
Ratu Deniz dan Raja Narendra merasa senang sekali dengan kehadiran Dhani dan juga khodamnya di istana kerajaan mereka.
Raja Narendra mengerutkan keningnya ketika dia melihat Putri Ayuningtyas ikut bersama dengan Dani datang ke istana kerajaannya.
" Assalamualaikum," sapa Dani saat pertama kali dia masuk ke Aula istana Kerajaan kucing yang sekarang telah dipimpin oleh raja Narendra yang pernah menjadi sahabatnya.
" Waalaikum salam," Ratu Deniz dan Raja Narendra menjawab salam dari Dani dengan Senyum merekah di bibir mereka.
Ratu Deniz bahkan sampai turun dari Singgasana untuk menyambut kedatangan Dani. " Dani!! Apa kabarmu? Lama sekali kita tidak bertemu!" Ratu Deniz terlihat begitu bahagia melihat kedatangan sahabatnya.
Ehem, ehem!!
Raja Narendra berdehem berkali-kali untuk membuat istrinya kembali naik ke singgasana dan duduk bersamanya kembali.
Raja Narendra benar-benar cemburu melihat istrinya yang begitu excited bertemu dengan Dani. Raja Narendra tahu bahwa Dani adalah sahabat istrinya Tetapi dia juga tahu kalau Dani sangat mencintai Deniz.
Bahkan dia tahu kalau sampai saat ini Dani belum juga mau menikah karena masih belum bisa move on dari sang istri tercinta.
Deniz yang terlalu bahagia melihat Dani sehingga melupakan statusnya sebagai seorang ratu di istana kerajaan kucing.
" Eh, Putri Ayuningtyas kenapa bisa datang bersamamu?" tanya Deniz mereka heran.
Raja Narendra yang tidak ingin mempermalukan istrinya di depan tamu mereka. Akhirnya mengalah dengan turun dari singgasana dan menyapa tamunya dengan ramah.
Raja Narendra menarik tangan istrinya dan memeluk pinggangnya dengan begitu posesif seakan sedang menunjukkan kepada Dani bahwa Deniz adalah miliknya.
" Maafkan dia terlalu bersemangat dengan kedatanganmu sehingga lupa dengan sopan santun sebagai tuan rumah." Raja Narendra berbisik kepada istrinya. " Sayang, Apa kau tidak berpikir bahwa penyambutanmu ini tidak terlalu berlebihan? Aku cemburu sayang!" bisik Raja Narendra sambil tersenyum kepada Dani.
Dani hanya tersenyum simpul melihat kelakuan Raja Narendra yang begitu posesif terhadap istrinya.
" Tenanglah Raja. Deniz tidak akan pernah berpaling darimu karena di hatinya hanya ada kau sebagai suaminya." Dani tersenyum kepada Denis yang saat ini menatapnya.
" Aku tahu kalau istriku hanya mencintaiku dan selalu menjadikanku sebagai prioritas dalam kehidupan. Tapi istriku seperti mendadak amnesia kalau sudah berhadapan denganmu." Raja Narendra terlihat lucu-lucu di hadapan Deniz yang hanya bisa tersenyum kepadanya.
Deniz mengelus pipi suaminya dengan penuh cinta kemudian mencium telapak tangannya.
__ADS_1
" Setiap hari aku selalu bersamamu sayang. Siang dan malam. Aku dan Dani sudah lama sekali tidak bertemu. Masa Kamu cemburu hanya karena aku menyambut kedatangan sahabatku?" tanya Ratu Deniz sambil melirik kepada suaminya.
Putri Ayuningtyas yang melihat interaksi mereka bertiga seketika langsung mengetahui situasi apa yang sedang terjadi di sana.
' Sepertinya ada cinta segitiga di antara mereka dan membuat mereka menjadi canggung seperti ini. Baiklah aku akan menolongmu pria sombong! Agar kau bisa terbebas dari rasa cemburu dari Raja Narendra. Anggap saja ini sebagai rasa terima kasihku karena kau sudah menolongku dari para prajurit kerajaan siluman harimau putih.' batin sang putri yang kemudian langsung mendekati Dani dan bergelayut manja di bahunya.
