Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
120. Mulai akrab


__ADS_3

Pangeran Panji kemudian mengajak Hana menuju kamar yang sudah dipersiapkan oleh kakek dan neneknya selama Hana akan tinggal di kerajaan mereka.


" Ini adalah kamarmu. Istirahatlah dulu nanti kalau sudah jam makan malam aku akan memanggilnya!" ucap Panji pada Hana.


" Di mana ibumu?" tanya Hana yang khawatir akan ditinggalkan oleh Deniz ketika Deniz kembali ke alam manusia.


Panji menatap Hana, " Ibuku pasti sedang tidur. Semua gara-gara ayahku yang suka membuat ibuku kehabisan tenaga setiap datang kemari!" terlihat Panji yang geram ketika mengatakan itu.


Hana terkekeh mendengarkan Panji, "Nanti kalau kau sudah menikah kau juga akan mengerti dan akan mulai melakukan hal seperti itu kepada istrimu!" ucap Hana.


Panji memutar bola matanya dengan malas kemudian dia meninggalkan Hannah agar dia bisa beristirahat.


" Aku tidak akan pernah seperti Ayahku aku akan membiarkan istriku beristirahat dan hidup damai di sisiku!" ucap Panji dengan lirih akan tetapi Hana bisa mendengarkannya.


Hana terkekeh mendengarkan ucapan Panji.


" Kita lihat saja nanti setelah kau menikah apa yang akan kau lakukan ketika sudah bersama dengan istrinya," ucap Hana yang tersenyum melihat kepergian Panji dari kamarnya.


Sementara itu Panji saat ini sedang memikirkan apa yang tadi dikatakan oleh Hannah kepadanya.


" Apa benar kalau nanti aku sudah menikah akan seperti ayahku juga? Yang tidak pernah mengijinkan ibuku tidur malam dengan tenang?" monolog Panji.


Panji memilih untuk berlatih di kediaman pribadinya daripada harus memikirkan hal-hal yang membuat Kepalanya pusing.


Sementara itu Narendra yang sudah kembali ke kamarnya menatap istrinya yang masih tampak begitu kelelahan.


" Sayang, bangunlah. Kau bilang mau kembali ke alammu kan? Sebentar lagi kalau kau tidak juga bangun. Pasti orang di dunia manusia akan mengira kalau kau sudah mati," ucap Narendra sambil menggoncangkan tubuh Deniz agar terbangun.


Deniz perlahan-lahan menguletkan tubuhnya yang malah membuatnya Narendra menjadi kembali menginginkannya.

__ADS_1


" Ayo sayang. aku akan mengantarkanmu ke alam manusia. Jangan sampai aku kembali menerkam kamu dan akhirnya kamu di nyatakan meninggal di alam manusia!" ucap Narendra sambil menatap Deniz yang masih tampak mengantuk.


" Kau benar sayang. Aku memang harus segera kembali ke alam manusia aku sudah terlalu lama berada di sini!" Deniz pun secara malas-malasan kemudian turun dari ranjang.


" Di mana putri Hana? Gadis itu katanya ingin ikut denganku ke alam manusia." ucap Deniz sambil menatap ke arah suaminya.


" Putri Hana sekarang sedang tidur tadi sudah diantarkan oleh Panji ke kamarnya!" ucap Pangeran Narendra menjawab pertanyaan istrinya yang mengangguk.


" Ya sudah ayo kita kembali ke alam manusia. suamiku nanti kau bisa mengantar Putri Hana ketika dia sudah bangun dan meminta untuk mengunjungiku." ucap Denis kepada Narendra yang tentu saja merasa sangat bahagia dengan perkataan istrinya.


" Ya sayang nanti aku akan mengantarkan Putri Hana ke rumahmu," setelah mengatakan itu Pangeran Narendra langsung menyentuh telapak tangan istrinya dan dalam sekejap mereka berdua sudah menghilang dari kamar pribadi Narendra.


Narendra segera kembali ke kerajaan kucing setelah mengantarkan Deniz kembali ke kamarnya dan masuk ke dalam wadagnya.


Hampir saja mereka berdua terlambat. Amber dan Dedi yang saat ini sedang menangis di samping Deniz terlihat membelalakkan matanya saat melihat Deniz yang membuka matanya.


Deniz menatap semua orang yang berada di dalam kamarnya. Mereka Semua terlihat sedih dan juga kelelahan.


