Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
84. Ketemu


__ADS_3

Akhirnya dengan berat hati Dedi dan Amber mengizinkan kepada Narendra dan Pangeran Panji untuk bertemu dengan Deniz yang langsung dipanggil oleh santri Kyai Rasyid yang saat ini sedang mengaji dengan istrinya.


" Percayalah kepada kami kami pasti akan memberikan kesembuhan kepada ibunda Kami tidak akan mungkin mencelakai orang yang kami cintai!" ucap Panji meyakinkan kakek dan neneknya yang tampak begitu ragu untuk memberikan Deniz kepada mereka berdua.


" Ada apa sebenarnya? Kenapa kalian begitu memaksa untuk membawa Deniz kembali ke alam siluman? Padahal sekarang keadaannya sudah mulai membaik!" ucap Kyai Rasyid yang sebetulnya tidak merasa senang ketika Dedi dan Amber akhirnya memutuskan untuk membiarkan Deniz pergi bersama dengan anak dan suaminya ke alam siluman.


" Sejak dilahirkan hingga sekarang. Aku terus dilatih tiada henti untuk menjadi seorang pangeran yang digjaya dan memiliki kekuatan yang hebat. Itu semua adalah demi membantu ibunda agar kembali sehat dan bisa normal seperti sebelum melahirkan aku! Apakah salah kalau aku sebagai anaknya ingin mencoba untuk mengobati ibuku sendiri yang sakit karena melahirkanku?" tanya Panji sambil menatap tajam kepada Kyai Rasyid seakan mengajak permusuhan dengannya.


Kyai Rasyid yang paham bahwa Pangeran Panji masih tergolong muda belia dan masih memiliki emosi yang tidak stabil. Dia pun akhirnya memilih untuk diam dan mengalah. Daripada akan terjadi pertengkaran ataupun perkelahian yang akhirnya berakibat buruk untuk semuanya.


" Pangeran Panji tolong untuk memperhatikan sopan santunmu terhadap orang yang jauh lebih tua apalagi Kyai Rasyid adalah orang yang sudah banyak berjasa terhadap ibumu!" ucap Pangeran Narendra berusaha untuk menegur putranya agar tidak bersikap Barbar terhadap Kiai Rasyid yang sudah banyak melakukan usaha untuk bisa menolong Deniz yang selama ini selalu sakit.


Deniz sudah datang dengan ditemani oleh istri kyai Rasyid. Deniz saat ini tidak bisa melihat kehadiran Narendra dan Panji. Karena mata batinnya sudah ditutup kembali oleh Kyai Rasyid. Kyai Raayid merasa kasihan kepada Deniz yang selalu merasa terganggu akibat bisa melihat makhluk-makhluk astral yang ada di sekitarnya.


" Ada apa Abi? Kenapa tiba-tiba memanggil Deniz kemari? Saat ini dia sedang mengaji dengan Umi!" tanya ke istrinya Kyai Rasyid sambil menatap suaminya dan juga kedua orang tua Deniz yang saat ini sedang menundukkan kepala. Karena sejujurnya mereka tidak sanggup untuk menantang pamor Pangeran Panji yang sangat luar biasa hebatnya bagi orang awam seperti mereka.


" Kemarilah Deniz saya akan membukakan mata batinmu kembali. Agar kau bisa melihat kehadiran suami dan anakmu!" ucap Kyai Rasyid memanggil Deniz yang tampak masih agak linglung. Tetapi Deniz tetap menuruti keinginan Kyai Rasyid yang sudah berusaha untuk membuat dia tetap eling.


Setiap hari Deniz diberi tugas oleh Kyai Rasyid untuk bersholawat, bertahlil dan juga mengaji. Deniz di nasehati untuk tetap mengisi hatinya dengan asma Allah agar jiwa dan pikirannya tidak terganggu oleh hal-hal yang negatif.


" Sekarang. Lihatlah ke sisi kananmu! Di sana ada suami dan juga anakmu yang sedang menunggu untuk bertemu denganmu!" ucap Kyai Rasyid sambil tersenyum kepada Deniz yang kemudian membuka matanya setelah tadi dibukakan mata batin oleh Sang Kyai.

__ADS_1


Dani yang saat ini sudah mengetahui tentang kehadiran suami dan juga anaknya Deniz. Dia hanya bisa memperhatikan mereka semua di tempat dia saat ini berdiri.


Kadang Dani merasa miris hatinya melihat keadaan Deniz yang seperti timbul tenggelam kesadarannya. Tapi syukurlah selama hampir dua minggu ini Deniz tetap jernih pikirannya dan itu membuat Kyai Rasyid dan keluarganya merasa sangat senang.


Keadaan Deniz seperti itu, karena dulu ketika hendak melahirkan Pangeran Panji, ibunda permaisuri sempat memberikan sedikit ramuan yang untuk mengubah Deniz menjadi siluman secara utuh. Untung saja ketika itu Pangeran Narendra datang dan menghentikan sang ibu untuk memberikan keseluruhan ramuan itu, hingga Deniz tidak mati saat melahirkan Pangeran panji.


