
Setelah melakukan istikharah Pangeran Narendra kemudian menemui istrinya.
"Sayang, aku akan menerima tanggung jawab yang dibebankan oleh kedua orang tuaku di pundakku. Karena bagaimanapun, tugasku sebagai seorang putra mahkota untuk menerima tanggung jawab ini. Kalau aku lari begitu saja itu sama saja dengan aku berdosa kepada leluhurku yang sudah membangun istana kerajaan kucing dengan susah payah!" Deniz cukup terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya.
Akan tetapi Deniz sudah menyiapkan mental dan juga hatinya untuk menerima kenyataan itu. Bahwa suaminya cepat atau lambat pasti akan menerima tugas sebagai seorang raja di Istana Kerajaan kucing.
Pangeran Narendra bisa merasakan bahwa istrinya tidak bahagia dengan keputusannya.
"Sayang! Apakah kau tidak senang kalau aku menerima tanggung jawab ini?" Pangeran Narendra menatap Deniz sambil merawat wajahnya dengan kedua tangannya.
Deniz berusaha untuk melepaskan telapak tangan pangeran Narendra dari wajahnya. Karena dia tak mau kalau suaminya melihat dia menangis.
"Kamu menangis sayang? Apa kau tidak mau kalau aku menjadi seorang Raja?" tanya Pangeran Narendra mulai merasa cemas melihat istrinya yang saat ini menangis tersedu di dalam pelukannya.
Pangeran Narendra menjadi sangat khawatir melihat hal itu.
"Baiklah aku akan membatalkan keputusanku untuk menjadi seorang raja lagi pula aku belum menyampaikan kepada kedua orang tuaku akan menerima mandat itu!" Pangeran Narendra kemudian membopong tubuh istrinya ke atas ranjang.
Ketika Pangeran Narendra hendak pergi untuk meninggalkannya. Deniz pun menarik tangan suaminya untuk tidak pergi meninggalkannya.
"Jangan pergi! Aku mohon dengarkanlah apa yang akan aku katakan!" Deniz meminta kepada suaminya untuk duduk di sampingnya.
Dengan jantung yang berdebar keras dan hati yang berdesir begitu kencang. Deniz menatap wajah suaminya yang telah berkorban dan berjuang begitu banyak untuk mewujudkan cinta mereka berdua sehingga sampai ke titik saat ini. Deniz sangat bangga dengan perjuangan suaminya yang sangat luar biasa untuk bisa hidup bersamanya.
Bahkan sampai saat ini suaminya masih berkorban banyak dengan menetap di alam manusia. Deniz harus melihat Pangeran Narendra setiap hari harus kehabisan energi ketika berhadapan dengan manusia lain yang melihat sosoknya sebagai seorang manusia di luar sana. Pangeran Narendra harus mengerahkan energi begitu banyak agar Aura silumannya tidak tercium oleh para pemburu siluman atau pun para indigo yang bisa mendeteksi keadaan dirinya di alam siluman.
__ADS_1
"Aku tidak keberatan sayang. Kalau kau menerima tanggung jawabmu sebagai seorang raja. Percayalah, sayang. Aku akan mendukungmu dengan segenap jiwa ragaku." Pangeran Narendra merasa terharu dengan apa yang dikatakan istrinya. Walaupun dia bisa menangkap aura kesedihan yang begitu besar di dalam suara Deniz.
"Terima kasih sayang atas semua dukungan kamu. Percayalah sayang! Aku pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari menikahi selir ataupun wanita lainnya sebagai istriku. Walaupun aku sudah menjadi raja sekalipun!" Pangeran Narendra kemudian mencium kening Deniz dengan begitu lembut.
Pangeran Narendra merasa sangat bersyukur atas pengertian yang telah diberikan oleh Deniz dengan keputusannya.
"Baiklah sayang. Sekarang aku akan segera menghadap kedua orang tuaku di alam ghaib dan memberitahukan keputusanku ini kepada Mereka." Pangeran Narendra setelah itu langsung masuk ke dalam ruangan salatnya kemudian duduk bersila dan memejamkan kelopak matanya.
Dalam sekejap saja, tubuh Sang Pangeran menghilang dari tempat itu dan melayang pergi ke alam siluman untuk menemui kedua orang tuanya.
Raja dan ratu siluman kucing begitu bahagia melihat kedatangan Putra mereka ke istana kerajaan kucing Setelah sekian lama putranya tidak pernah mengerjakan kaki di sana lagi.
