
setelah mengantarkan Putri Ayuningtyas, maha guru segera kembali ke istana kerajaan kucing untuk menjemput Pangeran Andalas kembali ke pegunungan Pelangi bersamanya.
" Kemana Pangeran Andalas? Kenapa tidak terlihat disini?" tanya Mahaguru kepada Ratu Deniz yang ada di taman istana.
Ratu Deniz menyambut kedatangan Mahaguru. " Putraku sedang belajar memanah dengan ayahnya di arena latihan prajurit." Ratu Deniz tersenyum kepada Mahaguru yang kemudian menganggukkan kepala kepadanya.
" Baiklah Ratu sekarang juga saya permisi untuk untuk menyusul Pangeran Panji karena kami harus segera kembali ke pegunungan Pelangi." maha guru pun langsung pergi meninggalkan Ratu Denis sendirian di taman.
Ratu Deniz hanya memandang kepergian Mahaguru tanpa mencegahnya sama sekali.
" Kalau Pangeran Andalas kembali ke pegunungan Pelangi istana pasti akan kembali sepi." saat Deni sedang asyik melamun terlihat Dani yang berjalan ke arahnya dengan senyum sumringah.
" Kamu sedang apa? Dari tadi kamu melamun terus. Apa ada masalah?" tanya Dani sambil duduk di depan Ratu Deniz yang terlihat meneteskan air matanya yang terlihat sedih.
" Aku tidak apa-apa aku hanya sedih karena sebentar lagi Pangeran Andalas akan kembali ke pegunungan Pelangi. Istana kami akan kembali sepi." Ratu Deniz terlibat sedih sekali.
Dani bisa merasakan kesedihan sahabatnya yang harus berpisah dengan putranya yang masih kecil.
" Lalu kenapa kamu mengijinkan putramu untuk dibawa ke sana? Bukankah kalian bisa mendidiknya sendiri? Apalagi suamimu adalah seorang raja yang sangat sakti dan hebat." Dani menatap Ratu Dennis yang langsung menggeleng tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Dani.
" Suamiku memang sakti. Tetapi dia sangat sibuk untuk tugas kenegaraan. Dia bahkan hanya memiliki waktu yang sedikit untuk diriku selaku istrinya. kalau dia juga memiliki tanggung jawab untuk mengurus pendidikan Putra kami, dia pasti akan terlalu kelelahan. Selain itu Putraku juga butuh untuk belajar bersosialisasi dengan teman-teman seusianya." Dani terlihat mengangguk dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ratu Deniz.
Ratu Deniz kemudian mengajak Dani ke tempat pelatihan di mana sekarang putranya sedang bersama suaminya di sana berlatih memanah.
" Kemana Pangeran Andalas?" tanya Ratu Denis kepada pengawal yang saat ini berada di sana.
" Pangeran sedang ada di aula pelatihan, bersama dengan yang mulia raja dan juga Mahaguru." ucap prajurit itu sambil menundukkan kepala karena tidak berani untuk menatap sang ratu secara langsung.
__ADS_1
Raja Narendra bisa mengamuk kalau mengetahui prajuritnya menatap istrinya secara langsung.
Raja Narendra sudah mewanti-wanti kepada para prajurit untuk tidak menatap istrinya. Siapa saja yang berani melanggar peraturan itu akan langsung dimasukkan ke ruangan bawah tanah dan dihukum mati di sana.
Begitu cintanya Raja Narendra kepada sang permaisuri. Ratu Deniz kemudian pergi menuju ke Aula pelatihan di mana saat ini suaminya sedang bersama Putra mereka dan juga Mahaguru.
Ratu Deniz terlihat bahagia melihat putranya yang langsung berlari menuju ke arahnya.
" Ibunda aku harus segera kembali ke pegunungan Pelangi bersama Mahaguruku." terlihat Pangeran Andalas yang begitu cerah wajahnya.
Ratu Deniz yang masih merindukan putranya terlihat belum rela untuk melepaskan kepergian putranya kembali ke pegunungan Pelangi bersama Mahaguru.
" Mahaguru Apa kalian tidak bisa menginap satu hari saja di istana aku masih merindukan Putraku!" Ratu Deniz terlihat memeluk Pangeran Andalas dengan erat dan seakan tidak mau melepaskannya.
Maha guru mengelus janggutnya yang terlihat semakin panjang dan berwarna putih keemasan.
Raja Narendra kemudian mendekati istrinya yang masih terlihat tidak rela untuk melepaskan Pangeran Andalas untuk segera pergi bersama Mahaguru.
