
Pangeran Panji yang sudah benar-benar kehilangan kesabaran. Dia pun langsung mendatangi kakeknya semakin dekat.
" Kakek! Tolonglah! Aku mohon Kek! Kalau kau masih menghargaiku sebagai cucumu. Tolong pinjamkan aku batu Azhura karena aku harus menyelamatkan seseorang yang sangat penting. Kalau tidak, maka ayah dan maha guru akan mencabut seluruh kekuatan yang aku miliki, Kek! Apakah Kau betul-betul mau Pangeran mahkota istana kerajaan kucing tidak memiliki kekuatan apapun dan hanya menjadi siluman sampah yang tak berguna?" tanya Pangeran Panji dengan mata yang sudah mulai berkabut.
Saat ini dia sedang merasa bersalah dan juga merasa menyesal. Karena keteledorannya dan juga kecerobohannya yang sesaat, dia telah mengerahkan tenaga terlalu besar saat menyerang Kyai Rasyid yang saat itu tubuh tuanya tidak fit. Sehingga mengakibatkan Kyai itu sekarang dalam keadaan berjuang antara hidup dan mati di alam siluman.
" Tolonglah kakek. Dia hanyalah manusia biasa yang kebetulan rohnya tertarik olehku dan bertarung denganku di alam siluman. Kalau dia tidak segera kembali ke alam manusia, maka dia akan mati di sana. Kakek apakah kakek begitu tega membiarkan rasa bersalah hinggap di dalam hatiku karena telah membunuh seseorang yang tidak berdosa?" tanya Pangeran Panji dengan Tatapan yang begitu memelas membuat sang kakek menjadi iba dan akhirnya terketuk pintu hatinya untuk meminjamkan batu Azhura kepada Pangeran Panji.
" Baiklah kakek akan meminjamkan batu Azhura kepadamu. Akan tetapi kakek yang akan mengoperasikannya. Hal itu untuk meminimalisir kerusakan. Apabila batu itu tidak cocok dengan jiwa yang akan dia tolong. Bagaimanapun di istana kerajaan kucing ini, hanya kakekmu ini yang bisa menggunakan batu itu!" ucap raja kucing yang kemudian langsung mengambil batu Azhura yang dia simpan di dalam tempat yang sangat rahasia yang ada di dalam kamar pribadinya bersama sang permaisuri tercinta.
Setelah mendapatkan batu Azhura Pangeran Panji dan raja kucing kemudian langsung pergi menuju ke ruangan pribadi pangeran Narendra yang saat ini masih berusaha untuk menolong Kyai Rasyid yang napasnya sudah tinggal satu-satu dan mengkhawatirkan sekali bagi Narendra yang benar-benar merasa bersalah kepada Kyai Rasyid karena perbuatan putranya yang sudah mencelakai Kyai baik hati itu.
Sementara itu Deniz yang saat ini masih menunggu kehadiran Narendra di kamar yang ada di kediaman Kyai Rasyid. Deniz sudah mulai bosan dan merasa kesal karena terlalu lama menunggu.
" Sudahlah. Lebih baik aku pulang saja. Tampaknya suamiku mungkin sedang sibuk di kerajaannya. Jadi tidak punya waktu untuk bertemu denganku di sini!" ucap Deniz bermonolog dengan dirinya sendiri.
Deniz kemudian pergi keluar mencari ibunya Dani dan bertanya tentang keadaan sahabatnya. Apakah sudah membaik ataukah masih seperti tadi Ketika pulang dari kampus.
" Keadaan Dani sudah mulai membaik. Untung saja khodam yang selama ini selalu menjaga Dani sudah kembali kepadanya dan membantu Dani untuk terlepas dari sirep yang dilepaskan oleh Abigail kepada Dani. Tadi santri kepercayaan Abi sudah membantu Dani untuk mengobati dia sekarang Diani sedang tidur! Kenapa kau sudah bersiap untuk pergi begitu cepat? Apakah Deniz tidak bertemu dengan Narendra dulu?" tanya istrinya Kyai Rasyid tampak penasaran kepada Deniz yang tidak biasanya pergi dari rumahnya begitu cepat.
" Tampaknya Suamiku sedang sibuk dari tadi aku menunggunya dia tidak datang-datang!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada istri kyai Rasyid.
__ADS_1
" Umi juga merasa heran Nak Deniz. Dari tadi umi memanggil Abi untuk makan maupun shalat. Dia tetap tidak bergeming di dalam meditasinya. Entahlah! Umi juga bingung sekali dan tidak tahu apa yang sedang terjadi kepada suamiku!" Deniz tampak terkejut mendengarkan penuturan dari istri kyai Rasyid yang mulai panik.
" Umi, coba saya akan melihat apa yang terjadi kepada Kyai. Mungkin saya tahu!" ucap Denis menawarkan bantuan kepada istrinya Kyai Rasyid karena sedikit banyak sejak dia menikah dengan Narendra, dia mengerti tentang ilmu gaib. Tetapi selama ini selalu dia sembunyikan karena tidak mau mengundang kehebohan ataupun rasa khawatir dari kedua orang tuanya.
Deniz pun kemudian mendekati Kyai Rasyid yang sampai saat ini matanya masih terkatup dengan nafas satu-satu dan nampak terengah-engah.
Deniz merasa khawatir dengan keadaan Kyai Rasyid yang sangat memprihatinkan dan juga membuat dia ketakutan. Kalau sampai terjadi hal yang buruk kepada roh Kiai Rasyid yang saat ini tidak ada di dalam tubuhnya.
