
Semua yang dilakukan oleh Raja Abiyaksa seakan tidak ada artinya setelah kekalahannya dalam perang yang telah dia lakukan terhadap istana kerajaan kucing. Terlihat Raja Abiyaksa yang saat ini sedang marah kepada adiknya yang telah begitu sembrono masuk ke Hutan Larangan di istana kerajaan kucing.
Putri Ayuningtyas sebenarnya ingin protes kepada kakaknya, bahwa semua yang dia lakukan tidak melulu karena kesalahan dirinya.
"Pangeran Andalas yang memancingku untuk masuk ke area Hutan Larangan itu. Tampaknya dia juga tidak tahu kalau hutan itu adalah area terlarang dari istana kerajaan kucing. Buktinya dia juga terkejut ketika mengetahui tentang kucing raksasa itu yang ternyata pamannya sendiri." Putri Ayuningtyas tidak mau kalau sampai dirinya dikalahkan ataupun disalahkan oleh sang kakak.
Putri Ayuningtyas sejak dulu memang memiliki tabiat yang keras dan dia sangat tidak suka, kalau sampai dirinya tampak buruk di hadapan publik.
"Kau masih juga menyangkal untuk kesalahan yang sudah kau lakukan! Mau sampai kapan kau akan bertindak seperti itu. Apa kau tidak melihat berapa banyak prajurit yang sudah binasa karena kecerobohanmu itu?" tanya Raja Abiyaksa yang tampak begitu geram kepada adiknya yang selalu ngeyel kalau dibilangin apa-apa.
Putri Ayuningtyas memilih untuk meninggalkan kakaknya daripada terus dimarahi seperti itu.
Raja Abiyaksa terlihat murka. Tetapi dia juga tidak bisa untuk mengekang adiknya yang bandel itu untuk tetap berada di hadapannya.
"Selalu saja kalau sedang dinasehati kabur begitu!" Jenderal Anom sejak tadi hanya menjadi pendengar.
Sebenarnya, Jenderal Anom sejak dulu sudah mencintai Putri Ayuningtyas. Tetapi dia tidak berani untuk menyatakan cintanya kepada putri yang bengal seperti Pangeran Putri Ayuningtyas.
"Yang mulia Raja!! Putri Ayuningtyas memang masih muda wajar kalau dia masih suka melakukan sesuatu tanpa berpikir dulu. Kita kalau terus marah kepadanya malah akan membuat dia menjadi tidak nyaman berada di istana ini." Raja Abiyaksa melihat kepada Jenderal Anom.
Jenderal Anom terlihat gugup dan salah tingkah.
"Aku tahu kalau kau sejak dulu mencintai adikku yang bengal itu. Bagaimana kalau aku menikahkan kamu dengan dia? Jadi aku bisa memindahkan tanggung jawab untuk mengendalikan dia, ini kepada kamu." Jenderal Anom cukup terkejut mendengar perkataan rajanya yang menawarkan untuk menikah dengan adik sang raja.
__ADS_1
Jenderal Anom, dia sebenarnya senang sekali mendapatkan tawaran itu dari sang raja. Tetapi dia takut mendapatkan amarah dari Putri Ayuningtyas yang terkenal nakal dan barbar.
"Bagaimana? Apakah kau bersedia kalau kau bersedia menikah dengan Putri Ayuningtyas, maka aku akan segera mengatur pernikahan kalian berdua." Jenderal Anom tampak ragu. Tetapi dia pun tidak ingin melepaskan kesempatan baik yang sudah dia tunggu sangat lama.
Tidak ada jaminan suatu saat sang raja akan memberikan tawaran itu lagi kepadanya.
"Bagaimana kalau Sang Putri tidak bersedia untuk menikah denganku?" tanya Jenderal Anom terus menatap kepada raja Abiyaksa.
"Maka itu menjadi tugasmu untuk menaklukkan dia sehingga membuat Adikku mau untuk menjadi istrimu! Kenapa? Apa kau merasa insecure untuk menaklukan dia?" tanya Raja Abiyaksa sambil tersenyum kepada jenderalnya.
Jenderal Anom hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia merasa bingung dengan apa yang di katakan oleh Raja Abiyaksa.
"Baiklah, Raja. Anda bisa mengatur pernikahanku dengan Putri Ayuningtyas. Selebihnya Aku akan berusaha untuk bisa mendapatkan dia agar bersedia menjadi istriku!" Raja Abiyaksa cukup bangga dengan keberanian jenderalnya.
