Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
114. Pertemuan


__ADS_3

" Apa itu benar Suketi?" tanya Raja Monyet kepada adiknya yang saat ini sedang menundukkan kepalanya karena malu dan juga takut kepada kakaknya yang dia kenal sebagai seorang raja yang keras dan juga tegas.


Apalagi kakaknya adalah seorang raja yang memiliki ilmu kanuragan yang sangat hebat.


" Katakan padaku Suketi! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau sampai bertarung dengan Pangeran panji?" tanya Raja Monyet kepada adiknya yang selalu memberikan kepeningan di kepalanya.


" Kakanda aku tidak bertarung dengan pangeran panji secara sengaja. Dia yang ikut campur dengan urusanku yang akan menangkap seorang penyusup ke kerajaan kita!" ucap Suketi yang berani menatap mata kakaknya yang sedang melihatnya.


" Apakah setiap siluman yang singgah di Kerajaan kita. Maka akan kau anggap sebagai penyusup dan layak untuk mendapatkan hajaran darimu?" tanya Raja monyet terlihat geram kepada adiknya yang selalu saja merasa benar dan sok pintar.


" Yang Mulia Raja! Saya rasa Suketi memang layak untuk mendapatkan hukuman dari kita Karena dia sudah menebar banyak permusuhan dengan kerajaan-kerajaan lain!" ucap salah seorang jendral kerajaan monyet.


" Benar bahkan dari kerajaan ular biru pun banyak yang selalu mengeluh kepada saya tentang kelakuan paman Suketi yang selalu saja membuat permusuhan dan keonaran di mana-mana!" ucap panglima perang.


Banyak keluhan dan juga aduan dari para punggawa istana tentang adiknya yang selalu jumawa kepada siapapun yang melintas di area kerajaan monyet.


Bahkan kerajaan monyet hampir mengalami perang besar dengan kerajaan kucing.


" Maafkan adikku. Kalau aku terpaksa memberikan tindakan tegas kepadamu. Kau tahu kan, kalau kau sudah memberikan banyak sekali masalah kepada kerajaan kita? Gara-gara kelakuan kamu, semua penduduk kita serta punggawa yang lain yang harus menanggung kesalahanmu!" ucap Raja monyet menatap adiknya yang hanya bisa menundukkan kepalanya.


Dia tidak bisa melawan sama sekali. Selain karena tubuhnya sudah diikat dengan tali gaib oleh Pangeran Wangen. Saat ini tubuhnya pun sedang mengalami luka-luka yang cukup fatal gara-gara pertarungannya dengan pangeran Panji. Suketi hanya bisa memasrahkan hidupnya dengan kebijaksanaan dan welas asih dari sang kakak.


" Aku akan mengasingkanmu di padepokan Eyang Anom. Belajarlah di sana dan perdalam ilmumu. Ingat Suketi.Kau harus merenungkan semua perbuatanmu. Setelah kau merasa sadar dengan kesalahanm, maka aku akan memanggilmu kembali ke kerajaan!" ucap Raja monyet yang setelah itu memerintahkan kepada prajuritnya untuk mengawal Suketi menuju Padepokan teyeng Anom yang merupakan penasehat negara.


" Terima kasih Kakak atas kebaikanmu!" ucap seketi sambil melipat kedua tangannya di dada. Dia tahu Kalau kakaknya mau dia bisa saja dimasukkan ke dalam penjara ale-ale dimasukkan ke Padepokan Eyang Anom yang terkenal sangat hebat dan juga tangguh.


Setelah kepergian Suketi dari Aula kerajaan. Tampak Pangeran Wangen yang mendekati sang ayah yang sedang memijat pelipisnya yang terasa begitu sakit.

__ADS_1


Raja memang tidak bisa untuk bersikap keras kepada adiknya. Suketi adalah adiknya satu-satunya. Dia tidak pernah tega untuk memenjarakan atau menyiksa adiknya.


" Kenapa ayah malah mau ngirimkan Paman Suketi ke Padepokan Eyang Anom? Itu malah membuat dia akan semakin mempelajari ilmu-ilmu Sakti. Bukankah setelah dia keluar dari sana akan semakin merajalela?" tanya Pangeran Wangen merasa tidak setuju dengan apa yang dilakukan ayahnya.


" Sudahlah Wangen. Lupakan saja tentang pamanmu. Bagaimanapun dia adalah adikku satu-satunya. Aku tidak mungkin menyakiti dia!" ucap Sang Raja yang kemudian meninggalkan Aula kerajaan dengan kesedihan di hatinya.


Suketi yang mendengarkan apa yang dikatakan oleh kakaknya tadi. Dia tampak meneteskan air mata. Suketi memang belum terlalu jauh meninggalkan aula. Suketi memang memiliki pendengaran yang sangat kuat oleh karena itu dia bisa mendengarkan apapun pembicaraan di aula sana.


