Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
74. Pertarungan


__ADS_3

Sekarang fokus semua siluman yang ada di aula kerajaan tertuju kepada panggung tempat di mana para peserta sedang menguji ilmu kanuragan yang mereka miliki.


Saat ini yang sedang berdiri di depan arena adalah Raja Abimana dan Abiyaksa.


Walaupun Abiyaksa datang ke sayembara dalam keadaan menyamar. Akan tetapi Raja Abimana bisa mengetahui bahwa yang berdiri di hadapannya adalah kakaknya.


" Kakanda Kenapa kita harus bertarung di atas arena hanya untuk memperebutkan Putri Kameswari? Bukankah perempuan yang dicintai oleh Kakak adalah Putri Deniz yang sekarang sudah menjadi istri pangeran Narendra?" tanya Raja Abimana yang merasa bingung bagaimana mungkin sang kakak bisa lolos ujian kualifikasi dan berhasil mengikuti sayembara tersebut.


Tentu saja Abiyaksa bisa berhasil mengikuti sayembara itu. Karena dia telah membunuh laki-laki yang sekarang wajahnya dia samarkan. Sehingga dia bisa masuk ke arena sayembara tanpa menemui hambatan apapun yang membuat dia gagal masuk ke sana.


Sekarang mereka berdua berdiri sebagai peserta final yang akan menentukan siapa yang akan menjadi suami putri Kameswari.


" Ayolah kita berdua berdiri di sini adalah untuk bertarung bukan untuk mengobrol seperti adik kakak! Jangan katakan padaku kalau kau takut untuk melawanku!" ucap Abiyaksa dengan tertawa sangat angkuh membuat Abimana menjadi kesal dibuatnya.


Saat Raja Abimana melirik ke atas podium di mana Putri Kameswari terus memperhatikan mereka dengan tatapan khawatir. Seketika membuat semangat di dalam dada Raja Abimana naik ratusan kali lipat.


" Baiklah kakakku sayang. Saat ini kita berdiri di atas panggung ini adalah sebagai peserta dari sayembara untuk pemilihan calon suami Putri Kameswari. Mari kita bertarung secara adil dan menentukan siapakah calon suami Sang Putri." ucap Raja Abimana dengan penuh percaya diri berhadapan dengan Sang kakak yang terkenal sangat Sakti mandraguna dan memiliki otak licik luar biasa.


Sementara itu Deniz dan Narendra yang tengah memperhatikan apa yang terjadi di atas panggung mulai mengerutkan keningnya ketika melihat kakak beradik itu sekarang mulai bertarung dengan begitu sengit dan tampak sangat serius.


Bisa dikatakan kekuatan adik kakak itu berimbang. Walaupun Raja Abimana berkali-kali tampak terdesak. Tetapi dia tetap tidak mau mengalah kepada kakaknya yang memiliki banyak sekali otak licik untuk menjebak adiknya yang dia pikir bodoh dan tidak paham ilmu kanuragan. Dalam strategi pertarungan yang membuat Abimana terus terdesak seakan hendak kalah.


Di saat situasi yang genting itu tiba-tiba saja Putri kameswari turun ke arena panggung. Tiba-tiba saja putri Kameswari mencium bibir Raja Abimana dengan begitu lembut sehingga membuat semua siluman yang hadir di aula itu sontak gemuruh dan ribut.


" Aku sudah memilihmu menjadi calon suamiku. Sekarang bangkit dan lawanlah Abiyaksa biadab itu dan menangkanlah sayembara ini demi aku!" ucap Putri Kameswari berbisik di telinga Raja Abimana.


Raja Abimana masih terkejut melihat aksinya yang luar biasa barbar dan membuatnya sampai merona karena malu dan juga bangga sekali. Karena ternyata cintanya kepada sang putri tidak bertepuk sebelah.

__ADS_1


" Katakan padaku. Apakah kau mencintaiku juga? Hmmm?" untuk beberapa saat mereka berdua menatap satu sama lain dunia akan berhenti berputar dan hanya mereka berdua yang saat ini hidup di dalamnya.


Raja Abimana sangat bahagia ketika dia melihat putri Kameswari yang mengangguk dengan mantap. Dengan kedua tangannya Raja Abimana membengkahi wajah Putri kameswari kemudian mencium bibirnya dengan lembut.


Putri Kameswari yang memang mencintai Raja Abimana, dia menyambut dan membalas ciuman Raja Abimana dengan sukacita. Kedua insan yang sedang mabuk cinta itu, mereka disadarkan oleh suara Adhyaksa yang menggema di seluruh ruangan.


" Ayolah adikku sayang. Berhentilah untuk bermesraan di hadapan umum. Karena itu bukan waktunya untuk itu. Sekarang mari kita bertarung dan tentukan. Siapakah yang berhak menjadi suami dari Putri Kameswari yang terkenal cantik seperti bidadari! Hahaha!" ucap Abiyaksa tertawa begitu senang karena tampaknya dia berhasil memprovokasi adiknya untuk emosi.


Di dalam sebuah pertarungan, emosi sangat dilarang. Karena itu akan mempengaruhi penilaian dan juga gerakan dalam bertarung.


Seorang petarung handal harus bisa tenang dan juga damai agar gerakan yang dia kerahkan bisa memiliki efek berkali lipat dan akurat untuk menyerang titik kelemahan musuhnya sehingga lengah dan kalah.


