Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 233


__ADS_3

Pangeran Surya Kelana merasa geram melihat kebiadaban yang dilakukan oleh para prajurit yang dibawa oleh raja abiyasa untuk menyerang istana kerajaan kucing.


Pangeran Surya Kelana seakan merasakan Dejavu ketika kejadian 500 tahun yang lalu terjadi juga kejadian yang semacam itu.


Hati sang pangeran seakan tidak kuasa untuk melihat itu semua. Kedua orang tuanya yang mengerti perasaan putranya, akhirnya meminta kepada Pangeran Surya Kelana untuk kembali saja ke Hutan Larangan dan tidak usah ikut dengan mereka untuk membasmi pasukan Jenderal Anom.


Tubuh sang pangeran sejak tadi bergetar merasakan emosi dan amarah yang bersatu dalam dirinya.


"Tidak Ayah! Aku akan membasmi mereka semua! Sama seperti 500 tahun yang lalu, ketika aku meluluhlantakkan semuanya untuk memberikan mereka pelajaran agar tidak berani lagi menginjakkan kaki mereka di Istana Kerajaan Kucing!" Pangeran Surya Kelana kemudian langsung masuk ke medan perang dan merubah dirinya menjadi seekor kucing raksasa yang sangat menakutkan dan sangat ganas.


Putri Ayuningtyas terus berteriak berusaha untuk menenangkan ayahnya dan berusaha untuk segera menghentikan peperangan. Putri Ayuningtyas tidak mau kalau sampai ayahnya memiliki trauma yang baru terhadap dirinya ataupun Raja Abiyaksa.


Putri Ayuningtyas kemudian langsung mencari Raja Abiyaksa dan mulai mendekati pemuda itu.


Raja Abiyaksa terlihat begitu senang melihat putri Ayuningtyas yang hadir dan sekarang mendekat kepadanya dalam keadaan selamat dan tidak terjadi apa-apa padanya.


"Adikku!! Syukurlah kalau kau baik-baik saja. Aku benar-benar takut kalau sampai kamu terluka gara-gara mereka." Putri Ayuningtyas menetap kepada Raja Abiyaksa dengan lekat. Entah kenapa tiba-tiba hatinya berdebar sangat kencang ketika melihat laki-laki itu.


Putri Ayuningtyas langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dan berusaha untuk tenang. Karena saat ini ada yang jauh lebih penting dari perasaannya yaitu menghentikan peperangan agar tidak terjadi lagi. Putri Ayuningtyas tidak mau kalau harus berjatuhan korban yang tidak perlu karena dirinya.


"Kakak! Tolong hentikan peperangan ini aku mohon padamu, Kak! Aku mohon!" Putri Ayuningtyas terus memohon kepada Raja Abiyaksa untuk segera menghentikan peperangan itu.

__ADS_1


"Kenapa adikku? Bukankah mereka harus diberikan pelajaran karena sudah berani menculikmu?" terlihat Raja Abiyaksa yang begitu keram ketika dia melihat Raja Narendra yang juga mulai masuk ke arena pertempuran.


Mata Raja Abiyaksa nanar ketika dia melihat Ratu Deniz yang terus bertarung juga untuk membantu suaminya yang sedang berjuang mempertahankan kerajaan mereka.


Peperangan yang sudah berlangsung hampir satu jam lamanya, sudah menghasilkan begitu banyak abu karena para prajurit yang binasa.


"Aku mohon Kakak! Cepat hentikan peperangan ini! Karena mereka tidak layak untuk semua peperangan dan pembantaian yang sedang kau lakukan ini. Mereka keluargaku, Kakak! Aku mohon!" Putri Ayuningtyas menangis sesegukan di hadapan Raja Abiyaksa yang tampak bingung mendengar semua yang dikatakan olehnya.


Karena melihat adiknya yang dia sayangi menangis. Akhirnya dengan satu peluit panjang yang di tiup oleh Raja Abiyaksa, semua prajurit pun berhenti.


"Sekarang! Ayo kita semua kembali ke istana kerajaan ular hijau. Jelaskan semua yang kau katakan tadi. Karena aku benar-benar tidak mengerti!" Putri Ayuningtyas menatap Raja Abiyaksa.


Putri Ayuningtyas benar-benar membuat bingung raja fiarsa yang sejak tadi hanya bohong dan membeku tidak menanggapi apapun yang dia katakan pada Putri Ayuningtyas.


