Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
150. Kesal


__ADS_3

Raja Abiyasa yang sedikit demi sedikit sudah bisa membuka matanya setelah diobati oleh tabib istana kerajaannya. Dia tampak marah dan menggeram kesal. Karena ternyata istana rahasia yang telah dia ciptakan dengan seluruh kekuatannya telah berhasil ditembus oleh Mahaguru dan juga Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan.


' Sia-sia aku mengorbankan tenaga dalamku begitu besar untuk membangun istana itu. Ternyata mereka berhasil menemukannya!' bathin Raja Abiyaksa yang benar-benar merasa marah.


" Raja beristirahatlah! Jangan terlalu banyak bergerak. Kalau tidak, maka kesehatanmu akan sangat sulit untuk dipulihkan kembali!" nasehat tabib istana kepada Raja Abiyaksa yang hanya bisa mendengus kesal karena memiliki anak buah yang bodoh dan tidak bisa diandalkan olehnya dalam menghadapi Mahaguru dan Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan.


" Panggilkan Jenderal istana kemari karena aku ingin bicara dengannya!" ucap Raja Abiyaksa dengan sisa kekuatan yang dia miliki yang masih membuat dia masih bernafas hingga saat ini.


Tabib istana kemudian mengundurkan diri dari hadapan Raja Abiyaksa dan mencari Jenderal istana yang diinginkan oleh sang Raja yang kondisinya bisa dikatakan hampir pulih walaupun tidak 100%.


Raja Abiyaksa menatap jenderalnya yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.


" Kenapa kau diam saja ketika melihat Mahaguru kurang ajar itu memperorak porandakan istana kita? Bukankah seharusnya kau mengerahkan para prajurit kita yang sudah dilatih dengan begitu baik?" tanya Raja Abiyaksa kepada jenderalnya yang saat ini tidak berani untuk menatapnya.


" Maafkan saya yang mulia Raja! Bukankah anda tidak memerintahkan kepada kami untuk menyerang Mahaguru tersebut?" Raja Abiyaksa mengepalkan Kedua telapak tangannya karena menahan amarah di hatinya yang sangat besar.


Akan tetapi Raja Abiyaksa sadar dengan dirinya sendiri bahwa saat ini Dia tidak memiliki kekuatan yang besar untuk bisa menghukum Jenderal istananya yang dia tahu memiliki kekuatan yang lumayan besar.


" Sudahlah! Pergi sana! Menyingkir dari hadapanku!" akhirnya Raja Abiyaksa memilih untuk menyuruh Jenderal istananya keluar dari kamarnya sambil dia merencanakan untuk kembali merebut Deniz dari Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan dan juga Mahaguru yang saat ini sedang berusaha untuk menyadarkan Deniz.


Raja Abiyaksa terlihat tersenyum ketika dia ingat dengan apa yang telah dia lakukan kepada Deniz yang saat ini masih belum sadarkan diri.


Raja Abiyaksa telah mengurung jiwa Deniz di dalam sebuah bejana dan hanya dia yang bisa membukanya. Dia menyembunyikan bejana itu di sebuah tempat rahasia yang hanya dia yang mengetahuinya.


Mahaguru mengerutkan keningnya. Merasa aneh karena ketika dia berusaha untuk membangunkan Deniz yang sedang berbaring di ranjang akan tetapi gagal dan tidak membuahkan hasil apapun.

__ADS_1


Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan terus memperhatikan apa yang terjadi kepada Deniz. Sampai terdengar sebuah suara gaib yang mengingatkan mereka.


" Jiwa Putri Deniz telah ditahan oleh Raja Abiyaksa di sebuah bejana. Kalian carilah bejana itu dan bebaskan jiwanya agar Putri Deniz bisa keluar dan bangun dari tidur panjangnya!" ucap suara misterius itu.


Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan langsung mengucapkan terima kasih kepada suara yang ternyata adalah Sang Ratu Penguasa Pantai Selatan.


" Terima kasih yang mulia Ratu atas petunjuknya. Kalau boleh hamba bertanya. Di manakah Raja Abiyaksa menyembunyikan bejana itu? Karena kami tidak bisa menemukan keberadaannya di manapun!" Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan masih bersimpuh di lantai demi menghormati sang ratu yang saat ini sedang mengirimkan suara dari jarak jauh untuk berbicara dengan mereka berdua.


" Kalian carilah sebuah sumber mata air yang ada di tempat itu. Lalu bacakan mantra pembuka pintu ghaib. Maka kalian akan menemukan sebuah tempat rahasia di balik mata air itu!" ucap suara sang ratu.


