Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 232


__ADS_3

"Kalaupun aku menerima perjodohan itu, Kakak Raja Abiyaksa tidak akan pernah mau menerimanya. Karena sepanjang hidupnya dia hanya mencintai Ratu Deniz." Pangeran Surya Kelana menatap kepada adik iparnya yang sejak tadi hanya diam dan menyimak semua pembicaraan mereka.


Pangeran Surya Kelana bisa mengerti Kenapa Raja Abiyaksa begitu mencintai Ratu Deniz. Seorang wanita yang sangat cantik dan anggun.


"Apakah benar kalau Raja Abiyaksa mencintaimu?" tanya Pangeran Surya Kelana pada Ratu Deniz.


"Tetapi istriku tidak pernah mencintainya. Perasaan itu adalah yang terpenting dan tidak bisa di paksakan oleh siapapun juga. Istriku selama ini hanya menganggap Raja Abiyaksa sebagai sahabat dan tidak lebih dari itu." Raja Narendra menatap istrinya yang hanya menundukkan kepalanya.


Raja Narendra selama ini memang selalu merasa bermasalah dengan Raja Abiyaksa. Karena perasaan Raja Abiyaksa yang selalu mencintai istrinya.


"Sangat berat kalau sudah berbicara tentang perasaan," Leluhur terlihat berpikir keras tentang masalah yang saat ini sedang berada di hadapan mereka.


" Raja Abiyaksa selama ini selalu mencari masalah dengan istana kerajaan kita. Karena dia selalu menggunakan rasa cintanya kepada istriku untuk dia jadikan alasan untuk menyerang kita. Mungkin dengan cara kita mensukseskan acara Perjodohan antar Raja Abiyaksa dan Putri Ayuningtyas akan membuat permusuhan antara dua kerajaan akan berakhir sampai di sini saja." mantan permaisuri terlihat melirik kepada cucunya yang baru bertemu dengannya hari ini.


Putri Ayuningtyas kesulitan menelan salivanya sendiri mendengar apa yang dikatakan oleh neneknya yang begitu terus terang.


"Jadi kalian hanya menggunakan ku untuk menjadi sandaran sebuah perdamaian antar dua kerajaan?" tanya Putri Ayuningtyas yang seperti merasa kecewa dengan hal itu.


Putri Ayuningtyas menatap kepada ayahnya yang sejak tadi terlihat merenung. Dia sedang memikirkan tentang masalah yang kembali hadir dalam hidupnya. Setelah memutuskan untuk kembali ke dunia ramai demi Putri tercintanya.


"Sebaiknya aku tidak bisa menikah saja. Supaya Ayahku tidak usah kembali lagi ke Hutan Larangan dan hidup mengasingkan diri di sana!" Putri Ayuningtyas menundukkan kepalanya ketika dia melihat saya yang melotot kepadanya.

__ADS_1


"Kalau kau tidak mau menikah. Apakah kau mau menjadi perawan tua selamanya dan menghentikan silsilah keturunan keluarga kita?" terlihat Pangeran Surya Kelana begitu murka dengan ucapan putrinya yang terlalu sembrono menurutnya.


Pangeran Surya Kelana menatap kepada adiknya yang biasanya bisa bersikap bijaksana dan memiliki sejuta ide untuk setiap masalah yang ada.


"Bagaimana menurutmu Raja Narendra?" Raja Narendra terdiam sesaat. Karena sejujurnya dia sendiri tidak mengerti apa yang harus dilakukan masalah pernikahan keponakannya.


Raja Narendra menghela nafas berat. Karena sejujurnya saja, hal itu membuat hatinya tidak nyaman sama sekali.


Kalau dirinya membantu masalah pernikahan putri Ayuningtyas, dia khawatir siluman lain akan berpikir kalau dia ingin mendorong kakaknya untuk segera kembali ke Hutan Larangan dan mengasingkan diri selamanya di sana.


Sementara dirinya masih membutuhkan tenaga sang kakak untuk menghadapi banyak masalah yang terjadi di istana kerajaan kucing.


"Saya akan sangat menghargai kalau kakak Pangeran Surya Kelana mau mengambil status sebagai putra mahkota dan membantuku dalam pemerintahan. Sejujurnya menjadi seorang raja istana kerajaan kucing bukanlah impian hidupku selama ini. Karena aku memiliki impian kecil bersama istriku untuk menetap di alam manusia bersama dengan keluarga kami yang lain yang sudah ada di sana." Pangeran Surya Kelana terlihat menganggukkan kepalanya.


