
Saat ini Deniz berada bersama dengan raja Abiyaksa di alam manusia. Pria ambisius itu melakukan segala cara untuk membuat Deniz jatuh cinta kepadanya, tetapi sia-sia.
" Sebenarnya apa yang kau sukai dari pangeran Narendra? Menurutku dia hanyalah laki-laki banci yang tidak berani membunuh siapapun!" ucap Raja Abiyaksa yang saat ini merasuki tubuh pemuda lemah yang hobby melamun. Oleh karena itu dia bisa berlama- lama berada di alam manusia.
Pada saat itu Raja Abiyaksa mengikuti Deniz yang ingin mengunjungi kedua orang tuanya melalui portal penghubung alam manusia dan alam siluman.
Karena merasa tidak kuat terlalu lama berada di alam manusia. Akhirnya Abiyaksa memutuskan untuk menempati wadag seorang anak manusia yang memiliki hobby melamun saja.
Selama ini pemuda itu memang memiliki keterbelakangan mental. Akan tetapi sejak Abiyaksa memasuki tubuhnya, pemuda itu berubah menjadi pemuda yang aktif dan sehat.
Abiyaksa mengancam Deniz akan membunuh pemuda itu kalau sampai Denis meninggalkan dia.
Deniz yang merasa tidak tega dengan Nasib orang lain. Akhirnya dengan terpaksa dia terus mengikuti kemanapun Raja Abiyaksa membawanya pergi.
" Justru karena dia memiliki hati yang lembut dan baik hati makanya aku mencintainya!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada Raja Abiyaksa yang merasa cemburu melihat rival seumur hidupnya dipuji di depan matanya.
Raja Abiyaksa menjebikan bibirnya karena merasa kesal sejak tadi Deniz terus saja membicarakan tentang Narendra.
" Lagian Kamu kenapa sih? Begitu banyak perempuan di alammu. Kenapa kau harus mengejar-ngejar aku yang jelas-jelas sudah mempunyai seorang suami?" tanya Deniz merasa bingung dengan Abiyaksa yang keras kepala dan membuat dia pening saja.
Abiyasa kemudian menceritakan tentang dirinya yang selama ini selalu saja terus dibanding-bandingkan oleh kedua orang tuanya dengan sosok Narendra yang menjadi idola Banyak kaum hawa di negeri siluman.
" Apa kau bisa merasakan perasaan sakit ketika dibandingkan oleh orang tuamu sendiri dengan orang lain?" tanya Raja Abiyaksa kesal sekali.
__ADS_1
Deniz hanya menatap saja Abiyaksa yang masih asik bercerita tentang hidupnya. Deniz terus berjalan menuju kediaman kedua orang tuanya.
" Seandainya aku masih dalam bentuk siluman. Kita pasti akan langsung sampai ke kediaman keluargamu. Tubuh laki-laki yang aku tempati memiliki fisik yang sangat lemah. Sehingga membuat kekuatanku di dunia manusia pun berkurang sangat banyak!" ucap Raja biasa bercerita tentang dirinya kepada Deniz yang langsung memutar bola matanya dengan malas.
Deniz seakan tidak memperdulikan apapun yang dikatakan oleh raja Abiyaksa. Karena saat ini pikirannya hanya tertuju kepada kedua orang tuanya dia ingin bertemu dengan mereka. Sudah hampir satu bulan dia tidak bertemu dengan kedua orang tuanya karena Narendra yang sangat sibuk sekali dan semua kegiatan dan aktivitasnya.
Gara-gara Raja Abiyaksa yang selalu menjadi buah bibir di kerajaan kucing.
Dia yang sedang berencana untuk membuat api peperangan antara dua kerajaan. Sehingga membuat Narendra sangat sibuk untuk melatih para pasukannya untuk tetap waspada menerima serangan dadakan dari kerajaan ular hijau.
Sudah ratusan tahun lamanya kerajaan kucing dan kerajaan ular hijau selalu bertarung dan berperang. Walaupun tidak terjadi perang besar, tetapi tetap saja perang-perang kecil itu juga memberikan banyak kerugian kepada kedua kerajaan itu.
Banyak sumber daya yang harus hilang karena peperangan adalah di berbagai penjuru. Raja kucing selalu mewanti-wanti Narendra untuk tetap waspada dan hati-hati.