' Ya Allah apa yang terjadi kepada Kyai Rasyid kenapa dia dalam keadaan seperti ini?' bathin Deniz merasa sangat khawatir.
Deniz kemudian duduk bersila di hadapan Kyai Rasyid dan berusaha untuk mengirimkan sinyal komunikasi kepada Pangeran Narendra untuk bertanya situasi yang sebenarnya sedang terjadi kepada Kyai Rasyid.
" Suamiku kau di sana kah? Boleh aku bertanya kepadamu?" tanya Deniz ketika frekuensinya sudah mulai tersambung dengan pangeran Narendra yang saat ini juga sedang bermeditasi di ruangan pribadinya.
" Saat ini aku sedang berada di kediaman Kyai Rasyid. Tapi aku melihat wadagnya kosong tanpa roh dan aku lihat dia dalam keadaan bahaya. Apakah ada sesuatu yang sedang terjadi di sana?" tanya Deniz tampak begitu khawatir dengan keadaan Kyai Rasyid.
Terlihat Narendra yang menarik nafasnya dengan dalam. Sungguh hatinya benar-benar sangat berat untuk membicarakan hal itu. Karena bagaimanapun yang menjadi penyebab dari keadaan itu adalah putranya sendiri Pangeran Panji.
" Jawablah suamiku apa yang terjadi dengan Kyai Rasyid kenapa saat ini aku melihat bahwa nyawanya semakin pudar?" tanya Deniz semakin merasa khawatir dengan keadaan Kyai Rasyid yang sudah sangat memprihatinkan.
" Semua itu gara-gara anak kita yang mengajak bertarung Kyai Rasyid dan tanpa sengaja mengerahkan tenaga dalamnya terlalu besar kepadanya. Sehingga mengakibatkan roh Kyai Rasyid terluka sangat dalam. Aku, Panji dan maha guru sudah berusaha semampunya untuk menolong beliau tapi sampai saat ini belum terlihat hasilnya!" ucap Narendra sedih sekali.
__ADS_1
Deniz benar-benar terkejut mendengarkan kabar itu. Bagaimana mungkin putranya yang masih sangat muda belia berhasil melukai seorang Kyai Rasyid yang memiliki kekuatan nur ilahi yang sangat hebat?
" Suamiku! Kau tidak salah kan? Bagaimana mungkin Putra kita bisa setega itu melukai orang sebaiknya Kyai Rasyid? Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang untuk bisa menolong Kyai Rasyid? Ya Allah Panji Kenapa kau begitu jahat menimpakan bala kepada orang yang sudah begitu banyak membantu keluarga kita?" tanpa sadar Deniz menangis di dalam meditasinya dan membuat istri kyai Rasyid menjadi heran dibuatnya.
Perasaan sedih yang sangat luar biasa tiba-tiba merasuki hati Deniz. Ketika dia memikirkan bahwa putranya lah yang akan menjadi penyebab dari kematian Kyai Rasyid yang telah banyak berjasa kepada keluarga mereka hingga saat ini.
" Suamiku! Cepatlah! Lakukanlah sesuatu untuk menolong Kyai Rasyid. Aku tidak rela kalau sampai Putraku dicap sebagai pembunuh orang yang selama ini selalu membantu kita. Tolonglah suamiku! Jangan kau timpakan beban itu kepadaku Aku tidak akan sanggup menanggungnya!" ucap Deniz dengan air mata yang mulai meleleh di kelopak matanya membuat istri kyai Rasyid benar-benar merasa khawatir dengan keadaannya.
Akan tetapi beliau pun tidak berani untuk mengganggu meditasi tersebut. Karena akan sangat berbahaya untuk roh Deniz yang saat ini sedang berkelana dankeluar dari dalam wadagnya.
Narendra memeluk Deniz berusaha untuk menghibur istrinya yang saat ini sedang bersedih.
Keadaan Istimewa Itu yang benar-benar telah menggoncangkan batin Deniz sehingga menarik rohnya keluar dan menuju alam siluman untuk bertemu dengan pangeran Narendra.
" Bagaimana mungkin Putra kita begitu jahat sayang? Kenapa putra kita tega melukai Kyai Rasyid? Apa yang sudah dia lakukan?" tanya Deniz sambil mengguncang tangan Narendra yang saat ini sedang berpikir keras untuk menolong Kyai Rasyid terbebas dari ancaman maut.
" Tenanglah istriku. Saat ini Panji sedang meminta tolong kepada Ayahanda Radja untuk meminjamkan batu Azhura pada kita.Batu itu yang akan membantu kita untuk memperbaiki roh Kiai Rasyid agar kembali seperti semula!" ucap Pangeran Narendra berusaha untuk menenangkan istrinya agar tidak bersedih lagi.
Di saat itulah Pangeran Panji dan Raja kucing masuk ke dalam ruangan itu. Sejak tadi maha guru terus menjaga roh Kyai Rasyid agar tidak hancur dengan mengerahkan ilmu tenaga dalamnya yang sangat hebat.
Akan tetapi kemampuan Mahaguru pun terbatas dan dia tidak bisa melawan ketentuan takdir dari yang maha kuasa di mana Kyai Rasyid saat ini sedang berjuang untuk melawan maut yang sudah ada di depan mata. Karena kekuatan roh beliau yang semakin menipis dan semakin pudar hanya masalah waktu sampai roh itu benar-benar hancur dan kemudian menghilang.
__ADS_1
Saat itu terjadi maka di alam manusia Kyai Rasyid akan dinyatakan meninggal dan roh nya akan menuju ke pangkuan illahi.