"Baiklah!! Aku akan segera menemui adikku dan mengatakan padanya tentang hal ini." Jenderal Anom terlihat bahagia karena sang raja ternyata benar-benar serius ingin menjodohkan dirinya dengan Putri Ayuningtyas.
Jenderal Anom tahu kalau sang raja sangat menyayangi adiknya. Walaupun hubungan mereka terlihat sering bentrok di depan umum. Tetapi sang raja sangat menyayangi Putri Ayuningtyas.
Sejauh ini, hanya Putri Ayuningtyas yang menganggap Raja Abiyaksa sebagai kakaknya. Berbeda dengan saudaranya yang lain yang selalu mengadili raja abiyasa sebagai raja yang jahat dan kejam. Termasuk Raja Abimana, yang selalu bekerja sama dengan musuh-musuh kakaknya.
Hal itu benar-benar membuat Raja abiyaksa merasa sedih dan kecewa, terhadap Raja Abimana yang lebih memilih keluarga istrinya, daripada dirinya yang merupakan kakak kandungnya sendiri.
Putri Ayuningtyas yang saat ini masih berada di dalam kamarnya cukup terkejut melihat kehadiran kakaknya di sana.
__ADS_1
Raja Abiyaksa mendekati adiknya yang masih cemberut karena tadi telah dimarahi olehnya.
"Apakah kau masih marah padaku?" terlihat Raja a
Abiyaksa mengelus rambut adiknya yang masih berbaring di atas panjang.
Putri Ayuningtyas yang tadi terlihat marah kepada kakaknya, sontak tersenyum. Putri Ayuningtyas kemudian bertanya tentang keberadaan sang kakak di dalam kamarnya.
"Ada apa?? Aku kira Kakandaraja masih marah padaku dan tidak mau bertemu denganku lagi. Gara-gara peperangan yang dikalahkan oleh kerajaan siluman kucing!" Putri Ayuningtyas terlihat menundukkan kepalanya karena merasa sedih.
Raja Abiyaksa tersenyum kepada adiknya yang terlihat begitu cantik.
"Mana ada? Apa kau tahu adikku? Di atas dunia ini, hanya kau yang menjadi keluargaku satu-satunya. Sejak peristiwa aku telah membunuh Ayahanda Raja demi posisi raja di istana kerajaan kita, sejak itu seluruh saudara kita menjauhiku dan memusuhiku. Hanya kau yang masih mau bersedia menganggap aku sebagai kakakmu. Apakah Kau pikir aku bisa membencimu?" tanya Raja Abiyaksa sambil tersenyum kepada adiknya.
Putri Ayuningtyas langsung memeluk kakaknya yang tersayang. Karena dirinya juga sama memiliki nasib seperti Raja Abiyaksa yang dianggap sebagai benalu dan aib bagi keluarga mereka.
"Katakanlah padaku, Kak! Aku yakin kalau kau datang kemari. Pasti karena menginginkan sesuatu dariku, kan?" tanya Putri Ayuningtyas pada Raja Abiyaksa yang merasa salut dengan pemikiran adiknya yang ternyata mengenal sifat dan karakternya dengan baik.
"Kau memang layak untuk menjadi adikku yang hanya satu-satunya. Kau yang paling tahu tentang siapa aku." Putri Ayuningtyas yang sudah tidak sabar dengan maksud kedatangan kakaknya, dia terus mendesak sang Kakak untuk menjelaskan maksud kedatangannya datang ke kamarnya.
Raja Abiyaksa sebenarnya merasa khawatir, kalau adiknya akan marah ataupun mengamuk kepadanya. Dengan keinginannya untuk menikahkan sang adik dengan jenderalnya yang terbaik di istana kerajaan yang dia Pimpin.
Jenderal Anom yang saat ini berdiri di depan pintu kamar wanita pujaannya, terlihat dia yang begitu gugup dan berdebar-debar jantungnya. Karena dia juga merasa takut kalau sampai Putri Ayuningtyas marah dengan niat sang kakak untuk menjodohkan dirinya dengan Putri Ayuningtyas.
__ADS_1
"Ada apa sih, kak? Sejak kapan kau bersikap misterius seperti ini?" tanya Putri Ayuningtyas pada kakaknya.