
Kyai Rasyid kemudian meninggalkan alam siluman bersama dengan Deniz yang mulai sekarang semakin matang kekuatannya. Karena selalu berlatih dan terus diuji oleh keadaan yang mendesaknya untuk melakukan sesuatu.
" Kyai Tolong maafkan Putraku yang sudah berbuat sangat ceroboh dan telah membahayakan nyawa Kyai." Deniz benar-benar merasa sangat bersalah kepada Kyai Rasyid yang hampir saja meninggal gara-gara perbuatan putranya yang telah mengajak Kiai Rasyid untuk bertarung.
Kyai Rasyid tersenyum kepada Deniz dan dia tahu kalau Deniz Narendra sangat menyayangi dirinya selama ini.
" Sudahlah Deniz. Tidak usah dipikirkan lagi. Lupakanlah semuanya. Yang penting kan sekarang saya baik-baik saja. lebih daripada itu gara-gara Kejadian ini saya jadi mendapatkan pusaka yang sangat hebat yaitu batu Azhura. Semoga batu Azhura akan memberikan banyak manfaat dan juga kebaikan di alam manusia untuk menyembuhkan orang-orang yang membutuhkan bantuannya!" ucap Kyai Rasyid sambil tersenyum kepada Deniz.
Setelah roh mereka kembali masuk ke dalam wadagnya. Kini terlihat Kiai Rasyid yang mulai mengerjapkan kedua matanya.
" Kyai kita sudah kembali!" ucap Deniz tersenyum ketika dia membuka matanya melihat Kyai Rasyid sudah bersila di hadapan dengan wajah yang sudah cerah.
" Alhamdulillah Deniz karena Pertolongan Allah selalu datang tepat pada waktunya." Kyai Rasyid kemudian keluar dari ruangan pribadinya untuk menemui istrinya yang saat ini sedang menunggu Dhani di kamarnya.
Sungguh kasihan sekali istri kyai Rasyid dalam satu hari ini dia harus bolak-balik menuju 2 kamar di mana semuanya membutuhkan dirinya.
Walaupun Dani sudah dijaga oleh santri senior yang mengerti tentang ilmu gaib. Akan tetapi tetap saja ibunya Dani tidak bisa untuk menyerahkan keselamatan putranya 100% kepada santri itu.
Ketika dia hendak keluar untuk melihat keadaan suaminya. istri kyai Rasyid langsung mengucap syukur ketika melihat suaminya dan Deniz sekarang sudah berdiri di hadapannya sambil tersenyum.
" Alhamdulillah ya Allah karena kau telah mengembalikan suamiku dalam keadaan baik-baik saja!" ucap ibunya Dani sambil memeluk suaminya dengan begitu erat.
Sempat dia merasa ketakutan dan juga merasa bimbang dengan keadaan suaminya. Tetapi dia percaya bahwa suaminya adalah orang sholeh yang pasti akan selalu dijaga oleh Allah dalam kebaikan.
" Alhamdulillah Umi. Bagaimana dengan keadaan Dani? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Kyai Rasyid yang mulai memperhatikan keadaan putranya yang sampai saat ini masih memejamkan matanya.
Apabila sedang kumat maka Dani akan berteriak-teriak memanggil nama Abigail.
" Tampaknya Abigail telah memelet putra kita. Sejak kemarin dia selalu saja berteriak-teriak memanggil namanya Abigail. Entahlah Abi umi benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Putra kita!" ucap istrinya Kyai Rasyid sambil menatap kepada suaminya yang sekarang begitu bersinar wajahnya.
__ADS_1
Istri kyai Rasyid benar-benar bahagia karena sang suami kembali dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan apapun.
Kyai Rasyid tahu bahwa saat ini kekuatan yang ada di dalam tubuhnya sudah meningkat pesat Setelah dia mendapatkan bantuan dari batu Azhura yang diberikan oleh raja kucing.
Batu Azhura telah memperbaiki struktur roh Kiai Rasyid yang sempat membuyar karena pertarungan dengan pangeran Panji yang telah mengakibatkan Sang Kyai mengalami luka yang cukup serius sehingga mengakibatkan nya harus berjuang untuk melawan maut.
" Deniz. Apakah kau bisa membantuku untuk memulihkan kembali keadaan Putraku?" tanya Kyai Rasyid sambil menatap Deniz yang langsung tersenyum kepada Kyai Rasyid yang sudah mengetahui bahwa sekarang Denis juga memiliki kemampuan untuk mengobati orang yang terkena penyakit akibat ilmu gaib.
Kyai Rasyid dan Deniz kemudian duduk bersila di depan Dani yang masih memejamkan matanya.
Sementara itu Dani yang saat ini rohnya sedang ditahan oleh Abigail di sebuah ruangan gelap dan pengap.
