Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 254


__ADS_3

Mereka bersepuluh pun kemudian bersiap-siap untuk meninggalkan gua tersebut menuju istana kerajaan ular hijau.


Di sana, mereka disambut dengan baik oleh para pengawal dan dayang yang mengenal mereka sebagai leluhur dari Raja mereka.


"Kenapa istana kerajaan begini berantakan? Apa yang sudah terjadi disini?" tanya Suliwa kepada komandan yang saat ini sedang menemani mereka.


"Beberapa hari lalu, Raja Abiyaksa melakukan pertarungan hebat dengan Raja Narendra yang mengakibatkan istana kerajaan jadi hancur seperti ini. Untung saja waktu itu Raja Abimana datang dan membantu untuk menghentikan pertarungan mereka kalau tidak istana pasti habis tak bersisa." sang komandan terlihat sedih ketika menceritakan semua itu kepada leluhurnya.


"Lalu, di mana sekarang rajamu kenapa istana ini begitu sunyi?" tanya Suliwa lagi.


"Saat ini Raja Abiyaksa sedang berada di ruangan rahasia untuk melakukan latihan tertutup. Sekaligus menyembuhkan luka-lukanya akibat pertarungan itu. Untuk sementara semua urusan kerajaan diserahkan kepadaku. Menunggu Raja Abiyaksa pulih dari luka yang dia derita!" Ucapnya sedih.


Sadewa menghela nafas berat. "Jadi itu yang menjadi alasan, kenapa anak nakal itu lama tidak datang ke gua untuk menemui kita bersepuluh!" ucap Sadewa yang terus manggut-manggut.


"Tunjukkan pada kami di mana Ruangan Rahasia Raja kalian. Kami akan membantu dia untuk segera menyembuhkan lukanya." komandan itu terlihat ragu-ragu untuk memenuhi keinginan leluhurnya.


Sebelum memasuki ruangan rahasia Raja Abiyaksa sudah berpesan kepadanya untuk jangan mengganggu latihannya. Siapapun itu tamunya dan apapun kepentingannya.


"Maafkan saya leluhur. Ta... tapi... yang mulia Raja sudah berpesan kepadaku untuk tidak mengganggu dia berlatih. Maafkan Aku!" komandan itu terlihat gemetar ketakutan. Tetapi dia jauh lebih takut kepada Raja Abiyaksa yang kekejamannya melebihi apapun di alam ghaib.


Raja Abi Saka dan Raja Abi mana kemarin sudah membantu untuk memulihkan aula istana kerajaan ular hijau yang sekarang sudah kembali seperti semula. Hanya saja titik-titik tertentu masih amat berantakan karena kerusakan parah dan belum tersentuh dengan perbaikan.

__ADS_1


Para leluhur saling menatap satu sama lain.Mereka iba melihat istana kerajaan keturunan mereka hancur seperti itu."Kak, sebaiknya kita membantu untuk memulihkan istana kerajaan ini, sambil menunggu anak nakal itu keluar dari semedinya. kalau kita kembali ke gua pun sudah tidak ada gunanya lagi karena gua itu sudah kita ratakan. Penghuninya juga sudah kita usir semua. Selanjutnya kita akan tinggal di istana ini untuk menghabiskan masa tua kita." Sadewa memberikan usul kepada saudaranya yang lain yang tentu saja setuju dengan idenya.


"Tetapi sebenarnya aku lebih senang kalau kita berpetualang di alam gaib dan menemukan tempat yang cocok untuk kita bisa melatih ilmu kita. Supaya jauh lebih hebat lagi. Apa kalian ingat? Saat terakhir kita kita bertarung dengan Hanin, kita masih kalah jauh dengannya. Padahal kita bersepuluh dan dia sendirian saja. Sungguh benar-benar membuatku sangat penasaran!" Suliwa mengelus jenggotnya yang panjang dan putih.


Saudaranya yang lain tampak menghela nafas. Mereka juga merasakan bahwa hal itu adalah sebuah ganjalan besar dalam hidup mereka.


"Kita juga sebaiknya melakukan latihan tertutup untuk meningkatkan ilmu kita." ucap yang lainnya.


"Satu minggu dari sekarang, ketika yang mulia Raja Abiyaksa sudah pulih kembali. Dia akan menantang Raja Narendra untuk bertarung hidup dan mati di istana kerajaan kucing." 10 orang leluhur ular hijau tampak terkejut mendengarnya.


"Apakah itu benar?" tanyanya dengan senang sekali.


Mereka saling menatap satu sama lain dan mengerti arti tatapan itu. "Cepat kau sediakan ruangan untuk kami bersepuluh melakukan latihan tertutup! Karena kami juga akan kembali berlatih untuk berujuang memperdalam ilmu kami. Kami juga akan pergi ke istana kerajaan kucing untuk menantang leluhur mereka bertarung! Pertarungan kali ini harus bisa menentukan Siapa pemenang diantara kami!" Ucap Sadewa yang terlihat begitu bersemangat untuk kembali bertarung dengan sahabatnya.