Dani cukup terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Putri Ayuningtyas. " Apa yang kau lakukan ini?" bisik Dani di telinga Putri Ayuningtyas yang hanya meringis saja kepadanya.
" Kalau kau mau berterima kasih padaku nanti saja ya. Sekarang yang penting, mari kita bersandiwara untuk membuat Ratu Deniz dan Raja Narendra yakin bahwa aku adalah Kekasihmu dan kita akan segera menikah secepatnya." Dani cukup terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Putri Ayuningtyas.
" Jangan Gila kau aku tidak pernah mau melakukan kebohongan seperti itu!" protes Dani.
Akan tetapi siapa yang menyangka kalau tiba-tiba saja Putri Ayuningtyas malah mencium bibir Dani dengan lembut.
Semua yang hadir di aula istana terkejut melihat Putri Ayuningtyas yang begitu agresif kepada Dani.
Tungkai Dani terasa lemas mendapatkan kelakuan seperti itu dari seorang gadis cantik yang baru saja dia selamatkan.
Untuk beberapa saat lamanya mereka tersanyut dalam ciuman yang telah dimulai oleh Putri Ayuningtyas. Dunia seakan berhenti seketika. Ratu Deniz dan Raja Narendra saling menatap satu sama lain.
" Aku adalah kekasihnya dan kami sebentar lagi akan menikah." Putri Ayuningtyas kemudian menggenggam telapak tangan Deni dan berhadapan dengan Ratu Deniz dan Raja Narendra.
Raja Narendra hanya tersenyum miring mendengar apa yang dikatakan oleh Putri Ayuningtyas. Dia tahu kalau saat ini mereka sedang bersandiwara dan Putri Ayuningtyas sementara ini sedang mengendalikan pikiran Dani agar mau bersandiwara dengannya dan menuruti semua perkataannya.
" Benar! Dia adalah kekasihku aku sangat mencintaimu dan aku akan segera menikah dengannya." Dani mengatakan semua kata-kata itu seperti tidak sadar.
Ratu Deniz hanya bisa menghela nafas melihat apa yang dilakukan oleh Putri Ayuningtyas kepada sahabatnya.
Namun ketika Ratu Deniz hendak menyadarkan Dani sang suami langsung menyentuh bahunya sambil menggelengkan kepala.
" Baiklah Kalian bertiga silakan beristirahat di istana yang sudah disiapkan oleh dayangku. Kami akan segera menyiapkan makan malam untuk kalian." Ratu Deniz kemudian menyuruh kepada tamunya untuk beristirahat di kamar yang sudah disiapkan.
Mereka pun dengan patuh langsung mengikuti dayang yang akan membawa mereka ke istana yang sudah disiapkan untuk tempat tinggal mereka selama berada di istana kerajaan kucing.
Ratu Deniz dan Raja Narendra saling menatap satu sama lain setelah mereka pergi.
__ADS_1
" Kenapa kau melarangku untuk menyadarkan Dani? Bagaimana kalau siluman ular hijau itu memiliki niat jahat terhadap sahabatku?" tanya Ratu Deniz kepada suaminya.
Raja Narendra sangat tahu bahwa suaminya selalu mengkhawatirkan Dani sebagai sahabatnya dan tidak lebih dari itu.
" Sayang, mereka hanya sedang bersandiwara di hadapan kita. Putri Ayuningtyas melakukan trik itu hanya untuk membuat Dani menurut kepadanya dan tidak memiliki niat jahat apapun kepadanya. Tenanglah sayang!! Walaupun memang benar Putri Ayuningtyas memiliki niat jahat kepada Dani aku pasti akan segera menolong sahabatmu. Jangan khawatir, ok?" tanya Raja Narendra kepada istrinya yang terlihat begitu mengkhawatirkan sahabatnya.
Ratu Deniz menghela nafasnya. Bagaimana pun Ratu Deniz mengingat ketika Abigail dulu pernah memelet Dani demi mendapatkan cinta pemuda itu.
Dani sampai sangat menderita karena perbuatan sahabatnya di dunia manusia.
