Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
57. Bersama Abiyaksa


__ADS_3

Dedi meminta ke pada Abiyaksa untuk tinggal di tempat lain. Karena bagaimanapun ada hati yang harus dijaga oleh Deniz. Walaupun saat ini suami Deniz tidak bersama dengannya.


" Carilah kontrakan atau belilah rumah kamu sendiri. Kalau kau ingin tinggal di alam manusia. Putri kami sudah memiliki suami di alam lain, kami tidak mau kalau sampai nanti terjadi fitnah yang tidak enak kalau suaminya datang dan melihat kamu ada di sini!" ucap Amber memberikan nasehat kepada Abiyaksa yang terlihat tidak senang mendengar ucapannya.


Bagaimanapun kedua orang tua Deniz sudah menerima nasib putrinya bersuamikan seorang pangeran dari alam ghaib dan mereka tidak mau mencari masalah dengan Narendra yang terkenal baik dan juga hebat.


" Tapi aku tidak kenal dengan orang-orang di sekitar sini aku hanya mengenal Deniz saja." ucap Abiyaksa merasa keberatan untuk tinggal di tempat lain.


Deniz yang sudah merasa sangat lelah setelah melakukan perjalanan jauh sekali. Berjalan kaki dari puncak Gunung Pangrango menuju jalan besar hingga mereka akhirnya bisa naik taksi setelah Abiyaksa memberikan Deniz uang untuk bisa menggunakan transportasi dalam perjalanan mereka menuju kediaman kedua orang tua Deniz.


" Biarkanlah untuk satu malam ini dia tidur di rumah ini. Besok aku akan mengajak dia untuk mencari kontrakan yang berada di sekitar rumah kita!" ucap Deniz sambil melewati Abiyaksa yang merasa tidak senang karena disuruh pergi dari rumah itu.


Abiyaksa mengikuti Deniz tetapi langsung dihentikan oleh Dedi, Abiyaksa kecewa sekali.


Bagaimanapun tujuan Abiyaksa memang adalah untuk membuat Narendra marah kepada istrinya. Hingga akhirnya melepaskan Deniz untuk dirinya.


" Tidurlah di sofa atau di kamar tamu. Jangan coba-coba kau masuk ke dalam kamar putri kami!" ucap Dedi dengan wajah intimidasi.


Abiyaksa kemudian mundur dan mengikuti Dedi yang menunjukkan kamar tamu untuknya.


" Tidurlah di sini untuk satu malam. Mulai besok kau harus segera keluar dari rumah ini dan tinggal di rumah kamu sendiri!" ucap Dedi sambil menatap Abiyaksa dengan lekat.


Walaupun Abiyaksa seekor siluman ular hijau yang saat ini sedang merasuk ke dalam tubuh seorang pemuda. Tetapi dia tidak merasa kan takut sama sekali terhadap pemuda itu.

__ADS_1


" Jangan menatapku seperti itu atau aku akan memanggil Kyai untuk mengusirmu di dalam tubuh pemuda itu!" ancam Dedi sampai menatap horor kepada Abiyaksa yang langsung nyengir.


Aura rumah Deniz terasa begitu panas untuk Abiyaksa tetapi karena dia tinggal di dalam wadag seorang manusia dia tidak terlalu menderita karena pagar ghaib itu.


Abiyaksa. Walaupun dia seorang siluman tetapi saat ini dia sedang berada di dalam tubuh seorang manusia yang lemah fisik dan mentalnya sehingga dia masih membutuhkan tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan karena berjalan kaki terlalu lama bersama Deniz.


Abiyaksa sebisa mungkin untuk tidak terlalu banyak menggunakan ilmu kekuatannya di alam manusia, agar dia bisa bertahan lama tinggal di dalam tubuh pemuda itu.


" Ternyata menjadi manusia itu tidak menyenangkan. Butuh tidur, butuh makan dan butuh melakukan banyak hal yang bersifat manusiawi! Huh! Aku harap tidak terlalu lama tinggal di dunia manusia. Aku harap Deniz bisa segera jatuh cinta kepadaku dan aku bisa membawanya ke istanaku dan menjadikan dia sebagai Ratuku!" Abiyaksa tersenyum ketika dia membayangkan Denis akan jatuh ke pelukannya dan menjadikan wanita itu sebagai ratunya.


