Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 218


__ADS_3

Pangeran Andalas dan Putri Ayuningtyas tiba-tiba merasakan di sekitarnya begitu dingin.


Pangeran Andalas menghentikan gerakannya dan meminta kepada Putri Ayuningtyas untuk mengakhiri pertarungan mereka berdua.


" Tunggu dulu! Apa kau tidak merasa aneh dengan aura yang ada di sekitar sini?" tanya Pangeran Andalas pada Putri Ayuningtyas yang terlihat kesal dengan apa yang dilakukannya.


"Kau tidak usah banyak bertingkah! Ayo cepat kau keluarkan pedangmu dan mari kita lanjutkan pertarungan kita, sampai ada yang mati salah satu diantaranya!" Pangeran Andalas hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat emosi dan amarah yang ditunjukkan oleh Putri Ayuningtyas.


Pangeran Andalas lebih tertarik untuk meneliti tempat di mana mereka berada saat ini.


"Kita sudah jauh tersesat berada di Hutan Larangan. Ayo kita kembali ke kerajaan kucing. Jangan sampai terjadi hal yang buruk kepada kita disini!" Pangeran Andalas langsung menarik telapak tangan Putri Ayuningtyas untuk mengikuti dirinya keluar dari hutan tersebut.


Pangeran Andalas sudah merasakan hal yang tidak nyaman. Ketika dirinya sadar bahwa dia dan Putri Ayuningtyas telah memasuki area daerah terlarang dari istana kerajaan kucing.


"Kau lancang sekali menarik tanganku! Kau kira siapa dirimu itu, huh?" Putri Ayuningtyas terlihat begitu murka kepada Pangeran Andalas.


Tetapi gerakan mereka yang tidak terlalu cepat, kini sudah terlambat. Kucing raksasa yang merupakan jelmaan dari kakak Raja Narendra, dia kini sudah ada di hadapan keduanya dengan mata yang merah menyala.


Pangeran Andalas tidak mengetahui sejarah tempat itu, tetapi melihat mahluk raksasa yang terlihat amat menyeramkan, Pangeran Andalas sudah gemetar ketakutan. Pangeran Andalas kemampuannya memang belum terlalu tinggi, karena usianya pun masih tergolong muda belia.


Berbeda dengan Putri Ayuningtyas yang sudah berusia ratusan tahun dan memiliki kemampuan yang hebat. Kalau Putri Ayuningtyas mengerahkan semua kemampuannya mungkin Pangeran Andalas bisa dilumpuhkan hanya dalam beberapa jurus saja.


Akan tetapi Putri Ayuningtyas kelihatannya hanya sedang bermain-main saja bertarung dengan Pangeran Andalas. Entah kenapa dia melakukan hal itu. Putri Ayuningtyas sendiri tidak mengerti dengan dirinya yang terlihat begitu aneh dan tidak biasa.


"Berani-beraninya kalian memasuki area terlarang dari istana kerajaan kucing! Apakah kalian sudah bosan hidup? Walaupun kalian memiliki 9 nyawa sekalipun itu tidak ada artinya sama sekali!" Pangeran Andalas cukup terkejut ketika melihat kucing raksasa itu ternyata bisa berbicara.


'Apakah dia masih leluhur dari istana kerajaan kucing? Bukankah itu artinya kalau dia masih leluhurku? Kalau begitu aku tidak perlu takut kepadanya!' batin Pangeran Andalas.

__ADS_1


Pangeran Andalas kemudian berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri agar mulai berani menghadapi kucing raksasa yang saat ini terus menetap ke arahnya dengan tatapan tajam.


Pangeran Andalas kemudian merubah dirinya sendiri menjadi seekor kucing yang terlihat begitu manis dan cantik. Kucing yang lucu dan menggemaskan.


Maksud dia melakukan itu hanya untuk menunjukkan pada kucing raksasa itu, bahwa dirinya juga merupakan anggota dari klan siluman kucing.


Tidak disangka kucing raksasa itu malah tertawa terbahak-bahak melihat wujud dari Pangeran Andalas.


"Hahahaha! Kau hanya seekor kucing rumahan yang tak berguna! Berani-beraninya kau memasuki area kekuasaanku! Bahkan raja dan permaisuri istana kerajaan kucing saja tidak berani memasuki tempat ini," Pangeran Andalas cukup terkejut mendengar hal itu dari kucing raksaksa itu.


Putri Ayuningtyas terlihat tersenyum begitu sinis, ketika dia mendengar ucapan kucing raksasa yang terdengar begitu jumawah di telinganya.


"Tentu saja mereka tidak berani, untuka apa juga mereka melihat kucing busuk sepertimu? Lihatlah aku! Aku tidak takut sama sekali denganmu." Putri Ayuningtyas kemudian merubah wujudnya menjadi seekor ular hijau yang sangat besar.


Pangeran Andalas cukup terkejut melihat hal itu.


