
Narendra kemudian mengatakan apa yang dipesankan oleh Kyai Rasyid kepada Panji.
" Baiklah Ayah aku akan membantu untuk menyembuhkan Ibu kembali. Apakah setelah dia sembuh dia akan kembali bersama kita?" tanya Panji dengan raut wajah penuh harapan.
" Semoga, Nak." ucapnya ragu
Narendra menata putranya yang terlihat begitu bahagia.
Bagi Narendra dan Panji bisa berkumpul dengan Deniz adalah sesuatu yang mewah. Pada saat ini mereka dipisahkan oleh dua dunia yang sangat sulit untuk bisa hidup berdampingan. Banyak resiko yang harus dihadapi ketika mereka memaksakan diri.
Ketika Narendra mencoba untuk hidup di alam manusia maka kesehatan dan juga energinya akan terkuras habis secara perlahan-lahan.
Begitu pula Deniz, ketika mencoba untuk hidup di alam siluman maka jiwanya sedikit demi sedikit akan terkikis. Apalagi kalau sampai permaisuri memberikan ramuan yang akan menjadikan Deniz sebagai siluman maka hal itu akan berbahaya untuk hidup Deniz.
Waktu itu kalau Narendra tidak memergoki ibunda permaisuri mungkin Deniz sekarang sudah meninggal dan jiwanya tertahan di alam siluman.
" Saya akan membantu kalian berdua untuk menyembuhkan Deniz. Mungkin ilmu tenaga dalam kita bertiga bisa membantu untuk memulihkan kembali energi Deniz." ucap Mahaguru kepada Narendra.
" Pangeran bawalah Tuan Putri Deniz ke mari, kita akan memulai teknik untuk penyembuhan tuan putri Deniz dan semoga usaha kita akan menghasilkan sesuatu yang baik untuk kalian sekeluarga bisa berkumpul kembali!" ucap Mahaguru memberikan harapan kepada mereka berdua yang hampir putus asa.
Awalnya Narendra membawa Deniz ke alam manusia untuk bisa menyembuhkan Deniz secara utuh dan sempurna. Tetapi ternyata di sana pun tidak bisa melakukannya karena memang hanya Narendra dan Panji yang bisa membuat Deniz kembali sehat.
" Ayah. Cepatlah ambil ibu dan kita akan berjuang bersama-sama untuk membuat ibunda tidak lagi berpisah dengan kita!" ucap Panji dengan penuh semangat membuat Narendra pun menjadi senang.
" Apa kau menyayangi ibumu, Panji?" tanya Narendra sambil mengelus kepala katanya yang cepat sekali tumbuh dewasa.
__ADS_1
" Tentu saja Ayah. Dia adalah Ibuku dan demi melahirkan aku ibu telah banyak berkorban. Tentu aku harus menyayanginya!" Narendra bahagia sekali mendapatkan jawaban seperti itu dari putranya setidaknya hal itu bisa menjadi kekuatan untuk Narendra berusaha dan berjuang membawa kembali istrinya untuk bersama mereka kembali.
" Baiklah nak. Tunggulah di sini. Ayahanda akan segera mengambil ibumu semoga saja Kyai Rasyid dan juga kedua orang tuanya mau memberikan ibumu kepada ayah!" melihat ayahnya tampak ragu akhirnya Pangeran Panji pun menawarkan diri untuk ikut bersama dengan ayahnya.
" Ayah. Izinkan aku untuk ikut denganmu. Percayalah! Aku yakin aku pasti bisa membujuk kakek dan nenek untuk memberikan ibu kepada kita. Agar kita bisa berusaha untuk menyembuhkannya!" ucap Panji sambil tersenyum kepada ayahnya yang seketika sumringah wajahnya melihat semangat sang anak yang menginginkan kesembuhan untuk ibunya.
" Baiklah nak Ayo ikut dengan ayah!" Setelah berpamitan kepada Mahaguru mereka berdua pun kemudian menghilang dari pegunungan Pelangi menuju pondok pesantren Kyai Rasyid. Di mana saat ini Deniz sedang digembleng dan dididik untuk menjadi muslimah sejati di pondok pesantren itu.
Walaupun kesehatan dan kesadaran Deniz timbul tenggelam tetapi ketika Deniz sadar dia mempelajari semua yang diajarkan oleh Kyai Rasyid dengan baik dan lancar. Sehingga hal itu cukup berpengaruh pada kesadaran Deniz secara perlahan-lahan.
