Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 219


__ADS_3

Pangeran Andalas terlihat begitu takjub dengan kucing raksasa yang sedang bertarung melawan dua ekor ular hijau yang sangat besar.


Kesaktian mereka bertiga sangat luar biasa. Bahkan sampai mengguncangkan tempat di sekitar mereka.


"Ayah, Siapakah kucing raksasa itu? Kenapa dia tinggal di tempat terpencil dan berbahaya seperti ini?" tanya Pangeran Andalas kepada raja Narendra.


Raja Narendra hanya menatap putranya kemudian dia kembali menyaksikan pertarungan sengit di antara mereka bertiga.


Pangeran Andalas terus mendesak kepada ayahnya untuk menceritakan tentang kucing raksasa itu.


"Ayolah, Ayah! Ceritakan padaku tentang kucing raksasa itu sekarang. Karena aku sangat penasaran dengannya!" Pangeran Andalas benar-benar ingin mengetahui tentang lawan yang begitu hebat yang bisa bertarung melawan Raja Abiyaksa dan Putri Ayuningtyas.


Raja Narendra kemudian menceritakan semuanya tentang kucing raksasa yang saat ini sedang melawan Raja Abiyaksa dan Putri Ayuningtyas.


Pangeran Andalas tampak terkejut mendengar cerita itu. "Jadi dia adalah kakakmu, Ayah?? Kenapa dia harus mengasingkan dirinya di tempat seperti ini? Bukankah dia bisa membalas dendam dengan cara menghancurkan musuhnya yang sudah membuat kerajaan kita hancur dan porak poranda?" tanya Pangeran Andalas pada ayahnya.


"Dia sudah membumihanguskan kerajaan itu sehingga rata menjadi debu. Bahkan dia juga sudah membunuh kekasihnya yang mengkhianati dan memanfaatkannya dengan tangannya sendiri. Dia adalah satu-satunya siluman kucing yang memiliki ilmu paling tinggi di istana kerajaan kita. Istana kerajaan kita terus dilindungi olehnya dengan kekuatan yang dia miliki. Pagar gaib yang melindungi istana kerajaan kita, itu adalah kekuatan milik kakakku yang mengasingkan diri di tempat ini." Pangeran Andalas terlihat begitu takjub dengan kucing raksaksa saat mendengar hal itu.


Pangeran Andalas tidak pernah menyangka kalau ternyata ada kisah yang begitu tragis di istana kerajaan kucing.


"Paman pasti merasa sedih karena harus melakukan semua itu pada wanita yang dia cintai yang ternyata berkhianat kepadanya." Pangeran Andalas terlihat begitu iba dengan kucing raksaksa yang akhirnya mampu menghalau Putri Ayuningtyas dan Raja Abiyaksa yang terlihat begitu kewalahan saat menghadapinya.

__ADS_1


Putri Ayuningtyas dan Raja Abiyaksa kemudian menarik pasukan mereka untuk mundur.


"Adikku! Ayo kita mundur sekarang! Jangan sampai kita binasa gara-gara kucing sialan ini!" Putri Ayuningtyas langsung mengangguk dan mengikuti kakaknya dengan sigap.


Putri Ayuningtyas yang sudah benar-benar kelelahan, karena bertarung dengan kucing raksasa yang tidak sanggup untuk dia lawan. "Aku akan kembali lagi ke tempat ini untuk balas dendam padamu!" Putri Ayuningtyas terlihat begitu jengkel lah kepada kucing raksasa yang sudah bisa membuatnya dan sang kakak mundur. Karena kelelahan setelah bertarung semalam suntuk dengan mereka.


Hal itu mereka lakukan karena mereka yang sudah tidak sanggup lagi untuk melawan kucing raksasa yang ternyata memiliki kekuatan yang sangat hebat.


Setelah melihat Raja Abiyaksa pergi meninggalkan istana kerajaan mereka, Raja Narendra terlihat sangat berbahagia dan berterima kasih kepada kakaknya yang sudah membantu mereka.


"Terima kasih kakak karena kau sudah membantu kami untukku menangani penjahat itu. Kakak, perkenalkanlah! Dia adalah buat aku bernama Pangeran Andalas." Raja Narendra kemudian meminta kepada Pangeran Andalas untuk memberikan hormat kepada kakaknya yang sudah banyak berjasa untuk melindungi istana kerajaan kucing dari pihak luar yang ingin mencari masalah dengan mereka.


