Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
43. Kesedihan Seorang Ibu


__ADS_3

" Deniz!" Amber berteriak dan bangun dari tidurnya sambil berusaha untuk menggapai kedua tangan Deniz. Amber berusaha untuk meraih genggaman tangan Deniz yang tadi sempat dia sentuh tetapi tidak bisa dia rasakan sentuhan itu.


Dedi tersentak dari tidurnya ketika dia mendengar teriakan istrinya yang selama beberapa hari ini telah dirawat di rumah sakit.


" Ada apa Mah kok berteriak seperti itu?" tanya Dedi merasa khawatir dengan keadaan istrinya yang begitu pucat wajahnya.


Amber yang mengalami tekanan batin karena memikirkan tentang Deniz yang sekarang hidup di alam gaib bersama dengan suaminya. Membuat wanita itu kesulitan untuk makan dan tidak pernah merasa nyenyak dalam tidurnya. Amber selalu gelisah setiap tidur karena pikirannya yang selalu tidak tenang tentang Deniz.


" Pah tadi Mama bertemu dengan Deniz dalam mimpi Mama. Deniz meminta kepada Mama untuk segera sembuh dan tidak sedih lagi tentang dirinya. Dia memberitahukan kalau dia baik-baik saja di sana. Dia bahagia dengan keluarga baru dia. Hiks hiks. Deniz sudah tidak peduli lagi dengan kita pah!" ucap Amber dalam Isak tangisnya.


Dedi langsung memeluk tubuh istrinya yang saat ini sedang gemetar karena kesedihan yang luar biasa.


Dedi bisa merasakan bagaimana perasaan istrinya saat ini. Ketika kehilangan Putri mereka satu-satunya.


Kehilangan yang paling menyakitkan di dunia ini adalah ketika kehilangan anak kita di hadapan kita. Tanpa kita bisa atau mampu berbuat sesuatu untuk menemukan kembali anak kita yang hilang itu.


Situasi itulah yang saat ini sedang dihadapi oleh Dedi dan Amber.


Mereka berdua tidak tahu harus pergi ke mana untuk mencari Deniz. Walaupun mereka bisa meminta pertolongan kepada orang-orang pintar yang bisa menembus alam gaib. Tetapi tetap saja, orang-orang yang mereka kirim tidak ada yang berhasil untuk membawa pulang Putri mereka.

__ADS_1


" Kyai Rasyid bilang, kita akan kesulitan untuk membawa Deniz kembali ke alam manusia, karena Deniz yang bersedia untuk tinggal di sana bersama suaminya. Deniz mencintai suami silumannya itu. Sehingga membuat Kyai Rasyid dan teman-temannya mengalami kesulitan untuk membawa Deniz kembali kepada kita!" ucap Dedi menerangkan kepada sang istri yang malahan tambah sedih ketika dia mendengarkan ucapan suaminya.


Amber menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan sang suami. Seumur hidupnya dia tidak pernah kehilangan Deniz karena Deniz selama ini selalu bersama dengan mereka.


" Bagaimana penampilan Deniz ketika tadi bertemu denganmu Mah? Apakah dia tampak bahagia?" tanya Dedi sangat penasaran sekali tentang keadaan putrinya saat ini.


Amber kemudian menceritakan semua yang dia lihat di dalam mimpi yang mengatakan bahwa Denis datang ke ruangan itu dan berbicara dengannya.


" Deniz datang ke ruangan ini? Apakah itu bener Mah?" tanya Dedi seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh istrinya.


Amber mengangguk dengan pasti. Kemudian dia mengatakan bahwa ketika Deniz datang ke dalam ruangan itu. Dia kesulitan untuk membuka mata maupun tubuhnya. Tubuh dan mulutnya seakan kaku dan tidak bisa melakukan apapun seperti terkunci oleh sesuatu yang tidak mampu dia lakukan.


Amber kemudian membujuk Dedi untuk memanggil Kiai Rasyid. Karena dia ingin berdiskusi dan bertanya kepada kayak gitu tentang mimpinya semalam.