Terlihat Dani yang terus meminta tolong untuk bisa lepas dari tempat yang tidak dia ketahui ada di mana.
Dani melihat banyak ular hitam yang mengelilinginya dan membuat dia sangat ketakutan.
Kyai Rasyid dan Deni sekarang sudah keluar rohnya dan mencari keberadaan Dani yang saat ini sedang dikurung oleh Abigail.
" Wah Kyai gua ini sangat menakutkan baunya luar biasa sangat amis sekali!" ucap Deniz yang terlihat sangat ngeri melihat kondisi Goa yang sangat gelap dan juga pengap.
" Tolong! Siapakah yang ada di sana? Aku mohon tolonglah aku. Di sini banyak sekali ular dan mereka hendak mematuk diriku!" dari kejauhan terdengar suara Dhani yang meminta tolong.
Suasana di dalam gua itu benar-benar sangat mencekam dan juga sangat menakutkan. Akan tetapi Deniz dan Kiai Rasyid tidak merasakan ketakutan sama sekali.
Kyai Rasyid membimbing Deniz untuk bisa melihat di dalam gelap dengan kembali membukakan mata batinnya agar bisa melihat apa-apa saja yang ada di hadapannya.
Deniz bisa melihat bahwa di dalam gua itu banyak sekali arwah-arwah penasaran yang terkurung di sana.
" Tampaknya mereka adalah pasien-pasien dari ayahnya Abigail yang digunakan sebagai tumbal untuk memperdalam ilmu kesaktiannya!" ucap Kyai Rasyid yang benar-benar merasa sangat prihatin melihat banyak sekali arwah-arwah yang meminta tolong kepadanya untuk diselamatkan dari tempat itu.
__ADS_1
Deni sampai menitikan air matanya melihat keadaan di dalam gua ah yang benar-benar sangat menyedihkan dan menghiris hati.
" Deniz fokuslah untuk mencari Dani. Untuk urusan yang lain-lain nanti setelah kita menyelesaikan urusan Dani!" ucap Kyai Rasyid memperingatkan kepada Dennis untuk tetap fokus dan jangan sampai terpecah.
Akan sangat berbahaya untuk mereka kalau sampai terpecah perhatian dengan sesuatu yang lain selain dari tujuan mereka datang ke tempat itu.
Kyai Rasyid langsung mengeluarkan tasbih miliknya untuk menghalau ular-ular hitam yang saat ini sedang mengkerubungi Dani.
Dani merasa sangat bahagia ketika melihat Deniz dan ayahnya yang masuk ke dalam ruangan itu.
" Abi akhirnya kau datang juga. Cepatlah tolong aku. Ular-ular itu sepertinya ingin menggigitku!" ucap Dani yang saat ini sedang ketakutan melihat ular yang terus mendesis di sekitarnya.
" Dani Kau tidak boleh merasa takut seperti itu. Anakku! Sebutlah asma Allah dan percayalah bahwa Allah pasti akan selalu melindungimu!" ucap Kyai Rasyid kepada putranya yang sekarang sudah mulai mengerti untuk melakukan apa.
Dani kemudian duduk bersila dan juga mulai memusatkan pikirannya untuk mulai berdzikir kepada Allah. Dani membaca ayat-ayat Quran, ayat-ayat ruqyah yang dia tahu dan dalam sekejap ular-ular hitam itu pun satu persatu mulai menjauh darinya.
Setelah melihat keadaan Dani yang sudah mulai aman Kyai Rasyid dan Dennis pun kemudian berusaha untuk membantu Arwah Penasaran yang terkurung di dalam gua milik almarhum ayahnya Abigail.
Setelah dibebaskan arwah itu pun langsung menghilang dari hadapan mereka.
" Apakah tidak masalah kita membebaskan mereka begitu saja?" tanya Denis yang merasa khawatir melihat arwah-arwah itu yang langsung terbang melayang setelah dibebaskan oleh mereka.
Kyai Rasyid kemudian mengerahkan kekuatan batu Azhura. Dalam sekejap roh-roh yang tadi bergentayangan dan berlarian tanpa arah tujuan itu pun kemudian masuk ke dalam batu tersebut.
" Untuk sementara aku akan menyimpan mereka di Batu ini. Sampai kita kembali ke alam manusia dan kemudian membebaskan mereka untuk kembali ke alam baka!" Deniz tersenyum kepada Kyai Rasyid.
Mereka pun kemudian keluar dari dalam gua tersebut setelah membawa Dani bersama dengan mereka.
Pada saat Kyai Rasyid, Dani dan Deniz telah berhasil keluar dari gua. Terlihat Abigail yang memuntahkan darah segar dari mulutnya.
__ADS_1