"Adikku! Apa kau baik-baik saja? Mereka tidak melakukan sesuatu yang buruk padamu, bukan?" Raja Abiyaksa terlihat begitu mengkhawatirkan Putri Ayuningtyas yang kini mulai sadar dari lamunan.


Istana Kerajaan Kucing sudah banyak yang rata oleh tanah karena perbuatan para prajurit yang sangat biadab dan tidak pandang bulu.


Pangeran Surya Kelana terlihat sangat murka dan tidak berniat untuk mengampuni mereka semua yang sudah lancang mengangkat kembali ingatannya yang sudah lama terkubur soal peperangan 500 tahun lalu. "Datanglah kemari putraku! Aku tidak mengizinkanmu untuk dekat dengan laki-laki kurang ajar itu!" Pangeran Surya Kelana menatap tajam kepada Putra Ayuningtyas yang merasa bingung sekarang.


Raja Abiyaksa yang kebingungan masih menatap Putri Ayuningtyas yang masih belum menjelaskan apapun kepadanya.

__ADS_1


"Adikku! Apa maksud dari kucing raksasa itu yang tadi memanggilmu dengan panggilan anakku?" tanya Raja Abiyaksa sambil mengerutkan keningnya dan terus menetap kepada kucing raksasa yang sudah mulai berubah kembali wujudnya jadi manusia yang sangat tampan dan berwibawa.


Putri Ayuningtyas kemudian secara singkat menceritakan kepada Raja Abiyaksa tentang sejarah hidupnya di masa lalu. Semuanya sesuai yang diceritakan oleh Pangeran Surya Kelana padanya.


Raja Abiyaksa terlihat bingung dan tidak mempercayai cerita itu.


"Adikku! Kamu kalau mau bercanda tolong yang bermutu sedikit. Kenapa kau bercanda seperti ini?' tanya Raja Abiyaksa ya masih kesulitan untuk bisa mencerna semua cerita tersebut.


"Semua yang kuceritakan adalah kebenaran, Kak! Kau bisa percaya padaku dan sekarang leluhurku sedang merencanakan untuk pernikahan kita berdua demi keadilan dan kedamaian ke depannya.." Putri Ayuningtyas terlihat begitu berwibawa ketika dia menceritakan itu.


Raja Abiyaksa terus menggelengkan kepalanya dan menolak semua kebenaran yang diceritakan oleh Putri Ayuningtyas. "Aku tidak terima semua cerita yang kau berikan ini kepadaku. Karena semuanya terlihat begitu absurd dan omong kosong! Ayo adikku sekarang kita meninggalkan kerajaan ini dan melupakan semuanya!" Raja Abiyaksa sudah berusaha untuk menarik tangan Putri Ayuningtyas agar mengikutinya.


Putri Ayuningtyas seperti yang mengakar dengan tanah dan sangat sulit untuk ditarik olehnya.


Jenderal Anom terlihat begitu terharu melihat calon istrinya ternyata baik-baik saja.


"Istriku akhirnya kau kami temukan lagi! Ayo, sayang. Sekarang juga kita kembali ke istana kerajaan ular hijau dan kau bisa menceritakan semua yang sesungguhnya. Setelah itu kita bisa melanjutkan pernikahan kita sesuai rencana!" Jenderal Anom terlihat begitu bahagia karena calon istrinya sudah dia temukan dalam keadaan sehat.


Putri Ayuningtyas seketika menciut dan tidak ingin kembali ke istana kerajaan ular hijau kalau hanya untuk menikahi jendral yang tidak dia cintai.


"Kakak aku akan ikut denganmu. Tetapi aku tidak akan menikah dengan jenderalmu yang jahat sekali. Aku minta maaf padamu Jenderal Anom karena tidak bisa melanjutkan acara pernikahan kita. Lupakan aku! Karena sekarang aku sudah memiliki calon suami yang kucintai dan aku tidak akan membiarkan laki-laki itu lepas dari genggaman tanganku. Aku pastikan bisa menikah dengan dia secepatnya!" Putri Ayuningtyas terlihat tersipu malu ketika membayangkan dirinya yang akan menjadi istri dari Raja Abiyaksa yang keren dan tampan di mata Putri Ayuningtyas.

__ADS_1


__ADS_2