
Ratu Deniz memukul dada pejal suaminya, protes karena sang suami yang sudah ingkar janji, katanya hanya sebentar tapi ternyata memakan waktu sampai tiga jam lebih. Membuat dirinya bahkan sampe pegel-pegel di buatnya. Dia bahkan sampai kesulitan bangun karena kelakuan suaminya.
Raja Narendra hanya tersenyum mendapatkan protes dari istrinya.
" Aku memang sengaja melakukan ini pada kamu sayang. Supaya kamu tidur saja di sini dan tidak usah menemui Dani. Biarkan aku yang menghadapi mereka selama ada di sini." Ratu Deniz hanya memutar bola matanya malas melihat kelakuan suaminya yang super posesif kalau sudah berurusan dengan Dani.
" Ya sudahlah. Terserah kamu saja. Aku lelah sekali. Mau tidur dulu dan istirahat. Sayang, bilang saja sama mereka, kalau aku sedang sakit!" Ratu Deniz akhirnya memilih untuk tidur di atas ranjang setelah perbuatan suaminya yang membuat dia kesulitan untuk bangun tidur.
" Awas kalau kau macam-macam sama Putri Ayuningtyas. Aku tidak akan mengampunimu aku akan pastikan Aku akan pergi bersama Dani dan juga khodamnya!" ancam Ratu Deniz Ketika sang suami keluar dari kamar mereka.
Raja Narendra tersenyum mendengar ucapan istrinya yang amat membuat hatinya bahagia sekali. Ya, Raja Narendra paling menyukai kecemburuan dan juga sifat posesif istrinya.
" Aku milik kamu sayang, kamu bisa percaya dengan hal itu!" Raja Narendra langsung memeluk dan mencium Ratu Deniz.
" Aiya, pergilah temui mereka. Kalau ini kita dilanjutkan lagi alamat tidak akan bisa bangun satu minggu! Pergilah sayang. Kita jangan mepermalukan istana kerajaan kita dengan menelantarkan tamu yang datang jauh-jauh ke sini!" Ratu Deniz meringis sambil mendorong tubuh suaminya yang siap tempur kembali. Ratu Deniz menyuruh suaminya untuk menemui tamu mereka.
Raja Narendra tersenyum melihat kelakuan istrinya yang paling mengenal dirinya dengan baik. Raja Narendra kemudian berpamitan kepada istrinya untuk menemui kamu mereka yang ada di istana khusus para tamu.
" Aku akan mengambil makan malam untuk kamu sayang, kita akan makan malam bersama di sini!" Raja Narendra kemudian keluar kamar dengan perasaan bahagia karena sudah berhasil membuat istrinya tidak berdaya dan tidak menemui Dani lagi.
Raja Narendra tersenyum ceria ketika dia melangkahkan kakinya menuju istana di mana para tamu berada saat ini.
" Dayang panggillah tamu-tamu kita untuk makan malam bersama!" ucap Raja Narendra kepada tamunya.
__ADS_1
Sementara menunggu tamu datang, Raja Narendra kemudian meminta kepada dayang lainnya Untuk mengantarkan makanan ke kamar istrinya dan melayaninya di kamar.
" Kirimkan makan malam untuk istriku di kamar kami. Karena saat ini istriku sedang sakit. Kamu ingat! Layani istriku dengan baik!" perintah sang raja kepada dayangnya.
" Siap yang mulia Raja!" tiga orang dayang pun kemudian langsung pergi ke dapur dan menyiapkan makanan untuk Ratu mereka.
Di dalam dapur terlihat pembicaraan para Dayang yang sedang menceritakan kebucinan sang raja terhadap sang istri.
" Raja Narendra benar-benar sangat mencintai istrinya. Bahkan setelah satu tahun Dia menjadi Raja di istana kita. Sampai saat ini belum mengangkat satu selir pun di sisinya."
" Kau benar! Raja kita memang sangat mencintai Ratu Deniz. Raja Narendra tidak mau menyakiti hati Sang Ratu yang hanyalah manusia biasa. Di alam manusia, memberlakukan pernikahan monogami. Tidak boleh poligami. Jadi, ada kemungkinan istana kerajaan kita akan sepi dari anak-anak kecil yang lucu!"
Putri Ayuningtyas yang mendengarkan semua percakapan itu cukup tertarik untuk menjajal kekuatan cinta seorang Raja Narendra.
