Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
184. Ujian


__ADS_3

Pangeran Panji yang saat ini ada di alam manusia harus menjalani kehidupannya sebagai manusia biasa.


Setiap hari dia berangkat bekerja untuk menjaga tokonya yang sekarang sudah semakin berkembang dan memiliki banyak cabang di mana-mana.


Karena ruang lingkup pekerjaan semakin besar. Akhirnya mereka pun memiliki seorang manajer yang akan membantu mereka dalam mengelola toko mereka.


Seorang gadis sederhana berasal dari desa bernama Ayu. Dipilih oleh pangeran Panji untuk menjadi seorang manajer yang akan membantunya dalam mengelola toko.


Minsi yang hingga saat ini jarang mengunjungi toko milik mereka hanya mempercayakan semuanya kepada sang suami yang memang pandai berbisnis.


Minsi hanya mengawasi dari jarak jauh tentang semua kegiatan yang dilakukan oleh suaminya.


" Nyonya, sekarang ada seorang manajer di toko yang setiap hari selalu membantu Tuan dalam mengelola toko. Ayu sudah bekerja hampir satu bulan lamanya di kantor pusat bersama Tuan Panji," lapor salah satu pegawai kepercayaan Minsi.


" Benarkah? Kenapa suamiku tidak bercerita tentang itu?" tanya Minsi kepada pelayan tersebut yang tampaknya sedang menabur perselisihan antara bosnya dan sang istri.


Pelayan itu merasa marah karena tidak ditunjuk sebagai manajer oleh pangeran Panji alih-alih memilih orang luar yang baru saja masuk kerja di tempat mereka.


Dia merasa bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk mengatur bisnis tetapi Pangeran Panji tidak percaya dengannya karena melihat karakter dan tabiatnya yang buruk dan sulit untuk dipercaya.


Pangeran Panji tidak mengerti kenapa istrinya begitu mempercayai perempuan itu sebagai karyawan mereka.


" Terima kasih atas laporanmu, sekarang kembalilah ke toko dan jangan berbuat sesuatu yang membuat suamiku curiga," Minsi kemudian menyuruh pegawai itu untuk meninggalkannya.


Minsi percaya bahwa suaminya tidak akan mungkin macam-macam karena dia sangat tahu kemampuan Pangeran Panji ada di bawahnya. Selain itu dia juga percaya dengan cinta mereka berdua yang kuat dan sudah teruji Sekian tahun lamanya.


Minsi yang penasaran dengan pegawai baru yang bekerja di toko akhirnya berubah wujudnya menjadi orang lain dan berpura-pura menjadi pelanggan di sana.


Pangeran Panji matanya sudah di tutup agar tidak bisa melihat wujudnya yang sesungguhnya auranya pun sudah dia tutup rapat mungkin agar tidak bisa terhendus.


Minsi melihat Ayu yang saat ini sedang makan siang bersama dengan suaminya. Terlihat mereka berlibat percakapan santai yang cukup akrab.


" Jadi kedua orang tuamu sudah meninggal? Lalu selama ini dengan siapa kau tinggal?" tanya Pangeran Panji sambil mengunyah makanannya.


Ayo tampak begitu sumringah mendapatkan perhatian dari bosnya yang begitu baik dan tampan.


" Aku tinggal di Panti Asuhan tapi sekarang aku sudah hidup mandiri dan tinggal di kontrakan sendiri." ucap Ayu dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Pangeran panji yang memiliki hati yang lembut, seketika dia merasa kasihan kepada gadis malang itu.


" Sudahlah Ayu. Kau jangan menangis lagi ya? Anggaplah semua karyawan yang ada di kantor ini sebagai saudaramu karena kita semua adalah satu keluarga." penginapan mengulas senyum kepada Ayu sekedar untuk menghibur gadis itu agar tidak bersedih lagi.


Minsi yang saat ini sedang menyamar menjadi pelanggan hanya memperhatikan interaksi mereka berdua yang terlihat lebih sebagai kakak dan adik.


" Maaf mengganggu. Apakah bisa bertemu dengan nyonya dari toko ini?" tanya Minsi sambil menatap kepada Ayu.


Ayu yang tadi matanya berkas-kaca kemudian bangkit dan memperkenalkan dirinya sebagai manajer toko.


" Maafkan saya. Saya adalah manajer toko di tempat ini untuk saat ini nyonya tidak ada di tempat ini." ucap Ayu sambil melirik kepada Pangeran Panji yang masih fokus dengan makan siangnya.


Para penjaga toko yang lain juga sedang pergi keluar untuk menikmati makan siang mereka.


Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba Pangeran Panji dan Ayu bisa duduk semeja dan makan bersama. Hal itulah yang saat ini sedang diselidiki oleh Minsi.


Ada hubungan apakah mereka berdua sehingga bisa sampai melakukan hal seperti itu? Karena dilihat dari kacamata manapun harus seperti itu benar-benar sangat mustahil bagi Minsi yang sudah mengenal suaminya dengan baik.


Pangeran Panji bukanlah tipe laki-laki playboy yang suka tebar pesona kepada wanita muda yang ada di sekitarnya.


Minsi sangat percaya dengan karakteristik sang suami. Pangeran Panji adalah calon seorang raja di istana kerajaan siluman kucing yang saat ini sedang diterpa mental dan karakternya di alam manusia oleh sang istri yang merupakan cucu dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.


Pangeran Panji yang sudah selesai makan siang kemudian menemui dimensi dan menyuruh Ayu untuk melanjutkan makan siangnya.


" Ayu, kau lanjutkanlah makan siangmu biar aku yang melayani pelanggan kita." Pangeran Panji tersenyum kepada air yang kemudian langsung mundur dari tempatnya berdiri tadi.


