Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
97. Harus kah?


__ADS_3

Abigail saat ini sedang menatap Dani yang sedang makan di Cafe bersama dengan Deniz. Setelah kejadian terakhir kali sekarang Abigail tidak berani lagi untuk mendekati Dani maupun Deniz.


" Aku harus bagaimana sekarang tidak mungkin kan kalau aku harus mengikhlaskan Dani begitu saja? Deniz, dia sudah punya seorang suami Pangeran kucing. Kenapa dia masih saja lengket dengan laki-laki seperti Dani? Dasar masuk!" kesal sekali rasanya melihat Deniz yang saat ini sedang tertawa terbahak-bahak bersama Dani. Entah sedang bercerita apa dengan Dani benar-benar membuat Abigail hatinya merasa panas.


" Apakah aku layangkan saja serangan pada mereka? Aku yakin ketika berada di luar pondok pesantren, kemampuan Deniz maupun Dani pasti tidak sehebat ketika mereka dekat bersama dengan Kyai Rasyid." Abigail yang tampaknya masih penasaran dengan Dani dia pun kemudian mengalahkan kemampuannya untuk bisa kembali menggaet Dani. Pria yang dia cintai.


Tampaknya Abigail masih belum kapok setelah serangan yang dilancarkan oleh Kyai Rasyid pada malam itu yang telah menghancurkan Goa milik ayahnya. Kyai Rasyid telah berhasil membebaskan semua budak maupun arwah-arwah yang ditahan oleh ayahnya Abigail di goa itu.


Pangeran Panji yang hari ini mengikuti ibunya ke kampus. Dia merasakan ada aura jahat yang sedang mengarah kepada ibunya dan hendak berbuat keburukan pada ibunya.


Ketika Pangeran Panji melihat Abigail yang saat ini sedang mengerahkan kekuatan sihirnya untuk mencelakai ibunya, serta merta Pangeran Panji pun kemudian langsung menyerang Abigail dan mencakarnya secara membabi buta yang mengakibatkan Abigail mengerang kesakitan.


Pangeran Panji mengerahkan racun ke dalam cakar yang saat ini sedang menyerang Abigail.


Deniz yang melihat kucing kesayangannya, yang selama beberapa hari ini ada di dalam rumahnya. Dia pun langsung menarik kucingnya tersebut agar tidak menyerang Abigail lagi.


" Ya ampun Deniz! Bagaimana mungkin kau membawa seekor kucing jahat ke kampus huh? Apa kau sengaja ingin mencelakaiku?" Abigail yang sedang merasakan kesakitan karena perbuatan Pangeran Panji yang sudah menyerangnya.


" Abigail, maafkan aku ya. Aku juga tidak tahu kenapa kucingku tiba-tiba saja menyerangmu membabi buta kayak tadi!" ucap Deniz sambil berusaha untuk membantu Abigail yang tampak begitu kesakitan jangan luka-luka cakaran di wajah dan juga tangannya.


Akan tetapi Abigail yang saat ini sedang marah dan juga kesal kepada Deniz, dia pun kemudian langsung menepiskan tangan Deniz yang berusaha membantunya.


" Udah Deniz, nggak usah dilayani. Ayo kita pergi saja. Biarkan saja dia menderita sendirian!" ucap Dani yang terlihat menarik tangan Deniz untuk pergi dari sana meninggalkan Abigail sendirian dalam kemarahannya.


" Dani, kamu kok sekarang jahat banget sih sama aku? Aku lagi menderita kayak gini kok kamu malah ninggalin aku gitu aja sih? Jahat kamu Dani! Apa kamu nggak ingin hanya sekedar menolongku?" tanya Abigail dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.


" Eh untuk apa aku membantumu? Paling nanti kalau aku bantu pun kau akan menganggap kalau aku ingin berbuat jahat kepadamu kan? Ngapain cape-cape bantuin orang yang tidak tahu terima kasih?" tanya Dani dengan wajah kesal.


Kemudian Dani dan Deniz pun meninggalkan Abigail yang kini mulai meraung kesakitan karena racun yang sudah mulai bekerja di wajahnya dan anggota tubuhnya yang tadi di cakar oleh Pangeran Panji yang marah karena mendapatkan ibunya hendak kecelakai oleh Abigail yang sangat jahat.