Untung saja waktu itu sang pangeran sadar bahwa yang mereka lalukan adalah sebuah kesalahan fatal dan tidak melakukan lebih daripada itu. Mereka pun tidak pernah melakukannya lagi sejak saat itu.
Putri Ayuningtyas memang tipe wanita penggoda yang suka menjajal para laki-laki yang dianggap menarik.
" Kayaknya aku boleh mencoba untuk bermain-main sedikit di sini." terbit senyum licik di bibir cantik Putri Ayuningtyas.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang mencekal lengannya dan membuat Putri Ayuningtyas bukan kepalang. " Kau?" Putri Ayuningtyas sangat kaget ketika melihat Dani yang sudah berdiri di hadapannya sambil mencekal lengannya dengan kuat.
" Jangan macam-macam kau! Kita di sini adalah tamu. Sebagai tamu yang baik, belajar menghargai dan juga menghormati martabat kamu sendiri sebagai seorang wanita! Jangan coba-coba kamu untuk menggoda Raja Narendra di istana ini. Karena kamu pasti akan berhadapan denganku!" ancam Dani sambil mengunci tubuh Putri Ayuningtyas di tembok.
__ADS_1
Putri Ayuningtyas benar-benar tidak berdaya diperlakukan seperti itu oleh Dani. " Kau hanya laki-laki pengecut yang berani menganiaya seorang perempuan saat dia tidak bisa melakukan perlawanan!" Dani tergelak mendengar apa yang dikatakan oleh Putri Ayuningtyas yang menurutnya sangat lucu sekali.
" Kenapa kau tertawa? Ya ampun!! Apakah ada yang lucu dari ucapanku?" Putri Ayuningtyas benar-benar merasa tersinggung sekali dengan Dani yang sangat lancang padanya dengan berani melakukan hal seperti itu kepadanya.
" Kau pikir sendiri. Apakah dirimu lucu atau tidak?" Dani berpikir sangat menyenangkan untuk bermain-main sedikit dengan Putri Ayuningtyas. Putri Ayuningtyas merasa jantungnya berdebar-debar dengan posisi seperti itu di antara mereka.
Bahkan Putri Ayuningtyas bisa merasakan dulu nafas Dani di lehernya yang terasa begitu hangat hembusan nafasnya.
Hidung mereka saja beradu satu sama lain.
" Kamu dengarkan aku! Aku tidak akan pernah mengizinkanmu berbuat sesuatu yang akan menyakiti hati sahabatku! Kamu paham?" tanya Dani berbisik tepat di telinga Putri Ayuningtyas yang saat ini benar-benar sedang merasakan jantungnya tidak sehat sama sekali.
' Ya Tuhanku! Apa yang sedang terjadi padaku ini? Kenapa rasanya seperti ada banyak kupu-kupu di perutku saat ini? Ya Tuhan! Ternyata dia sangat tampan kalau dilihat dari dekat seperti ini.' batin Putri Ayuningtyas dengan dada yang berdebar-debar ketika Dani semakin mendekatkan diri dengannya.
Ehem ehem
Tiba-tiba saja mereka dikagetkan oleh suara Raja Narendra yang sudah ada di sana sambil tersenyum kepada mereka berdua.
" Lanjutin! Aku tidak akan mengganggu kalian. Oh ya, kalau sudah selesai silakan datang ke ruang makan. Aku akan menunggu kalian di sana!" Raja Narendra tersenyum bahagia karena melihat Rival cintanya sedang bermain-main dengan Putri Ayuningtyas.
Raja Narendra sangat mengenal sifat dan karakter Putri Ayuningtyas yang memiliki hobi menggoda laki-laki yang terlihat tampan di matanya.
Di akui atau tidak. Dani merupakan laki-laki yang lumayan tampan dan gagah dan selalu membuat dia merasa cemburu hingga saat ini. Kalau melihat istrinya dekat sang istri. Apalagi Ratu Deniz selama ini selalu begitu untuk setiap kali bertemu dengan Dani.
__ADS_1
Putri Ayuningtyas wajahnya sampai memerah karena malu apa yang dilakukan Dani tertangkap tangan oleh Raja Narendra yang tadinya akan dia jadikan target keusilan dan kejahilan dirinya.