Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
25. Di Culik ke Istana Kerajaan Kucing


__ADS_3

Narendra yang mengetahui keputusan Dani Untuk membatalkan pendakian semua rombongannya dan kembali ke kampus. Akhirnya dia memutuskan untuk menjemput Deniz pada malam itu juga.


Narendra masuk ke dalam dunia mimpi Deniz dan meminta Deniz untuk datang ke air terjun yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat perkemahan. Narendra berusaha mengirim suara panggilan kepada Deniz untuk mendatangi dirinya.


" Deniz bangunlah sayang! Aku menunggumu untuk bertemu denganmu di air terjun! Aku menunggu kamu di sana!" bisik Narendra di telinga Denis yang saat ini masih terlelap dalam tidurnya.


Deniz tampak membuka matanya dan secara tidak sadar dia berjalan mengikuti arahan suara Narendra yang mengajaknya pergi ke air terjun yang letaknya tidak terlalu jauh.


Semua orang yang berada di perkemahan sudah disirep oleh Narendra sehingga mereka semua terlelap dalam tidur dan tidak melihat Deniz yang sekarang sedang berjalan menuju air terjun yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat perkemahan.


" Datanglah kemari sayang. Aku sudah menunggumu dari tadi!" ucap Narendra sambil menghulurkan tangannya untuk bisa menggenggam telapak tangan Deniz yang langsung menyambutnya.


Deniz yang sepertinya sedang tidur dalam berjalan, dia tidak sadar bahwa sekarang dia telah dibawa pergi oleh Narendra ke kerajaan kucing yang berada di puncak gunung Pangrango.


Setelah berada di kerajaannya. Narendra pun kemudian menidurkan tubuh Deniz yang masih belum bangun dari tidur berjalannya di atas ranjang di sebuah kamar yang sudah dia sediakan di dalam kastil miliknya.


Narendra memerintahkan Deniz untuk tidur Setelah itu dia pun meninggalkan Deniz agar bisa beristirahat.


Narendra segera mencari Jenderal istananya untuk menjaga pintu gerbang portal menuju ke istananya.


" Aku sudah menjemput calon istriku ke dunia kita. Sekarang Aku perintahkan kepada kalian untuk menjaga pintu gerbang portal yang menghubungkan antara dunia kita dengan dunia manusia. Ingatlah jangan mengijinkan satu makhluk pun untuk masuk ke istana kita tanpa izin dariku!" perintah Narendra kepada jenderal ya yang langsung melaksanakan perintahnya tanpa banyak protes.


Sang Jenderal sebelumnya memang sudah mendapatkan perintah dari raja untuk selalu mengikuti perintah Narendra selama itu berkaitan dengan Keamanan istana.


Setelah memberikan perintah kepada jenderalnya. Narendra kemudian kembali masuk ke dalam kamar Deniz di mana calon istrinya masih terlelap dalam tidur.


" Akhirnya kau berada di istanaku sayang dan akhirnya kita berdua bisa bertemu aku sudah menunggu momen ini sangat lama sekali!" ucap Narendra sambil mengelus wajah Deniz yang masih terlelap dalam tidurnya.


Narendra membawa jiwa dan raga Deniz ke istananya dan itu sangat berbahaya untuk kesehatan Deniz apabila dia menetap di istananya terlalu lama.

__ADS_1


Dimensi ruang dan waktu mereka berbeda dan itu benar-benar menyerap energi Deniz sebagai seorang manusia.


Tampak Deniz menguletkan tubuhnya ketika dia mulai terbangun dari tidurnya.


" Ya ampun tumben sekali, kali ini aku tidur begini nyenyak!" ucap Deniz sambil mengerjapkan matanya yang nampak silau karena sinar matahari yang menyorot ke dalam kamarnya.


Denis merasa tersentak ketika dia memalingkan wajahnya dia mendapatkan seorang laki-laki tampan sedang berbaring di sebelahnya.


" Astaghfirullahaladzim. Siapa laki-laki ini?" tanya Deniz masih shock ketika dia melihat Narendra masih terlelap tidur di sampingnya.


Deniz pun kemudian mengawasi wajah tampan yang tampaknya pernah dia temui.


