
" Tidak usah Mahaguru. Nanti aku yang akan menyampaikan sendiri kepada ayah dan ibuku. Kau jangan khawatir! Aku memiliki cara dan metode untuk berkomunikasi dengan mereka walaupun tanpa berhadapan secara langsung!" dusta putri Hana kepada Mahaguru hanya agar dirinya di antarkan ke kerajaan monyet.
Bagaimanapun Putri Hana tidak mau mengundang perang antar tiga kerajaan hanya karena dirinya seorang. Dia tidak mau merusak kepercayaan kerajaan ular biru maupun kerajaan kucing terhadap dirinya.
" Tenanglah Mahaguru. Aku akan baik-baik saja di kerajaan suamiku. Walaupun dia tidak mencintaiku. Tetapi dia tidak pernah melakukan kekerasan terhadapku. Apalagi saat ini aku sedang hamil anaknya. Dia pasti tidak akan berani untuk menyakitiku!"
Putri Hana berusaha menjelaskan kepada Mahaguru agar dia tidak khawatir kepada dirinya.
Putri Hana tahu bahwa dirinya telah begitu banyak menyusahkan orang lain dengan kemanjaan dan juga sikap arogansinya. Tetapi dia tidak mau kalau sampai sifat buruk itu terus berlanjut dan merugikan banyak pihak lain yang tidak bersalah.
Putri Hana akan berusaha untuk bertanggung jawab dengan pilihan hidupnya. Pangeran Wangen adalah pria yang secara khusus telah dia pilih sendiri untuk menjadi calon suaminya dan dia sendiri yang telah menyetujui lamaran dari pangeran wangen untuk dirinya.
Adapun masalah Pangeran Wangen yang sekarang memberikan hatinya kepada Minsi, hal itu adalah cerita yang lain dan bukan urusannya!
Putri Hana sudah bertekad bahwa dia akan berusaha untuk mengikhlaskan perasaan suaminya yang lebih mencintai wanita lain.
Memang sangat sakit tetapi demi anak yang ada di dalam kandungannya. Putri Hana berjanji akan berusaha sekuatnya untuk bertahan dan bersabar hingga cinta sang suami benar-benar kembali hanya untuknya.
" Baiklah Tuan Putri! Aku akan mengantarkan kamu ke kerajaan monyet. Aku tidak akan kembali ke kerajaan kucing sebelum memastikan bahwa keadaanmu di sana baik-baik saja!" akhirnya Mahaguru mengarahkan kusir kereta kencana untuk menuju ke kerajaan monyet.
Dayang yang selama ini selalu bersama dengan Putri Hana. Dia hanya bisa menatap sang Tuan Putri yang saat ini benar-benar sedang tertekan hatinya.
' Kasihan sekali Tuan Putri Hana. Dia pasti merasa tidak mampu untuk mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya yang ada di dalam hatinya.' dayang istana hanya bisa menggenggam telapak tangan Putri hamil dan berusaha untuk menguatkan majikannya.
Selama ini Putri Hana selalu menganggapnya sebagai saudari perempuan dan tidak pernah merendahkannya. Walaupun dia berstatus hanya sebagai seorang dayang ataupun pelayan.
Begitu mereka sampai di kerajaan monyet Mahaguru langsung meminta bertemu dengan pangeran Wangen dan juga sang raja dari istana kerajaan monyet.
Pangeran Wangen yang tidak mengira bahwa Putri Hana akan datang kembali ke istananya tampak berbinar dan begitu bahagia.
Sudah sekitar 2 Purnama Putri Hana memilih untuk menetap di istana kerajaan kucing dan berlindung di sana.
__ADS_1
" Istriku? Akhirnya kau datang kembali ke istana suamimu!" maha guru bisa melihat bahwa Pangeran wangen menyambut kedatangan Putri Hana dengan begitu baik.
' Aku rasa Pangeran Wangen sebenarnya mencintai Putri Hana. Hanya saja mungkin dia tergoda kepada putri Minsi yang pintar dan cerdas dan membuat dia berpikir bahwa dia pun mencintai Putri Minsi yang jelas-jelas hanya mencintai Pangeran panji!' monolog Mahaguru sambil menatap interaksi antara Putri Hana dan Pangeran Wangen.
