Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 255


__ADS_3

Hanin saat ini sudah berada di dalam hutan larangan bersama dengan Maha guru dan Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan yang akan membantu dia untuk memasukkan kembali jiwa Putri Ayuningtyas ke dalam tubuhnya.


Setelah berhasil, Putri Ayuningtyas terlihat mulai sadar. Walaupun dia masih agak linglung dengan situasi yang ada di hadapannya.


"Ayah, apa yang sudah terjadi kepadaku?" tanya Putri Ayuningtyas kepada Pangeran Surya Kelana yang merasa sangat terharu karena akhirnya putrinya berhasil kembali kepadanya.


Pangeran Surya Kelana langsung memeluk Putri Ayuningtyas dengan bahagia. "Syukurlah putriku! Akhirnya kau bisa kembali lagi. Terimakasih ya Tuhan!" Putri Ayuningtyas masih terlihat bingung.


Ingatannya sebelum dia diambil jiwanya memang sudah dihilangkan oleh Raja Abiyaksa. Hal itu sengaja dilakukan olehnya untuk menghindari kebencian dari Putri Ayuningtyas kepadanya.


Bagaimanapun juga Raja Abiyaksa tidak mau kalau sampai Putri Ayuningtyas yang masih dia anggap sebagai adiknya membenci dirinya suatu saat nanti.


"Apa yang akan kita lakukan kepada Jenderal Anom dan pasukan mereka yang ada di luar sana?" tanya Mahaguru kepada Pangeran Surya Kelana.


Pangeran Surya Kelana menatap kepada putrinya yang terkejut mendengar nama Jenderal Anom.


"Dia adalah suamiku, ayah. Walaupun pernikahan kami karena keterpaksaan, tetapi selama dia menjadi suamiku dia selalu memperlakukanku dengan baik. Ayah! Apakah boleh aku bertemu dengannya?" tanya Putri Ayuningtyas kepada ayahnya yang sebenarnya cukup terkejut melihat sikap putrinya yang sedikit berubah.


Putri Ayuningtyas terlihat sedikit lembut dan tidak liar lagi seperti dulu. Sekarang wajahnya bahkan terlihat bercahaya dan sangat agung. Hal itu benar-benar sangat mengherankan semua orang yang ada di sana.


"Putriku! Katakan pada Ayah, Nak. Apa yang sudah terjadi kepadamu ketika jiwamu diambil oleh raja Abiyaksa?" tanya Pangeran Surya Kelana ingin mengobati rasa penasaran di hatinya.


Putri Ayuningtyas tersenyum kepada ayahnya. "Ayah, aku bertemu dengan ibuku di alam paralel. Ibuku sudah menasehatiku agar mau menerima pernikahanku dengan Jenderal Anom yang ternyata masih keturunan dari kerajaan harimau putih.


"Apa?" Maha guru cukup terkejut mengetahui kenyataan itu.

__ADS_1


"Bukankah itu artinya kalau dia masih keturunanku? Kenapa aku tidak bisa merasakan auranya sebagai keturunan siluman Harimau putih?" tanya Maha guru yang saat ini masih merasa bingung dengan keterangan yang dikatakan oleh Putri Ayuningtyas.


Putri Ayuningtyas kemudian menjelaskan semua hal yang diberitahukan oleh ibunya pada saat dirinya memasuki alam paralel.


"Ibuku bilang dia memang sengaja menutupi auranya agar tidak tercium siapapun. Ayah! Aku akan menerima pernikahanku dengan Jenderal Anom. Tolong biarkan dia masuk ke dalam sini. Supaya kita bisa menemukan alasan kenapa dia bersembunyi di kerajaan ular hijau." Pangeran Surya Kelana tampak berpikir sejenak untuk mengabulkan ataukah tidak keinginan putrinya.


Maha guru langsung bertindak tanpa menunggu persetujuan dari Pangeran Surya Kelana. Karena sejujurnya maha guru juga sangat penasaran dengan alasan Jenderal Anom yang berdasarkan keterangan dari Putri Ayuningtyas adalah keturunan Harimau putih seperti dirinya.


Hanya dalam satu kali loncatan saja Maha guru sudah berada di hadapan Jenderal Anom. Jenderal Anom terkejut ketika melihat maha guru sudah ada di hadapannya dengan memandangnya sangat lekat.


Wujud Maha guru saat ini berupa harimau putih yang sangat besar berdiri dengan gagah di hadapan Jenderal Anom. Jenderal Anom cukup merasa terintimidasi dengan apa yang dilakukan oleh Maha guru. Jenderal Anom masih tetap bertahan dalam penyamarannya sebagai jenderal dari istana kerajaan ular hijau. Dia tidak mau kalau sampai anak buah maupun komandannya mengetahui tentang identitasnya yang sesungguhnya.


"Cepat kau masuk! Kalian semua!! Tunggu di luar sini. Karena kami akan melakukan perundingan dengan Jenderal kalian. Paham?" tanya Maha guru kepada Pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Anom.


Hutan tersebut benar-benar terlindung dari orang luar yang tidak diizinkan untuk masuk oleh Pangeran Surya Kelana. Kekuatan Pangeran Surya Kelana memang luar biasa. Hal itulah yang membuat Hutan Larangan selama 500 tahun tidak pernah dijamah oleh siapapun.


