Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
88. Hati gelap karena cemburu


__ADS_3

Setelah selesai kuliah Abigail dan Dani kemudian keluar pergi menuju cafe untuk makan siang terlihat Dani yang terus clingak clinguk mencari keberadaan Deniz.


" Kamu nyari apa sih Dan? Dari tadi nggak fokus banget sih. Cepat itu dimakan, makanan kamu. Nanti sudah dingin gak enak loh!" ucap Abigail sambil menepuk bahu Dani untuk membuatnya mendengarkan omongannya yang gak suka Dani selalu gak fokus sama dia.


" Aku lagi nyari Deniz. Kasihan kan kalau nanti dia kelaparan. Tadi pagi kelihatannya dia juga tidak sarapan. Karena aku yang terlalu cepat menjemput dia!" ucap Dani yang kemudian mengambil ponselnya dan berusaha untuk menghubungi Deniz.


Mungkin karena kebiasaan yang sudah tercipta hampir bertahun-tahun lamanya. Sehingga membuat Dani selalu saja merasa khawatir dengan Deniz.


" Kamu nih kenapa sih Dan? Persis seperti emaknya aja sih, yang selalu saja terus mengkhawatirkan dia. Deniz itu sudah dewasa Dan! Bahkan dia sudah punya anak remaja. Dia itu sudah bukan hak kamu untuk terus memperhatikan dia! Ada suaminya yang pasti merasa cemburu kalau melihat kamu memperlakukan istrinya seperti itu!" ucap Abigail sambil menatap tajam ke arah Dani yang malah melotot kepadanya.


" Kamu kenapa sih Abigail? Ya ampun! Dari pagi sepertinya aneh banget! Udah kayak cewe lagi PMS aja sih. Kerjaannya mara terus dari tadi!" ucap Dani merasa kesal luar biasa kepada Aigail yang sudah membuat dia tidak nyaman dengan emosi dan amarahnya.


" Kamu yang nggak masuk akal Dan! Kamu nggak ngerti kan? Siapa yang di sini selalu mencintai dan menyayangi kamu. Tapi Kamu tidak pernah melihat aku ataupun melirik aku. Kamu hanya selalu Deniz dan Deniz! Aku kesal sekali Dan!" ucap Abigail dengan kemarahan yang sangat luar biasa jelas terlihat di wajahnya yang tampak memerah.


Saat ini Abigail memang sudah memiliki semua ilmu sang ayah yang sudah meninggal. Oleh karena itu emosi Abigail juga selalu tidak terkontrol karena emosinya lebih dikendalikan oleh jin yang merasuk di dalam dirinya dan aliran darahnya.


" Kamu ngomong apa sih Abigail? Kita ini saudara. Jangan pernah kau kotori hatimu dengan cinta-cinta seperti itu!" ucap Dani mulai merasa kesal dengan sepupunya sendiri yang sudah berani mengungkapkan perasaan cinta kepadanya.


Selama ini Dani tidaklah bodoh. Dani sudah mengetahui perasaan yang dimiliki oleh Abigail untuknya sejak lama. Hanya saja dia lebih memilih untuk tidak memikirkannya. Karena bagaimanapun mereka adalah saudara dan tidak akan mungkin bisa disatukan dalam ikatan cinta.


" Di mana-mana boleh kok, sepupu menikah dengan sepupunya. Memang ada apa dengan kita berdua? Selama kita saling mencintai aku yakin orang tua kita tidak akan menentang pernikahan kita!" ucap Abigail semakin berani untuk menantang Dani berargumen.


" Masalahnya aku tidak mencintaimu Abigail! Karena sejak dulu aku hanya menganggapmu sebagai adikku dan tidak pernah ada tendensi apapun di dalam diriku untuk menjadikanmu sebagai istriku!" ucap Dani menatap tajam kepada Abigail yang sekarang benar-benar sudah menyebalkan baginya.


Tanpa diduga Abigail malah menatap tajam mata Dani sambil mulutnya terus tanpa henti mengucapkan mantra-mantra yang dia ketahui dari ayahnya dan juga buku-buku yang dia baca di perpustakaan milik sang ayah yang sudah meninggal.


