
" Cepatlah kalau kau bisa memberikan aku uang. Karena aku ingin segera sampai ke rumah kedua orang tuaku!" ucap Deniz akhirnya menyerah.
Jalan kaki dari puncak Gunung Pangrango menuju kota Bandung itu sangat melelahkan dan tidak mungkin Deniz bisa melakukan itu.
" Tapi kau janji padaku kalau kau akan membawaku juga!" ucap Abiyaksa meminta janji dari Deniz kalau dia tidak akan ditinggalkan sendirian di sana.
Akhirnya Deniz hanya bisa pasrah dan menyetujui keinginan Abiyaksa untuk ikut dengan dirinya ke rumah kedua orang tuanya.
" Baiklah kau boleh ikut denganku Tapi janji kau tidak boleh membuat keributan!" ucap Deniz meminta janji dari Abiyaksa.
Abiyaksa tersenyum merasa senang karena akhirnya dia bisa berdekatan dengan wanita yang sedang dia incar untuk menjadi permaisuri di kerajaannya.
Abiyaksa terus melindungi Deniz ketika di dalam perjalanan mereka terlihat banyak sekali makhluk-makhluk astral yang tertarik dengan kandungan Deniz.
" Katakan padaku! Kenapa kau pergi ke alam manusia? Di sini kandunganmu sangat rawan karena menarik mahluk astral. Untung saja sekarang aku ikut denganmu, kalau tidak, kandunganmu pasti sudah diambil oleh makhluk-makhluk jahil yang menginginkan janin kamu itu!" ucap Abiyaksa ketika mereka sudah berada di dalam mobil taksi yang akan mengantarkan Deniz ke kediaman orang tuanya.
Deniz meminta kepada Abiyaksa untuk diam. Karena bagaimanapun dia tidak mau kalau sopir taksi akan mendengarkan percakapan mereka dan mengetahui siapa mereka berdua.
" Kau tenang saja. Aku sudah membuat sopir taksi itu tuli sampai kita turun dari mobilnya!" ucap Abiyaksa sambil meringis kepada Deniz.
Deniz sampai kesal sekali dibuatnya dengan kelakuan Abiyaksa yang luar biasa sangat menyebalkan.
" Pantas saja dari tadi suara dering ponselnya terus berbunyi, tetapi sopir taksi itu seperti mengacuhkannya. Jadi itu semua adalah perbuatanmu? Cih, ga ada kerjaan sekali!" ucap Deniz berdecih karena kesal kepada Abiyaksa yang sudah membuat orang lain merugi gara-gara perbuatannya.
Abiyasa tersenyum karena dia merasa bahwa Deniz adalah tipe wanita yang benar-benar sangat dia sukai.
Tipe wanita yang berani melawan dan juga menentangnya. Selama ini tidak ada satu makhluk pun yang berani menentang dia, selama dia berada di kerajaannya. Semua keinginannya pasti akan dituruti walau sesulit apapun itu oleh mereka.
" Cepat kau bebaskan laki-laki itu dari ketulian yang tadi kau buat! Jangan sampai nanti kau lupa membebaskannya dan dia akan cacat selamanya!" perintah Deniz sambil berkacak pinggang di hadapan Abiyaksa.
Tanpa banyak cakap Abiyaksa kemudian langsung mengikuti kemauan Deniz.
__ADS_1
visualisasi Raja Abiyaksa
" Ingat selama kau berada di rumahku jangan gunakan kuusilanmu itu untuk mengerjai orang lain!" ucap Deniz dengan nada keras, memberikan ultimatum kepada Abiyaksa yang dia kenal sebagai siluman yang jahil terhadap makhluk lainnya.
" Iya, aku janji! Asal kamu selalu ada di sisi aku, aku pasti akan jadi anak baik!" janji abiyaksa kepada Deniz yang membuat Deniz merasa lucu melihat ekspresinya.
Setelah perjalanan yang panjang, Mereka pun akhirnya sampai di kediaman kedua orang tuanya Deniz.
" Apa kau tahu? Aku sudah sangat lama tidak bertemu dengan kedua orang tuaku. Karena suamiku yang terlalu sibuk mengatur para prajurit untuk bersiap melawan kerajaanmu! Kau sudah membuat hidup siluman Lainnya jadi ga nyaman!" protes Deniz kepada Abiyaksa yang tampak begitu bangga sudah membuat rivalnya sampai rela meninggalkan istrinya demi menjalankan tugas keprajuritan.
Deniz langsung mengetuk pintu rumah kedua orang tuanya begitu dia sampai di pelataran rumahnya.
Dedi dan Amber yang sudah bersiap untuk sholat ashar, mereka membuka pintu dan mereka terkejut sekali ketika melihat Deniz yang berdiri di hadapan mereka bersama seorang pemuda tampan yang asing bagi mereka berdua.
