Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
143. Pergi dari Kerajaan Kucing


__ADS_3

Setelah selesai berdiskusi dengan Mahaguru Pangeran Narendra dan Deniz pun kemudian mendatangi istana yang ditempati oleh Putri Hana dan dayangnya yang telah disediakan oleh raja dan ratu kerajaan kucing kepada putri Hana sebagai tamu kehormatan istana kerajaan mereka.


" Selamat datang, Mahaguru, Pangeran Narendra dan Putri Deniz!" Putri Hana menyambut kedatangan mereka di dalam kamarnya.


" Mari kita bicara di taman istana!" Pangeran Panji kemudian menuju taman yang dia maksud. Sebuah taman kecil yang ada di istana yang saat ini di tempati oleh putri Hana dan dayangnya.


Mereka semua kemudian menuju ke tempat itu, " Begini tuan putri, Saya akan meminta tolong kepada Mahaguru say, untuk dapat mengantarkan Tuan Putri ke istana kerajaan ular biru. Sebentar lagi Putri akan melahirkan. Rasanya tidak baik. Kalau putri melahirkan di sini. Hal itu akan mengundang spekulasi buruk terhadap kerajaan kucing di mata kerajaan lain! Apalagi kalau mengingat tentang hubungan Pangeran Panji dan putri Hana di masa lalu!" Pangeran Narendra langsung menyampaikan maksud dan tujuannya datang menemui Putri Hana.


Putri Hana menatap ke arah Deniz dan Deniz tersenyum kepadanya dengan begitu lembut.


Usia Deniz dan Putri Hana sebenarnya sangatlah jauh sekali kalau dilihat dari kacamata manusia.


Walaupun Putri Hana terlihat masih muda. Akan tetapi bisa dikatakan usianya sudah hampir 300 tahun. Sementara Deniz saat ini usianya tidak lebih dari 30 tahun. Usia Pangeran Narendra dan Putri Hana bisa di katakan hampir sama, hanya beda 100 tahun. Pangeran Narendra lebih tua dari pada Putri Hana.


" Pangeran Narendra. Maafkan kalau kehadiran saya di istana ini sudah memberikan beban untuk kalian. Saya dan dayang saya akan segera bersiap untuk kembali ke istana kerajaan ular biru!" ucap Putri Hana dengan begitu lesu dan juga tampak matanya berkaca-kaca.


Hati Deniz benar-benar mencolos melihat kesedihan di mata putri Hana. Sungguh! Dia tidak tega untuk melakukan itu kepada putri Hana yang pernah hampir saja mencari menantunya.


" Putri Hana pasti sedih sekali karena kita terkesan seperti mengusirnya dari sini!" ucap Deniz sambil menaruh kepalanya di dada pejal milik suaminya.


Pangeran Narendra mengelus rambut Deniz dengan lembut dan mencium keningnya. Dia seperti lupa bawa di sana ada Mahaguru yang sedang menunggu perintahnya. Untuk mengantarkan Putri Hannah ke istana kerajaan ular biru.


Akan tetapi Mahaguru terlihat begitu biasa saja. Saat melihat kebersamaan mereka yang begitu mesra. Mereka menganggap seperti dirinya hanya mengontrak saja di sana.

__ADS_1


' Aku bahagia melihat Pangeran Narendra sekarang sudah bisa berkumpul dengan istrinya. Semoga kebahagiaan akan selalu menyelimuti kehidupan rumah tangga mereka berdua!' bathin Mahaguru.


Tidak lama kemudian Putri Hana dan dayangnya sudah siap untuk kembali ke istana kerajaan ular biru.


" Mari kita berangkat sekarang Mahaguru!" ucap Putri Hana dengan tatapan yang begitu sendu dan kesedihan yang luar biasa.


Deniz memeluk putri Hana. Dia merasa kasihan dengan penderitaan Putri Hana.


" Sabarlah Putri. Aku percaya, pasti akan ditemukan solusi untuk masalahmu dan juga Pangeran Wangen!" Deniz berusaha untuk memberikan kekuatan kepada putri Hana yang saat ini sedang dalam kondisi lemah tentang rumah tangganya dengan Pangeran Wangen yang memperlihatkan dengan jelas bahwa dia mencintai Minsi.


Sebagai seorang wanita Dia bisa mengerti Bagaimana perasaan Putri Hana saat ini.


Apalagi Putri Hana sekarang sedang hamil. Pasti dia sedang membutuhkan dukungan dan juga cinta dari suaminya. Akan tetapi Putri Hana harus menerima kenyataan bahwa suaminya ternyata mencintai wanita lain.


" Sabarlah Tuan Putri! Suatu saat Pangeran Wangen pasti akan sadar bahwa yang sedang dia lakukan saat ini adalah salah!" ucap Deniz menenangkan Putri Hana yang saat ini sedang menangis di dalam pelukannya.