Terlihat di taman kampus, Deniz dan Dani sedang berbincang-bincang sambil mengelus kucing yang dipegang oleh Deniz.

__ADS_1


Kucing imut dan menggemaskan itu benar-benar sudah menarik perhatian Deniz dan dia sangat sayang dengan kucing itu.


Hingga akhirnya Deniz melihat sosoknya Narendra yang tiba-tiba hadir di hadapannya.


" Pangeran Panji kembalilah ke istana kucing! Apa yang kau lakukan di dunia manusia huh? Kenapa kau tega sekali menyakiti seseorang dengan cakar beracunmu?" Deniz merasa heran dengan apa yang dikatakan oleh suaminya yang di tujukan kepadanya.


Deniz kemudian berjalan mendekati Pangeran Narendra ingin menanyakan apa maksud dari perkataan suaminya itu.


" Apa maksud perkataanmu suamiku?" sungguh Deniz merasa bahagia sekali karena sekarang suaminya bisa dengan leluasa menemuinya.


Semakin bertambahnya ilmu kekuatan yang dimiliki oleh Deniz telah mengakibatkan kekuatannya pun semakin meningkat dan sekarang Deniz bisa melindungi dirinya sendiri dari pengaruh ilmu gaib yang datang menyerangnya.


" Berikanlah kucing yang ada di tanganmu kepadaku!" ucap Pangeran Narendra sambil menatap kepada Deniz yang tampak masih kebingungan.


Deniz pun kemudian menyerahkan kucing itu tetapi siapa yang menyangka kalau kucing tersebut malah terlepas dari tangan Deniz.


Pangeran Narendra yang takut dengan teguran ayahnya dia tidak berani untuk berbuat macam-macam kepada putranya.


" Maafkan aku istriku aku harus mengejar kucing nakal itu sebelum dia membuat keributan lagi di dunia manusia!" Deniz yang masih bingung dengan semua yang terjadi saat ini. Dia hanya bisa mengikuti kemana Pangeran Narendra menatap sekarang.


" Biarkan saja Pangeran Narendra mau melakukan apa. Aku yakin dia mempunyai alasan sendiri!" ucap Dani sambil tersenyum kepada Deniz.


Pangeran Narendra yang melihat Deniz kini tengah tersenyum kepada Dani. Dia pun sontak menggagalkan niatnya untuk mengejar Pangeran Panji yang sedang melarikan diri darinya. Karena ketakutan dimarahi oleh ayahnya karena sudah ketahuan melarikan diri dari istana kerajaan kucing tanpa ijin kepada dirinya atau pun kepada kedua orang tuanya.


Mereka tidak pernah melarang Pangeran Panji untuk melakukan sesuatu yang dia sukai. Hanya saja Pangeran Panji harus minta izin dulu kepada mereka dan tidak boleh untuk berbuat sesuka hati ataupun sewenang-wenang begitu.


Pergi meninggalkan istana kerajaan tanpa izin merupakan sebuah pelanggaran berat yang layak untuk dihukum di ruang bawah tanah selama 1 bulan. Oleh karena itu Pangeran Panji benar-benar sangat ketakutan.


" Ada apa? Kenapa kau mengejar kucingku? Katakan dong padaku! Supaya aku tidak bertanya-tanya seperti ini!" ucap Deniz bener-bener gemes kepada pangeran hanya diam saja dan terus menatap kepada Dani yang tidak juga mau menjauh dari istrinya.


Deniz sadar kalau saat ini suaminya sedsng cemburu karena melihat Dani yang sejak tadi nggak mau menjauh darinya dan maunya nempel, dan dekat terus dengan Deniz.

__ADS_1


" Kucing tadi adalah putra kita sayang. Dua datang ke alam manusia tanpa memberitahu kepada kami, sehingga kami kesulitan untuk menemukan dia. Untung saja tadi dia mengerahkan tenaga dalamnya dengan sangat kuat untuk menyerang manusia yang ada di bumi. Sehingga aku bisa mendeteksi keberadaannya dengan akurat!" Deniz terkejut mendengarkan kalau ternyata kucing yang selama ini bersamaannya adalah Pangeran Panji, putranya sendiri.


