Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 211


__ADS_3

Pangeran Andalas mengantarkan gadis itu sampai ke depan rumahnya. Dia tampak takjub melihat sang pangeran yang begitu tampan dan juga pintar.


"Terima kasih, Pangeran Andalas. Karena kamu mau mengantarkanku sampai ke sini." Mawar terlihat senang sekali.


Pangeran Andalas cukup heran melihat mawar yang tidak takut dengan dirinya yang seorang siluman.


"Apa kau yakin kalau kau tidak takut denganku?" tanya Pangeran Andalas pada Mawar.


Mawar tersenyum kepada sang pangeran dan menegaskan bahwa dirinya tidak takut sama sekali kepadanya.


"Kau adalah seorang pemuda yang baik dan juga pintar. Kenapa aku harus takut denganmu? Kau bahkan sudah menolongku dari penjahat yang hendak menodaiku." Pangeran Andalas tersenyum.


Pangeran Andalas cukup senang melihat gadis itu tidak takut kepadanya.


"Baiklah aku harus segera kembali ke alam siluman. Jangan sampai Guruku tahu kalau aku gentayangan di alam manusia. Aku pergi dulu!" Pangeran Andalas berpamitan pada Mawar.


Akan tetapi langkah sang pangeran terhenti oleh mawar yang memanggilnya.


"Pangeran Andalas!" Dia pun menengok kepada Mawar yang mendekat padanya.


"Ada apa?"


"Apa yang harus kulakukan kalau aku ingin bertemu denganmu?" Pangeran Andalas mengerutkan keningnya mendengarkan pertanyaan itu.


"Untuk apa kau ingin bertemu denganku?" tanya Pangeran Andalas bingung.


Pangeran Andalas jelas bingung karena dia aneh dengan mawar yang tampak antusias Ingin bertemu dengannya lagi. Padahal selama ini sang pangeran menemui manusia hanya satu kali dan setelah itu tidak pernah bertemu lagi.


Pangeran Andalas sebenarnya tidak terlalu menyukai bergaul dengan manusia. Dia hanya merasa tergelitik hatinya untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan.


"Untuk apa kau ingin bertemu denganku lagi? Apa kau tidak takut untuk bergaul dengan siluman kucing seperti aku?" tanya Pangeran Andalas sambil tersenyum kepada Mawar.


Mawar mendekati sang pangeran dan dia terlihat begitu antusias untuk berbicara dengan dirinya.

__ADS_1


"Kau tahu?? Selama ini aku suka sekali menonton film-film mistis tentang siluman dan segalanya berbau horor. Tapi ternyata sekarang aku malahan berhadapan langsung denganmu. Seorang pangeran dari alam ghaib. Tentu saja aku sangat senang!" Pangeran Andalas tergelak mendengar hal itu.


Pangeran Andalas cukup tertarik dengan gadis itu yang menurutnya unik karena tidak merasa takut sama sekali dengan dirinya.


"Apa kau tahu?? Kau adalah wanita pertama yang mengatakan seperti itu padaku." Pangeran Andalas tersenyum pada Mawar.


Mawar yang merupakan seorang gadis indigo sejak kecil. Tetapi dia tidak pernah menyadari dengan kemampuannya itu.


Mawar gadis dari pasangan sederhana yang tinggal di kota Jakarta. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik dan baik hatinya.



Visualisasi Mawar



Visualisasi Pangeran Andalas


Melihat ekspresi mawar yang begitu biasa dan tidak merasa takut sama sekali ketika bertemu dengannya seketika terbit ide jahil di kepala sang pangeran.


Pangeran Andalas tiba-tiba saja merubah tubuhnya menjadi seekor kucing di hadapan mawar. Akan tetapi gadis itu bukannya ketakutan dia malah terlihat begitu bahagia dan langsung memeluk sang kucing dan menciumnya membuat Pangeran Andalas menjadi tersipu sendiri karena di cium oleh gadis secantik Mawar.


Pangeran Andalas jadi salah tinggal sendiri dengan apa yang terjadi kepada dirinya bersama Mawar.


"Kamu sedang ngapain di luar, Mawar? Kenapa dari tadi bicara sendiri?" tanya Andini pada Mawar.


Mawar terkejut ketika melihat ibunya sudah berdiri di sampingnya. Pangeran Andalas langsung menghilang dari pelukan Mawar. Mawar cukup terkejut karena tiba-tiba kucing yang tadi ada di dalam pelukannya tiba-tiba menghilang.