" Assalamualaikum Mah, Pah!" ucap Deniz sambil memeluk kedua orang tuanya yang sangat dia rindukan.
Abiyaksa hanya melihat mereka bertiga tampak begitu bahagia karena bertemu lagi.
Deniz kemudian menceritakan semuanya kepada kedua orang tuanya. Sehingga mereka mengerti dan akhirnya mau menerima untuk sementara bersama dengan mereka.
" Ke mana suamimu Deniz? Kenapa kau bisa datang ke alam manusia tanpa suami kamu?" tanya Amber merasa tidak suka putrinya datang ke rumahnya bersama dengan laki-laki lain bukan dengan menantunya yang sudah dia kenal sebagai siluman yang baik.
" Suamiku sangat sibuk untuk mengatur para prajurit karena akan ada perang besar di kerajaan dia. Jadi aku menyusup keluar dari istana kerajaan melalui pintu portal yang menghubungkan alam manusia dan alam siluman untuk bisa bertemu dengan kalian!" ucap Deniz sampai memeluk tubuh ibunya yang sangat dia rindukan.
" Lalu siapa laki-laki yang bersama denganmu itu? Kalau mamah melihat dari wajahnya tampaknya dia bukanlah orang yang baik!" ucap Amber sambil melirik kepada Abiyaksa.
Abiyaksa tahu kalau kehadirannya tidak disukai oleh kedua orang tuanya Deniz. Tetapi dia berusaha untuk disukai oleh mereka.
" Aku bisa mewujudkan semua keinginan kalian hanya dalam satu detik! Apa kalian tahu? Aku adalah Raja Abiyaksa penguasa kerajaan ular hijau yang sangat terkenal sangat sakti mandraguna!" ucap Abiyaksa dengan jumawa penuh kebanggaan dengan dirinya sendiri.
Ibunya Deniz langsung memukul kepala biasa menggunakan bantal yang ada di sebelahnya.
" Heh! Kalau kau memang adalah raja yang bisa mewujudkan semua keinginan manusia. Lalu kenapa kau datang kemari menggunakan taksi sewaan huh? Bukannya menggunakan limosin yang keren sekali itu?" tanya Amber mulai merasa kesal.
__ADS_1
Abiyaksa yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh ibunya Deniz, dia pun kemudian menatap Deniz dan bertanya apa yang dia katakan padanya.
" Apa itu limosin?" tanya Abiyaksa penasaran.
Denis kemudian menjelaskan pertanyaan Abiyaksa sehingga membuat pemuda itu paham dan mengerti maksud ibunya.
" Oh, mobil maksud kalian? Aku bisa ko kasih mobil buat kalian sekarang juga!" ucapnya jumat dan sok keren.
" Buktikan! Jangan cuma omong doang!" ucap Amber menantang Abiyaksa agar bisa membuktikan omongannya kepada mereka.
Abiyasa kemudian pergi keluar rumah dan hanya dengan menjentikkan jarinya saja, muncullah sebuah mobil mewah di depan rumah Deniz.
Amber dan Dedi sangat terkejut melihat mobil tersebut.
" Ah, paling itu hanya sihir yang tidak akan bertahan lama. Setelah kau pergi dari sini pasti mobil itu juga menghilang!" ucap Amber menjebikan bibirnya di hadapan Abiyaksa.
Deniz pun hanya diam karena dia memang juga penasaran. Apakah mobil itu akan bertahan lama ataukah hanya sementara saja berada di depan rumahnya.
" Apakah kalian menginginkan mobil itu permanen berada di dunia manusia?" tanya Abiyaksa dengan wajah seriusnya.
Dedi dan Amir langsung menganggukkan kepala.
" Kalian harus menebusnya dengan tumbal yang harus diberikan kepadaku setiap malam jumat kliwon!" Dedi dan Amber sangat terkejut mendengarkan perkataan Abiyaksa.
Deniz langsung mengeplak kepala Abiyaksa karena sudah bicara sembarangan di hadapan kedua orang tuanya yang pasti shock sekali.
" Jangan main-main kau!" ucap Deniz sengit.
Abiyaksa meringis melihat Deniz yang sangat menggemaskan di matanya.
" Jangan khawatir kalian bisa menggunakan mobil itu tanpa harus memberikan apapun kepadaku. Karena aku memberikannya sebagai tanda persahabatanku bersama dengan kalian!" ucap Abiyaksa dengan enteng.
Dedi tampak menggeleng-gelengkan kepalanya. Seakan tidak percaya bahwa mobil mewah Ferrari benar-benar terparkir dihadapan rumahnya.
__ADS_1