Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
126. Galau


__ADS_3

Sementara itu Pangeran panji yang sudah selesai mandi. Dia pun keluar dan memilih untuk tidak makan makanan manusia. Panji hanya makan bunga kantil yang sudah disediakan oleh Deniz untuk dirinya.


" Ibunda Aku akan segera pulang ke alam siluman. Karena sejak tadi Ayahanda terus memanggilku. Tampaknya ada hal yang penting di istana kerajaan!" ucapan yang sudah bersiap untuk meninggalkan alam manusia dengan menggunakan kemampuan hebatnya. Panji sekarang ilmunya sudah semakin matang.


" Baiklah anakku. Kau berhati-hatilah di jalan. Kau harus smpaikan salam ibunda kepada ayahmu. Rencananya dua hari lagi ibunda akan pindah ke apartemen." ucap Deniz sambil memeluk putranya yang sudah bersiap untuk kembali ke alam siluman.


" Nanti aku akan bilang sama Ayah. Mungkin nanti ayah akan mengantarkan ibunda ketika pindahan! Baiklah Ibunda, kakek dan Nenek. Aku pergi dulu karena jemputanku sudah datang!" Panji kemudian langsung menghilang menuju Kereta Kencana yang melayang di atas kediaman Deniz.


Deniz dan kedua orang tuanya menatap kepergian Panji. Entah kenapa hingga saat ini Deniz selalu merasa hatinya begitu pilu. Setiap kali harus melepaskan panji untuk berpisah dengannya. Untuk kembali ke alam siluman.


Deniz kemudian masuk dan berniat untuk pergi ke rumah Kyai Ilham. Deniz ingin mendiskusikan tentang masalah Panji dan Minsi. bagaimanapun Deniz tidak mau melihat putranya patah hati karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


Walaupun sebenarnya Deniz bisa mengetahui kalau Minsi pun memiliki perasaan seperti Panji. Hanya saja terhalang dengan keinginan ayahnya yang tidak mau memiliki hubungan dengan alam gaib seperti kedua orang tuanya yang sekarang sudah mulai ikhlas dengan pernikahannya bersama pangeran dari alam gaib bernama Pangeran Narendra.


" Pah, mah. Daniz pergi dulu ya?" pamit Deniz kepada kedua orang tuanya yang tampak begitu khawatir.


Dedi dan Amber khawatir kalau sampai Denis meninggalkan mereka tanpa mengatakan sepatah kata pun.


" Kamu mau kemana sayang?" tanya Amber.


" Deniz mau mengunjungi Kyai Ilham. Deniz ingin membicarakan tentang Panji Dan Minsi! Kasihan Panji kalau perasaannya harus digantung tanpa kejelasan!" ucap Deniz.


Amber dan Dede kemudian mengizinkan Deniz untuk pergi. Tetapi mereka berpesan untuk segera kembali.

__ADS_1


" Pergilah Sayang. Tapi ingat! Setelah dari sana kau harus kembali ke rumah. Karena kami sangat khawatir kalau kau berada di luar berlama-lama!" pesan Dedi dengan wajah kekhawatirannya pada Deniz.


Deniz mengangguk menanggapi ucapan ayahnya.


" Tenanglah Pah. Deniz hanya menemui Kyai Ilham. Mungkin nanti mampir ke rumah Kyai Rasyid sebentar. Karena Deniz pun ingin merundingkan banyak hal dengan beliau!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada kedua orang tuanya.


Dengan perasaan berat hati Deniz dan Amber mengizinkan putrinya untuk meninggalkan mereka. Mereka ingin melarang pun tidak mungkin. Karena Deniz juga pasti memiliki kebutuhan di tempat lain.


Ingin memasung Deniz di kamar pun, tidak mungkin sanggup mereka lakukan. Karena Deniz pasti akan merasa sedih diperlakukan tidak manusiawi seperti itu.


" Sudah lama kita pasrahkan saja semua yang terjadi kepada putri kita. Deniz adalah anak yang pintar dan cerdas Papa yakin dia tahu apa yang sedang dia lakukan." ucap Dedi.


" Mama hanya khawatir kalau di tengah jalan tiba-tiba saja Deniz diganggu oleh makhluk astral ataupun tiba-tiba Deniz pergi ke alam siluman tanpa sepengetahuan kita. Aduh Pah! Membayangkan hal-hal seperti itu terjadi pada Deniz, benar-benar membuat hati Mama sakit sekali." Amber terlihat menyandarkan kepalanya di bahu Dedi.


Mendengarkan perkataan suaminya, Amber tampak tersenyum senang.


