
Pangeran Narendra, Pangeran Panji dan Minsi sekarang sudah berhasil keluar dari dasar jurang. Mereka sangat bahagia sekali karena akhirnya, setelah bolak-balik selama sebulan lebih mencari Pangeran Narendra di dasar jurang tanpa lelah, akhirnya berhasil juga.
" Syukurlah akhirnya kau selamat, putraku! Ibunda sudah khawatir sekali dengan keadaan kamu di bawah sana." Ratu istana kerajaan kucing memeluk Pangeran Narendra dengan erat.
Sang raja menepuk bahu Pangeran Narendra. Memberikan semangat dan memberikan kekuatan kepada Pangeran Narendra.
" Syukurlah kalau kau baik- baik saja. Bagaimana caranya kau bisa hidup di dasar jurang tanpa pernah diketahui oleh kami yang sudah bolak-balik turun ke sana untuk mencarimu. Tapi tidak pernah menemukan kamu di sana. Ceritakan pada kami," Pangeran Narendra hanya tersenyum kepada sang raja yang merasa penasaran dengan putranya yang sekarang terlihat begitu cerah wajahnya.
Pangeran Narendra maupun yang lainnya tidak menceritakan tentang leluhur yang mereka temui di dasar jurang. Karena itu adalah janji dan sumpah yang sudah mereka berikan kepada kakek tua sebelum mereka meninggalkannya.
" Ayah hanya terdampar ke dimensi yang lain sehingga kami tidak bisa menemukan keberadaannya. Untung saja Minsi bertanya kepada Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan. Sehingga kami bisa menemukan Ayahanda di sana!" Pangeran Panji menjawab pertanyaan kakeknya karena dia tidak mau membuat sang ayah berbohong.
Mereka pun kemudian berpamitan kepada raja dan ratu siluman kucing untuk kembali ke alam manusia. Karena saat ini Deniz sedang berjuang di rumah sakit untuk melahirkan Putra kedua mereka.
" Benarkah?? Cucu kami akan lahir lagi? Apakah kami berdua boleh untuk datang ke sana juga? Kami pun ingin melihat dan bertemu dengan keturunan kami di alam manusia. Kami juga belum pernah bertemu dengan putra Pangeran Panji dan Putri Minsi." hati Ratu rasanya sangat sakit mengingat apa yang sudah dia lakukan di masa lalu yang membuat mereka akhirnya berpindah ke alam manusia dan menetap di sana.
Pangeran Narendra terlihat berpikir untuk menyetujui keinginan kedua orang tuanya. Karena bagaimanapun istana tidak bisa dibiarkan kosong begitu saja. Karena itu akan sangat berbahaya.
" Sebentar Ibunda. Aku akan memanggil Mahaguru untuk menjaga istana kerajaan kita selama Ayah dan Ibu pergi." Pangeran Narendra kemudian melakukan semedi dan memanggil Mahaguru untuk segera datang ke istana kerajaan.
" Mahaguru datanglah ke istana kerajaanku. Karena aku ada keperluan untuk bertemu denganmu!" Pangeran Narendra kemudian membuka kelopak matanya saat melihat sang maha guru sudah berada di depannya.
" Ada apa Pangeran? Kenapa tiba-tiba memanggilku? Aku senang karena ternyata Pangeran baik-baik saja dan tampaknya semakin dalam ilmu kanuraganmu. Aku bisa merasakan Aura kekuatan yang sangat besar yang ada di dalam tubuhmu!" Pangeran Narendra hanya tersenyum saja mendengar ucapan dari maha guru.
Suasana di istana terasa begitu mencekam. Bekas-bekas peperangan masih terasa begitu lekat dan kentara sekali. beberapa bagian istana yang rusak masih belum direnovasi semuanya karena para prajurit banyak yang tewas dan warga pun masih banyak yang trauma dengan kejadian itu.
__ADS_1
" Mahaguru! Aku ingin Mahaguru menjaga istana kerajaan ini. Ajaklah semua murid-murid untuk tinggal di istana sampai ayah dan ibuku kembali dari alam manusia. Mereka ingin bertemu dengan Putraku yang akan segera lahir." Pangeran Narendra menjelaskan maksud dan tujuannya meminta Mahaguru untuk datang ke istananya.
Mahaguru sangat senang mendengar bahwa Deniz akan kembali melahirkan Putra Kedua mereka.
Maha guru ingat. Bagaimana dulu mereka hampir saja berpisah karena permintaan raja dan ratu siluman kucing yang menginginkan Pangeran Narendra untuk menikah lagi.
