
Setelah selesai dipijit Deniz kemudian baru ingat kalau dirinya mempunyai janji dengan Putri Kameswari untuk ikut menyaksikan sayembara pemilihan calon suami adik iparnya yang selalu menempel kepadanya.
Setelah dipijit oleh suaminya, tubuh Deniz merasa lebih baik dan tidak terlalu lelah seperti tadi. Anak yang ada di dalam kandungannya pun sekarang sudah mulai tenang tidak bergolak lagi seperti tadi.
Memang hanya Narendra yang bisa menenangkan anak yang ada di dalam kandungan Deniz.
Putra mereka benar-benar sangat menurut kepada ayahnya padahal masih ada dalam kandungan ibunya. Tetapi dia tidak pernah membantah perkataan Narendra setiap ayahnya mengajak berkomunikasi dengan mengelus perut Deniz.
" Sayang. Ayo antar aku ke aula kerajaan sekarang. Gara-gara kau ngajak olah raga pada jam segini. Aku jadi lupa kalau aku punya janji dengan Putri Kameswari akan menemaninya untuk melihat keramaian!" ucap Deniz yang sudah mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke aula kerajaan.
" Hadeeeh sayang! Aku memang sengaja mengajakmu berolahraga untuk membuatmu bisa melupakan sayembara bodoh itu!" ucap Narendra akhirnya jujur juga dengan niat dia yang tiba-tiba saja mengajak olahraga sang istri di luar jam kebiasaan olah raga mereka.
" Kenapa?"
" Karena aku tidak suka kalau nanti Pangeran lain melihatmu. Bagaimana kalau ada Abiyaksa lain yang kemudian mengajak peperangan kerajaan kucing setelah melihat kecantikanmu sayang?" tanya Narendra sambil memasang wajah innocennya di hadapan sang istri.
Deniz hanya memutar bola matanya dengan malas mendengarkan perkataan suaminya yang benar-benar sangat absurd menurutnya.
" Kau itu ada-ada saja sih sayang. Ya ampun! Bagaimana mungkin pangeran yang tampan dan gagah akan menyukai wanita yang sedang hamil besar sepertiku ini? Melihatku saja mungkin mereka sudah ilfil. Saat ini semua mata para pangeran tampan itu pasti tertuju hanya kepada putri Kameswari yang sedang menjadi bintang di aula kerajaan!" ucap Deniz sambil membingkai wajah suaminya agar tidak merasa cemas maupun cemburu lagi kepada siluman lain.
Narendra tampak mengangguk. Dia mengerti bahwa istrinya saat ini sedang berusaha untuk menenangkan dirinya yang selalu merasa khawatir ada siluman lain yang akan mencuri istrinya lagi seperti Abiyaksa.
" Baiklah aku akan menemanimu untuk ke aula kerajaan. Tapi ingat kau harus ingat sayang. Kau harus tetap dekat-dekat denganku dan tidak boleh menjauh barang satu senti pun dariku!" ucap Narendra memberikan ultimatum kepada Deniz yang membuat Deniz menjadi merinding seketika.
" Iya pangeranku sayang!" Deniz pun tersenyum kepada Narendra karena merasa bahagia sekali telah dicintai oleh pangeran sebaik dan setampan Narendra.
Dengan perasaan bahagia mereka berdua kemudian mendatangi aula kerajaan dan di sana sudah tampak begitu riuh rendah dengan para peserta dan penonton yang ingin mengetahui siapakah calon suami putri Kameswari yang sudah sangat terkenal dengan kecantikannya yang luar biasa.
" Lihatlah sayang. Semua mata hanya tertuju kepada putri Kameswari mereka tidak akan mungkin mempunyai waktu. Walaupun hanya untuk melirikku sekilas. Jadi kau tidak usah khawatir ataupun cemburu pada siapapun yang ada di ruangan ini!" ucap Deniz pelan, sambil tersenyum kepada Narendra yang sejak tadi terus mengawasi dirinya dan tetap memperhatikannya.
Deniz tahu bahwa cinta Narendra untuk dirinya memang sangatlah kuat. Deniz merasa sangat bahagia dengan cinta sang suami yang begitu kuat dan hanya untuk dirinya. Membuat Deniz merasa sangat spesial dan istimewa dalam hidup suaminya.
__ADS_1
Akan tetapi kening Narendra mengerut ketika dia melihat Abiyaksa ada di antara para peserta yang lolos kualifikasi.
Memang penampilan Abiyaksa yang sengaja menyamar sekarang sudah berubah. Tetapi aura yang ditunjukkan oleh Abiyaksa tidak bisa menipu mata batin Narendra yang jeli dan peka sekali.
Kedua tangan Narendra tampak mengepal begitu kuat menahan emosi yang ada di hatinya. Deniz bisa melihat perubahan raut wajah sang suami yang membuat dia merasa penasaran juga pada akhirnya.
" Kenapa sayang?" tanyanya.
Narendra kemudian menunjuk Abiyaksa dengan pandangan matanya yang langsung diikuti oleh Deniz.
Sontak jantung Deniz seakan berhenti berdetak seketika. Tetapi dia merasa bahagia karena sahabatnya ternyata sekarang telah baik-baik saja dan terlihat lebih kuat dan terlihat sangat sehat.