" Kau yakin kalau kucing itu adalah putra kita? Kenapa aku tidak bisa mencium aura siluman di tubuhnya? Padahal selama beberapa hari kucing itu berada kamarku!" ucap Deniz menerangkan segalanya kepada sang suami.


Dani yang tidak mau mengganggu pertemuan antara suami dan istri itu dia pun kemudian berpamitan kepada Deniz dan menuju ke perpustakaan.


Saat Dani melintasi tempat di mana tadi Abigail dicakar oleh pangeran Panji dengan cakar beracunnya. Dani tidak melihat keberadaan Abigail di sana.


" Apakah Abigail sudah dibawa ke rumah sakit? Tampaknya racun dari cakar kucing itu sangat mematikan. Pantas saja bisa mengundang Pangeran Narendra untuk datang ke alam manusia!" danipun kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke perpustakaan tanpa mempedulikan lagi tentang keadaan Abigail yang kemarin sudah sangat tega mengirimkan ilmu pelet untuk membuatnya jatuh cinta kepada Abigail.


Untung saja Kyai Rasyid dan Denis berhasil melepaskan jiwa Dani yang terkurung di dalam Goa yang sangat menakutkan dan juga menyeramkan.


Dani kembali bergidik ketika dia mengingat tentang pengalamannya berada di dalam gua itu di mana ratusan bahkan sampai ribuan ular hitam mengelilingi dirinya dan hampir saja mematoknya sampai mati.


Kalau pada waktu itu Deniz dan Kyai Rasyid tidak datang pada tepat waktunya Dani tidak bisa membayangkan apa yang saat ini sedang terjadi pada dirinya.


" Kalau benar kucing tadi adalah Pangeran Panji, itu berarti dia pasti melihat sesuatu yang buruk yang hendak dilakukan oleh Abigail. Oleh karena itu Pangeran itu sampai nekat menyerang manusia!" Dani ngeri ketika dia memikirkan kembali tentang Abigail yang memiliki niat jahat kepadanya.


Mengirimkan ilmu pelet adalah sesuatu yang sangat keji yang apabila tidak bisa bersama maka akan membuat orang yang dituju bisa menjadi gila di buatnya. Oleh karena itu Dani benar-benar merasa kecewa kepada Abigail yang sudah sangat kejam padanya.


" Aku benar-benar tidak menyangka kalau persahabatan kami selama lebih dari 10 tahun tidak berimpact apapun kepadanya sampai dia tega menimpakan bala kepadaku!" ucap Deniz benar-benar merasa kecewa terhadap Abigail yang sudah sangat kejam kepadanya.


Sementara itu Narendra dan Deniz yang saat ini bertemu sedang membicarakan tentang kenekatan Pangeran Panji yang telah melintasi gerbang alam manusia dan alam siluman hanya untuk bertemu dengan Ibunya dan menetap bersamanya.


" Aku benar-benar tidak menyangka kalau Putraku berani sekali untuk menentang peraturan istana hanya untuk bisa hidup bersama denganku!" Deniz sampai terharu mendengarkan hal itu karena bagaimanapun dia juga menyayangi Pangeran Panji dan juga ingin hidup bersama dengan putranya. Hanya saja kondisi dan keadaan tidak memungkinkan untuk mereka bersama.


" Baiklah sayang aku akan mencari Putra kita. Aku harus mengembalikan dia ke istana kerajaan kucing jangan sampai dia nanti membuat perkara lagi dengan mencelakai manusia yang lainnya. Hal itu akan mengganggu keseimbangan dan juga perdamaian dua alam!" Denis yang merasa tidak enak karena sudah membuat Pangeran Panji berada dalam masalah dia pun kemudian menawarkan bantuan kepada Pangeran Narendra untuk mencari Putra mereka bersama-sama.


Selama tinggal bersama di alam manusia, sedikit banyak Deniz sudah menghafal kebiasaan yang selalu dilakukan oleh pangeran Panji yang suka sekali bersembunyi di antara bunga-bunga mawar yang sedang mekar.


Akan tetapi Deniz tidak tega untuk melaporkan putranya kepada suaminya yang pasti akan menghukum Pangeran Panji setelah ketika mendapatkannya.

__ADS_1


__ADS_2