dan Raja Abiyaksa akhirnya sang raja memutuskan untuk menarik seluruh pasukannya.


Pertolongan dari kerajaan alam gaib juga menjadi tolak ukur keberhasilan mereka saat mereka mengusir pasukan siluman ular hijau yang menyerang mereka.


Raja Narendra menghela nafas dengan berat. Dia percaya kepada kemampuan istrinya yang selalu bisa membujuk Putra mereka.


"Sejak dulu, Pangeran Andalas memang lebih dekat dengan ibunya. Oh ya, Mahaguru. Bukankah sudah waktunya untuk pangeran Andalas menetap di dasar jurang bersama dengan kedua orang tuaku?" tanya Raja Narendra pada Mahaguru.


Mahaguru terlihat mengangguk dan menyetujui apa yang dikatakan oleh rajanya. "Saya sendiri nanti yang akan mengantarkan pangeran ke dasar jurang untuk bertemu dengan mantan raja dan ratu di sana. Saya sangat percaya bahwa mereka pasti bisa mendidik Pangeran Andalas dengan lebih baik dari pada saya. Apalagi di sana ada leluhur istana kerajaan siluman kucing. Ilmu beliau sangat hebat dan pilih tanding. Pangeran Andalas pasti bisa kembali ke kerajaan kita dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi." Raja Narendra setuju dengan apa yang dikatakan Mahaguru.


***

__ADS_1


Pangeran Andalas saat ini sedang berbicara dengan ibunya di taman istana. Dia sekarang mulai jujur kepada ibunya bahwa dia ingin belajar ilmu kanuragan kepada pamannya yang sangat Sakti.


"Putraku! Kalau kau ingin belajar ilmu kanuragan yang hebat, Ayah maupun tidak kalah hebat dari pamanmu itu. Walaupun dia hebat. Tetapi dia memiliki karakter yang sangat aneh dan sangat sulit untuk didekati oleh siapapun. Ibu takut kalau kamu pada akhirnya akan celaka gara-gara dia." Pangeran Andalas terlihat begitu kecewa mendengar ucapan ibunya yang tidak mendukungnya.


Pangeran Andalas padahal sangat berharap agar ibunya mau membujuk ayahnya untuk membawa dirinya menemui pamannya.


" Apakah ibunda tidak bisa berbicara kepada Ayahanda Raja, agar mengantarkanku ke sana dan bertemu dengan pamanku?" Ratu Deniz menggelengkan kepala dan menolak keinginan Pangeran Andalas.


Pangeran Andalas terlihat begitu kecewa dengan apa yang dilakukan ibunya yang tidak mau mendukung keinginannya.


"Bukankah kau memiliki janji untuk pergi menemui nenek dan kakekmu di dasar jurang? Putraku sebagai seorang ksatria kau memiliki kewajiban untuk memenuhi janji yang sudah kau buat. Kakek dan nenekmu pasti sudah menunggu kedatangan kamu di sana." Pangeran Andalas seketika mengingat tentang janjinya sebelum dia berangkat menuju pegunungan Pelangi.


Pangeran Andalas terlihat begitu lemas karena keinginannya untuk berguru kepada kucing raksasa yang dianggap sebagai kucing yang paling hebat ternyata tidak bisa dipenuhi oleh kedua orang tuanya.


"Percayalah kepada ibundamu, Nak. Leluhur istana kerajaan siluman kucing jauh lebih hebat daripada kucing raksasa yang kau kagumi itu. Mungkin ilmunya hanya satu seperlima dari leluhurmu. Apalagi di sana juga ada kakek dan nenekmu yang pernah menjadi raja di Istana Kerajaan kucing. Anakku! Kau lihat ayahmu kan? Ayahmu hanya mendapatkan satu macam ilmu yang diturunkan oleh leluhurmu. Tetapi di alam siluman ini, tidak banyak yang bisa mengalahkannya. Ayahmu disegani oleh banyak siluman." Ratu Deniz masih belum mau menyerah untuk membujuk putranya agar tidak meminta lagi di antarkan ke Hutan Larangan untuk berguru kepada kucing raksasa yang telah memilih hidup untuk mengasingkan diri dari khalayak ramai sepanjang hidupnya.


Ratu Deniz sendiri tidak mengerti kenapa kucing raksasa lebih memilih menjalani hukuman yang begitu berat untuk dirinya sendiri untuk sebuah kesalahan yang sudah berlalu ratusan tahun lamanya. Sungguh!! sebuah pengorbanan yang sangat besar karena tidak banyak orang yang mau mengakui kesalahannya apalagi sampai menghukum dirinya sendiri dengan begitu keras.


Kebanyakan dari kita, pasti lebih banyak dalam mengagungkan diri sendiri dan merasa benar dalam melakukan segala sesuatu. Tidak mau nawas diri dan tidak mau mengakui bahwa dirinya salah. Apalagi sampai menghukum diri sendiri dengan sebuah hukuman yang sangat berat.

__ADS_1


Ratu Deniz sebenarnya sangat kagum kepada kucing raksasa yang merupakan kakak iparnya sendiri yang telah bersumpah tidak akan pernah merubah wujudnya menjadi manusia, sepanjang hidupnya untuk menebus kesalahannya di masa lalu.


__ADS_2