" Ada yang bisa saya bantu, Nyonya?" tanya Pangeran Panji dengan ramah.


" Apakah saya boleh bertemu dengan Nyonya dari toko ini? Ada keperluan yang ingin saya bicarakan dengan beliau," ucap Minsi bersikap biasa saja dan tidak merasa canggung sama sekali.


Pangeran Panji menyuruh kepada Minsi untuk duduk di ruangannya.


" Mari masuk ke ruangan saya dan kita bicarakan dengan tenang di sana!" Minsi mengikuti langkah Pangeran Panji dengan ayem dan tidak merasa takut sama sekali.


Setelah mereka berdua sudah berada di dalam ruangan kerja, Pangeran Panji tiba-tiba saja memeluk Minsi dan berkata.


" Udahlah sayang!! Hentikan semua permainan kamu ini. Karena aku sudah tahu kalau kau adalah istriku. Coba jelaskan padaku, sayang. Kenapa kau sampai melakukan ini, hmmm?" tanya Pangeran Panji sambil memeluk dan mencium Minsi.

__ADS_1


Minsi yang kaget dan gugup karena penyamarannya ternyata bisa diketahui oleh sang suami hanya dalam hitungan menit.


" Aih, kau benar-benar tidak asik!" Minsi pun kemudian merubah wujudnya sendiri.


Pangeran Panji tersenyum karena ternyata dugaannya benar bahwa wanita yang berpura-pura menjadi pelanggan itu adalah istrinya sendiri yang menyamar.


" Aiya! Dari mana kau tahu kalau ini adalah aku?" tanya Minsi dengan senyum usilnya kepada sang suami yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah konyol sang istri.


" Tentu saja aku langsung tahu siapa kamu, sayang. Mana ada pelanggan yang mencari nyonya di sebuah toko, huh?? Kenapa kamu sampai melakukan ini? Apakah ada sesuatu yang membuatmu penasaran?" tanya Pangeran Panji sambil mencium bibir istri kesayangannya.


" Tidak ada. Aku hanya ingin tahu Manager baru yang kau tunjuk yang tidak kau beritahukan kepadaku sama sekali. Aku penasaran, seperti apa dia yang bisa membuatmu tertawa dan juga duduk bersamanya di satu meja untuk makan siang," tanya Minsi sambil menatap tajam sang suami tercinta.


" Sayang sini! Kau lihatlah itu!" Pangeran Panji kemudian membuka pintu ruangannya yang saat ini sedang berhadapan langsung dengan Ayu.


" Putri Siluman ular hijau?" sontak Minsi terkejut bukan kepalang.


" Kenapa dia bisa berada di sini sayang? Oh tidak, untuk apa dia berada di sini?" tanya Minsi kepada Pangeran Panji.


Pangeran Panji kemudian menyuruh istrinya untuk duduk kembali.


" Itulah yang saat ini sedang ku selidiki ada kepentingan apa Putri siluman ular hijau berada di alam manusia dan menyamar di toko kita? Sampai sampai saat ini aku belum menemukan sesuatu yang mencurigakan tentangnya." Pangeran Panji kemudian menyuruh istrinya untuk bersikap tenang dan jangan grasa grusu.


" Untuk apa dia berada di sini? Ya kan? Itu benar-benar sangat aneh sekali!" Minsi rasanya ingin menerjang keluar dan bertanya secara langsung kepada putri siluman ular hijau yang saat ini sedang melayani pembeli di luar sana.


Pangeran Panji berusaha untuk membujuk istrinya agar tidak ceroboh dalam menyikapi masalah itu.


" Aku yakin ada sesuatu yang sedang dia incar di tempat ini. Tenanglah Sayang. Aku masih menyelidiki semua itu. Percayalah padaku pasti aku akan memberikan jawaban untuk semua pertanyaanmu itu sampai puas!" Minsi memeluk suaminya yang terasa agak kurus akhir-akhir ini.


Minsi merasa heran dengan keadaan suaminya yang tidak biasa.


" Sayang! Apakah kau merasa bahwa dirimu kehilangan sesuatu?" tanya Minsi kepada suaminya yang terlihat bingung.


" Aku merasa Putri siluman ular hijau itu menyerap aura silumanmu. Dia adalah siluman setengah manusia pasti dia ingin menjadi siluman seutuhnya. Oleh karena itu dia datang ke sini untuk menyerap aura silumanmu. Sayang aku tidak bisa untuk membiarkan ini lama-lama. Kau bisa kehilangan statusmu sebagai Putra Mahkota di istana kerajaan kucing kalau kau sampai kehilangan seluruh aura silumanmu.


Pangeran Panji terkejut mendengar apa yang dikatakan istrinya.


" Tapi kenapa Putri siluman ular hijau memiliki niat jahat seperti itu padaku? Aku selama ini tidak pernah mencari perkara dengan mereka." Pangeran Panji terus memperhatikan semua yang dilakukan oleh Ayu di luar sana.

__ADS_1


Minsi yang sudah bersiap-siap untuk keluar dari ruangan suaminya dan hendak mendekati Ayu yang terlihat belum menyadari kedatangannya.


' Aku harus merebut kembali aura siluman yang dia serap dari tubuh suamiku. Aku tidak mau kalau sampai suamiku menjadi manusia 100% dan terputus hubungannya dengan istana kerajaan kucing. Maka itu artinya istana kerajaan kucing akan kehilangan pewaris tahta. Aku tidak akan membiarkan kehancuran seperti itu menghampiri kami!' Minsi kemudian mendekat pada Ayu dan langsung menatap matanya.


__ADS_2