Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
110. Usaha Abigail


__ADS_3

Deniz datang bertepatan dengan keributan antara ibunya Dani dengan Abigail.


" Abigail Tolonglah tinggalkan ruangan ini kau jangan mengganggu ibunya Dani yang saat ini sedang sedih karena melihat putranya yang sedang sakit!" pinta Deniz kepada Abigail yang terlihat masih menangis sedih.


" Deniz, kamu harus membujuk Bibi untuk mau memaafkanku. Aku tahu aku salah Deniz. Aku akan berusaha untuk memperbaiki diriku dan tidak lagi membuat masalah kepada Dani. Aku akan berusaha menjadi wanita yang baik agar membuat Dani bisa mencintaiku!" ucap Abigail sambil menatap ke arah Dani yang sekarang sedang menatap dirinya.


Ibunya Dani langsung mendekati putranya yang baru saja siuman dari komanya.


" Syukurlah anakku akhirnya kau bangun juga!" ucap ibunya Dani dengan rasa haru yang sangat besar.


Sudah beberapa kali Dani harus melawan maut karena perbuatan orang-orang yang selalu menyerangnya.


" Maafkan aku Umi yang selalu membuat Umi bersedih dan khawatir dengan keadaanku!" ucap Dani merasa bersalah kepada ibunya.


Terlihat Kyai Rasyid yang menatap Minsi yang sekarang mau meninggalkan ruangan perawatan Dani.


" Terimakasih Minsi atas usahamu untuk membantu Dhani sehingga dia bisa kembali bangun." ucap Kyai Rasyid yang sangat berterima kasih kepada Minsi yang telah berhasil membawa pangeran siluman monyet untuk menarik kembali racun yang diarahkan kepada Dani, putranya satu-satunya.


Sejak Dani dinyatakan koma oleh dokter. Ibunya selalu menangis siang dan malam. Karena merasa sedih melihat keadaan putranya yang tidak juga sadar dari koma.


" Sama-sama paman. Baiklah saya harus segera kembali ke rumah. Pasti sekarang Ayahku sedang mencariku dengan risau! Karena aku yang terlalu lama tidak kembali!" ucap Minsi yang kemudian berpamitan kepada Kyai Rasyid untuk kembali ke rumahnya yang jaraknya lumayan jauh dari rumah sakit tempat Dani di rawat.


" Minsi, Ayo pulang bersamaku aku akan mengantarmu sampai rumah kamu!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada gadis itu.


Minsi langsung mengganggukan kepalanya kepada Deniz kemudian mengikuti Ibu dari pangeran Panji yang menarik hatinya. Akan tetapi satu kali lagi Minsi sadar, bahwa hubungan manusia dan siluman sebaiknya tidak lebih dari seorang sahabat.

__ADS_1


" Bagaimana dengan pertemuanmu bersama suami dan Putramu?" tanya Minsi kepada Deniz yang hanya bisa tersenyum kepada gadis itu.


" Alhamdulillah sangat senang. Lalu bagaimana dengan pertemuan kamu dan Pangeran Wangen. Apakah semuanya lancar?" tanya Deniz sambil melirik sekilas ke arah Minsi yang langsung menarik nafasnya dalam-dalam.


" Semuanya baik-baik saja dan syukurnya dia juga mau memenuhi janjinya kepadaku untuk menyembuhkan Dani!" ucap Minsi.


" Katakan padaku. Apa yang menjadi pertukaran kalian berdua. Sehingga Pangeran Wangen bahkan rela datang ke alam manusia untuk membantu Dani," tanya Deniz begitu penasaran dengan Minsi yang sangat dia kagumi sejak pertama kali bertemu dengan garis itu di bioskop.


" Aku menyembuhkan penyakit dia gara-gara bertarung denganku waktu itu. Sebagai gantinya dia mengangkat atau menarik kembali racun yang dia berikan kepada Dani." ucap Minsi sambil tersenyum pada Deniz.


Deniz merasa bersyukur karena tidak ada hal yang serius yang dilakukan oleh Minsi ketika berada di alam siluman.


" Terima kasih karena sudah mau repot untuk mengantarkan aku!" ucap Minsi kepada Deniz setelah mereka sampai di kediaman ayahnya.


" Sama-sama. Beristirahatlah dengan baik. Kamu pasti sangat lelah setelah berpetualang di alam siluman begitu lama!" ucap Deniz memberikan nasehat kepada Minsi yang langsung disetujuinya.


" Assalamualaikum Papa dan Mama!" ucap Deniz begitu dia sampai di rumahnya.


