
"Bagaimana menurut kamu, sayang?" tanya Pangeran Panji pada Minsi yang sedang berpikir keras dengan apa yang dikatakan oleh Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan.
Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan kemudian membuka komunikasi mereka dengan sang ratu.
Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan dalam sekejap saja sudah berada di hadapan mereka.
"Nenek!" Minsi terlihat begitu bahagia karena bertemu dengan sang ratu yang selalu terlihat cantik dan megah.
Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan tersenyum dengan Anggun kepada cucu angkatnya.
"Minsi, Ada apa kau memanggilku kemari?" tanya sang ratu dengan senyum yang begitu menyejukkan.
Pangeran Panji hanya bisa menundukkan kepala karena dia tidak berani untuk menatap secara langsung kepada Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.
Minsi sangat tahu kalau suaminya tercinta begitu menghormati neneknya. Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan kemudian menjelaskan semuanya kepada Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.
Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan terlihat menganggukkan Kepala. Dia mengerti dengan masalah yang saat ini sedang dihadapi oleh cucunya dan juga cucu menantunya.
"Cucuku! Sangat bagus keputusan yang sudah kalian ambil. Karena bagaimanapun juga Raja Narendra dan istrinya terlihat tidak terlalu menyukai untuk menjadi raja di Istana Kerajaan kucing. Mereka tidak suka dan tidak cocok dengan aturan istana kerajaan yang membuat mereka merasa tertekan." Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan memberikan semua alasan yang dia ketahui tentang Raja Narendra dan istrinya yang menginginkan untuk segera pensiun sebagai raja di istana kerajaan kucing.
Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan terlihat setuju dengan keputusan yang sudah diambil oleh pangeran Panji.
__ADS_1
"Tapi Kami benar-benar merasa khawatir dengan keadaan Putra dan putri kami yang ada di pondok pesantren. Bagaimana dengan mereka?" tanya Pangeran Panji dengan menundukkan kepalanya.
"Kalian tidak usah khawatir. Mereka akan menjadi tanggung jawabku. Aku akan mengawasi mereka secara langsung." Janji Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan kepada Pangeran Panji dan Minsi.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain dan merasa sangat bahagia dengan janji tersebut.
"Terima kasih Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan atas kebaikan anda untuk menyelesaikan masalah kami." Pangeran Panji terlihat begitu lega karena masalah besar yang ada di dalam hatinya sudah terangkat.
"Bagaimana dengan usaha kami di sini?? Usaha yang sudah susah payah kami bangun dari nol. Rasanya tidak rela kalau harus kehilangannya begitu saja." Minsi terlihat menundukkan kepala karena merasa sedih harus kehilangan segalanya yang telah dibangun oleh mereka di alam manusia.
"Kalian tidak usah khawatirkan apa yang kalian tinggalkan di alam manusia itu akan menjadi tanggung jawabku untuk mengawasinya. Aku secara pribadi yang akan mengutus anak buahku untuk mengurus masalah kalian semua di sini. kalian bisa fokus untuk melaksanakan tugas kalian sebagai raja dan ratu yang baru di istana kerajaan kucing." Pangeran Panji terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.
"Kami datang ke istana kerajaan kucing bukan untuk mengganti Ayahku sebagai raja hanya menjalankan tugasku sebagai putra mahkota. Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan!! untuk saat ini aku belum siap untuk menjadi seorang raja. Tugas itu benar-benar sangat berat. Bahkan kakek dan nenekku memerintah Istana kerajaan kucing selama 500 tahun. Kedua orang tuaku baru memerintah istana kerajaan kucing selama 10 tahun. Aku benar-benar tidak berani untuk mengambil tanggung jawab sebesar itu." Pangeran Panji hanya bisa mengutarakan semua yang ada di dalam pikirannya kepada Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.
"Baiklah lakukanlah semua yang menjadi keputusan kalian. Aku hanya bisa mendukung semua keputusan kalian. Pastikanlah kalau kalian akan melakukan tugas sebagai putra mahkota dengan baik. Jangan sampai ayahmu menyesali memberikan tanggung jawab itu kepada kalian!" Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan memberikan pesan kepada cucu angkatnya yang sekarang telah menjadi seorang istri dan juga seorang ibu.
Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan kemudian berpamitan kepada mereka berdua dan dia akan segera mengatur segala sesuatunya ketika Pangeran Panji dan Minsi kembali ke istana kerajaan kucing.
Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan yang diperintahkan oleh sang ratu untuk selalu mendampingi mereka berdua dalam melaksanakan tugas mereka di istana kerajaan kucing.
"Pastikan semua kebutuhan mereka tercukupi dan jangan membuat malu istana kerajaan Pantai Selatan!" setelah berpesan itu Nyi Ratu pun langsung meninggalkan mereka bertiga dalam hening.
__ADS_1
Pangeran Panji dan Minsi hanya merasakan tengkuk mereka yang begitu dingin setelah kepergian Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.
***
Sementara itu di istana kerajaan kucing terlihat diskusi yang lumayan alot soal keputusan Pangeran Panji dan Raja Narendra yang hendak berbagi tugas sebagai Raja di istana kerajaan kucing. Banyak pro dan kontra di dalam dewan istana.
"Pangeran Panji masih muda dan dia tidak memiliki pengalaman apapun untuk menangani tugas seorang raja. Alih-alih memberikan tugasnya sebagai seorang raja daripada tugas sebagai seorang Pangeran Mahkota, bagaimana kalau kita mengangkat seorang perdana menteri saja?? Dia yang akan bertugas untuk menggantikan yang mulia Raja ketika tidak ada di tempat." Ucap Salah seorang anggota dewan istana yang sudah berusia ribuan tahun.
Raja Narendra menatap laki-laki itu dengan tajam. Raja Narendra tidak bisa mempercayakan pemerintahan istananya kepada siluman lain yang tidak dia percayai secara utuh.
Tugas sebagai seorang Perdana Menteri cukup krusial dan Raja Narendra sudah sering mendengar pemberontakan dari perdana menteri terhadap istana kerajaan karena tidak merasa puas menjadi orang kedua di dalam pemerintahan.
Raja Narendra dan ayahnya di masa dulu selalu berusaha untuk menghindari status seorang perdana menteri di dalam istana kerajaan mereka.
"Saya rasa tugas putra mahkota dalam menjaga dan menggantikan tugas raja ketika raja tidak ada di tempat adalah sesuatu yang wajar. Sekalian Dia belajar suatu saat untuk menjadi seorang raja." Raja Narendra tetap bersikeras dengan keputusan yang sudah diambil oleh dirinya dan Pangeran Panji.
Bagaimanapun juga Raja Narendra tidak ingin mengecewakan putranya yang pasti sudah mempersiapkan banyak hal di alam manusia.
Ratu Deniz menatap semua yang ada di dalam istana kerajaan. Saat ini Raja Abi Saka dan Rati Trisna sedang bersama dengan Kyai Rasyid dan istrinya sedang berdiskusi tentang masalah pernikahan Dani dan Putri Seruni di taman istana.
Raja Narendra dan Ratu Deniz tidak ingin mengganggu diskusi keluarga mereka oleh karena itu mereka pun mempunyai diskusi tentang pemerintahan mereka sendiri dan tidak merasa khawatir dengan tamu mereka yang juga sibuk mengurus urusan mereka sendiri.
__ADS_1
Masalah pernikahan Dani dan Putri Seruni adalah sesuatu yang krusial dan penting. Akan memberikan banyak keuntungan bagi istana Kerajaan kucing yang pasti akan semakin meroket namanya di istana kerajaan alam gaib.
Menjadi tempat yang digunakan untuk diskusi pernikahan calon penguasa istana alam gaib di masa depan. Hal itu benar-benar sesuatu yang sangat membanggakan untuk mereka. Ratu Deniz sangat mendukung Dani untuk menikahi Putri Seruni alih-alih menikah dengan Putri Ayuningtyas yang terkenal nakal dan pembuat onar di alam siluman.