Lebih tepatnya, sejak Pangeran Narendra dan istrinya memutuskan untuk tinggal di dalam manusia.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" jawab raja dan ratu istana kerajaan kucing bersamaan.
Pangeran Narendra pun kemudian diajak oleh kedua orang tuanya untuk masuk ke dalam Aula istana kerajaan.
" Bagaimana putraku? Apakah kau sudah memutuskan akan menerima atau menolak mandat yang akan aku berikan kepadamu untuk melanjutkan tampuk kepemimpinan istana ini?" tanya Raja dengan tidak sabar.
Pangeran Narendra menarik nafasnya dengan dalam menguatkan hati dan mentalnya untuk mengucapkan apa yang akan dia katakan kepada kedua orang tuanya.
Sejujurnya Pangeran Narendra pun merasa keberatan untuk menerima mandat tersebut akan tetapi dirinya dibebani oleh tanggung jawab itu dan dia tidak bisa lari begitu saja.
Raja dan ratu tampak tidak sabar untuk mendengar jawaban dari putranya.
__ADS_1
" Bismillahirohmanirohim! dengan ini saya menyatakan bahwa Saya bersedia untuk menerima mandat dari ayah dan ibu sebagai raja baru dari istana kerajaan kucing!" Raja dan Ratu begitu bahagia. Bahkan mereka sampai langsung memeluk tubuh Pangeran Narendra untuk melampiaskan kebahagiaan mereka dengan keputusan Putranya.
Ratu siluman kucing bahkan sampai menangis begitu Haru dengan kebijaksanaan putranya yang akhirnya setelah di tunggu sekian purnama, akhirnya setuju menerima Keinginan mereka.
"Baiklah Putraku. Sekarang juga kau beristirahatlah karena besok aku akan mengumumkan kepada dewan kerajaan dan juga rakyat tentang diriku yang akan pensiun dari jabatanku sebagai seorang raja. Kita akan segera mengatur pengangkatanmu dan juga pelantikanmu sebagai raja baru di istana kerajaan kucing!" ucap Raja.
Pangeran Narendra hanya menganggukan kepalanya. Ada rasa haru di hatinya ketika melihat kebahagiaan kedua orang tuanya setelah dia menerima mandat sebagai raja yang telah disampaikan oleh kedua orang tuanya ketika mengunjungi alam manusia untuk menghadiri acara akikah Pangeran Andalas. Putra keduanya bersama Deniz.
Malam itu juga, raja dan ratu mempersiapkan semua keperluan dan kebutuhan untuk segera melakukan pengangkatan Pangeran Narendra sebagai raja baru untuk besok hari.
Mereka tidak mau kalau tiba-tiba Pangeran Narendra berubah pikiran.
Perasaan Pangeran Narendra saat ini tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Ada perasaan haru dan juga khawatir di dalam dirinya tentang status barunya sebagai seorang raja di Istana Kerajaan kucing.
Pangeran Narendra masih mengingat air mata dan juga kesedihan wajah istrinya saat dia menyampaikan tentang niatnya untuk menerima mandat tersebut.
Pangeran Narendra sepanjang malam itu tidak bisa tidur karena memikirkan tentang istrinya.
Pangeran Narendra pergi ke kastil kerajaan sang ayah di mana mereka tinggal.
" Ada apa Putraku malam-malam kau mencari aku?" tanya sang raja yang merasa khawatir kalau sampai putranya akan membatalkan keputusannya untuk menerima jabatan sebagai seorang Raja di istana kerajaan kucing.
"Ayahanda. Tolong izinkanlah aku untuk kembali ke alam manusia. Aku ingin menjemput Deniz dan juga Pangeran Andalas. Aku juga ingin mengundang Pangeran Panji dan juga istrinya untuk mengikuti acara pelantikanku besok!" Pangeran Narendra meminta izin kepada ayahnya untuk ke alam manusia.
" Beristirahatlah di istanamu. Ayah akan mengirimkan Maha guru untuk menjemput mereka semua di alam manusia. Putraku persiapkanlah staminamu dan juga energimu untuk acara pelantikan besok. Kau tidak usah mengkhawatirkan keluargamu yang ada di alam manusia. Besok saat pelantikanmu sebagai Raja, mereka sudah ada di sini!" janji Raja kepada Pangeran Narendra.
__ADS_1