Sementara itu ada yang istana yang menjadi mata-mata Raja Abiyaksa langsung berlari ke kamar rajanya dan mengabarkan apa yang dia dengarkan barusan.


" Raja gawat!" ucapnya ngos-ngosan.


" Raja! Tempat rahasia milik Paduka Raja untuk menyembunyikan bejana yang terdapat jiwa Tuan Putri Deniz telah diketemukan oleh mereka. Aaat ini mereka sudah berusaha untuk masuk ke dalam sana!" Raja Abiyaksa benar-benar terkejut mendengarkan hal itu.


Raja Abiyaksa berniat untuk bangkit dari ranjangnya akan tetapi langsung dihentikan oleh tabib istana karena dia khawatir dengan kesehatan rajanya.


Akan tetapi raja Abiyaksa yang saat ini hatinya sedang marah dan kesal. Dia tidak memperdulikan sama sekali apa yang dikatakan oleh sang tabib kepadanya.


Kekuatan Raja Abiyaksa banyak tersedot karena membangun istana rahasia tempat dia menyembunyikan tubuh Deniz di istana itu.


Sekarang dia menjadi lemah dan hampir binasa, setelah bertarung dengan Mahaguru secara membuta, dia kalah dengan mudah. Karena kekuatannya yang hampir tersedot untuk membangun istana itu.


" Minggir jangan coba-coba kau menghalangi Apa yang akan aku lakukan!" Raja Abiyaksa langsung mendorong tapi yang tadi telah mengobatinya dengan susah payah.

__ADS_1


Baru Lima Langkah Raja Abiyaksa berjalan tiba-tiba saja keluar darah hitam dari mulutnya yang membuat yang tabit menjadi khawatir dengan keadaan rajanya.


" Raja Tolonglah Turuti nasehat hamba agar anda beristirahat bagaimanapun Anda harus memperdulikan kesehatan anda sendiri! Anda bisa kembali merebut Tuan Putri Denis kapan saja. Ketika anda masih hidup dan sehat. Akan tetapi anda akan kehilangannya untuk selamanya. Ketika anda sudah binasa!" ucapan tabib istana langsung mengena ke dalam hati Sang Raja yang Akhirnya dia pun kembali berbaring di ranjangnya.


Tabib merasa senang karena apa yang dia katakan bisa diterima oleh rajanya.


" Baiklah Raja hamba akan membuatkan ramuan untuk Anda agar pendarahannya segera berhenti!" Raja Abiyaksa hanya menganggukkan kepalanya sambil memegang dadanya yang terasa begitu sakit.


Hati Raja Abiyaksa benar-benar sangat geram sekali. Karena semua usahanya selama satu hari satu malam untuk menyembunyikan Deniz ternyata tidak berbuah hasil.


" Kurang ajar!! Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan dan Mahaguru itu!! Kalau kekuatanku sudah pulih aku pasti akan menantang mereka untuk bertarung Sampai Mati!" ucap Raja Abiyaksa dengan begitu geram luar biasa.


Sementara itu tabib istana yang saat ini sedang sibuk untuk membuatkan ramuan bagi rajanya. Dia tampak begitu kesulitan. Peluhnya sudah mengalir dari dahinya.


" Luka dalam yang diderita oleh Raja saat ini benar-benar sangat berat. Entah apakah aku bisa menyelamatkan atau tidak!" monolog sang tabib yang saat ini benar-benar sedang kesulitan untuk merawat Raja Abiyaksa.


Jenderal istana bisa merasakan Dilema yang saat ini dirasakan oleh sang tabib.


" Aku tahu Kau pasti kebingungan untuk bisa menyembuhkan Raja Abiyaksa yang durjana itu. Bagaimana kalau kita membunuhnya saja mumpung saat ini kekuatannya sedang habis terkuras karena bertarung dengan Mahaguru!" tabib istana sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Jenderal istana yang ternyata memiliki niat untuk membunuh raja mereka.


Tubuh tabib istana sudah gemetar karena dia tidak mempunyai keinginan untuk melakukan sifat khianat semacam itu.


" Kau cukup memasukkan racun ke dalam obat itu maka dia akan mati seketika tanpa merasakan apapun!" tabib istana sampai mengurus darahnya ketika mendengarkan ucapan dari Jenderal istana yang begitu kejam ingin membunuh raja mereka.


" Maafkan saya Jenderal. Tetapi saya adalah seorang tabib. Tugas saya adalah menyembuhkan yang sakit. Bukan membunuh dengan obat yang saya berikan!" tabib istana menolak mentah-mentah apa yang dikatakan oleh Jenderal istana kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2