Karena kesibukan itulah akhirnya Narendra sangat Jarang bertemu dengan Deniz apalagi untuk mengajak istrinya bertemu dengan keluarganya di alam manusia.
Tetapi siapa yang menyangka dalam perjalanannya menuju alam manusia. Ternyata Raja Abiyaksa yang memang selalu mengawasinya ikut pula bersama dirinya.
Awalnya Deniz tidak mau untuk diikuti olehnya. Akan tetapi Raja Abiyaksa memaksa dan mengancam akan membunuh janin yang ada di dalam kandungan Deniz yang baru berusia 1 bulan.
Deniz yang selama ini belum mengetahui bahwa dirinya sedang hamil sontak terkejut mendengarkan penuturan Raja Abiyaksa tentang janin yang ada di dalam kandungannya.
Sekarang Deniz sudah berada di sekitar daerah hutan larangan. Walaupun dia bingung bagaimana caranya untuk bisa mencapai daerah Bandung untuk bisa bertemu dengan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Deniz tidak memiliki uang untuk naik transportasi umum. Apalagi dia juga membawa Raja Abiyaksa yang sudah menguasai tubuh seorang pemuda untuk ditempati olehnya.
" Kalau aku membantumu untuk memiliki uang. Apakah kau mau mengajakku untuk bersama mu bertemu dengan kedua orang tuamu?" tanya Raja Abiyaksa sambil menaik turunkan alisnya seakan sedang menggoda Deniz yang malas menanggapi ucapannya.
" Kalau kau memang punya uang, lebih baik kau pergi saja aturlah hidupmu sendiri. Kenapa kau harus mengikutiku?" tanya Deniz sengit mulai kesal dengan Abiyaksa yang tidak terlalu dia kenal.
" Tapi aku ingin mengikutimu. Kau tahu kan? Kalau aku tidak terbiasa hidup di alam manusia yang masih asing ini? Aku butuh kau sebagai temanku!" Deniz mulai jengah dengan Abiyaksa yang memaksakan kehendaknya kepada dirinya. Padahal mereka tidak memiliki hubungan apapun.
Deniz kemudian menatap Abiyaksa dengan lekat. Menelisik suasana hatinya saat dia berhadapan langsung dengan pemuda itu.
Pemuda yang dirasuki oleh Abiyaksa yang sebelumnya terlihat kucel dan kusam karena tidak terus oleh kedua orang tuanya. Setelah tubuhnya di diami oleh Abiyaksa yang selalu berpenampilan perfeksionis sekarang pemuda itu menjadi terlihat lebih hidup dari sebelumnya.
" Mau berapa lama kau mendiami tubuh pemuda itu? Pasti keluarganya sekarang sedang mencari dia!" Deniz bertanya kepada Abiyaksa yang telah menggunakan tubuh pemuda yang tak berdosa hanya untuk bisa tinggal di alam manusia.
Abiyaksa hanya tersenyum. Karena sejujurnya dia pun tidak tahu akan berapa lama dia tinggal di dunia manusia untuk mengikuti Deniz, wanita yang dia cintai.
" Kembalilah ke alammu dan jangan coba-coba kau merusak keseimbangan dunia manusia dengan kehadiranmu!" ucap Deniz mencoba untuk menasehati Abiyaksa.
" Aku berada di alam manusia adalah karena ingin ikut denganmu karena ingin tinggal bersamamu!" ucapnya sambil nyengir.
Denis menggelengkan kepalanya mulai merasa tidak senang dengan kata-kata biasa bagaimanapun dia sudah memiliki suami dan saat ini dia pun sedang mengandung.
" Kalau kau mengikuti wanita yang kau cintai dan dia juga mencintaimu. Pasti kisahmu itu akan menjadi kisah yang indah. Akan tetapi masalahnya, kau mengikuti wanita yang salah karena aku sudah punya suami. Kenapa kau bersikeras untuk mengikutiku terus?" tanya Deniz mengungkapkan apa yang ada di hatinya secara jujur kepada Abiyaksa.
__ADS_1
Tetapi Abiyasa tampaknya tetap tidak mau memperdulikan apapun yang dikatakan oleh Deniz kepadanya.
" Aku bersikeras untuk bersamamu. Kau tidak usah lelah untuk menasehatiku terus. Karena aku tidak akan mendengar itu!" ucapnya ketus.