Namun efek dari pemberian ramuan itu mengakibatkan Deniz menjadi seperti saat ini dan mengalami kesehatan yang timbul tenggelam. Kesadaran yang kadang datang kadang pergi dan membuat semua oranc benar-benar kebingungan di buatnya.


" Kalian siapa dan mau apa datang kemari?" tanya Deniz sambil menatap terheran kepada Narendra dan Pangeran panci yang auto melotot dan merasa terkejut sekali ketika mereka mendapatkan kenyataan bahwa ternyata Deniz melupakan mereka atau tidak tahu siapa mereka lagi.


Pangeran Narendra bahkan sampai lemas dibuatnya. Hatinya sedih bukan kepalang melihat istri yang dia cintai tidak lagi mengenalinya. Bahkan Putra Mereka pun tidak bisa diingat oleh sang istri.


Deniz terus menatap Narendra dengan tatapan yang sangat aneh dan tidak bisa diartikan oleh siapapun.


" Katakan padaku apakah pemuda itu adalah putra kita?" tiba-tiba saja Deniz mengatakan sesuatu yang membuat Narendra terkejut bukan kepalang.


Narendra yang tadi sempat tertunduk wajahnya karena menahan air mata yang hampir saja jatuh di kelopak matanya dia sontak menatap Deniz yang sekarang tersenyum kepadanya.


Tanpa aba-aba, Deniz langsung berlari menuju Narendra dan memeluknya dengan begitu erat.


Semua orang yang hadir di ruangan Itu tampak terkejut ketika melihat Narendra bisa disentuh oleh Deniz bahkan Deniz juga kelihatannya mengingat sosok Narendra sebagai suaminya dan Pangeran Panji sebagai anaknya.

__ADS_1


" Apakah ini benar sayang? Kalau kau bisa mengingatku bisa menyentuh dan melihatku?" tanya Pangeran Narendra begitu excited dengan perkembangan yang terjadi kepada istrinya yang begitu pesat dan sangat luar biasa.


" Aku sebenarnya sejak tadi sudah melihat kehadiran kalian aku hanya bersandiwara saja ingin melihat reaksi kalian seperti apa ketika aku berpura-pura tidak bisa melihat dan juga tidak mengenal kalian!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada anak Rendra yang sekarang memeluknya dan mencium Deniz dengan penuh cinta dan kerinduan.


" Aku senang kalau kau sudah bisa mengingat kami lagi dan juga kembali sehat seperti dulu!" tidak ada hal yang lebih membahagiakan bagi Narendra daripada melihat istrinya yang sudah bisa kembali mengingatnya dan juga kembali sehat.


Deniz kemudian mendekati Panji yang sejak tadi terus terpesona melihat ibunya.


" Kau sangat tampan dan juga keren anakku! Bagaimana mungkin baru beberapa bulan aku lahirkan, kau sudah sehebat ini dan sebesar ini?" tanya Deniz sambil menyentuh bahu dan juga wajah Pangeran Panji yang merasa senang karena ibunya ternyata bisa melihat dan juga menyentuh dirinya.


Kekuatan dan pamor Pangeran Panji yang luar biasa hebat telah memberikan efek yang sangat hebat kepada Deniz ketika tadi Deniz masuk ke dalam ruangan itu.


Deniz seperti melihat gambaran begitu banyak kejadian di depan kelopak matanya. Seakan sedang menonton film yang berputar di dalam benaknya.


Film yang menceritakan tentang kisah cintanya bersama Narendra dan juga dirinya yang pernah tinggal di alam siluman begitu lama. Hingga akhirnya dirinya melahirkan seorang pangeran yang begitu tampan dan dirinya dikembalikan oleh Narendra dengan sangat terpaksa karena ke alam manusia karena Deniz yang koma setelah melahirkan.


Deniz adalah seorang manusia tulen oleh karena itu penyembuhannya tubuhnya pun hanya bisa digunakan dengan pengobatan ala manusia. Tetapi pengobatan jiwanya yang terganggu harus diobati dengan terapi kejiwaan dengan ayat-ayat Allah dan dzikir yang terus harus selalu di lafalkan oleh Deniz secara dhawam.


" Ibunda Aku selama ini selalu berlatih siang dan malam agar bisa menyembuhkan ibunda dan membawa ibunda kembali ke sisi kami!" ucap Pangeran Panji sambil tersenyum kepada Deniz.


Akan tetapi Narendra dan Pangeran Panji merasa sedih. Setelah melihat Deniz yang menggelengkan kepalanya karena Deniz menolak untuk ikut dengan mereka berdua untuk kembali ke alam siluman dan hidup bersama mereka lagi seperti dulu.

__ADS_1


__ADS_2