"Eh, kok?" Mawar terlihat mencari-cari keberadaan sang pangeran.


Andini mengerutkan keningnya karena heran dengan keadaan putrinya yang aneh menurutnya sejak tadi.


"Ada apa, Mawar?? Cepat masuk ke dalam rumah. Tengah malam begini jangan terus-terusan di luar rumah." Mawar yang masih sibuk mencari Pangeran Andalas dia pun mau tidak mau masuk ke dalam rumahnya mengikuti sang ibu.

__ADS_1


Mawar yang sudah merasa mengantuk, dia pun kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Mawar cukup terkejut saat melihat kucing yang tadi berada dipelukannya sekarang sedang tertidur di atas ranjangnya.


"Eh, kamu disini?" Mawar terlihat senang sekali.


Pangeran Andalas yang sekarang berubah menjadi seekor kucing yang sangat lucu dan menggemaskan terlihat senang karena Mawar terus mengelus lehernya dengan penuh kasih sayang.


Entah kenapa diperlakukan seperti itu oleh mawar membuat dia malah mengantuk dan malas untuk meninggalkan gadis itu.


Akhirnya Pangeran Andalas pun tidur dipelukan Mawar dalam keadaan wujudnya menjadi seekor kucing yang lucu. Akan tetapi hanya Mawar saja yang bisa melihat keberadaan Pangeran Andalas di dalam kamar itu.


Karena sang pangeran sudah memprotek dirinya sendiri agar tidak terlihat oleh orang lain selain Mawar. Pangeran Andalas tidak mau membuat masalah dengan siapapun di dunia manusia.


Kalau Mahagurunya dan kedua orang tuanya mengetahui tentang hal itu pasti dia akan kena hukuman yang sangat berat. Pangeran Andalas tidak mau cari masalah dengan dirinya sendiri.


Pangeran Andalas hanya sedang iseng saja dan bosan dengan latihan yang ekstra keras yang diberlakukan oleh Mahaguru untuk dirinya sebagai seorang pangeran.


Pangeran Andalas bukanlah seorang pangeran yang nakal yang suka mengumbar kesaktiannya di alam manusia untuk kejahatan. Bukan!!! Dia malahan sedekah sekali membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongannya.


Pangeran Andalas yang terlalu merasa senang karena diperlakukan dengan baik oleh mawar. Dia pun akhirnya jatuh tertidur di dalam pelukan gadis itu. Dia merasa bahagia karena ternyata ada manusia yang bisa melihat dirinya tanpa ketakutan.


Biasanya seorang manusia kalau sudah tahu kalau dia mengaku sebagai seorang siluman dari alam ghaib, mereka pasti akan ketakutan dan langsung menjauhinya. Tapi Mawar berbeda sekali dengan mereka semua. Dia malah terlihat begitu bahagia saat bertemu dirinya.


Antusiasme Mawar ketika bertemu dengannya membuat Pangeran Andalas seketika melupakan bahwa dirinya harus segera kembali ke alam siluman. Mahaguru sudah berkali-kali menengok keberadaan sang pangeran di dalam rumah itu.


Mahaguru hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Pangeran Andalas yang saat ini sedang menjadi seekor kucing lucu dan tertidur di pelukan mawar sambil meringkuk dengan begitu nyaman.


"Dasar anak nakal! Bukannya segera pulang dia malah enak-enakan tidur di sini. Apa dia tidak tahu?? Kalau hal itu tidak boleh terjadi di antara laki-laki dan perempuan. Apalagi Gadis itu sudah mengetahui tentang statusnya sebagai seorang Pangeran Andalas. Kalau Ratu Deniz dan Raja Narendra tahu, dia auto menikah mendadak!" Mahaguru terus menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Pangeran Andalas yang sedang mencari penyakit sendiri.


Walaupun siluman sekalipun tetap memiliki norma yang harus dijaga antara laki-laki dan wanita. Mahaguru tidak terlalu mengetahui apa yang saat ini sedang dilakukan oleh pangeran Andalas hanyalah sebuah keisengan semata tidak memikirkan hal yang lebih daripada itu.


Pangeran Andalas seorang pemuda yang sedang penasaran dengan segala sesuatu yang dia lihat dan dia temui. Dia tidak pernah berpikir matang ketika melakukan sesuatu hal yang dia sukai. Pikiran dia hanya mencari kesenangan saja.

__ADS_1


__ADS_2