Terakhir Deniz melihat keadaan Abiyaksa melalui Kaca Benggala hatinya sakit karena melihat keadaan sahabatnya begitu hancur dan sangat menyedihkan.
Bagaimanapun Deniz benar-benar merasakan persahabatannya dengan Abiyaksa Itu nyata. Bukan hanya perasaannya saja.
" Aku senang kalau sekarang abiyaksa sudah mulai bangkit lagi dari keterpurukannya!" ucap Deniz tanpa sadar sehingga membuat Narendra auto melotot mendengarnya.
Akan tetapi bukannya takut Deniz malah tertawa melihat tatapan intimidasi sang suami yang menurutnya sangat lucu.
" Kenapa kau malah menertawakanku sayang? Apa kau tahu? Saat ini hatiku benar-benar sedang sakit dibakar oleh rasa cemburu?" tanya Narendra sambil membuang wajahnya ke arah lain.
Deniz kemudian membingkai wajah suaminya dan mencium bibir suaminya dengan begitu lembut dan mesra. Sehingga membuat wajah Narendra merona seketika. Bagaimana tidak? Saat ini mereka berada di ruang terbuka, area publik. Banyak warga dan juga peserta sayembara yang saat ini sedang melihat ke arah mereka.
" Sekarang Kau percaya kan kalau aku hanya mencintaimu?" tanya Deniz setelah tadi dengan begitu barbar dan tanpa merasa malu kepada semua siluman yang hadir di aula kerajaan, Deniz telah memberikan ciuman yang membuat Narendra hatinya semakin bergemuruh tidak karuan.
Dengan perasaan sangat bahagia Narendra kemudian merangkul bahu istrinya dan memeluknya dengan begitu erat.
Banyak mata para putri kerajaan lain yang begitu iri melihat kemesraan mereka berdua. Tak kurang mata pars pangeran-pangeran kerajaan lain yang terus menetap kemesraan mereka berdua yang benar-benar membuat jiwa para jomblo sejati meronta-rontak.
" Lihatlah Pangeran Narendra dan istrinya mereka benar-benar menganggap dunia hanya milik mereka berdua!" ucap siluman rubah yang sangat cantik paras nya.
__ADS_1
Bisa dikatakan dia sejak dulu selalu mencintai Narendra tetapi tidak pernah digubris oleh pria idamannya.
" Sudahlah Tuan Putri. Kau lupakan saja Pangeran Narendra. Lihatlah diantara para peserta itu banyak sekali pangeran-pangeran tampan yang rupawan dan juga sakti mantra guna!" ucap dayang yang selalu menemani Sang Putri Iswara yang selalu cantik pergi kemana pun juga.
" Apa kau bodoh ataukah dungu?" tanya Putri Iswara merasa kesal kepada dayangnya yang sekarang malah bingung melihat emosi dan amarah Sang Putri.
" Kenapa?"
" Para peserta itu adalah para pangeran yang mencintai Putri Kameswari. Apa Kau pikir aku sudi untuk memungut pangeran yang tidak dipilih oleh Putri Kameswari?" cicit putri Iswara merasa kesal dan jengkel terhadap dayangnya yang dia nilai bodoh.
Dayang itu terlihat menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba merasa gatal.
" Tuan Putri benar juga!" ucap sang dayang sambil meringis.
' Untung saja saat ini kami berada di area publik Kalau tidak aku pasti akan kena cambuk Tuan Putri Iswara! Ya paling tidak senang kalau melihat kebodohanku membuat hatinya menjadi terganggu!' bathin dayang itu.
Tampak Putri Iswara terus memperhatikan Pangeran Narendra dan Denisz yang terlihat begitu mesra dan akur.
" Lihat aja aku pasti bisa merebut Pangeran Narendra dari tangan istrinya yang sedang hamil tua itu!" terbit senyum licik dari wajah Putri Iswara yang sangat cantik.
Sebenarnya dayang ingin menegur Sang Putri Tetapi dia tidak memiliki keberanian sebesar itu. Kalau Putri Iswara sampai mengamuk dia pasti akan dilemparkan ke laut dan dijadikan makanan ikan hiu di sana.
Baru membayangkannya saja sudah membuat dayang merinding seketika seluruh bulu romanya.
" Kenapa kau merinding seperti itu? Apa yang sedang kau bayangkan?" tanya putri Iswara merasa penasaran dengan pikiran dayangnya.
" Hamba sedang membayangkan kalau melihat Tuan Putri mengamuk. Pasti nanti hamba akan segera dilempar ke laut dan dijadikan makanan ikan hiu!" ucap dayang itu keceplosan sehingga membuat dia merasa ketakutan sekali ketika dia melihat putri Iswara yang melotot kepadanya.
" Baguslah! Kalau kau suda sadar dan mengerti. Jadi mulai sekarang, jangan pernah membuatku marah. Kalau tidak, apa yang ada di kepalamu itu akan benar-benar terwujud! Aku janji itu kepada kamu!" ucap Putri Iswara sambil tersenyum menakutkan.
Dayang kesulitan menelan salivanya sendiri mendengar penuturan putri Iswara dan dengan susah payah dia bisa bersikap normal kembali seperti semula.
__ADS_1
" Maafkan hamba Tuan Putri hamba janji akan selalu membuat Putri senang dan tidak akan membuatmu marah!" janji sang dayang yang sukses menerbitkan senyum cantik di wajah sang putri yang terkenal keras dan galak.