" Aku hanya takut kalau Putri Ayuningtyas berbuat kejahatan kepada Dani dengan apa yang dia lakukan sekarang." Ratu Deniz menatap suaminya dengan lekat.
" Tenanglah Sayang aku kenal siapa itu Putri Ayuningtyas. Dia memang terkenal nakal Tetapi dia bukan siluman jahat seperti Raja Abi yaksa. Aku sangat yakin kalau dia hanya ingin membantu Dani agar terbebas dari rasa kecemburuanku. Selebihnya Dia tidak memiliki niat buruk apapun pada Dani!" Raja Narendra terlihat begitu percaya kepada Putri Ayuningtyas yang begitu cantik dan menarik.
Tiba-tiba saja Ratu Deniz merasa hatinya cemburu, melihat suaminya yang membela wanita lain.
" Apa kau begitu yakin dengan kualifikasi Putri Ayuningtyas? Dari tadi aku perhatikan kau terus membelanya." Ratu Deniz terlihat cemberut kepada suaminya yang auto memeluk sang istri tercinta.
Raja Narendra langsung mencium bibir istri tercinta. Lalu segera melakukan teleportasi menuju kamar mereka berdua sambil tetap berciuman dengan penuh gairah.
Raja Narendra tidak mau kalau sampai istrinya salah paham terhadap apa yang dia lakukan saat membela Putri Ayuningtyas yang menurutnya hanyalah seorang gadis nakal yang tak penting.
" Sayang! Bagaimana mungkin siluman kecil seperti dia bisa aku bandingkan dengan seorang Ratu sepertimu? Ayolah sayang! Kau jangan coba-coba untuk cemburu kepada siluman nakal itu. Aku gak mau kau menjatuhkan martabatku dengan berpikir bahwa aku mencintainya. Karena cintaku hanya untuk kamu seorang. Hari ini, masa lalu dan masa yang akan datang. Aku hanya milikmu seorang!" Ratu Deniz terasa hangat hatinya mendengar semua yang dikatakan oleh suaminya.
Raja Narendra membimbing istrinya menuju ranjang. Ratu Deniz segera menghentikan semua yang akan dilakukan suaminya terhadap dirinya karena suaminya kalau sudah memulai aktifutas di atas ranjang, pasti akan sulit untuk dihentikan. Sementara saat ini mereka memiliki tamu yang penting di istana kerajaan mereka.
" Sayang ayo kita ke meja makan saja. Pasti sekarang makanan sudah disiapkan oleh para dayang untuk tamu-tamu kita." ucap Ratu Deniz yang seketika menghentikan tangan suaminya yang sedang bergerilya di atas tubuhnya.
Raja Narendra terlihat kecewa. Tetapi dia mengerti apa yang sedang dilakukan istrinya.
" Sebentar saja sayang! Pokoknya kau harus bertanggung jawab karena sudah bikin aku berhasrat kayak gini. Akan sangat memalukan kalau wajah aku memerah seperti ini di hadapan tamu-tamu kita. Kau tahu bukan? Kucing kalau sudah mau kawin tidak akan pernah mau berhenti untuk berusaha sampai mendapatkan apa yang dia mau?" tanya Raja Narendra kepada Deniz yang langsung tergelak mendengarkan ucapan suaminya.
Deniz langsung meraup wajah suaminya dengan kedua tangannya. Kemudian mencium bibirnya kembali. " Kucing lucu dan imut milikku! Baiklah! Mari bercinta seperti keinginanmu. Tapi ingat! Sebentar saja, sesuai dengan janjimu tadi. Karena saat ini kita sedang__" belum selesai Deniz berkata tahu-tahu tubuhnya sudah melayang karena digendong oleh raja Narendra menuju ranjang mereka berdua.
Tak lama kemudian terdengar suara er@ngan dan des@han penuh kenikmat@n di dalam kamar itu dari mulut mereka berdua. Raja Narendra benar-benar menikmati kebersamaannya bersama sang istri tercinta. Mereka bahkan sampai melupakan tamu yang saat ini berada di istana yang mereka siapkan.
__ADS_1