" Putraku bawalah istrimu ke dalam kamar kalian saat ini Ayahanda ingin berbicara dengan maha guru!" perintah Raja Monyet kepada Pangeran wangen yang langsung mengajak istrinya menuju kamar mereka.
Putri Hana terkesiap ketika melihat ada seorang gadis yang tertidur di atas ranjangnya.
" Carikan aku kamar yang lain dan biarkanlah wanita itu tidur di dalam kamar ini!" Putri Hannah langsung pergi dari kamar utama yang ada di dalam istana mereka berdua.
Pangeran Wangen benar-benar merasa malu karena ketika istrinya memutuskan untuk pulang. Eh, malah ada seorang wanita di kamar yang biasa mereka gunakan. Wanita itu adalah tumbal yang diberikan oleh ayahnya untuk dirinya atas kekayaan yang sudah diberikan Pangeran Wangen kepada laki-laki serakah itu yang tadi malam habis dia gauli.
Wanita itu di jadikan sebagai alat pemuas nafsu sang pangeran ketika Putri Hana tidak ada di istana mereka.
Putri Hana bisa melihat bahwa perempuan itu pun saat ini sedang hamil. Namun baru berusia beberapa minggu saja. Tidak seperti dirinya yang sebentar lagi mungkin akan melahirkan.
" Ayolah sayang dia hanyalah budak yang dikirimkan oleh manusia serakah yang dijadikan tumbal untuk istana kita. Ayah menghadiahkannya kepadaku karena kau tidak ada disampingku!" ucap Pangeran Wangen dengan tidak merasa bersalah sama sekali.
Putri Hana hanya tersenyum dengan pilu. " aku pikir ketika aku meninggalkanmu kau akan sedih bahkan mungkin tidak bisa melakukan apapun tetapi aku lihat kau cukup menikmati hidupmu!" Putri Hana melihat begitu banyak wanita muda dan seksi di dalam istananya yang nyaris telanjang.
Para anak manusia yang bernasib malang karena dijadikan korban oleh ayah mereka yang lebih memilih kekayaan dan kejayaan di dunia.
" Apakah kau tidak keberatan? Kalau aku pergi ke kerajaan ular biru dan melahirkan di sana. mumpung Maha guru belum kembali ke kerajaan kucing!" Pangeran Wangen benar-benar terkejut mendengarkan ucapan Putri Hannah yang seperti kilat menyambar di siang hari.
" Ayolah sayang! Kau jangan begitu. Kalau kau tidak menyukai istana ini karena terlalu banyak budak milikku. Maka aku akan membangunkan sebuah istana baru untuk tempat kita berdua dan juga anak kita tumbuh di sana!" Pangeran Wangen menawarkan sebuah option kepada istrinya.
Akan tetapi Putri Hannah langsung menggelengkan kepalanya.
" Oh tidak Pangeran Wangen! Tolong jangan lakukan itu. Kasihan bukan dengan para budakmu yang pasti sudah sangat kedinginan hanya demi memuaskan matamu yang selalu lapar dalam wanita cantik! Aku saja yang akan mengalah dan kembali ke istana kerajaan kedua orang tuaku!" setelah mengatakan itu Putri Hana pun kemudian kembali ke aula kerajaan dan bertemu dengan Mahaguru.
Mahaguru mengurutkan keningnya melihat putri Hana yang kembali menemuinya dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
Pangeran Aangen merutuki dirinya sendiri karena tidak bersiap siaga ataupun memikirkan kemungkinan bahwa Putri Hana akan kembali ke istananya.
" Dasar bodoh!" rutuk Pangeran Wangen pada diri sendiri.
" Mahaguru aku sudah meminta izin kepada suamiku untuk melahirkan di istana kerajaan ular biru!" raja dan ratu istana kerajaan monyet begitu terkejut mendengarkan ucapan dari Putri Hana yang tidak sesuai dengan ekspektasi dan pemikiran mereka.
Pandangan Ratu monyet menatap kepada putranya yang terlihat murung dan juga lemas.