Terlihat Dani yang terdiam saat terus menatap mata Abigail. Dani seperti tersirap tiba-tiba saja Deniz datang menepuk bahu Dani hingga Dani akhirnya tersadar.

__ADS_1


" Ya Allah apa yang terjadi denganku? Kenapa tadi Kepalaku sangat pusing sekali?" ucap Dani sambil memijat pelipisnya yang terasa begitu sakit dan juga pusing.


Deniz yang datang tiba-tiba dan menepuk bahu Dani yang tadi hendak terkena hipnotis dan juga pelet yang dilancarkan oleh Abigail. Kepada pria tampan itu yang sekarang memiliki tubuh kosongan alias tidak memiliki khodam yang selalu menjaganya seperti dulu.


" Ya ampun Dani! Kamu bilang tadi mau menunggu aku untuk makan siang huh?? Lalu kenapa kau malah udab di sini dan sudah kenyang juga? Atagfirullah!! Dasar kau ya, tidak berprikemanusiaan!" ucap Denis yang misuh-misuh melihat Dani yang beberapa kali mengerjakan matanya seperti merasakan sakit dan juga pusing.


Abigail yang merasa kesal sekali karena kedatangan Deniz yang tiba-tiba sudah membuatnya gagal untuk memelet Dani. Pelet untuk membuat pemuda itu jatuh cinta kepadanya. Abigail benar-benar marah dan langsung menarik Dani yang masih belum terlalu sadarkan diri.


Dani yang masih linglung dan bingung dia hanya bisa mengikuti Abigail yang terus menarik tangannya menuju ke tempat sepi.


Abigail pun kemudian melancarkan kembali usahanya yang tadi sempat gagal gara-gara kedatangan Deniz.


Akan tetapi tiba-tiba saja ada udara dingin yang menepis semua yang dikirimkan oleh Abigail kepada Dani.


Tidak lama kemudian nampak harimau putih keluar dan berusaha untuk menyerang Abigail yang terkejut mendapatkan khodam milik Dhani yang dia ketahui dipinjam oleh Deniz sekarang sudah berhadapan dengannya dan mengajaknya untuk bertarung.


Walaupun saat ini dirinya sedang dipinjamkan kepada Deniz. Akan tetapi tetap saja khodam yang sudah sejak lahir ada di dalam tubuh Dhani itu, dia merasa tidak rela kalau sampai tuannya dicelakakan oleh Abigail yang berniat buruk kepadanya.


" Kau kira aku takut denganmu ha Dasar harimau putih ompong! Ayo sini bertarung denganku dan akan kuhabiskan! Karena kau sudah berani untuk mengganggu tuanku mendapatkan apa yang dia inginkan!" tiba-tiba saja khodam yang selalu mengikuti Abigail keluar juga dan bertarung dengan khodam milik Dani.


Terjadi pertarungan yang sangat sengit di sana. Harimau putih yang kini melawan ular hitam yang sangat ganas dan jahat. Tampak terjadi pertempuran yang sangat hebat di antara keduanya. Udara di sekitar tampak begitu panas dan tidak nyaman untuk ditinggali oleh Dani yang saat ini masih belum sadarkan diri.


Karena Dani mendapatkan serangan mendadak dari Abigail tadi. Sehingga membuat membuat aura tubuhnya menjadi berlawanan dengan pelet yang di kirimkan oleh Abigail dan sekarang Dani telah jatuh pingsan di rerumputan.


Deniz yang melihat sahabatnya tiba-tiba jatuh ke tanah. Dia pun serta merta langsung berlari dan menolong Dani agar kepalanya tidak terantuk batu yang ada di bawahnya.


" Ya ampun Abigail! Apa yang sedang kau lakukan huh? Kenapa kau diam saja melihat Dani jatuh seperti ini?" tanya Denis sambil menatap tajam kepada Abigail yang saat ini masih terus memperhatikan pertarungan antara harimau putih dengan ular hitam miliknya yang semakin seru dan juga menegangkan.

