Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
123. Semangat saja


__ADS_3

" Kenapa kau dan ayahmu tidak mau untuk menerima lamaranku huh?" tiba-tiba saja Pangeran Wangen sudah ada di antara mereka dengan mata yang menyala penuh kemarahan.


Sejak tadi Pangeran Wangen sebenarnya sudah berada di tempat itu. Akan tetapi dia tidak menunjukkan wajahnya kepada mereka.


Dedi dan Amber serta Deniz hanya menatap satu sama lain mengetahui bahwa akan terjadi hal yang buruk di tempat itu.


" Ayo kita pulang kita diskusikan semuanya di rumahku!" ucap Deniz yang kemudian mengajak mereka semua ke rumahnya.


Bagaimanapun tidak baik kalau sampai terjadi perdebatan ataupun pertarungan di antara mereka berempat.


Deniz bisa merasakan Aura persaingan di antara keempatnya yang sedang mengalami cinta segi empat yang sangat rumit di antara mereka berempat.


" Benar mari kita pulang ke rumah kami. Jangan ribut di tempat umum seperti ini!" ucap Dedi yang sekarang sudah mulai merasa biasa saja berhubungan dengan makhluk gaib seperti mereka.


Dedi dan Amber tidak merasa takut ataupun gemetar ketika berhadapan dengan pangeran Wangen maupun putri Hana.


" Benar! Ayo pulang ke rumah kakek dan nenekku tidak baik kalian ribut di tempat ini!" ucap Panji yang kemudian bangkit dari tempat duduknya.


Karena Mereka pergi dengan Amber dan Dedi mereka bertiga pun kemudian mengikuti ketiganya masuk ke dalam mobil.


Hana, Pangeran Wangen dan Panji serta Minsi. Keempat orang itu tampak diam tidak ada yang mengatakan apapun selama perjalanan itu.


Mereka semua sibuk dengan pikiran masing-masing. Dedi yang saat ini sedang menyetirpun perasaan yang merasa ketar-ketir.


Sungguh sesuatu yang mudah untuk berhadapan dengan para siluman yang memiliki kekuatan hebat seperti mereka bertiga. Pangeran Panji dan Pangeran Wangen sejak di bioskop tadi sudah saling menatap penuh permusuhan.


Mungkin kalau tidak ada Deniz di situ keduanya sudah bertarung dengan sengit.


Tetapi Panji masih berusaha menyebarkan dirinya untuk tidak terpengaruh dengan Pangeran Wangen yang sejak tadi terus memprovokasi dirinya.


Begitu mereka sampai di kediaman Dedi. Mereka bertujuh pun turun dari mobil.

__ADS_1


" Cepat katakan padaku! Kenapa kau tidak mau menerima lamaranku! Padahal jelas-jelas waktu itu kau mengatakan padaku kalau kau pasti akan menerima lamaran seorang pria yang datang kepada kedua orang tuamu!" ucap Pangeran Wangen dengan tatapan menyala penuh kemarahan.


Semua orang yang hadir di ruangan tamu itu terkejut mendengarkan ucapan Pangeran Wangen." Apakah benar itu Minsi kalau kau pernah mengatakan itu?" tanya Deniz menatap kepada Minsi dengan tajam.


" Hal itu memang benar. Akan tetapi Ayahku sudah jelas-jelas melarangku untuk berhubungan dengan makhluk gaib. Karena dia tidak mau aku mengalami nasib sepertimu Deniz harus berpisah dengan suami dan anakmu. Dan hidup menderita di alam manusia." ucap Minsi sambil menundukkan kepalanya.


Sebenarnya kalau mau mengakui dan jujur dengan perasaannya. Minsi saat ini benar-benar mencintai Pangeran panji akan tetapi dia tidak mau menjadi anak durhaka dan mengecewakan ayahnya yang sudah susah payah membesarkan dirinya.


Apalagi Minsi sekarang sudah tahu kalau Pangeran Panji sudah bertunangan dengan Hana. Hal itu benar-benar membuat dia sudah pupus harapan untuk bersama dengan pangeran Panji.


" Memangnya kenapa dengan makhluk gaib kami juga sama-sama Makhluk Tuhan yang mempunyai hak untuk mencintai seseorang!" ucap Pangeran Wangen merasa tidak terima dengan penilaian misi terhadap bangsanya.


Minsi menata Pangeran Wangan dengan lekat. Seingatnya, dulu saat berpisah dengan dirinya Pangeran Wangen pernah mengatakan kalau dia tidak ingin bertemu lagi dengan dirinya kenapa sekarang malah mengatakan akan melamar dia?