" Ada apa ini Ibunda?" tanya Pangeran Panji merasa heran dan juga bingung.


Deniz dan Putri Hana kemudian melepaskan pelukan mereka.


" Pangeran Panji dan Putri Minsi. Saya harus segera kembali ke istana kerajaan ular biru. Karena kedua orang tua saya sudah memanggil saya untuk kembali ke sana!" dusta Putri Hana karena dia tidak mau kalau sampai Minsi mengetahui perasaannya saat ini. Putri Hana pasti merasa malu sekali kepada Minsi. Kalau istri pangeran Panji itu mengetahui hatinya terluka, saat dia melihat kebersamaan mereka yang selalu mesra.


Bahkan saat ini Pangeran Panji sedang menggenggam telapak tangan Minsi. Putri Hana sekilas melihat hal itu dan hatinya seperti terhiris sembilu. Sakit luar biasa.

__ADS_1


Putri Hana tahu bahwa perasaannya saat ini benar-benar salah dan dia tidak mau terus terperosok di dalam perasaan yang salah.


" Putri Hana, tolong berhati-hatilah di jalan. Saya akan meminta kepada ajudan saya untuk mengawal kalian supaya sampai ke istana kerajaan kucing dengan selamat!" Minsi memeluk Putri Hana dengan erat menawarkan persahabatan kepada mantan tunangan suaminya.


Mendengarkan apa yang dikatakan oleh Minsi membuat Putri Hana semakin sedih saja.


" Terima kasih banyak Putri atas kebaikan anda. Saya rasa Mahaguru sudah lebih dari cukup untuk menjaga kami sampai ke istana kerajaan ular biru." Mereka pun kemudian melerai pelukan mereka dan bersiap untuk Putri Hana kembali ke kerajaannya.


" Selamat jalan putri. Saya berdoa semoga kelahiran anakmu dilancarkan dan rumah tanggamu bersama pangeran Wangen akan kembali seperti sedia kala!" doa suci Pangeran Panji untuk Putri Hana yang saat ini sedang menangis karena merasa sedih harus berpisah dengan laki-laki yang sejujurnya saat ini sedang menguasai pikirannya.


Akan tetapi sayang. Putri Hana terlambat untuk menyadari perasaan itu tumbuh di dalam hatinya. Karena sekarang dirinya sudah berstatus sebagai istri dari Pangeran Wangen dan Pangeran Panji pun sekarang sudah menikah dengan Minsi.


Setelah perpisahan yang cukup mengharukan di antara mereka. Mereka pun kemudian menuju Kereta Kencana yang akan dikendarai oleh mereka menuju istana kerajaan ular biru.


Terlihat Minsi dan juga Deniz yang menitikkan air mata karena harus berpisah dengan Putri Hana yang sudah mereka anggap sebagai teman baik mereka.


" Semoga kehidupan rumah tangga Putri Hana dan Pangeran Wangen akan selalu diberkati dan menemukan kebahagiaan mereka. Kasihan anaknya kalau sampai mereka berpisah." doa Minsi menyertai kepergian Putri Hana untuk kembali ke istana kerajaannya yang lumayan jauh dari istana kerajaan kucing.


Sementara itu. Di perjalanan Putri Hana meminta kepada Mahaguru untuk mengantarkan nya ke istana kerajaan monyet.


" Tapi putri Hana. Bukankah itu akan sangat berbahaya?" Mahaguru terlihat keberatan dengan keinginan Putri Hannah untuk diantarkan menuju ke istana kerajaan siluman monyet yang saat ini sedang memanas hubungannya dengan kerajaan ular biru.


Putri Hana menggelengkan kepalanya dengan kuat. " Tidak apa-apa Mahaguru. Bagaimana pun aku sekarang adalah istri dari pangeran Wangen. Saat ini tempatku adalah di sisinya. Apalagi sebentar lagi aku akan melahirkan. Aku tidak boleh memicu perang antara dua kerajaan lagi hanya karena keegoisan dan juga kemanjaanku!" terlihat Putri Hana meneteskan air matanya.

__ADS_1


Maha guru sangat mengerti perasaan Putri Hana saat ini. Setelah mengetahui Pangeran Wangen yang menculik Minsi dan ingin menjadikannya sebagai selir dari suaminya.


" Putri Hana. Bagaimana kalau aku pergi mengantarkanmu ke istana ular biru dulu? Kita berdiskusi dengan kedua orang tuamu dulu. Sebelum aku mengantarkanmu ke kerajaan monyet!" Mahaguru benar-benar tidak ingin mengambil resiko dengan mengantarkan putri Hana ke kerajaan monyet yang selalu saja mencari masalah dengan semua kerajaan yang ada di alam ghaib.


__ADS_2