
Dani dan Kyai Rasyid terus mencari keberadaan Dennis di tempat itu tetapi tidak bisa mereka rasakan auranya.
" Dani, perintahkan kepada khodammu untuk mencari Deniz di tempat lain. Sebentar lagi kita harus segera kembali ke portal untuk kembali ke badan kita. Karena kita tidak bisa berlama-lama ada di tempat ini. Hal itu bisa membahayakan keselamatan kita Dani!" ucap Kyai Rasyid kepada Dhani.
" Baik babah!" ucap Dani.
Dani kemudian memerintahkan kepada khodamnya untuk segera bergerak mencari keberadaan Deniz dan menyampaikan kepadanya lokasi Deniz kalau sudah ketemu.
Sementara itu Narendra di dalam kastilnya saat ini dia sedang bersemedi mencoba berkomunikasi dengan Maha gurunya yang sedang melindungi Deniz di pegunungan Pelangi.
" Ada apa pangeran?" tanya sang maha guru.
" Guru, pastikan pelindung dan juga pagar gaib di pegunungan Pelangi tetap terjaga. Jangan sampai ada yang bisa menembus keberadaan Deniz di sana. Kyai Rasyid dan cucunya beserta beberapa orang Kyai dan dukun sakti saat ini sedang berada di alam kita untuk mencari keberadaan Deniz. mohon kepada guru untuk melindunginya agar tidak dibawa pergi dari dalam kita sebentar lagi pernikahanku akan dilangsungkan bersama Deniz. Aku tidak mau kalau sampai pernikahanku gagal gara-gara mereka membawa lari calon istriku!" ucap Pangeran Narendra dengan rasa khawatir.
Sementara di luar sana, semua dayang dan juga abdi dalam kerajaan semuanya sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Deniz dan Narendra yang akan diadakan tujuh hari tujuh malam di istana kerajaan kucing.
" Tenanglah pangeran. Saya pasti akan selalu menjaga Tuan Putri, agar rencana pernikahan Pangeran tidak terganggu oleh mereka. Biarkanlah semua persiapan di istana terus dilakukan agar mereka tidak curiga kepada kita kalau sebenarnya pernikahan akan di adakan di pegunungan pelangi." ucap Mahaguru menasehati Narendra.
__ADS_1
" Iya guru! Tenang saja. Saya tidak akan membocorkan informasi itu kepada siapapun juga. Bahkan semua dayang dan lain pun tidak ada yang tahu. Bahwa lokasi pernikahan akan dipindahkan ke pegunungan pelangi, karena kita tidak bisa mengambil resiko membiarkan orang itu mengganggu pernikahanku dengan Deniz!" ucap Narendra di dalam semedinya yang saat ini sedang berkomunikasi lewat jarak jauh dengan guru besarnya, yang selalu melindungi dirinya.
Kesaktian sang maha guru memang adalah yang paling hebat di kerajaan itu. Sehingga dia pun dijuluki sebagai maha guru. Dia juga dipercaya oleh raja untuk membimbing Pangeran Narendra agar kelak menjadi seorang Raja yang kuat dan digjaya.
Setelah selesai berkomunikasi dengan gurunya. Narendra kemudian mencari kedua orang tuanya. Dia ingin berdiskusi dengan mereka mengenai Kedatangan para Kyai dan santri serta dukun sakti yang saat ini sedang berusaha mencari keberadaan Deniz di kerajaan mereka.
" Kita bumi hanguskan saja mereka atau tahan di alam kita dan jangan biarkan jiwa mereka kembali ke alam manusia. Bukankah nantinya lama-lama mereka juga akan mati di alam manusia? Ketika jiwa mereka tidak bisa kembali ke wadag mereka lagi? Putraku, perintahkanlah Jenderal perang kita dan ratusan prajurit untuk menjaga pintu portal agar mereka tidak bisa kembali ke alam manusia. Kita tahan mereka di penjara bawah tanah agar mereka tidak bisa mengganggu rencana pernikahan kalian!" perintah sang raja kepada putranya.
Namun Narendra langsung menolak ide itu. Karena bagaimanapun dia tidak mau membuat Deniz pada akhirnya merasa sedih dengan cara membunuh teman-temannya.