"Benar sekali, Kak. Mereka sangat betah dan tidak ingin kembali ke kerajaan kucing. Karena mereka juga menolak status sebagai putra mahkota yang ingin aku berikan kepada Pangeran Panji." Pangeran Surya Kelana sejak tadi hanya bisa mengangguk.


Suasana di dalam ruangan itu tiba-tiba menjadi hening. Karena tidak menemukan titik terang dari masalah yang sedang mereka diskusikan.


Disaat mereka sedang begitu serius, tiba-tiba saja Raja Narendra seperti mendapatkan sinyal panggilan dari jenderalnya. Bahwa saat ini istana kerajaannya sedang dalam bahaya.


"Maafkan aku. Sepertinya aku dan istriku harus segera kembali ke kerajaan. Baru saja, jenderalku mengabarkan kalau terjadi serangan tiba-tiba dari istana kerajaan ular hijau. Tampaknya Raja Abiyaksa kembali menyerang kerajaan kita!" semuanya terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Raja Narendra barusan.

__ADS_1


"Sayang, ayo kita siap-siap untuk kembali ke istana. Jangan sampai nanti terjadi pembantaian lagi seperti 500 tahun yang lalu." Pangeran Surya Kelana kemudian mengikuti raja narendra sedang istrinya yang saat ini sedang bersiap-siap untuk kembali ke istana kerajaan kucing.


Sang leluhur kemudian memerintahkan kepada mantan raja dan permaisuri untuk membantu Raja Narendra dalam mengatasi serangan itu.


"Bantulah anak-anakmu untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau kalian berhasil menangkap Raja Abiyaksa, bawalah dia kemari. Aku ingin berbicara 4 mata dengannya." Pangeran Surya Kelana langsung menyetujui apa yang diinginkan oleh kakeknya.


Pangeran Surya Kelana selama ini sangat mengagumi leluhurnya yang terkenal sangat sakti dan berwibawa. "Jangan khawatir! Aku akan menangani Raja Abiyaksa. Aku juga akan memastikan perjodohan itu terlaksana dengan baik. Aku akan mengusahakan untuk permusuhan bisa segera dapatkan dan diakhiri." ucap sang leluhur dengan pelan dan dalam.


Raja Narendra merasa sangat senang sekali. Saat dia mendengar janji yang diberikan oleh leluhurnya, yang mau membantunya untuk mengatasi krisis di istana kerajaan. Karena perbuatan Raja Abiyaksa yang selalu mencari gara-gara dengan mereka.


"Baiklah sekarang juga kami akan pergi dan menangani penyerangan ini dengan baik." Raja Narendra kemudian mendekati istrinya yang sejak tadi hanya diam dan melamun.


Ratu Deniz benar-benar merasa bersalah karena telah memberikan begitu banyak masalah kepada suaminya dan juga keluarga besarnya.


"Aku mohon dengan sangat! Semoga leluhur bisa segera mewujudkan perjodohan tersebut dengan baik dan lancar, agar ambisi dan obsesi dari Raja Abiyaksa terhadap saya bisa segera berakhir. Sejujurnya, saya benar-benar merasa terganggu dengan perasaannya yang terlalu menyesakkan dada." Ratu Deniz melirik kepada suaminya yang sejak tadi terus menatapnya dengan lekat.


Mereka pun kemudian bersiap-siap untuk kembali ke istana kerajaan kucing, untuk melawan pasukan Raja Abiyaksa yang telah kembali membawa pasukannya untuk mencari Putri Ayuningtyas yang telah kabur dari pernikahannya bersama Jenderal Anom.


Raja Abiyaksa sangat murka sekali setelah mengetahui bahwa ternyata Putri Ayuningtyas berada di istana kerajaan kucing. Berdasarkan mata-mata dan pencarian sang Raja terhadap adik yang sangat dia sayangi selama ini.


Raja Abiyaksa tampaknya belum mengetahui tentang status Putri Ayuningtyas sebagai putri dari Pangeran Surya Kelana. Dia berpikir bahwa Putri Ayuningtyas sedang di sandra oleh Raja Narendra.

__ADS_1


Pemikiran itulah yang membuat Raja Abiyaksa akhirnya membawa jenderal dan prajurit nya kembali untuk menyerang kerajaan kucing. Kerajaan yang selama ini selalu menjadi musuh bebuyutan baginya.


__ADS_2