" Waalaikumsalam! Ya Allah Deniz! Kamu ke mana aja sayang? Kami benar-benar sangat mengkhawatirkanmu!" ucap Dedi ketika melihat putrinya pulang dengan selamat dan tanpa kekurangan apapun.


" Denis baik-baik saja Pah. Daniz habis membantu anak Kyai Rasyid yang saat ini sedang sakit. Papa masih ingat dan kenal dengan Dani bukan? Laki-laki tampan yang suka bermain kemari dan menjemput aku ke kampus." ucap Dani mencoba mengingatkan ayahnya tentang sosok Dani yang sudah sangat lama tidak pernah berkunjung lagi ke rumah mereka.


Itu semua terjadi karena Pangeran Narendra yang merasa cemburu kepada Dani yang terlalu dekat dengan istrinya.


Apalagi Pangeran Panji yang sangat emosional dan selalu melakukan apapun dengan emosi dan juga sifat temperamental yang dia miliki. Akan tetapi Deniz dan Dani selalu bertemu di kampus sebagai sahabat yang tidak bisa terpisahkan oleh apapun.

__ADS_1


Pangeran Narendra sampai kehilangan akal untuk membuat istrinya tidak dekat-dekat dengan Dani yang tahu kalau pemuda itu mencintai Deniz.


" Sekarang bagaimana dengan keadaan Dani? Apakah sudah lebih baik?" tanya Dedi merasa khawatir juga.


Kemarin mereka berdua mendatangi kediaman Kyai Rasyid untuk bertanya soal Deniz, tetapi mereka diberitahu kalau Kyai Rasyid saat ini sedang berada di rumah sakit untuk menjaga putranya yang sakit parah.


Akhirnya Dedi dan Amber memutuskan untuk tidak mengganggu Kyai Rasyid karena pasti sedang repot dan juga kelimpungan memikirkan putranya sendiri.


" Alhamdulillah Pah. Sekarang Dani sudah mulai siuman. Karena Minsi berhasil membawa pangeran monyet untuk datang ke alam manusia dan mengambil kembali racun yang dia berikan kepada Dani!" ucap Deniz sambil meminum air putih yang tadi diambil dari kulkas.


Deniz rasanya sangat lapar sekali. Karena selama berada di alam siluman. Dia tidak memiliki kesempatan untuk bahkan sekedar makan. Karena dia memikirkan tentang keselamatan Minsi yang berada di kerajaan siluman monyet tanpa perlindungan siapapun juga. Oleh karena itu Denis meminta kepada Pangeran Narendra dan juga pangeran Panji untuk membantunya selalu memantau Minsi dari istana kerajaan kucing.


" Mah Bolehkah Deniz minta makan? Aku lapar sekali rasanya. Setelah selama seharian kemarin aku berada di negeri siluman!" ucap Deniz sambil meringis kepada ibunya yang langsung menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya.


" Kamu itu bukan pergi satu hari ke negeri siluman. Tetapi satu minggu kau sudah menghilang dari alam manusia. Sehingga membuat kami benar-benar sangat khawatir!" ucap Dedi mengatakan sesuatu yang sebenarnya kepada Deniz yang hanya bisa meringis saja.


" Sana mandilah dulu sayang. Nanti Mama akan memanggilmu kalau masakan sudah selesai kita akan makan malam bersama!" ucap Amber menyuruh Deniz untuk mandi dan mengganti pakaian.


Tanpa menunggu perintah dua kali Deniz pun langsung masuk ke dalam kamarnya kemudian mandi dan mengganti pakaian.


Deniz yang merasakan tubuhnya benar-benar sangat lelah dan juga mengantuk. Akhirnya dia memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya yang empuk dan sangat dia rindukan. Sambil menunggu ibunya memanggil dia untuk makan malam bersama dengan ayah dan ibunya.


Hanya dalam sekejap saja Deniz sudah kembali terlelap dan kembali bertemu dengan Pangeran Narendra yang ternyata masih merindukannya.


Kemarin pertemuan mereka hanya sibuk untuk berdiskusi. Bagaimana caranya untuk menolong Minsi dari kerajaan monyet. Sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk memikirkan diri mereka sendiri.

__ADS_1


" Sayang, akhirnya kamu datang juga. Aku sudah menunggumu sejak tadi!" ucap Pangeran Narendra yang mencium istrinya yang sangat dia rindukan.


" Kita bukannya baru bertemu tadi ya? Masa sudah rindu lagi sih?" tanya Deniz tersipu.


__ADS_2