" Selamat Pangeran atas kelahiran putra kedua Anda. Percayalah kami pasti akan menjaga istana ini dengan baik sampai kalian kembali!" Mahaguru tersenyum kepada Pangeran Narendra.
Mereka berlima pun kemudian melintasi pintu fortal untuk bisa bertemu dengan Deniz yang saat ini ada rumah sakit karena anak segera melahirkan. Sudah dua hari Deniz berada di rumah sakit akan tetapi anak mereka tak kunjung lahir entah apa yang dia tunggu.
Para dokter merasa heran dengan kejadian itu. Bahkan hampir angkat tangan. Pangeran Narendra segera menemui Deniz ketika sudah sampai di rumah sakit.
Mereka semua sengaja berpenampilan sebagai manusia. Agar tidak mengagetkan para petugas rumah sakit ataupun kedua orang tua Deniz yang sejak kemarin sudah menunggunya di rumah sakit.
Mereka pun kemudian meninggalkan Deniz dan juga keluarganya untuk bisa berbicara dengan pasien.
Kyai Ilham dan Kyai Rasyid saat ini sedang berbicara dengan raja dan juga Ratu istana kerajaan kucing layaknya sahabat lama yang baru bertemu kembali.
Amber dan Dedi yang baru pertama kali ini bertemu dengan raja dan ratu yang tak lain adalah besan mereka tampak begitu excited sekali dengan kehadiran mereka.
Sementara itu Pangeran Narendra saat ini berada di dalam kamar persalinan bersama dengan Deniz.
Pangeran Narendra mencium kening Deniz dengan lembut. " Sayang, akhirnya kamu kembali juga. Syukurlah! Aku benar-benar saat mengkhawatirkan kamu!" Deniz menangis di dalam pelukan Pangeran Narendra yang sekarang terlihat lebih tampan dan juga berperawakan lebih keren.
Pamor dan auranya sekarang semakin kuat seiring dengan kekuatannya yang semakin meningkat sejak dia berlatih bersama leluhurnya yang ada di dasar jurang.
__ADS_1
" Katakan padaku! Bagaimana keadaan anak kita sekarang kenapa dia belum keluar juga?" tanya Deniz kepada suaminya yang tampaknya sekarang sedang menerawang keadaan putranya yang sedang berusaha untuk berkomunikasi dengan ayahnya.
Pangeran Narendra tersenyum." Dia menunggu ayahnya untuk datang dan dia ingin akulah yang membantunya untuk keluar dan melihat dunia ini! Dasar anak nakal!" Pangeran Narendra tersenyum ketika melihat putranya yang ada di dalam perut istrinya.
Pangeran Narendra kemudian memejamkan matanya sambil memegang perut Deniz sembari berzikir dan secara ajaib, akhirnya putra keduanya terlahir dengan Selamat.
Narendra langsung merubah wujud putranya yang tadi berbentuk seekor kucing mungil menjadi bayi yang sangat tampan sekali.
Deniz tidak melihat bentuk anaknya saat pertama kali lahir karena dia yang sudah lemas duluan setelah selama dua hari lebih tersiksa karena putranya yang tidak juga mau keluar dari kandungannya.
Deniz merasa bahagia setelah mendengar suara tangis bayi yang menggema dan memekakan telinga.
" Alhamdulillah akhirnya keluar juga!" ucap semua orang yang berada di luar ruangan persalinan.
Dokter dan suster yang tadi terpaksa keluar karena diusir oleh Narendra pun hanya bisa saling menatap satu sama lain. Merasa sangat heran dengan kejadian itu.
Padahal mereka sudah berusaha untuk membuat bayi itu lahir secara normal sesuai dengan keinginan Deniz tetapi gagal.
Tetapi setelah kedatangan ayahnya bayi itu lahir begitu saja tidak sampai 1 jam lamanya.
" Kami akan masuk dulu untuk membersihkan bayinya." dokter dan suster pun kemudian masuk ke dalam ruangan persalinan dan melihat bayi itu sudah bersih bahkan sudah digendong oleh pangeran Narendra.
Mereka sampai terkejut melihat bayi yang bersinar tubuhnya dan berwajah sangat tampan sekali.
" Subhanallah!! Dia masih kecil dan baru lahir, tetapi tubuhnya sudah bersinar dan sangat menyilaukan mata?" tanya Dokter yang merasa terheran dengan fenomena itu.
__ADS_1