" Maafkan Ananda Ayahanda. Tetapi kalau membunuh mereka, aku rasa kita tidak bisa melakukannya. Aku tidak mau selalu sampai Deniz nanti membenciku karena kita membunuh bangsanya!" ucap Narendra sambil menundukkan kepalanya.
" Kalau mereka tidak kita tangkap, maka mereka pasti akan mengganggu rencana pernikahan kalian! Apakah rela kalau rencana pernikahanmu sampai batal gara-gara mereka huh?" sengit sang Raja mulai kesal.
Narendra pada akhirnya hanya bisa menundukkan kepalanya. Karena dia pun tidak berani untuk menentang perintah sang raja dengan terlalu berlebihan.
" Kalau begitu terserah Ayahanda saja. Tapi yang pasti tolong penjarakan saja mereka selama acara pernikahan kami. Setelah itu bebaskan mereka agar bisa kembali ke alam manusia. Karena Aku tidak mau pernikahanku harus menumbalkan nyawa manusia yang lain! Tolonglah Ayahanda, mengertilah perasaan Ananda saat ini. Bagaimanapun Ananda akan menikah dengan manusia. Kalau sampai Ananda membunuh manusia yang lain, pasti Deniz akan membenciku selamanya sampai ke ubun-ubun." ucapnya Narendra berusaha untuk membujuk ayahnya agar tidak melakukan pembunuhan terhadap orang-orang yang saat ini sedang berkelana di dunianya hanya untuk mencari keberadaan Deniz agar bisa dibawa pulang kembali kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
Sang raja sebenarnya merasa tidak senang dengan sikap lunak Narendra yang selalu saja memaafkan orang-orang yang sudah lancang menembus kerajaannya. Ini bukanlah yang pertama kali maupun kedua kali. Tetapi sering Narenda melakukan hal itu sehingga membuat identitas kerajaannya menjadi menurun pamornya di dunia manusia maupun bangsa mereka.
" Ya sudah kau perintahkan saja kepada para panglima perang dan prajurit kerajaan kita untuk menangkap mereka dan memenjarakan mereka sampai acara pernikahanmu selesai. Setelah itu suruh bebaskan lagi. Akan tetapi dengan satu peringatan, bahwa mereka tidak boleh lagi masuk ke alam kita untuk mengganggu pernikahanmu dengan Deniz!" Narendra senang sekali karena ayahnya menyetujui apa yang dia inginkan.
Sementara itu permaisuri sejak tadi hanya menjadi penonton dan pendengar di antara suami dan anaknya.
Permaisuri merasa iba melihat putranya yang saat ini harus pontang-panting dan juga berjuang untuk melawan para Kyai dan juga santri-santri yang berusaha untuk merebut Deniz dari tangannya.
" Kasihan sekali Putra kita yang harus berjuang mati-matian hanya untuk bisa mempertahankan haknya menikah dengan Deniz. Sungguh manusia-manusia itu sangat khianat sekali! Karena mereka tidak mau memenuhi perjanjian yang sudah dibuat oleh bangsa kita 50 tahun yang lalu dengan kakek mereka yang sudah meninggal!" ucapin Bunda permaisuri dengan geram dan kemarahan di matanya.
Yang mulia Raja bangkit dari duduknya dan dia terus mondar-mandir di hadapan singgasananya.
Dari sejauh mata memandang. Mereka melihat para Abdi dalam dan dayang yang begitu sibuk mempersiapkan acara pernikahan Narendra dan Deniz.
" Biarlah semua ini terjadi. Itu akan menjadi bukti betapa besarnya cinta Narendra kepada Deniz dan berapa kesediaan Deniz untuk berkorban agar bisa bersatu dengan Narendra di alam kita." ujar sang Raja pada akhirnya.
Raja bisa merasakan bahwa di beberapa tempat sedang terjadi pertempuran antara suku bangsanya dengan kaum manusia yang saat ini sedang berpetualang di alamnya untuk mencari Deniz yang telah disembunyikan oleh Narendra di suatu tempat yang paling aman di dunia mereka.
__ADS_1
Sang raja dan permaisuri sangat mengetahui kehebatan Mahaguru Narendra yang sudah berusia ratusan ribu tahun dan pernah bertapa puluhan ribu tahun hingga beliau bisa mencapai titik kekuatan saat ini yang tidak bisa dikalahkan oleh siapapun.