Akan tetapi Abiyaksa lupa sesuatu. Kalau Raja Abimana telah mendapatkan mood booster yang diberikan oleh Putri Kameswari dengan memberikan ciuman pertamanya kepada Raja Abimana. Cinta dan juga perasaan aman yang di berikan oleh Putri Kameswari sehingga membuat Raja Abimana memiliki semangat juang ribuan kali lipat untuk menang dan tidak akan kehilangan kekasih hatinya yang baru saja dia dapatkan.


Dengan kekuatan penuh Raja Abimana berusaha dan berjuang untuk melawan Abiyaksa yang sekarang mulai terdesak.


Ibunda permaisuri yang sedang duduk di sebelah putrinya melirik sekilas kepada Putri Kameswari yang sejak tadi begitu cemas memperhatikan jalannya pertandingan di atas panggung.


" Putriku! Katakan pada ibunda dengan jujur. Sejak kapan kau telah jatuh cinta kepada raja Abimana?" tanya sang permaisuri merasa sangat penasaran.


Bagaimanapun permaisuri ingat sekali. Bahwa tadi ketika mereka pertama kali datang ke arena sayembara. Terlihat putrinya tidak senang melihat Raja Abimana menjadi salah satu peserta sayembara. Kenapa sekarang tiba-tiba saja Putrinya berani mengatakan cinta kepada Raja Abimana di hadapan publik dengan begitu barbar dan tanpa merasa malu sedikitpun?


Hati Ibunda permaisuri benar-benar dibuat penasaran dengan putrinya sendiri yang benar-benar sangat sulit ditebak.


Putri Kameswari tampak menundukkan kepalanya merasa malu kepada ibundanya yang sekarang sedang introgasi dirinya.


" Cepat katakan pada ibunda. Sejak kapan kau jatuh cinta kepada Raja Abimana?" tanya ibunda Permaisuri berusaha untuk mendesak putrinya untuk jujur kepadanya.

__ADS_1


" Sebenarnya aku sudah cukup lama memperhatikan Raja Abimana. Sejak dia masih berstatus sebagai pangeran yang terbuang. Aku kasihan sekali kepada nasibnya saat iyu. Tetapi aku tidak berani karena mengingat bahwa kerajaan kita selalu saja bertarung dengan kerajaan mereka!" ucap Putri Kameswari akhirnya mengaku juga kepada ibundanya tentang perasaan cintanya untuk Raja Abimana yang sudah dipendam sejak lama.


Permaisuri tampak masih bingung dengan pengakuan putrinya. Karena bagaimanapun Dia belum mengerti dengan semua yang terjadi akhir-akhir ini.


" Lalu kenapa waktu itu kau menolak mentah-mentah lamaran yang diberikan oleh Raja Abimana ketika utusan kerajaan mereka meminta untuk mengirimkan salah satu putri kerajaan kita untuk menjadi permaisuri kerajaan mereka?" tanya ibunda permaisuri menatap Putri Kameswari yang langsung menundukkan kepalanya karena merasa takut dengan amarah sang ibu.


" Karena waktu itu Ananda tidak merasa yakin. Apakah Raja Abimana juga mencintai aku atau tidak. Ananda tidak mau kalau sampai menikah hanya karena sebuah kewajiban ataupun karena pernikahan politik semata. Ananda ingin pernikahan yang berlandaskan dengan cinta!" ucap Putri kameswari yang sekarang kembali matanya tertuju ke arena pertarungan di mana saat ini pujaan hatinya sedang berjuang untuk mewujudkan cinta mereka berdua.


Hati Putri Kameswari benar-benar bangga karena sekarang laki-laki pujaannya mulai memimpin pertarungan dan Abiyaksa mulai terdesak dan sekarang mengaku kalah.


Semua siluman yang hadir di arena itu merasa senang atas kekalahan Abiyaksa atas Raja Abimana. Akan tetapi ketika Raja Abimana hendak turun dari panggung, menyambut kemenangan dirinya. Tiba-tiba saja Abiyaksa menyerang punggung Abimana sehingga mengakibatkan Raja tampan dan baik hati itu tersungkur dan akhirnya jatuh seketika mencium lantai panggung.


Putri Kameswari yang melihat kecurangan Abiyaksa seketika langsung turun ke arena panggung dan menyerang Abiyaksa dengan membabi buta.


Deniz yang merasa kecewa sekali melihat Abiyaksa yang telah berbuat curang seketika langsung memberikan serangan mendadak untuk sahabatnya itu.


Abiyaksa terkejut sekali mendapatkan serangan dari Deniz yang tiba-tiba sehingga dia akhirnya mengundurkan diri dari sayembara itu dan langsung menghilang dari aula kerajaan kucing.


Walaupun serangan Deniz tidak termasuk serangan fatal. Akan tetapi itu membuat hati Abiyaksa menjadi sedih karena Deniz ternyata tega memberikan serangan tersembunyi kepada dirinya.


Abiyaksa langsung meninggalkan kerajaan kucing dengan perasaan yang luluh lantak.


Sementara itu Putri Kameswari sekarang sedang menangis tersedu melihat keadaan Raja Abimana yang saat ini sedang pingsan setelah mendapatkan serangan tiba-tiba dari Abiyaksa.


Raja biasa saat ini sedang pingsan dan berada di dalam kamar Putri Kameswari yang sangat khawatir dengan keadaan calon suaminya.


Hasil sayembara sudah diumumkan. Bahwa Raja Abimana menjadi pemenang acara sayembara. Tetapi karena kecurangan Abiyaksa membuat Raja Abimana pingsan sekarang di kamar putri Kameswari yang terus saja menangis di samping kekasihnya.

__ADS_1


__ADS_2