
Pangeran Wangen benar-benar merasa marah karena Minsi, yang sudah susah payah dia culik ternyata sekarang sudah terbebas dengan begitu mudah oleh orang asing yang tidak jelas identitas nya.
" Siapa yang sudah begitu lancang memasuki area siluman monyet?" tanya Pangeran Wagen sangat marah sekali kepada pengawal yang dia perintahkan untuk menjaga gua kelelawar dimana dirinya telah mengurung Minsi di sana.
" Kami tidak tahu Dia berasal dari mana. Tapi yang jelas, ilmunya benar-benar luar biasa. Kami benar-benar kewalahan untuk menghadapinya, Pangeran!" ucap prajurit yang benar-benar ketakutan saat ini melihat wajah Pangeran Wangen yang sedang marah luar biasa kepada dirinya.
" Bodoh! Bagaimana mungkin kau tidak mengetahui siapa yang menyerangmu huh?" tanya Pangeran Wangen yang akhirnya menyerang prajurit itu hingga tewas.
Hannah yang melihat apa yang sedang dilakukan oleh suaminya tampak begitu sedih dan juga kecewa.
' Apakah sebenarnya Pangeran Wangen mencintai Minsi? Kenapa dia sampai ra menculiknya dari alam manusia dan sekarang dia bahkan membunuh prajurit setianya," ucap Putri Hannah yang tampak begitu kecewa melihatnya sepak terjang suaminya.
Putri Hana yang tidak mau kalau sampai kehadirannya dilihat oleh Pangeran Wangen, dia pun segera keluar dari tempat itu dengan mengendap-endap.
Setelah Putri Hana berhasil keluar dari tempat tadi dan sekarang berada di dalam kamarnya sendiri. slSeperti bersiap-siap untuk meninggalkan istana itu dan kembali ke kerajaan ular biru balik hak kakek.
Hana hanya membawa dirinya sendiri untuk bisa keluar dari istana itu. Dia tidak mempedulikan segala benda yang melekat dalam tubuhnya ataupun yang di bawah oleh dirinya ke kerajaan monyet.
" Yang penting aku bisa keluar dari istana. Bagiku yang lain tidak penting sama sekali! Berani beraninya Pangeran Wangen menculik wanita lain di saat dia sudah reami menjadi suamiku!" ucap Putri Hana dengan begitu marah dan kesal.
Saat ini yang bisa dilakukan Hana, hanyalah kabur dari istana kerajaan siluman monyet agar dia bisa berlindung kepada kakeknya.
" Bagaimana ini? Tampaknya akan sulit untuk aku bisa segera keluar dari sini. Mengingat penjagaan di istana monyet begitu sangat ketat!" monolog Hana.
" Tuan Putri kita gunakan ilmu teleportasi saja untuk keluar dari istana ini!" tiba-tiba saja ada yang emban yang selama ini selalu melayani Hana sudah berada di hadapannya.
Hana bahkan sampai memegang dadanya yang begitu terkejut melihat ada yang tersebut sekarang tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Jantung Hana benar-benar bertak sangat kencang gara-gara perbuatan sang dayang yang muncul tiba-tiba di hadapannya.
" Bibi Ash! Kau kebiasaan sekali selalu saja seperti itu!" ucap Hana masih juga memegang dadanya yang sedang berdebar begitu kencang.
Hana ketakutan kalau sampai Pangeran Wangen yang datang ke hadapannya.
" Maafkan saya putri. Ayo kita menggunakan ilmu teleportasi untuk bisa keluar dari tempat ini," mau tidak mau Hana pun kemudian mengikuti Bibi Ash yang Hana tahu merupakan siluman yang pintar sekali.
Hana mengenggam telapak tangan Bibu Ash untuk bisa keluar dari istana Pangeran monyet yang di jaga sangat ketat sekali.
Sementara itu Pangeran Wangen yang masih juga sibuk untuk mengetahui siapa yang sudah membebaskan Minsi dari tahanannya dia tidak mengetahui kalau saat ini Putri Hana sudah kembali ke kerajaan ular biru!
Pangeran Wangen terus mondar-mandir di istananya. Mencari siapa yang sudah begitu lancang memasuki area kerajaan monyet yang sudah dijaga begitu ketat oleh ratusan bahkan ribuan siluman monyet yang sangat ganas dan juga hebat.
" Kalau dia bisa menembus pertahanan dan juga pagar gaib yang aku pasang di Gua kelalawar, berarti dia bukanlah siluman biasa. Siapa dia? Siapakah yang sudah berani sekali mencari perkara dengan kerajaan siluman monyet?" tanya Pangeran Wangen dengan geram luar biasa.
Pangeran Wangen yang ternyata mencintai Minsi juga, dia tidak menginginkan Minsi untuk menikah dengan Pangeran Panji. Dia menculik Minsi, rencananya akan mengurung Minsi di gua kelalawar dan menjadikan Minsi tawanannya di sana. Sebagai selirnya yang terkasih walaupun dia sudah menikahi Putri Hana. Pangeran Wangen menginginkan mempunyai seorang anak dari Minsi yang merupakan bangsa manusia.
" Aku yakin pasti Maha gurunya Narendra yang sudah berbuat ulah di kerajaanku. Karena di sana, hanya dialah yang selalu berani berbuat macam-macam dengan kerajaan monyet." Pangeran wangen terus mondar-mandir di dalam istananya yang sengaja dia bangun sendiri sebagai tempat tinggalnya.