" Ada apa dengan kalian semua? Kenapa berada di kamarku?" tanya Deniz merasa sangat bingung.


" Kamu tidur selama 1 bulan. Bagaimana kami tidak khawatir dengan keadaanmu? Lihatlah bahkan tanganmu sampai diinfus hanya untuk memasukkan makanan ke dalam tubuh kamu!" ucap Dedi sambil memperlihatkan infus yang ada di tangan Deniz.


Deniz tertawa mengingat kebodohannya yang telah berada di alam siluman terlalu lama.


" Maafkan Aku di alam siluman baru saja diadakan pertunangan Putraku dengan tuan putri dari kerajaan ular biru jadi aku lupa untuk kembali ke mari!" ucap Deniz sambil terkekeh, Amber memeluk Deniz dengan bahagia sekali.


" Ya sudah yang penting sekarang kamu sudah kembali kepada kami. Deniz kalau kamu ingin pergi ke alam siluman jangan berlama-lama karena itu benar-benar berbahaya untuk dirimu!" ucap Kyai Rasyid yang kemudian bangkit dari duduknya setelah tadi dia berusaha untuk membuat Deniz bangun.


Deniz tahu kalau dia sudah bersalah karena sudah membuat semua orang khawatir dengan dirinya.

__ADS_1


" Maafkan aku Kyai!" ucap Deniz sambil menundukkan kepalanya.


Kyai Rasyid hanya menganggukkan kepalanya kemudian meninggalkan kediaman Deniz dan kembali ke rumahnya.


Dani sekarang sudah sembuh dan sudah bisa beraktivitas seperti biasanya. Oleh karena itu Kyai Rasyid tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi putranya lagi.


Deniz kemudian melihat satu persatu orang-orang yang tadi hadir di rumah kedua orang tuanya sekarang sudah mulai kembali ke rumah mereka masing-masing.


' Untung saja Narendra membangunkanku Kalau tidak aku pasti sekarang sudah ada di kuburan. Karena mereka semua menganggap kalau aku sudah mati!' monolog Deniz di dalam hati.


" Denis, ayo sekarang makanlah sayang. Kau sudah 1 bulan tidak menyantap nasi. Mama akan membuatkan bubur untukmu sayang. Khawatirnya perutmu tidak kuat kalau harus memakan yang keras-keras!" ucap Amber yang kemudian meninggalkan Deniz sendirian di sana bersama suaminya.


Dedi menatap putrinya yang berwajah pucat.


" Apakah kau benar-benar menginginkan untuk tinggal di alam siluman bersama dengan keluargamu?" tanya Dedi menatap Deniz yang saat ini menundukkan kepalanya karena merasa bersalah sudah pergi begitu lama sehingga membuat kedua orang tuanya menjadi khawatir dengan kondisinya.


" Bukan begitu Pah. Saya lama di sana, itu hanya kebetulan saja. Kebetulan di sana sedang ada acara besar-besaran untuk menyambut calon istri Panji dan keluarganya. Tadinya calon istri Panji ingin datang juga kemari. Tetapi dia tertidur karena kelelahan. Jadi aku meninggalkannya. Nanti kalau dia sudah bangun Panji akan mengantar dia kemari!" ucap Deniz menjelaskan segalanya kepada ayahnya.


Terlihat Dedi yang manggukan kepalanya.


" Baiklah papa akan beristirahat dulu. Selama beberapa hari ini Papa tidak bisa tidur karena selalu memikirkan kamu yang tidak juga kembali! Kau Lihatlah mata ibumu yang begitu cekung karena dia tidak bisa tidur juga! Kami benar-benar sangat takut kalau kehilanganmu Deniz!" ucap Dedi sedih dan juga bahagia.


Sungguh Dedi benar-benar tidak mengerti bagaimana harus menyikapi hubungan Deniz dengan pangeran Narendra yang sudah menjadi suaminya di alam siluman.


Dedi sangat sayang dengan Deniz sebagai putrinya satu-satunya.


" Papa hanya ingin kamu bahagia Nak!" ucap Dedi yang kemudian meninggal kan Deniz sendiri di kamarnya.


Dedi benar-benar sangat mengantuk sekali karena selama beberapa hari kurang tidur. Menjaga Deniz yang lama tidak bangun karena jiwanya yang sedang ada di alam siluman sana.

__ADS_1


__ADS_2