" Pangeran Wangen! Bukankah saat terakhir kali kita bertemu kau mengatakan tidak ingin bertemu lagi denganku? Kenapa sekarang kau bersikeras ingin aku menerima lamaran kamu huh?" tanya Minsi dengan sengit.


Mendengar pertanyaan dari Minsi Pangeran Wangen seketika gelagapan.


Hati Putri Hanna benar-benar sangat cemburu melihat usaha Pangeran Wangen untuk mendapatkan Minsi.


" Apa sebenarnya yang terjadi disini? Apakah kalian sebelumnya tidak memiliki janji untuk menerima satu sama lain sebagai pasangan kekasih?" tanya Hana benar-benar penasaran sekali.


" Aku tidak pernah mendapatkan pengakuan cinta darinya ataupun menerimanya sebagai kekasihku! Aku tidak mempunyai kewajiban untuk menerima lamaran siapapun yang tidak pernah mengikat janji cinta denganku!" ucap Minsi sambil melirik sekilas ke arah Panji yang sejak tadi terus memperhatikannya dengan seksama.


Sejujurnya hati Minsi benar-benar berdebar sekali saat melihat tatapan panji yang begitu lekat kepadanya seakan sedang menelanjangi dirinya.


Akan tetapi Minsi tidak berani untuk membalas tatapan panci karena selalu terdiam dengan ucapan ayahnya.


Ayahnya mengharapkan Minsi untuk berjodoh dengan manusia yang sudah dipersiapkan oleh sang ayah yang berasal dari Pondok Pesantren milik sahabat ayahnya.


Pria sholeh yang saat ini masih berada di Mesir karena sedang menempuh pendidikan S2- nya di sana.

__ADS_1


Rencananya setelah lebaran laki-laki itu akan pulang ke Indonesia dan melamar dirinya kepada sang ayah.


Akan tetapi Minsi tidak berani untuk mengungkapkan fakta itu di hadapan semua orang yang ada di ruangan itu. Minsi takut kalau calon suaminya itu nanti akan mendapatkan hal buruk karena harus berurusan dengan dua siluman kuat seperti Pangeran Wangen dan Pangeran Panji yang dia tahu memiliki perasaan untuk dirinya.


" Cepat katakan padaku! Kenapa kau tidak mau menerima lamaranku? Apakah kau sudah mempunyai kekasih?" tanya Pangeran Wangen menuntut jawaban dari Minsi.


Akan tetapi Minsi hanya terdiam dan tidak mau menjawab apapun pertanyaannya.


" Kenapa dari tadi kok diam saja? Cepat jawab!" tuntut Pangeran Wangen merasa kesal sekali.


" Aku tidak mencintaimu! Apa kau puas sekarang?" tanya Minsi yang kemudian bangkit dan bersiap untuk pulang dari kediaman Deniz.


" Maafkan aku tante dan om karena sudah membuat keributan di sini!" ucap Minsi yang akan pergi dari sana.


Akan tetapi tiba-tiba saja Pangeran Panji bangun dari duduknya dan langsung menyambar bibir Minsi dan menciumnya.


Untuk beberapa saat Minsi terpaku di tempat. Merasa terkejut sekali dengan tindakan agresif yang dilakukan oleh Panji yang benar-benar tidak dia pikirkan sebelumnya.


Pangeran Wangen dan Hana saling menatap satu sama lain. mereka berdua benar-benar terkejut dengan tindakan agresif Panji kepada Minsi.


" Kau kurang ajar!" ucap Minsi yang langsung menampar Pangeran panji dan kemudian meninggalkan kediaman Deniz.


" Aku mencintaimu Minsi. Kau dengar itu? Aku akan mengajak kedua orang tuaku dan kakek nenekku untuk melamarmu segera kepada ayahmu kau tunggulah di rumahmu!" teriak Panji ketika melihat Minsi yang langsung berlari keluar rumahnya.


Minsi langsung menghentikan taksi yang melintas di hadapan rumah Deniz.


" Kurang ajar sekali!!" ucap Minsi yang saat ini jantungnya sedang berdebar sangat kencang gara-gara perbuatan Panji yang sangat Lancang dan berani menciumnya tanpa izin.


Walaupun hanya beberapa detik. Akan tetapi ciuman itu benar-benar sukses membuat Minsi sangat kelapakan di buatnya.


Bahkan sampai di rumahnya terlihat Minsi langsung masuk ke dalam kamar dan kembali mengingat kejadian itu. Membuat hatinya berdebar sangat kencang. Darahnya berdesir sangat cepat.

__ADS_1


__ADS_2