
Sementara itu di kastil yang ditempati oleh raja dan permaisuri kerajaan Kucing. Mereka tampak panik dan terus mondar-mandir di dalam ruangan mereka yang amat luas dan sangat megah.
" Apakah anak buah yang kita perintahkan untuk mencari Pangeran Narendra danTuan putri Deniz sudah ketemu dengan jejak mereka?" tanya sang permaisuri kepada raja.
Raja berusaha untuk menenangkan istrinya yang sudah beberapa hari ini tidak bisa tidur. Karena dia selalu memikirkan orang-orang penting di dalam hidup mereka.
Narendra yang berada di kolam dingin yang berada di puncak gunung Pangrango terus dilindungi oleh maha guru dengan dipasangkan pagar Ghaib tingkat tinggi yang tidak bisa ditembus oleh siluman lainnya.
Sangat wajar apabila semua anak buah yang dikerahkan oleh Raja dan Permaisuri tidak bisa mengetahui keberadaan Narendra.
" Sampai saat ini anak buah kita belum ada yang berhasil menemukan pangeran dan tuan putri. Sabarlah permaisuriku kita pasti akan menemukan mereka. Aku tidak akan menyerah begitu saja." ucap sang raja berusaha untuk menasehati dan juga menghibur istri tercintanya.
Permaisuri memeluk sang suami dan berusaha untuk menghilangkan kegundahan hatinya. Karena dia tahu kalau saat ini Deniz sedang hamil muda dan pasti akan banyak mengalami kesulitan kalau sampai terjadi apa-apa dengan Deniz.
Sementara itu Deniz yang berada di kediaman kedua orang tuanya pun dilindungi dengan pagar gaib yang sangat tinggi sehingga tidak bisa ditembus oleh pandangan mata siluman di alam siluman.
Raja dan permaisuri sangat menyayangi Deniz. Apalagi sekarang Deniz sedang hamil cucu pertama mereka yang sudah ditunggu-tunggu sebagai pewaris kerajaan kucing yang terkenal.
" Kakanda Raja, dinda hanya khawatir dengan Deniz. Kalau sampai dia pergi ke alam manusia dan di sana ada makhluk usil yang mengganggu cucu kita di dalam kandungan Deniz, itu akan sangat berbahaya untuk keselamatan Deniz dan cucu kita!" ucap sang permaisuri dengan mata berkaca-kaca.
Sang raja memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang. Dia berusaha untuk menenangkan istrinya agar tidak mengganggu kesehatannya yang terlalu frustasi dan stres, memikirkan menantu, cucu serta Putra mereka yang sampai sekarang tidak ada kabarnya berita nya.
" Malam ini juga Kakanda akan mengirimkan Jenderal kerajaan kita untuk bisa mengecek kediaman kedua orang tuanya Deniz di alam manusia, sehingga kita mengetahui keberadaan menantu kita dengan pasti!" ucap sang raja menjanjikan kepada istrinya.
Permaisuri mengangguk dengan pasti. Dia merasa berterima kasih kepada suaminya yang memperhatikan perasaannya saat ini yang sedang khawatir dengan mereka.
" Baiklah Dinda. Istirahatlah dulu. jangan terlalu diforsir pikiranmu. Kakanda tidak mau kalau sampai nanti Dinda sakit karena memikirkan Pangeran dan tuan putri. Percayalah sayang. Kita pasti akan segera menemukan mereka semua dalam keadaan selamat dan sehat!" sang raja benar-benar sangat khawatir dengan keadaan istri, anak dan calon cucunya yang sampai saat ini belum ada kabarnya.
__ADS_1
Setelah sang istri pergi beristirahat. Raja kemudian memanggil jenderalnya untuk melaksanakan tugasnya untuk turun ke alam manusia untuk mencari keberadaan Deniz di kediaman kedua orang tuanya.
" Carilah keberadaan Tuan Putri Deniz. Kalau bisa bawalah dia ke kerajaan kita. Karena kami benar-benar sangat khawatir dengan keselamatannya berada jauh dari jangkauan kami!" perintah sang raja kepada jenderalnya yang langsung bergegas untuk melaksanakan perintah tersebut.
Setelah meninggalkan kerajaan Sang Jenderal langsung menuju kediaman kedua orang tuanya Deniz.
Karena dia menggunakan ilmu sihir yang kuat dalam sekejap saja dia sudah berada di depan pintu kediaman kedua orang tua Deniz.
Sang Jenderal merubah wujudnya menjadi seorang kakek-kakek lemah yang sedang mencari alamat anaknya dan kemudian Dia mengetuk pintu kediaman keluarganya Deniz.
Kebetulan saat itu yang membuka pintu adalah Raja Abiyaksa. Sang Jenderal tertegun melihat aura hitam yang dimiliki oleh tubuh laki-laki yang saat ini sedang berhadapan dengannya sambil menatapnya dengan sangat tajam dan tidak bersahabat.
" Siapa kau? Mau apa datang kemari?" tanya abiyaksa sambil melotot ke arah Sang Jenderal yang juga terkejut mendapatkan aura negatif dari tubuh Raja biasa yang saat ini sedang merasuki tubuh seorang pemuda yang mengalami keterbelakangan mental.