" Syukurlah akhirnya kita bisa melihat sedikit hasil dari usaha keras kita. Setelah selama berbulan-bulan kita berjuang sangat keras demi kesehatan Deniz!" ucap Kyai Rasyid penuh rasa syukur ketika dia melihat Deniz yang saat ini sedang mengaji bersama dengan istrinya.
Terlihat Dedi dan Amber begitu bahagia melihat perkembangan kesehatan Putri mereka yang sekarang sudah bisa mengenali mereka lagi.
" Alhamdulillah Kyai. Semua ini tidak terlepas dari usaha dan perjuang Kyai beserta santri lainnya yang terus berjuang demi kesembuhan anak kami. Terimakasih Kyai." ucap Dedi dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur.
Tiba-tiba saja Kyai Rasyid menatap arah pintu di mana saat ini Narendra dan Panji sedang meminta untuk bertemu denganmu.
" Ada apa Kyai?" tanya Dedi heran.
" Ada menantu dan juga cucumu yang ingin mengajak bertemu kita bertiga!" ucap Kyai Rasyid sambil tersenyum ke arah Narendra dan Panji yang saat ini sedang melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan.
Kalau siluman yang tidak beragama Islam, maka tidak akan mungkin sanggup untuk menembus pagar gaib yang telah dipasang oleh Kyai Rasyid. Seperti waktu itu, Abiyaksa tidak bisa masuk ke dalam pondok pesantren milik Kyai Rasyid.
" Assalamualaikum Kyai. Apakah bisa Kami berbicara dengan anda?" tanya Narendra yang belum mengetahui kalau saat ini Dedi dan Ambar pun sedang berada di situ.
__ADS_1
" Waalaikumsalam Pangeran. Silakan masuk. Kebetulan di sini pun ada mertuamu yang sedang menjenguk istrimu!" Narendra terkejut mendengarkan penuturan Kyai Rasyid. Karena memang tadi Narendra hanya berdiri di pintu gerbang pondok pesantren.
Narendra tidak akan masuk ke dalam pondok pesantren kalau tidak diizinkan oleh Kyai Rasyid sebagai pemilik tempat itu.
Narendra dan Panji kemudian langsung masuk dan dalam sekejap saja mereka sudah berdiri di hadapan Kyai Rasyid dan juga kedua mertuanya.
" Pak Dedi dan Bu Amber. Perkanalkan, dia adalah cucumu Pangeran Panji!" ucap Kyai Rasyid memperkenalkan Panji kepada kakek dan neneknya.
Dedi dan Amber sangat terkejut mendengar penuturan Kyai Rasyid mengenai kehadiran pemuda tampan yang berdiri di samping Pengeran Narendra.
" Ayah Apakah benar kalau mereka adalah kakek dan nenekku yang seorang manusia?" tanya Panji seakan tidak percaya dengan penuturan Kyai Rasyid.
" Benar Putraku. Mereka adalah kakek dan nenekmu orang tua dari ibumu. Pergilah ke sana dan berikanlah hormat dan takzimmu kepada mereka berdua!" perintah Pangeran Narendra kepada Panji yang langsung tersenyum karena merasa bahagia dia bisa bertemu dengan manusia yang berstatus sebagai kakek dan neneknya.
Dedi dan Amber begitu terkejut ketika melihat seorang pemuda tampan mendatangi mereka yang masih begitu shock mengetahui bahwa pemuda itu adalah anaknya Deniz.
" Bagaimana mungkin Kyai? Deniz baru beberapa bulan saja melahirkan. Kenapa anaknya sudah berusia hampir 16 sampai 18 tahun seperti ini?" tanya Amber seakan tidak percaya bahwa pemuda di hadapannya adalah cucunya.
Begitu pula dengan Dedi tampak masih tidak percaya. Rasanya seperti sebuah mimpi saja melihat seorang pemuda yang begitu tampan dan gagah sekarang berdiri di hadapannya dengan senyum yang mengembang.
" Assalamualaikum kakek dan nenek. Hallo perkenalkan namaku adalah Pangeran Panji. Aku adalah seorang pangeran yang paling tampan di kerajaan kucing!" ucap Pangeran Panji dengan wajah penuh kebahagiaan dan juga sangat ceria sekali.
Terlihat Dedi dan Amber saling menatap satu sama lain. Seakan ragu untuk menyambut perkenalan dan salam dari pemuda yang mengaku sebagai cucunya.
Mereka berdua tampak melirik ke arah Kiai Rasyid. Ketika melihat Kiai menganggukkan kepalanya, barulah Dedi dan Amber berani untuk menyambut salam dan juga pelukan Pangeran Panji sebagai salam perkenalannya.
__ADS_1