Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
24. Cemburu tanda Cinta


__ADS_3

Kecemburuan benar-benar telah merasuk ke dalam hati Narendra. Sehingga dia berniat untuk menemui Dani dan menegur agar Dani tidak melakukan kontak fisik dengan calon istrinya.


Tampak ibu permaisuri masuk ke dalam kamar Narendra yang masih marah melihat Dani dan Deniz yang saat ini sedang berpelukan di dalam tenda.


Melihat ibunya yang masuk ke dalam kamar, Narendra pun langsung menutup kaca benggalanya. Dia tidak mau kalau sampai ibunya melihat apa yang sedang dilakukan oleh Deniz bersama Dani.


" Apa yang sedang kau lakukan anakku? Bukankah tadi kau bilang hendak menjemput calon istrimu untuk berkunjung ke istana kita?" tanya ibunda permaisuri dengan raut wajah penasaran.


Narendra kemudian mendekati ibunya yang saat ini sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya.


" Deniz belum siap untuk datang kemari Ibunda permaisuri. Ananda tidak bisa untuk memaksanya." ucap Narendra tampak lesu.


Permaisuri kemudian menggenggam telapak tangan putranya.


" Tetapi kau sudah pertemukan dengan calon istrimu?" tanyanya lagi.


Narendra menganggukan kepalanya kemudian dia membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


" Bisakah Ananda tidur ibunda? Anda sangat lelah setelah melaksanakan tugas seharian!" ucap Narendra kepada sang permaisuri.


" Baiklah kau beristirahatlah!" setelah kepergian ibunya Narendra pun kemudian duduk kembali dan merenungkan apa saja yang terjadi selama seharian tadi setelah dia bertemu dengan Deniz di hutan tadi.


Narendra menarik nafasnya dalam-dalam. hatinya masih panas ketika melihat Deniz yang dipeluk oleh Dani di dalam tenda.


" Aku harus bertemu dengan Dani. Aku tidak akan mengijinkan dia untuk melakukan kontak fisik dengan calon istriku!" ucap Narendra dengan geram.


Narendra pun kemudian langsung pergi meninggalkan kamarnya. Dan dalam hitungan satu detik, dia sudah berada di hadapan Dani yang sekarang berada di dalam tendanya.


" Astaghfirullahaladzim kau mengejutkanku!" protes Dani sambil mengelus dadanya yang merasa terkejut melihat kehadiran Narendra yang tiba-tiba.

__ADS_1


Dani melihat ke sekeliling di mana teman-temannya tampak sudah tidur.


" Mau apa kau malam-malam begini mendatangiku?" tanya Dani masih berusaha untuk menenangkan dirinya yang tadi sangat terkejut gara-gara kehadiran Narendra yang tiba-tiba ada di depannya.


Narendra menatap tajam kepada Dani. Ada aura kemarahan di matanya.


" Kau kenapa menatapku seperti itu? Apa Aku melakukan kesalahan padamu?" tanya Dani heran melihat wajah tampan Narendra yang ditekuk tampak sedang menahan emosi.


" Aku minta kau jangan lagi melakukan kontak fisik dengan calon istriku. Aku melakukan taruhan denganmu Tetapi aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk menyentuh calon istriku. Walaupun seujung kukunya!" ucap Narendra dengan geram.


Dani tampak tertawa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Narendra yang sedang di amuk cemburu kepadanya.


" Kenapa kau tertawa?" tanya Narendra merasa tidak senang melihat Dani yang seakan sedang menertawakan perasaannya saat ini.


" Apakah kau cemburu melihatku memeluk Deniz? Apakah itu artinya kau selalu mengawasi kami di sini?" tanya Dani menatap lekat kepada Narendra.


" Benar aku selalu mengawasi semua tindak-tandukmu barsama calon istriku. Jadi kau harus berhati-hati untuk melakukan sesuatu ketika bersama Deniz!" ucapan Narendra benar-benar membuat Dani merasa sangat lucu.


" Mungkin kau merasa bahwa Deniz adalah calon istrimu. Tetapi sampai Deniz sendiri yang mengakuimu sebagai calon suaminya. Maka aku masih mempunyai kesempatan untuk mempunyai status sebagai calon suaminya juga!" ucapan Dani benar-benar sukses membuat Narendra merasa geram.