Putri Ayuningtyas merasa kesal karena Pangeran Andalas bukannya membantu dirinya malah menyerangnya.


"Dasar Pangeran bodoh! Sebenarnya kau berpihak kepada siapa? Kenapa kau malah ikut menyerangku?" Pangeran Andalas akhirnya memilih untuk mundur dan meninggalkan arena pertarungan.


Pangeran Andalas berniat untuk meninggalkan tempat itu. Pangeran Andalas ingin mencari bantuan agar bisa mengeluarkan Putri Ayuningtyas dari tempat itu. Tempat yang dia ketahui adalah area terlarang dari istana kerajaan kucing.


"Aku harus mencari kedua orang tuaku. Mungkin hanya mereka yang bisa menenangkan kucing raksasa itu." Pangeran Andalas segera menghilang dari tempat itu.


Putri Ayuningtyas merasa kesal luar biasa melihat Pangeran Andalas yang malah melarikan diri alih-alih membantu dirinya untuk melawan kucing raksasa yang tidak dia sukai.


Akan tetapi Putri ayuningtyas bukanlah lawan yang mudah untuk kucing raksasa itu bisa melumpuhkan dirinya dengan cepat.

__ADS_1


Pertarungan sengit di antara mereka berdua sudah menghasilkan goncangan di sekeliling mereka. hal itu bisa dirasakan oleh raja Narendra dan Mahaguru yang masih berusaha mempertahankan istana kerajaan dari serangan para prajurit kerajaan ular hijau yang semakin menggila.


Pangeran Andalas langsung menemui ayahnya ketika dia melihat sang ayah yang masih sibuk bertarung dengan Raja Abiyaksa.


"Ayahanda! Tolonglah di Hutan Larangan Putri Ayuningtyas sedang bertarung dengan seekor kucing raksasa." mendengar apa yang dikatakan oleh Pangeran Andalas, mereka berdua pun menghentikan pertarungan.


Mendengar nama adiknya disebutkan oleh Pangeran Andalas, Raja Abiyaksa seketika merasa khawatir dengan keselamatan adiknya yang sangat dia sayangi. "Apa yang kau katakan? Apa kau mengatakan kalau adikku sekarang berada di Hutan Larangan milik kerajaan kalian?" Raja abiyaksa terlihat begitu geram mendengar berita itu.


Pangeran Andalas Kemudian menceritakan semuanya kepada ayahnya tidak ada yang ditutupi sama sekali.


Raja Abiyaksa yang merasa khawatir dengan keselamatan adiknya dia pun langsung melesat dan meninggalkan Raja Narendra.


Hati Raja Abiyaksa benar-benar ketakutan dan khawatir dengan keselamatan adiknya yang pasti sekarang berada dalam bahaya.


Hutan Larangan istana kerajaan kucing sudah menjadi legenda di seantero alam siluman. Bahwa di sana ada seekor kucing raksasa yang sangat Sakti dan sangat sulit untuk dikalahkan.


Siapa saja yang masuk ke dalam Hutan Larangan bisa dipastikan akan mati dan tidak bisa keluar hidup-hidup.


Pangeran Andalas termasuk beruntung karena bisa keluar dari tempat itu. Hal itu terjadi karena kucing raksasa itu sedang sibuk untuk melawan Putri Ayuningtyas yang memiliki kesaktian luar biasa.


Raja abiyaksa langsung berubah wujudnya menjadi seekor ular besar yang bermahkota ketika dia melihat adiknya yang saat ini sedang bertarung mati-matian melawan seekor kucing besar yang memiliki mata merah menyala.


"Kurang ajar! Berani-beraninya kau berniat untuk mencelakai adikku!" Raja Abiyaksa langsung menyerang kucing raksasa itu tanpa ampun.


Kucing raksasa itu pun akhirnya harus bertarung melawan 2 ekor ular hijau yang sangat besar. Akan tetapi kucing itu sama sekali tidak merasa ketakutan. Dia malah terlihat begitu gembira dan menikmati pertarungan itu.


"Kalian boleh juga! Aku sangat suka bertarung dengan kalian berdua. Empedu dan jantung kalian Kalian pasti bisa aku gunakan untuk menjadi obat agar aku bisa melatih ilmu baruku. Mustika ular milik Kalian juga bisa aku gunakan untuk aku bisa awet muda dan semakin sakti!" kucing raksasa itu terlihat begitu bahagia, ketika dia membayangkan tentang hal yang berharga yang bisa dia dapatkan setelah membunuh Putri Ayuningtyas dan Raja Abiyaksa.

__ADS_1


Raja Narendra dan Pangeran Andalas terus melihat pertarungan Mereka bertiga yang begitu seru dan seimbang. Mereka memang layak menjadi siluman hebat di alam siluman. Ilmu yang mereka miliki sangat hebat dan dahsyat sekali.


__ADS_2