" Ada apa ini putraku? Kenapa menantuku yang baru kembali dari istana kerajaan Kucing, kini dia sudah meminta lagi untuk kembali ke kerajaan ular biru?" tanya sang ratu dengan berjuta pertanyaan.
" Apakah yang mulia Ratu sudah lupa? Kalau 1 bulan yang lalu Ayahanda telah mengirim kan sekitar 20 orang budak wanita cantik yang telah ditumbalkan oleh ayah mereka dari pengabdi kita yang ada di alam manusia? Tadi, saat Putri Hana masuk ke dalam kamar kami salah satunya ada yang masih berada di dalam kamarku!" raja dan ratu monyet tampak menggelengkan kepalanya menyayangkan kebodohan dan kedunguan putranya sendiri.
" Dasar ceroboh!" umpat sang raja kesal bukan main dengan Pangeran Wangen.
" Putri kami akan membangunkan istana yang lain untuk tempat tuan putri dan juga cucu kami yang akan lahir sebentar lagi. Tolong untuk melahirkan di istana kami dan jangan membuat kami malu dengan Putri kembali ke kerajaan ular biru!" Ratu monyet bahkan sampai mendatangi Putri Hana dan segera menggenggam telapak tangannya meminta pengertian dari menantunya tentang kondisi putranya yang sedang kesepian tanpa istri.
" Maafkan aku yang Mulia Ratu! Aku tidak mau mengganggu kebahagiaan suamiku bersama dengan para budaknya. Biarlah Aku dan anakku yang akan mengalah! Kami akan tinggal di istana kerajan ular biru dan segera mengirimkan surat perceraian kami berdua!" Putri Hanna berusaha semampu mungkin untuk tidak menangis walaupun saat ini hatinya benar-benar sesak.
Mendengarkan kata perceraian dari mulut Putri Hana. Pangeran wangen sampai terkesiap dan langsung mendekati Putri Hana dan berusaha untuk membujuk istrinya agar memaafkan dirinya.
" Tolong maafkan aku istriku aku mohon jangan menghukumku sekeras ini! Aku akan mengembalikan para budak itu ke alam manusia jadi kau tidak akan pernah melihat mereka di sini lagi! Aku janji padamu!" Pangeran Wangen tidak menyerah untuk membujuk Putri Hana agar mau memaafkannya dan tidak meminta perceraian darinya.
Putri Hana yang hatinya sudah benar-benar mati dan tidak memiliki rasa cinta kepada Pangeran wangi seakan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya.
" Mahaguru Ayo kita pergi ke istana kerajaan ular biru!" Putri Hana melangkahkan kakinya untuk segera pergi dan meninggalkan kerajaan monyet.
Akan tetapi Pangeran Wangen yang tidak merelakan istrinya pergi darinya dia langsung mengikat tubuh Putri Hana dengan tali gaib yang hanya bisa dilepaskan oleh dirinya sendiri.
" Apa yang kau lakukan Pangeran Wangen?" tanya Mahaguru Merasa tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh Pangeran Wangen kepada putri Hana yang saat ini sedang hamil besar.
" Diam kau Mahaguru! Ini bukan urusanmu sebaiknya kau segera kembali ke istana kerajaan kucing!" perintah Pangeran Wangen kepada Mahaguru yang saat ini sangat geram melihat Pangeran Wangen telah memperlakukan Putri Hana dengan tidak layak dan tidak menghormatinya sebagai seorang istri yang seharusnya dicintai dan dihormati.
__ADS_1
" aku mendapatkan mandat dari Pangeran Panji dan Pangeran Narendra. Untuk dapat mengantarkan Putri Hana dengan keadaan selamat. Jadi keselamatannya adalah menjadi tanggung jawabku! Segera lepaskan Putri Hana sebelum aku bertindak jauh lebih keras terhadapmu!" perintah Mahaguru kepada Pangeran wangi yang langsung tertawa menjenguk ucapan Mahaguru.
Putri Hana berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan gaib yang dipasang oleh pangeran wangen terhadap tubuhnya. Tetapi selalu gagal dan mendapat kenyataan semakin dia berusaha untuk melepaskannya ikatan itu semakin erat menempel ke tubuhnya.