" Bukankah dia laki-laki yang aku temui di hutan itu? Kenapa dia ada di sini? Ya ampun di mana aku saat ini?" Deniz pun kemudian bangkit dari ranjang dan dengan panik dia melihat ke sekelilingnya.


" Tempat ini sangat asing dan aku tidak pernah datang ke sini sebelumnya. Heh, bangun! Kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Deniz yang mulai merasa kesal karena sejak tadi Narendra begitu lalap dalam tidurnya.


Mendengar keributan yang diakibatkan oleh Deniz Narendra pun membuka matanya.


Deniz dibuat salah tingkah melihat Narendra yang tersenyum kepadanya.



Visualisasi Narendra Barathayuda dalam bentuk manusia.


" Cepat katakan padaku. Kenapa aku ada di sini? Siapa kau sebenarnya?" tanya deniz dengan penuh rasa penasaran.


Narendra kemudian duduk sambil bersandar di dasbor ranjang yang begitu sangat cantik dihiasi dengan batu pualam dan merah delima yang begitu menawan hati.


" Cepat jawablah pertanyaanku. Kenapa kau malah senyum-senyum seperti orang bodoh seperti itu?" tanya Deniz dengan tidak sabar.

__ADS_1


Narendra kemudian bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju jendela yang langsung melihat ke taman bunga asoka yang sangat cantik dan indah.


" Kemarilah sayang. Apakah kau tidak ingin melihat pemandangan yang begitu indah?" tanya Narendra sambil melambaikan tangannya ke arah Deniz.


Entah kenapa Deniz begitu menurut kepada Narendra. Tanpa dia sadari kakinya kini telah melangkah dan mendekat kepada Narendra.


" Lihatlah bunga asoka begitu cantik apakah kau ingin melihatnya secara dekat?" tanya Narendra sambil tersenyum kepada Deniz.


Deniz saat ini sedang melayangkan pandangannya menuju taman belakang di mana hamparan bunga asoka begitu cantik dan sedang bermekaran.


Deniz seketika lupa dengan pertanyaan yang tadi begitu berkecamuk di dalam hatinya.


" Wah sangat cantik sekali!" ucap Denis dengan senyum sumringah yang membuat Narendra sangat bahagia karena dia telah berhasil mengalihkan perhatian Deniz.


Narendra kemudian menggenggam telapak tangan Deniz dan mengajaknya untuk keluar dari kamar menuju taman belakang.


" Lihatlah sayang. Taman bunga ini sudah menunggumu sangat lama sekali. Mereka selama bertahun-tahun hidup dalam merana dan menahan rindu ke pada kamu. Mereka langsung bermekaran sangat cantik setelah mengetahui kau datang kemari." ucap Narendra sambil merangkul bahu Deniz yang sekarang sedang meletakkan kepalanya di dada bidang milik Narendra.


Deniz pun tidak mengerti kenapa perasaan nya begitu terhanyut dengan situasi dan kondisi yang ada di hadapannya sekarang.


" Kenapa tempat ini sangat indah sekali dan begitu damai?" tanya Deniz sambil melihat kepada Narendra yang sedang mengecup keningnya dengan lembut.


Diperlakukan begitu lembut oleh pria tampan seperti Narendra seketika jantung Deniz akan berdebar kencang sekali.


" Katakan padaku. Kenapa kau membawaku ke tempatmu? Apakah nanti istrimu atau kekasihmu tidak marah?" tanya Deniz dengan polosnya.


Pertanyaan Deniz benar-benar membuat hati Narendra tergelak karena merasa lucu.


" Kenapa dari tadi kau tidak mau menjawab pertanyaanku? Apa kau tahu kalau aku sangat Penasaran sekali!?" protes Deniz sambil memukul dada bidang milik Narendra.

__ADS_1


Narendra tidak membalas ataupun menghindar semua perlakuan Deniz kepada dirinya. Tetapi dia merasa sangat bahagia dengan sebuah momen yang dilaluinya bersama Deniz. Wanita yang telah sangat lama dia nanti kan dan sangat dia rindukan.


" Kau adalah calon istriku sayang. Kau adalah kekasihku. Kalau ada yang marah itu pasti adalah dirimu sendiri. Apakah kau akan marah kepada dirimu sendiri ketika aku saat ini sedang memelukmu, hmmm?" tanya Narendra sambil mengecup bibir Deniz sekilas pandang.


__ADS_2