" Kau jangan mencari gara-gara denganku! Aku bisa membumihanguskanmu sekarang juga!" ucap Narendra dengan mata berapi-api.


Netika Narendra bersiap untuk menyerang Dani, tiba-tiba tubuh Dani dibersinar dan nampak singa putih mengaung di belakang tubuh Dhani.


Seketika Narendra pun ingat bahwa Dani memiliki khodam yang menjaga tubuhnya dari serangan makhluk gaib seperti dirinya.


" Baiklah aku akan memaafkanmu untuk kali ini. Tetapi lain kali aku pasti akan membuat perhitungan denganmu! Aku tidak akan lagi melihat khodam yang melindungimu!" ucap Narendra yang langsung menghilang dari hadapan Dani.


Dani merasa terkejut dengan perkataan Narendra yang mengatakan tentang khodam yang melindunginya.

__ADS_1


" Apakah benar yang dikatakan oleh Narendra bahwa aku memiliki khodam pelindung?" monolog Dhani terhadap dirinya sendiri.


Dani kemudian mencari santri senior yang diutus oleh ayahnya untuk melindungi teman-temannya selama mendaki di gunung Pangrango.


Para santri ayahnya tampak sedang bergiliran menjaga teman-temannya.


" Hati-hati Kang dari tadi saya menangkap aura yang misterius di tempat ini! Saya merasa ada siluman yang datang ke tempat ini!" ucap Asep kepada temannya yang lain.


" Iya dari tadi pun saya sangat merinding. Apakah kita perlu melakukan ruqyah terhadap tempat ini?" tanya yang lainnya.


" Tidak usah Kang. Besok kita kembali lagi ke kampus. Kita akan membatalkan pendakian ini!" ucap Dani yang mengagetkan semua orang yang ada di tempat itu.


" Kenapa kau mengambil keputusan sepihak Dani?" tanya salah satu anggota yang merasa tidak setuju dengan keputusan Dani.


Dani menatap temannya satu-satu. Dani benar-benar saat ini sedang khawatir dengan keselamatan Deniz. Dani tidak mau sampai kehilangan wanita yang dia cintai hanya karena dia bersikeras untuk mendaki puncak Gunung Pangrango.


" Aku dan beberapa orang yang tidak ingin melanjutkan kembali pendakian ini, besok akan segera kembali ke Jakarta. Bagi kalian yang masih bersikeras untuk mendaki, Aku tidak akan melarang tetapi keselamatan kalian sudah bukan menjadi jaminanku lagi!" ucap Dani dengan tegas.


Sontak teman-teman yang lainnya yang masih belum tertidur pun akhirnya protes dengan keputusan Dani yang terlalu terburu-buru.


" Kau tidak bisa semena-mena begitu dong Dan! Walaupun kau seorang ketua tetapi tetap saja kamu harus berdiskusi dulu dengan kami! Kamu tidak bisa seenaknya mengambil keputusan seperti itu!" protes Dayat wakil ketua organisasi pecinta alam.


Dani menatap teman-teman yang satu demi satu kemudian dia menarik nafasnya dengan dalam dan melepaskannya dengan sangat kasar. Sungguh saat ini perasaan Dani tidak baik-baik saja.


" Kalian ingatkan tentang Deniz yang tiba-tiba menghilang diantara kita dan tiba-tiba saja dia berada di antara kita lagi?" tanya Dani sambil menatap temannya satu demi satu.


" Itu karena Deniz telah dibawa pergi oleh makhluk halus penunggu hutan ini. Apakah kalian mau kalau sampai salah satu diantara kita di bawah pergi dan tidak dikembalikan lagi ke dunia manusia?" tanya Dani sambil menatap tajam teman-temannya yang mulai menundukkan kepalanya.


" Bukankah kau sejak dulu tahu kalau puncak Gunung Pangrango memang terkenal angker? Saya rasa itu bukan lagi rahasia bukan?" tanya Dayat lagi.

__ADS_1


Dayat tampaknya masih penasaran dengan keputusan Dani yang terkesan tiba-tiba dan juga sepihak.


__ADS_2