__ADS_1


Deniz yang sekarang mata bathinnya sudah ditutup oleh Kyai Rasyid. Dia tidak melihat pertarungan sengit antara harimau putih dan juga ular hitam yang sedang berkelahi dengan seru di sekitarnya.


" Abigail! Kau kenapa dari tadi bengong aja seperti kesambet setan sih? Cepatan sini! Ayo bantu aku untuk menolong Dani dan bawa dia ke UKS!" ucap Denis sambil menggoncangkan bahu Abigail agar tersadar dari bengongnya yang sejak tadi terus memperhatikan harimau putih dan juga ular hitamnya yang terus bertarung dengan begitu sangit dan seru.


Terlihat ular hitam sudah mulai terkalahkan oleh harimau putih yang memiliki kemampuan lebih tinggi daripada ular hitam yang seorang siluman jahat dan tidak beragama.


Awalnya harimau putih hendak membakar ular hitam tetapi tiba-tiba saja Abigail berteriak melarangnya untuk melakukan itu.


" Tolong hentikan! Jangan coba-coba kau membunuh khodamku. Aku berjanji aku tidak akan mengganggu lagi Dhani dengan hal-hal mistik seperti itu!" ucap Abigail mengatakan janji kepada khodam milik Dhani. Akan tetapi Kodam yadani tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Abigail.


" Kau dan kodammu yang bersifat khianat ini. Kalian pasti tidak akan mungkin mampu untuk memegang janji kalian. Sama seperti ayahmu yang juga telah menghianati junjunganku!" ucap harimau putih yang bersiap untuk membumihanguskan ular hitam yang saat ini benar-benar sudah tidak berdaya lagi. Setelah tadi mendapatkan cakar beracun darinya bertubi-tubi.


" Kau jangan pernah menyamakan aku dengan ayahku! Aku tidak mungkin mempunyai niat buruk kepada Dani melayani membuat dia mencintaiku!" ucap Abigail sambil melirik kepada Deniz yang saat ini sedang berusaha untuk mengangkat Dani untuk membawa Pemuda tampan itu ke UKS sehingga Dani bisa segera mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis kampus.


Pembicaraan batin antara Abigail dan khodam peliharaan Dani tidak didengarkan oleh Deniz. Karena mata batin Deniz benar-benar sudah ditutup rapat oleh Kyai Rasyid. Oleh karena itu sekarang sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan Narendra maupun Pangeran Panji dari alam siluman.


Apabila Pangeran Narendra maupun Pangeran Panji datang ke alam manusia untuk bertemu dengan Deniz. Maka mereka akan meminta tolong kepada Kyai Rasyid untuk membukakan mata batin Deniz sehingga mereka bisa berkomunikasi dan bertemu secara diam-diam dari kedua orang tua Deniz yang sebenarnya sudah melarang putrinya untuk berhubungan kembali dengan alam siluman yang tidak membawa kebaikan untuk Putri mereka.


Denniz yang melihat Abigail tetap saja tidak merespon apa yang dia katakan. Akhirnya dia pun meminta kepada teman-temannya yang kebetulan melintas di tempat itu untuk membawa Dani ke UKS.


" Tolong aku ya teman-teman. Bantu untuk bawa Dani ke UKS. Kasihan dia kelihatannya dari pingsan entah karena apa!" ucap Deniz meminta tolong kepada teman-temannya yang kebetulan lewat di sana.


Mereka pun kemudian bahu-membahu untuk mengangkat Dhani menuju ke ruangan UKS dan mendapatkan pertolongan dari dokter yang sedang bertugas di sana.


Denizvmerasa lega melihat Dani yang sekarang sudah mulai bisa membuka matanya lagi dan bisa mengenalinya.


Bagaimana Dani tidak merasa ketakutan? Tadi ketika dia sedang berbicara dengan Abigail. Tiba-tiba dia melihat ular hitam yang sangat besar sekali hendak memakannya. Sehingga membuat Dani akhirnya jatuh pingsan karena tidak kuat melawan pamor ular hitam itu yang sangat kuat dan ganas.

__ADS_1


__ADS_2