Hubungan mereka bersebelas memang terbilang rumit dan penuh dengan intrikdan trick akan tetapi mereka tidak pernah menyimpan dendam satu sama lain. Sama seperti ketika Hanin di khianati oleh mereka setelah membantunya. Tetapi malah dimasukkan ke dalam penjara oleh mereka di saat lengah ketika berusaha memulihkan tenaga dalam mereka yang habis setelah ditransfer kepada leluhur istana kerajaan ular hijau yang berjumlah 10 orang.


Komandan pun kemudian memberikan sebuah ruangan yang sangat indah dan luas yang kemarin diperbaiki oleh Raja Abimana sebelum mereka meninggalkan Istana Kerajaan ular hijau.


"Silahkan leluhur! Gunakanlah ruangan ini sesuka kalian. Saya permisi dulu. Oh ya kalau kalian membutuhkan sesuatu Panggil lah saya, atau dayang yang ada di depan pintu ruangan ini!" pesan sang komandan kepada mereka bersepuluh.


"Eh, suruh pergi semua dayang dan penjaga dari sekitar ruangan ini karena kami tidak mau terganggu dengan hiruk-pikuk ataupun pembicaraan mereka. Kami akan mencari kalian kalau nanti membutuhkan sesuatu. Taruh saja makanan di depan pintu setiap jam 07.00 pagi, nanti kami yang akan mengambil keluar. Pokoknya tidak boleh ada yang mengganggu latihan kami atau jangan salahkan kami kalau terjadi sesuatu yang buruk kepada yang mengganggu kami saat berlatih! Paham?" tanya Suliwa pada komandan itu yang terlihat gemetaran dan ketakutan.

__ADS_1


Aura mereka memang sangat kuat jadi sangat wajar kalau siapapun yang bertemu dengan mereka sudah gemetar duluan karena takut.


"Baiklah, saya permisi!" komandan itu pun kemudian meninggalkan mereka dan kembali ke ruangan kerjanya. Dia terlihat sedang menyusun sebuah strategi untuk bisa menyerang istana kerajaan kucing ketika nanti Raja Abiyaksa dan para leluhur sudah menyelesaikan latihan mereka.


Sampai saat ini Jenderal Anom dan pasukan yang di bawanya belum juga kembali dari Hutan Larangan. Mereka masih terjebak dalam pusaran pagar gaib yang dibangun oleh Pangeran Surya Kelana.


Sampai saat ini mereka belum bisa melepaskan diri sehingga masih terperangkap di sana. Jenderal Anom tidak menerima syarat yang di ajukan oleh Pangeran Surya Kelana untuk membebaskan jiwa putrinya.


Kalaupun dia setuju belum tentu Raja Abiyaksa mau menyerahkan jiwa Putri Ayuningtyas yang kabarnya akan di serahkan kepada leluhur mereka untuk melatih ilmu mereka agar jauh lebih tinggi lagi.


Dengan menyerap jiwa Putri Ayuningtyas yang masih perawan dan merupakan keturunan orang hebat seperti Pangeran Surya Kelana dan Putri Asuman. Mereka percaya bahwa kekuatan mereka akan meningkat 10 kali lipat. Tapi sayang sekali, sebelum mereka berhasil menyerap jiwanya sudah keduluan diselamatkan oleh Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan yang sakti.


"Jenderal Anom! Kita sudah tertahan di sini lebih dari satu minggu. Kapan Raja Abiyaksa datang menolong kita? Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi berada di Hutan Larangan ini." ucap komandan yang merupakan anak buah dari Jenderal Anom.


Jenderal Anom menatap sang komandan dengan perasaan kesal,"Dari kemarin aku sudah berusaha untuk mengirimkan telepati kepada Raja Abiyaksa, tetapi sampai saat ini belum juga mendapatkan jawaban. Sabarlah!" ucap Jenderal Anom berusaha untuk tenang.


Padahal kalau menyelisi ke dalam hatinya, saat ini dia juga merasa sedang dikhianati oleh Raja Abiyaksa. Tetapi, dia berusaha terus menghibur dirinya sendiri dengan memberikan sugesti positif agar dia tidak patah semangat dalam menghadapi kejadian itu.


"Di dalam medan pertempuran kita harus mempercayai pihak kita. Mungkin saja Raja Abiyaksa saat ini sedang menghadapi kesulitan sehingga tidak bisa menghubungi ataupun menerima panggilan dari kita! Tolong bertahanlah dan bersabar sebentar lagi!" ucap Jenderal Anom yang berusaha untuk memberikan semangat kepada anak buahnya yang mulai patah arang dan tidak mempercayainya lagi.


Untung saja di Hutan Larangan banyak makanan yang bisa mereka gunakan untuk menyambung hidup, kalau tidak, mereka pasti sudah binasa di sana tanpa makanan maupun tempat tinggal.

__ADS_1


__ADS_2