Deniz yang berada di dalam rumahnya mengerutkan keningnya melihat Abiyaksa yang begitu kasar terhadap tamunya.
Abiyaksa yang merasa tidak senang dengan kehadiran tamu tersebut, dia pun menyingkir dari hadapan Deniz. Tetapi dia terus saja memperhatikan tamu tersebut.
" Maafkan saya. Siapakah Anda?" tanya Deniz kepada Sang Jenderal kerajaan kucing yang tampak tidak senang melihat kehadiran Abiyaksa di tempat itu.
Sang Jenderal kemudian menunjukkan plakat pangkatnya kepada Deniz yang langsung diketahui oleh Dennis bahwa dia adalah siluman yang sebangsa dengan suaminya.
" Cepatlah kau pulang ke rumahmu. Sedang apa kau di situ? Jangan coba-coba kau menguping pembicaraan orang lain!" ucap Deniz merasa kesal kepada Raja Abiyaksa yang sejak tadi terus berusaha untuk mendengarkan pembicaraannya dengan Sang Jenderal.
Raja Abiyaksa yang takut sekali kepada Deniz dia pun langsung pergi ke kediamannya yang tidak terlalu jauh dari kediaman kedua orang tua Deniz.
Raja Abiyaksa sengaja membeli sebuah rumah mewah untuk dia tempati selama dia berada di alam manusia.
__ADS_1
Deniz tidak peduli uang dari mana. Tetapi yang penting bagi dia, Abiyaksa tidak perlu tinggal di kediamannya karena dia tidak mau kalau sampai nanti Pangeran Narendra datang akan terjadi kesalahpahaman di antara mereka berdua.
" Silakan masuk jenderal!" ucap Deniz dengan ramah kepada Jenderal yang langsung tersenyum kepadanya.
" Maafkan saya tuan putri saya diri putus oleh yang mulia raja dan Ibunda permaisuri untuk menjemput anda. Sampai saat ini Pangeran Narendra belum juga diketemukan keberadaannya. Kabar terakhir yang kami terima, pangeran sedang mencari keberadaan anda, Tuan Putri!" ucap Sang Jenderal to the point dengan keperluannya datang ke kediaman kedua orang tua Deniz.
Deniz merasa terkejut ketika mendengarkan bahwa suaminya sekarang tidak ada di istana kerajaan kucing.
" Sudah berapa lama suamiku menghilang?" tanya Deniz dengan wajah khawatir.
Sang jenderal kemudian menceritakan semua yang terjadi di istana kerajaan kucing sejak kepergian Deniz dari sana tanpa pamit.
Sang Jenderal juga mengatakan bahwa sekarang permaisuri sedang sakit karena terlalu memikirkan tentang Narendra dan Deniz yang tidak juga ada kabar beritanya hingga saat ini.
Deniz merasa terkejut. Mendengarkan berita itu. Dia merasa sangat bersalah karena sudah pergi dari istana tanpa berpamitan kepada kedua mertuanya maupun suaminya.
" Tuan Putri Kenapa Raja Abiyasa yang jahat itu bisa ada di kediaman tuan putri?" tanya Sang Jenderal merasa penasaran dengan keberadaan Raja Abiyaksa di kediaman kedua orang tuanya Deniz.
Deniz pun kemudian menceritakan semuanya secara jujur tanpa ada yang disembunyikan pada Sang Jenderal. Setelah diceritakan semuanya, Jenderal pun bisa mengerti tentang kondisi Deniz yang saat ini sedang menampung Raja Abiyaksa yang sekarang menetap di alam manusia.
" Jadi Raja zalim itu menawan seorang pemuda yang sekarang dia tempati wadagnya untuk bisa bertahan hidup di alam manusia!? Dia juga mengancam Tuan Putri akan membunuh pemuda itu kalau tidak mau menampungnya di kediaman tuan putri?" Jenderal mengerti ketika dia melihat Deniz yang menganggukkan kepalanya dengan mantap tanpa keraguan sama sekali.
Terlihat Dedi dan Amber terus berusaha untuk bisa mendengarkan pembicaraan antara sang Jenderal dan Deniz. Tetapi mereka tidak bisa mendengarkan isi pembicaraan itu karena ruangan yang digunakan oleh Sang Jenderal dan Deniz bercakap-cakap sudah dipasangi pagar oleh Sang Jenderal sehingga tidak ada orang lain yang bisa mendengarkan percakapan mereka.
" Marilah kita kembali ke alam siluman Tuan Putri. Karena sangat berbahaya untuk janin yang ada di dalam kandunganmu, apabila Tuan Putri berada di alam manusia terlalu lama!" ucap sang jendral merasa khawatir dengan keselamatan Deniz. Apalagi di sini ada Raja Abiyaksa yang memang secara terang-terangan pernah memproklamirkan diri untuk merebut Deniz dari pangerannya.
Bahkan Raja Abiyaksa telah tega membunuh ayahnya sendiri hanya untuk bisa mengerahkan pasukan untuk menyerang kerajaan kucing. Akan tetapi sayang sekali. Stempel kerajaan ular hijau menghilang. Sehingga Raja Abiyaksa tidak bisa untuk segera mengerahkan pasukan, melaksanakan perang besar-besaran dengan kerajaan kucing yang selama ratusan tahun telah menjadi musuh bebuyutan mereka.
__ADS_1