Setelah mendapatkan keputusan bahwa dia akan pergi menuju ke istana kerajaan kucing untuk mengetahui apakah Minsi berada di sana ataukah tidak.
Pangeran wangi handphone kemudian masuk ke dalam kamarnya dan mencari keberadaan Putri Hana yang sudah resmi menjadi istrinya selama satu bulan.
Akan tetapi Pangeran Wangen kembali harus menelan pil kekecewaan karena dia tidak menemukan putri Hana di manapun.
" Sayang, kamu di mana? Aku Rindu dengan kamu. Kenapa kau malah bermain petak umpet denganku?" tanya Pangeran Wangen yang mulai berkeliling di seluruh kamar pribadinya bersama Putri Hana.
__ADS_1
Pangeran Wangen menggenggam kedua telapak tangannya dengan erat. Dia sudah yakin 100%, fix bahwa putri Hana tidak ada di istananya sekarang.
" Suka cari masalah! Kemana kamu Hana? Baru satu bulan menjadi istriku di sini kau sudah mulai bertingkah? Apa kau tidak takut? Kalau kerajaan Monyet akan menyerang habis istana kerajaan ular biru?" tanya Pangeran Wangen dengan geram luar biasa.
Pangeran Wangen kemudian memanggil kepala pengawal yang dia tempatkan untuk menjaga istrinya di istana miliknya.
" Heh, apa sebenarnya perjuanganmu dan juga semua anak buahmu yang bodoh itu? Kenapa kalian sampai tidak tahu? Kalau istriku keluar dari istana ini?" tanya pangeran Wangan dengan wajah penuh emosi.
Kepala pengawal saling memandang satu sama lain dengan anak buahnya. Seakan bertanya. Apa yang dimaksud oleh sang pangeran mereka. Akan tetapi semua anak buahnya menggelengkan kepala dan tidak mengerti dengan yang dikatakannya.
" Kenapa bukannya menjawab pertanyaanku, kalian malah saling menatap satu sama lain? Huh?? Kenapa? Apa kalian semua sedang mengejekku, hmmm? Apa kalian semua sudah bosan hidup?" tanya Pangeran Wangen dengan tatapan penuh amarah kepada para pengawalnya yang saat ini sedang berdiri di hadapannya dengan gemetar ketakutan.
Kepala pengawal kemudian maju satu langkah ke hadapan Pangeran Wangen setelah itu dia pun menundukkan kepalanya dengan melipat kedua tangan di dadanya.
" Maafkan kami semua Pangeran! Akan tetapi kami tidak tahu kalau Putri Hana telah pergi meninggalkan istana ini. Kami sepanjang hari berjaga di istana ini, tetapi kami semua tidak melihat putri Hana yang keluar dari istana sama sekali." ucap kepala pengawal kepada Pangeran Wangen yang terlihat begitu marah dengan apa yang dikatakan oleh kepala pengawalnya yang terlihat begitu yakin dengan apa yang dia katakan.
" Tentu saja kalian tidak akan melihat kepergian Putri Hana! Karena dia pergi dari istana ini menggunakan ilmu teleportasi! Kalian para pengawal bodoh! Aku tidak tahu apa yang kalian lakukan di istana ini! Sehingga tidak becus menjaga satu orang wanita saja!" ucap Pangeran Wangen melampiaskan kemarahannya kepada mereka semua yang semakin gemetar.
Mereka sudah tahu tabiat Pangeran Wangen yang kalau sudah marah pasti tidak akan segan untuk membunuh anak buahnya.
" Ampuni kami Pangeran! Kami benar-benar tidak ada niat sama sekali untuk tidak bekerja dengan baik. Kemampuan kami yang rendah sehingga tidak bisa mencegah Tuan Putri untuk melakukan ilmu teleportasi dan meninggalkan istana! Tolong maafkan kami Pangeran Wangen, kami berjanji akan segera mencari tuan putri dan membawanya kembali ke hadapan Anda!" ucap kepala pengawal kepada Pangeran Wangen.
Pangeran Wangen tertawa terbahak-bahak mendengarkan banyolan dari kepala pengawalnya yang terdengar sangat lucu.
" Heh!! Kau mau menangkap Putri Hana dengan cara apa, hmm? Sementara Dia sekarang sudah kembali ke istana kerajaan ular biru. Apa kau akan membawa semua anak buahmu yang bodoh itu dan meminta kepada raja ular biru untuk menyerahkan istriku pada kalian?" tanya Pangeran Wangen dengan wajah memerah.
Kepala pengawal jadi bingung untuk menjawab pertanyaan dari pangeran Wangen kepada dirinya. Karena dia pun merasa bingung. Bagaimana caranya untuk mendapatkan kembali Putri Hana dari istana kerajaan Ular biru kepada sang pangeran yang sedang diamuk oleh amarah.
__ADS_1
Pangeran wangen kemudian mengibaskan kedua tangannya dan mengusir mereka semua dari dalam kamarnya.
" Dasar kalian semua sekumpulan makhluk-makhluk dungu yang hanya membuat kepalaku pening saja! Pergi kalian semua dari sini!" ucap Pangeran Wangen dengan kesal.