Jenderal Anom kemudian langsung masuk ke dalam celah yang tadi dibuka oleh Mahaguru dengan menggunakan kekuatannya.


Jenderal Anom cukup terkesiap melihat sebuah gua yang sangat cantik yang ditempati oleh Pangeran Surya Kelana dan Putri Ayuningtyas.


Jenderal Anom sangat bahagia ketika melihat wanita yang dia cintai sudah sadar dan jiwanya sudah kembali ke tubuhnya dan sekarang dia baik-baik saja."Putri Ayuningtyas! Syukurlah akhirnya jiwamu kembali masuk ke dalam tubuhmu." Jenderal Anom sebenarnya tidak menyetujui ini Raja Abi Arsa untuk mengambil jiwa Putri Ayuningtyas yang akan di jadikan tumbal oleh Raja Abiyaksa dan diberikan kepada leluhurnya yang membutuhkan jiwa yang murni untuk melatih dan meningkatkan ilmu yang mereka miliki.


Putri Ayuningtyas merasa bingung dan juga tidak mengerti harus melakukan apa ketika dia berhadapan dengan Jenderal Anom.


Ibunya mengatakan bahwa Jenderal Anom adalah siluman yang baik dan bisa dipercaya. Jenderal Anom tersenyum melihat Putri Ayuningtyas yang tidak menyerangnya seperti dulu.

__ADS_1


Putri Ayuningtyas yang dia kenal, pasti akan menyerang dirinya ketika berhadapan muka. Putri Ayuningtyas selalu tidak suka dengan kehadirannya.


"Duduklah karena kami ingin bertanya sesuatu yang penting kepadamu!" perintah Pangeran Surya Kelana kepada Sang Jenderal yang terlihat begitu bahagia karena masih bisa melihat wanita yang dia cintai kembali sehat dan tidak kekurangan apapun.


Jenderal Anom sangat tahu apa yang akan terjadi kepada Putri Ayuningtyas apabila jiwanya di serap oleh Leluhur ular hijau. Putri Ayuningtyas akan menjadi gila selamanya. Walaupun dengan kekuatan yang dia miliki, dia bisa membantu Putri Ayuningtyas agar sesekali sadar. Atau mengambil jiwa orang lain dan di masukan ke dalam tubuhnya.


Jenderal Anom sudah memikirkan banyak hal ketika jiwa Putri Ayuningtyas di ambil oleh Raja Abiyaksa.


"Apa yang ingin kalian bicarakan denganku?" tanya Jenderal Anom pada akhirnya.


Jenderal Anom berusaha menentramkan jantungnya yang serak tadi berdebar sangat kencang melihat Putri Ayuningtyas yang tidak liar lagi seperti dulu.


Putri Ayuningtyas bahkan tadi sempat tersenyum kecil kepadanya.Jenderal Anom benar-benar sangat bahagia dengan hal itu.


"Katakan padaku! Siapa identitasmu yang sesungguhnya? Kenapa kamu menyamar menjadi jenderal dari istana kerajaan ular hijau? Apa sebenarnya yang sedang kau rencanakan di sana?" tanya Maha guru yang benar-benar sangat penasaran dan tidak mampu lagi untuk membendungnya.


Jenderal Anom cukup terkejut mendengar pertanyaan itu tetapi dia pun tidak mungkin akan terus bersembunyi di dalam cangkang Jenderal Anom yang sebenarnya sudah dia bunuh 200 tahun yang lalu.


"Aku sebenarnya adalah putra mahkota dari istana Kerajaan Harimau putih. Aku sengaja bersembunyi di dalam cangkang tubuh ini karena menghindari pertumpahan darah yang terjadi di istana kerajaan Harimau putih. Banyak di antara mereka yang ingin membunuhku dan menggulingkan statusku sebagai putra mahkota istana kerajaan Harimau putih." Mahaguru terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Jenderal Anom yang ternyata adalah Putra Mahkota dari istana kerajaan Harimau putih.


Jenderal Anom Kemudian menceritakan semua tragedi yang terjadi di istana kerajaan harimau putih yang telah dijajah oleh perdana menteri yang sedang berusaha untuk memberontak kepada ayahnya yang sudah semakin tua dan lemah.


"Namaku adalah Pangeran Sagara. Saat ini Ayahku menjadi tawanan dari perdana menteri Tadinya, aku akan menggunakan kekuatan Jenderal Anom yang memiliki prajurit ratusan ribu untuk menyerang perdana menteri dan menggulingkannya dari kekuasaan di istana kerajaan harimau putih. Tetapi Raja Abiyaksa sangat sulit untuk dibujuk untuk melakukan hal itu." Jenderal Anom menundukkan kepala dengan wajah yang sedih.


"Alasan itulah yang membuatku selalu menuruti semua yang dia katakan padaku. Karena aku ingin meminjam kekuatan mereka, untuk mengembalikan statusku sebagai putra mahkota yang terbuang, dari istana kerajaan harimau putih, gara-gara perbuatan perdana menteri yang khianat!" Jenderal Anom atau Pangeran Sagara terlihat begitu keram ketika menceritakan semua itu kepada semua orang yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2