" Baiklah mah papa akan menelpon Kyai Rasyid untuk datang kemari!" jadi kemudian mencari ponselnya dan langsung menghubungi Kiai Rasyid yang langsung datang ke rumah sakit hari itu juga.


Begitu melihat kedatangan Kyai Rasyid dan istrinya. Amber langsung menangis tersedu-sedu dengan kesedihan yang luar biasa. Hatinya sakit sekali karena tidak bisa menyentuh dan memeluk putrinya lagi walaupun mereka bertemu muka tadi malam.


Amber menceritakan semua hal yang dialami di dalam mimpi ketika dia bertemu dengan Deniz tadi malam. Kyai Rasyid tampak menganggukkan kepalanya, tanda mengerti apa yang sedang terjadi kepada Amber.

__ADS_1


" Jiwa Deniz datang ke alam manusia dengan bantuan pangeran kucing yang merupakan suaminya dengan menggunakan bantuan Mustika biru yang dimiliki oleh raja kucing. Wajar kalau Ibu tidak bisa menyentuh maupun memegang Deniz kartika dia datang. Karena bukan wadagnya yang datang kemari melainkan hanya jiwanya yang terbang melayang untuk menemui kalian!" ucap Kyai Rasyid menjelaskan semuanya kepada Amber dan Dedi yang tambah sedih dengan kenyataan tersebut.


Amber kemudian menyatakan keinginannya untuk bisa bertemu kembali dengan Deniz lagi. Walaupun itu hanya beberapa menit saja. Setidaknya dia ingin mengetahui. Kenapa Deniz lebih memilih pengeran siluman kucing daripada keluarganya yang selama ini mencintai dia dengan tulus.


" Mah! Cobalah menerima pernikahanku dengan pangeran Narendra. Aku sangat mencintainya dan aku tidak mau berpisah dengan dia!" tiba-tiba saja Deniz dan Narendra nampak di hadapan mereka semua. Sehingga mengejutkan semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


Narendra yang merasa tidak tega dengan Deniz yang seketika menangis tersedu setelah bertemu dengan ibunya di dalam mimpi. Akhirnya meminta bantuan kepada maha gurunya untuk bisa membawa Deniz ke hadapan kedua orang tuanya tanpa harus merasa ketakutan akan diserang kembali oleh Kyai Rasyid. Di jembatan embun yang ada di pegunungan Pelangi, tampak Kyai Rasyid dan maha guru sedang bernegosiasi untuk membiarkan Deniz dan kedua orang tuanya bisa bertemu secara langsung tanpa harus membuat Deniz menetap di dunia manusia.


" Apa kau tidak kasihan kepada anak dan ibu itu yang harus hidup terpisah karena keegoisanmu itu?" tanya Maha guru kepada Kyai Rasyid yang tidak setuju untuk membiarkan Denis tetap berada di alam gaib.


" Tempat Daniz adalah bersama dengan kedua orang tuanya di alam manusia. Tidak sepantasnya manusia menikah dengan jin. Aku akan tetap berusaha menarik Deniz untuk kembali ke alam manusia apapun yang akan terjadi nantinya!" ucap Kyai Rasyid tetap mempertahankan pendapatnya.


Mahaguru tampak geram melihat keegoisan dan juga kekeras kepalaan Kyai Rasyid yang tidak bisa diajak bernegosiasi olehnya.


" Mereka berdua saling mencintai! Apa kau tega untuk memisahkan dua hati yang bertaut dan saling mencintai?" tanya Maha guru dengan kesal sekali.


Kyai Rasyid berusaha untuk tetap tenang dalam menghadapi amarah Mahaguru yang seakan siap membakar tempat itu.


" Aku hanya memenuhi keinginan dari kedua orang tua Deniz yang ingin anaknya kembali ke pangkuan mereka. Mereka tidak pernah merestui pernikahan putrinya dengan pangeran kalian. Hal ittu harus kalian terima dan kalian tidak bisa memaksakan kehendak kalian kepada manusia. Karena derajat kami jauh lebih tinggi daripada kalian!" ujar Kyai Rasyid menatap tajam kepada Mahaguru.

__ADS_1


__ADS_2