Kucing raksasa tersebut hanya mendengus kesal karena merasa terganggu dengan kehadiran mereka.


Akan tetapi Raja Narendra berusaha untuk bersikap tenang, sabar dan mencoba untuk memahami segalanya tentang sang kakak yang dia tahu masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri untuk masa lalu yang perna terjadi.


"Kak. Ayo ikutlah bersamaku untuk kembali ke istana dan memperkuat istana kerajaan kita, agar tidak dipandang rendah oleh kerajaan lain." Raja Narendra tidak menyerah untuk membujuk kakaknya agar mau kembali bersamanya.


Kucing raksasa itu mendengus kesal bahkan terlihat matanya yang kembali memerah, seperti tadi waktu pertama kali bertemu dengan Pangeran Andalas.


Pangeran Andalas terkesiap melihat amarah yang ditunjukkan oleh pamannya yang memiliki sifat temperamental dan emosian sekali.

__ADS_1


"Paman, kenapa kau harus marah-marah seperti itu Ayahku hanya tidak tega melihatmu harus hidup terhina di tempat ini. Kalau kau ada seorang Kesatria sejati, Kau pasti bisa memaafkan dirimu sendiri. Atas kejadian di masa lalu. Bukannya terus terpuruk dan menangis sendirian di sini!" Pangeran Andalas tidak tahu kalau dia sedang menggali kuburannya sendiri dalam mengatakan hal semacam itu kepada kucing raksasa yang auto marah.


Pangeran Andalas terlihat gemetar ketakutan saat melihat kucing raksasa itu yang bersiap untuk bertarung dengannya.


"Kamu hanyalah siluman kecil yang tak berguna!! Kamu hanyalah seorang pangeran manja yang cuma suka memberi masalah kepada kedua orang tuamu. pergi dari sini sebelum aku mencabik-cabik kamu hingga berkeping-keping!" Pangeran Andalas sebenarnya merasa takut melihat amarah tersebut dari mata pamannya yang memiliki kesaktian luar biasa dan sangat hebat.


Raja Narendra merasa khawatir dengan keselamatan putranya. Karena Pangeran Andalas sudah lancang mengganggu kakaknya yang galak dan kasar.


Raja Narendra sebenarnya sangat mengerti. Kenapa kakaknya selalu bersikap seperti itu. Hal itu karena sang kakak yang merasakan hidupnya penuh dengan dosa. Karena sudah membuat ratusan ribu penduduk istana kerajaan kucing binasa dalam satu malam. Karena tindakan bodohnya yang mempercayai kekasihnya di masa lalu.


"Cepat pergi dari sini sebelum aku benar-benar membinasakanmu menjadi abu!" kucing raksasa itu terlihat begitu murka pada Pangeran Andalas.


Pangeran Andalas tidak gentar sama sekali melihat amarah itu. "Kau hanya berani menggertak anak muda sepertiku yang tidak memiliki kemampuan apapun. Coba!! Apakah kau berani untuk melawan ayahku yang memiliki kesaktian lebih hebat daripadamu?" Pangeran Andalas sengaja memancing emosi kucing raksasa itu untuk membuatnya terprovokasi dan marah padanya.


Benar saja apa yang diprediksi oleh Pangeran Andalas. Kucing raksasa itu begitu marah dan tersinggung dengan perkataannya.


"Raja Narendra! Ayo kita bertarung satu lawan satu. Mari kita buktikan! Siapakah siluman yang paling hebat di istana kerajaan kucing ini!" Raja Narendra menggelengkan kepalanya dan menyesali apa yang dilakukan oleh putranya karena sudah memancing emosi kakaknya yang sakti.


"Kakak! Maafkanlah anakku yang sudah bermulut lancang kepadamu. Dia hanya ingin berkenalan dan lebih dekat denganmu sebagai pamannya. Kau jangan terlalu membesar-besarkan hal itu." Raja Narendra berusaha membujuk kakaknya agar tidak emosi kepada anaknya yang sudah bersikap sembrono dengan memancing emosinya.


Akan tetapi kucing raksasa yang sudah merasa terhina, dia tidak terima apapun yang dikatakan oleh Raja Narendra padanya.

__ADS_1


"Cepat kau cabut pedangmu dan Kita bertarung sampai mati disini. Kita buktikan siapa yang lebih unggul di antara kita berdua!" kucing raksasa itu langsung menyerang Raja Narendra tanpa ampun.


__ADS_2