' Maafkan aku kakak. Kalau apa yang aku lakukan untuk kerajaan monyet dipandang salah oleh kalian. Aku janji Kak. Aku akan merenungkan semua perbuatanku dan berusaha untuk merubah diriku agar tidak membuatmu semakin pusing dengan kelakuanku!' batin suketih ketika dia berjalan meninggalkan kerajaan monyet untuk menuju Padepokan Eyang Anom yang tidak terlalu jauh dari istana kerajaan monyet.


Eyang Anom adalah guru negara. Jadi dia diberikan fasilitas sebuah Padepokan oleh raja untuk membimbing para pangeran dan juga anak para pembesar kerajaan untuk menjadi para bangsawan yang berbudaya.


" Berikanlah surat ini kepada Eyang Anom. Maka dia mengerti apa yang harus dilakukan kepadamu, Pangeran Suketi!" ucap Panglima kerajaan ketika dia mengawal Suketi menuju Padepokan Eyang anom.


" Terima kasih Panglima atas kebaikan anda!" sukete kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam Padepokan di mana Eyang Anom sudah menunggunya.


" Silakan masuk Pangeran Suketi!" ucap Eyang Anom mempersilahkan suketih untuk masuk ke dalam padepokannya.


" Terima kasih Eyang atas penerimaan Eyang terhadap kehadiran saya di tempat ini," ucap suketih sambil melipat tangannya di depan dada.


Eyang Anom menganggukan kepala melihat kesopanan yang ditunjukkan oleh Suketi kepadanya.


" Baiklah sekarang kau sebaiknya istirahat. Muridku akan mengantarmu untuk menuju ke kamar yang sudah kami sediakan untukmu!" ucap Eyang Anom tersenyum kepada Suketi yang langsung mengikuti murid yang tadi diperintahkan oleh Eyang Anom untuk mengantarnya.


Setelah sampai di kamarnya Suketi pun membaringkan tubuhnya yang terasa begitu sakit karena pertarungannya bersama dengan pangeran Panji yang sudah memberikan luka yang sangat dalam di tubuhnya.


" Semoga aku bisa melewati semua ujian ini!" ucap Suketi sambil memejamkan matanya dan berusaha untuk beristirahat.

__ADS_1


Dia sebenarnya ingin bersemade untuk mengobati luka-lukanya. Tetapi saat ini matanya benar-benar sudah mengantuk dan butuh istirahat.


Kekuatan Suketi yang sudah semakin menurun membuat dia menjadi memiliki kebutuhan manusiawi seperti tidur.


Suketi memang sudah lama tidak memakan jiwa manusia. Oleh karena itu ilmunya semakin tumpul. Dan dia bahkan berhasil dilumpuhkan oleh pangeran panji hanya dalam beberapa gertakan.


Setelah terlelap Suketi kemudian melepaskan jiwanya untuk keluar daripada Padepokan Eyang Anom. Suketi berniat untuk membalas sakit hatinya kepada Pangeran Panji yang sudah membuat dia jadi kehilangan buruan.


Suketi bisa melihat bahwa mangsa yang dia kejar adalah manusia setengah siluman yang memiliki jiwa yang sangat bersih. Kalau dia bisa memakan buruan itu maka ilmunya akan meningkat ratusan kali lipat.


Saat ini Suketi sudah berada di istana kerajaan kucing dan dia sedang mencari kamar Pangeran Panji untuk bisa dia serang secara menggelap.


Saat Suketi sedang sibuk mencari kamar Pangeran Panji terlihat Deniz yang saat ini sedang berbicara dengan para Eyang yang ada di kerajaan kucing.


Deniz sedang mempersiapkan acara penyambutan Putri Hanna Azizah yang akan bertemu dengan putranya.


Oleh karena itu dia begitu sibuk dengan para dayang dan juga Eyang yang merupakan sesepuh dari kerajaan kucing.


" Aku rupanya sangat beruntung. Karena bisa melihat jiwa yang begitu murni. Perempuan itu kelihatannya adalah istri dari pangeran Narendra. Sungguh mangsa yang sangat nikmat dan sangat enak kalau aku bisa memakan jiwanya maka kekuatanku pasti akan naik ribuan kali lipat!" mata suketih langsung berbinar ketika dia melihat Deniz yang begitu cantik molek dan menggoda Iman siluman tua seperti Suketi.


Suketi kemudian mengendap-ngendap dan berusaha untuk mendekati Deniz yang sampai saat ini masih belum menyadari kehadiran Suketi di istana kerajaan kucing dan saat ini sedang mengincar dirinya.


Saat jarak Suketi dengan Deniz sekitar 5 meter lagi. Deniz bisa merasakan Aura yang berbeda di lingkungan sekitarnya.


Deniz pun kemudian mengerahkan perlindungan di dalam tubuhnya untuk bisa menghalau segala kejahatan yang tidak terlihat. Ketika Suketi sudah hampir mendekati Deniz tubuhnya langsung mental.


" Apa yang terjadi kenapa aku tidak bisa menyentuhnya?" tanya Suketi dengan rasa penasaran yang sangat luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2