Sementara itu Deniz yang saat ini sudah berada di dalam kamarnya. Dia terus berusaha untuk bisa berkomunikasi dengan R


Narendra tetapi selalu gagal.


Deniz berharap bisa bertemu dengan suaminya dalam mimpi. Oleh karena itu dia segera bergegas tidur sambil terus menyebut nama suaminya di dalam hati.


Sementara itu Narendra di kolam dingin, masih terus fokus untuk bermeditasi. Karena dia harus segera menyembuhkan kesehatan tubuhnya dan membersihkan semua racun ular hijau yang berada di dalam tubuhnya.


" Bagaimana Pangeran? Apakah sekarang tubuhmu sudah lebih baik?" tanya Maha guru ketika dia mengunjungi muridnya yang sedang istirahat untuk meminum obatnya.


Narendra duduk bersila di hadapan Maha gurunya yang sangat dia hormati.


" Bagaimana keadaan Istana sekarang Maha guru?" tanyanya merasa khawatir.

__ADS_1


Mahaguru memeriksa denyut nadi Narendra dan memastikan bahwa muridnya sekarang sudah baik-baik saja.


" Raja Abiyaksa tidak ada di istana kerajaan ular hijau. Jadi untuk sementara istana kita masih aman. Karena kerajaan ular hijau tidak memiliki seorang raja yang akan mampu untuk menggerakkan pasukan untuk menyerang kerajaan kita!" ucap Mahaguru memberikan laporan kepada Narendra yang bisa bernafas lega karena istananya sekarang aman dari serangan kerajaan ular hijau.


Mahaguru tampak hendak mengatakan sesuatu kepada Narendra tetapi urung dia lakukan. Narendra bisa menangkap keengganan di wajah Maha gurunya.


" Ada apa maha guru? Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku?" tanya Narendra dengan mengurutkan keningnya.


Mahaguru dari tari terus mondar-mandir di hadapan Narendra. Dia berusaha untuk memberanikan dirinya agar sanggup dan mampu menyampaikan berita yang dia bawa dari anak buahnya yang dia kirimkan ke alam manusia.


" Katakanlah Maha guru yang membuatku penasaran!" ucap Narendra mulai hilang sabar.


' Kalau aku menyampaikan berita tentang Raja Abiyaksa yang sekarang tinggal di alam manusia bersama istrinya. Pangeran Narendra pasti akan langsung pergi ke alam manusia dan membatalkan meditasinya. Padahal hanya tinggal satu minggu lagi dia menyelesaikan meditasi itu!' bathin Maha guru merasa benar-benar dilema dengan masalah yang sedang dihadapi saat ini.


Mahaguru menarik nafasnya dengan dalam. Dia kemudian memutuskan untuk sementara waktu dia akan menyembunyikan berita yang dibawa oleh anak buahnya. Karena dia tidak mau kalau sampai meditasi Narendra gagal, karena dia meninggalkan kolam dingin untuk pergi menemui istrinya di alam manusia.


" Katakanlah Mahaguru! Apa yang sedang kau sembunyikan dariku?" Narendra menatap tajam mata gurunya yang saat ini sedang berubah menjadi manusia.


" Anak buahku sudah membawa kabar dari alam manusia. Bahwa sekarang istrimu sedang bersama dengan kedua orang tuanya di alam manusia. Tuan putri dalam keadaan aman! Pangeran tidak usah khawatir dengan keadaan tuan putri!" ucap Mahaguru menenangkan Narendra yang sejak tadi sudah mulai panik.


Narendra tahu bahwa Maha gurunya sedang menyembunyikan sesuatu. Walaupun dia tidak bisa menebaknya.


" Syukurlah Maha guru. Kalau memang istriku bersama dengan kedua orang tuanya di alam manusia. Setidaknya aku bisa tenang sampai aku bisa menyelesaikan meditasiku ini dan segera berhasil menyembuhkan lukaku!" ucap Narendra mengulas senyum kepada maha gurunya yang merasa lega karena Narendra tidak banyak bertanya.

__ADS_1


__ADS_2