" istriku Putra kita pergi ke pegunungan Pelangi adalah untuk belajar agar menjadi ksatria yang digjaya dan kelak akan membantu kakaknya untuk memerintah istana kerajaan kita. Tolong jangan lemahkan hatimu dengan menahan Putra kita untuk belajar bersama mahaguru!" Raja Narendra terus membujuk istrinya agar melepaskan Pangeran Andalas pergi bersama Mahaguru.
Ratu Deniz kemudian mendekati putranya dan memeluknya dengan erat. Ratu Deniz menghela nafas dengan panjang berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis di hadapan putranya.
Ratu Deniz tahu kalau tangisannya hanya akan melemahkan putranya yang sedang belajar untuk lebih hebat seperti suaminya yang sakti.
" Sayang, Pergilah untuk belajar di sana. Nanti Ibunda akan menjengukmu di sana bersama ayahmu. Ibunda akan selalu mendoakanmu!" Ratu Deniz memeluk putranya dengan erat dan menciumnya dengan penuh kasih sayang.
Pangeran Andalas terlihat bahagia." Tenanglah ibunda tidak lama lagi aku pasti akan kembali ke istana dan bermain denganmu sepuasnya!" Pangeran Andalas terlihat begitu Tegar walaupun akan berpisah kembali dengan kedua orang tuanya dan entah kapan mereka akan bertemu kembali.
__ADS_1
Setelah sang ratu merasa rela untuk berpisah dengan putranya, Mahaguru dan Pangeran Andalas pun kembali ke pegunungan Pelangi.
Ratu Deniz menangis di dalam pelukan Raja Narendra. Dani hanya melihat pemandangan itu di mana sahabatnya begitu sedih karena harus berpisah dengan putranya.
" Deniz sepertinya kami akan kembali kalau manusia sudah terlalu lama kami berada di sini. Aku takut kalau ayahku sedang pusing mencariku!" Raja Narendra hanya mengangguk.
Ratu Deniz menatap Dani kemudian mereka pun berbincang-bincang di aula istana sebelum kepergian Dani untuk kembali ke alam manusia.
" Titip salam untuk kedua orang tuaku dan juga anakku serta cucuku di sana. Aku benar-benar merindukan mereka tapi belum menemukan waktu yang tepat untuk berkunjung ke sana." Ratu Deniz terlihat menahan Kerinduan dalam suaranya.
Raja Narendra bisa merasakan bahwa istrinya menginginkan untuk pergi bersama Dani. Tetapi dia tidak bisa melakukan itu karena dia merasa cemburu kalau sampai Dani bersama dengan sang istri tercinta yang selama ini selalu dia jaga dengan sepenuh hati.
" Kita akan mencari waktu yang tepat kalau kau ingin mengunjungi mereka di alam manusia." Raja Narendra mengelus telapak tangan istrinya yang terasa begitu dingin.
Sejak semalam Ratu Deniz memang mengalami kesulitan untuk tidur karena memikirkan kelakuan Putri Ayuningtyas yang selalu membuat onar di mana-mana.
Ratu Deniz khawatir kalau sampai suaminya tergoda dengan Putri Ayuningtyas yang kelihatannya memiliki niat buruk berada di istana kerajaan mereka.
" Aku tidak apa-apa. Aku hanya kurang istirahat saja." Ratu Deniz kemudian meninggalkan mereka untuk kembali ke dalam kamar.
Raja Narendra kemudian berpamitan kepada Dani untuk menyusul sang istri.
" Katakanlah waktu ketika kau akan pergi ke alam manusia aku akan mengantarmu bersama istriku. kelihatannya istriku sudah tidak sabar ingin pergi ke alam manusia untuk menemui keluarga kami di sana." Raja Narendra akhirnya membuat keputusan untuk mengunjungi alam manusia bersama istrinya.
Bagaimanapun sang raja tidak ingin melihat istrinya sakit karena menahan rindu dan juga tekanan batin karena rindu yang tidak bisa tersalurkan.
" Dua hari lagi kita kembali ke alam manusia. Karena aku masih harus mengurus sesuatu di sini!" ucap Dani sambil tersenyum kepada raja Narendra yang mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan urusan Dhani di istana kerajaannya.
__ADS_1
" Kalau aku boleh tahu, urusan apakah yang belum kau selesaikan? Siapa tahu aku bisa membantumu!" Tanya Raja Narendra kepada Dani.