" Tapi sayang kehebatan cucu kita itu tidak akan mungkin bisa kita bagi-bagi dengan orang lain. Kalau kita melakukannya yang ada mereka pasti akan Curiga dengan kita melakukan pesugihan. Lihatlah! Walaupun papa sekarang sudah tidak bekerja lagi, tetapi kita memiliki mobil mewah, memiliki rumah cantik, bahkan Deniz sebentar lagi memiliki apartemen mewah yang akan dia tempati!" ucap Amber tertawa senang.


" Bukankah memang benar putri kita menikah dengan pangeran dari alam gaib. Semua orang di lingkungan ini sudah mengetahui hal itu. Dan mereka sudah tahu juga alasannya. Akan tetapi mereka tidak takut dengan keluarga kita. Karena selama ini kita tidak pernah memberikan tumbal ataupun sesajen kepada para siluman itu. Kita hanya membeli bunga kantil. Apabila Pangeran Panji ataupun Pangeran Narendra sedang berkunjung kemari untuk menemui Deniz!" ucap Dedi.


" Dan setiap kali Pangeran Narendra datang kemari. Setiap dia pergi pasti di bawah bantal kita selalu ada emas dan juga banyak uang. Atau setiap kali Deniz kembali dari alam gaib pasti di bawah bantalnya selalu ada banyak uang." ucap Amber dengan senyumnya.


Ya, kegundahan hati Amber kehilangan putri nya yang harus selalu tidur berhari-hari bahkan sampai satu minggu lebih. Bisa terobati dengan materi yang selalu dilimpahi oleh kerajaan kucing.

__ADS_1


Entahlah kadang mereka merasa kalau mereka sedang melakukan pesugihan siluman kucing dengan menumbalkan Putri mereka yang harus hidup di dua alam.


Kadang mereka pun merasa bingung sendiri dengan status mereka saat ini. Apakah sekarang mereka telah berstatus melanjutkan pesugihan sang ayah yang sudah meninggal ataukah tidak. Karena pada kenyataan nya, setiap kali Deniz pergi ataupun setiap kali Pangeran Narenda datang pasti mereka selalu diberikan kejutan dengan materi yang berlimpah luar biasa.


Sementara itu Deniz yang sekarang sudah berada di kediaman Kyai Ilham, dia tampak sedang berbincang serius dengan Sang Kiai yang terlihat mengerutkan keningnya.


" Maafkan saya Deniz tetapi saya tidak bisa untuk mengizinkan putri saya untuk menikah dengan putramu yang setengah siluman itu. Kebetulan saya sudah menjodohkan putri saya dengan putra dari Kyai yang masih sahabat saya. Sekitar 2 bulan lagi dia akan kembali dari Mesir dan mereka akan langsung melangsungkan pernikahan." ucap Kyai Ilham menerangkan kondisi yang sedang terjadi di dalam rumah tangganya.


Deniz yang mendengarkan penuturan dari Kyai Ilham benar-benar sudah lemas dan tidak mampu berkata-kata.


Sementara itu Minsi yang saat ini sedang berada di dalam kamarnya dan berusaha untuk mencuri dengar pembicaraan mereka berdua tampak meneteskan air matanya.


Minsi tahu bahwa dirinya sudah tidak bisa untuk menikah dengan manusia lainnya. Karena dia sudah pernah berciuman dengan pangeran Panji. Kecuali kalau Manusia itu memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada Panji.


Sementara Minsi belum mengetahui kualifikasi dari calon suaminya seperti apa.


Yang Minsi dengar dari ayahnya bahwa calon suaminya adalah anak dari seorang kyai yang berada di Pulau Jawa. Saat ini dia sedang menempuh pendidikannya di Mesir dan sebentar lagi akan kembali ke Indonesia untuk melangsungkan pernikahan dengan dirinya, sekitar dua bulan lagi.


Pangeran Panji sudah menandainya sebagai calon pengantinnya dan Minsi tahu bahwa dia tidak bisa lari dari takdir itu.


Sekarang Minsi sedang mengkhawatirkan nasib calon suaminya yang ada di Mesir.


Walaupun selama ini dirinya tidak pernah mengungkapkan identitas calon suaminya. Akan tetapi dengan kemampuan panji, Minsi sangat yakin kalau Panji saat ini pasti sudah tahu tentang calon suaminya Minsu.

__ADS_1


" Baiklah Kyai. Saya mengerti tentang kesulitan maupun alasan Kyai. Saya hanya merasa iba dengan Panji dan Minsi yang harus kehilangan cinta mereka karena Kyai yang tidak merestuinya. Akan tetapi saya sebagai orang tua dari Panji pun tidak bisa memaksa. Biarlah semua kami serahkan sama yang maha kuasa pembeli kehidupan. Saya berharap bahwa apapun yang akan terjadi kepada mereka. Hal itu adalah yang terbaik untuk kehidupan dan kebahagiaan mereka berdua!" ucap Deniz dengan senyum getir dan kesedihan di hatinya.


__ADS_2