
" Bodoh!!" Jenderal Istana tampak begitu murka mendengarkan apa yang dikatakan oleh tabib istana.
" Apakah kau tidak ingat dengan apa yang sudah dilakukan oleh raja yang tidak memiliki rasa belas kasih terhadap pengikutnya? Apakah kau sudah lupa bahwa seluruh keluargamu telah dia bunuh hanya untuk membuatmu menetap di istana ini?" tanya Jenderal istana dengan mata berapi-api dan terus menatap kepada sang tabib yang saat ini sedang menangis.
Tabib Istana tampak mengingat kembali apa yang sudah dilakukan oleh raja Abiyaksa terhadap keluarganya yang telah habis binasa karena dibinasakan oleh Raja Abiyaksa.
" Kau benar jendral! Akan tetapi kode etik sebagai seorang tabib tetap tidak mengizinkan hamba untuk membunuh pasienku! Biarlah perbuatan sang raja yang telah membunuh keluarga hamba. Akan dia terima karmanya sendiri suatu saat nanti." Jenderal istana benar-benar marah kepada tabib yang dia nilai sangat bodoh dan dungu.
Karena marah, Jenderal istana pun kemudian meninggalkan tabib istana dan memilih untuk melakukan usahanya sendiri untuk membunuh Raja Abiyaksa.
" Sangat sulit untuk mempengaruhi siluman bodoh seperti tabib itu! Menyebalkan!" rutuk sang jendela yang sebenarnya memiliki dendam besar kepada Raja Abiyaksa yang telah membunuh kekasihnya untuk dijadikan sebagai obat untuk meningkatkan kekuatan Raja Abiyaksa yang jahat baginya.
Dia harus menahan semua amarahnya di hati ketika melihat sang raja membinasakan kekasihnya demi mengambil darahnya untuk di minum sebagai obat penambah energi bagi Raja Abiyaksa yang sedang melatih ilmu barunya. Jenderal istana saat ini sedang menyusun rencana untuk bisa membinasakan Raja Abiyaksa demi membalaskan dendamnya atas kematian kekasihnya yang sangat mengenaskan.
Selama ini dirinya tidak mampu untuk membalaskan sakit hatinya kepada sang raja. Karena melihat kemampuannya yang lebih rendah dari pada Raja Abiyaksa yang digjaya.
Akan tetapi sekarang dia melihat ada kesempatan untuk bisa membalaskan rasa sakit hati yang telah dia pendam selama berbulan-bulan lamanya sejak kematian kekasihnya yang sudah niat untuk dia nikahi.
" Raja Abiyaksa aku tidak akan membiarkan kamu Selamat kali ini!" Sang Jenderal istana tampaknya sudah bertekad untuk adu skill dengan Raja Abiyaksa yang saat ini masih dalam kondisi lemah dan tak berdaya.
Bahkan dia tadi mendengar sendiri apa yang dikatakan oleh tapi di sana bahwa kondisi rajanya saat ini benar-benar sangat memprihatinkan.
Akan tetapi Sang Jenderal ingin sekali membunuh Raja Abiyaksa dengan tangannya sendiri untuk membalaskan rasa sakit hatinya yang begitu besar karena kehilangan kekasih yang dia cintai.
__ADS_1
Jenderal istana terus mengawasi kamar Raja Abiyaksa. Ketika dia melihat para penjaga sedang lengah. Dia pun kemudian menyusup ke dalam kamar Raja Abiyaksa kemudian dia menikamkan sebuah pedang ke jantung Raja Abiyaksa yang saat ini sedang terlelap setelah meminum obat yang diberikan oleh tabib istana yang berisi obat tidur.
Hanya sedetik Raja Abiyaksa membuka matanya untuk melihat siapa gerangan yang sudah berani mencari mati dengan dirinya.
Dengan kekuatan yang tersisa di dalam tubuhnya. Raja Abiyaksa mengeluarkan kekuatan dalam yang dia miliki dan menghajar dada Sang Jenderal hingga akhirnya dia terpental dan mati seketika.
Jenderal istana yang sudah mati langsung berubah menjadi seekor ular hijau yang terkulai lemas tak berdaya.
" Aku tahu Kau pasti akan memanfaatkan situasiku saat ini. Untung saja aku tidak terlalu mempercayai tabib istana. Sehingga tidak meminum semua ramuan yang dia berikan padaku. Aku tahu kalau Aku memiliki musuh di dalam istanaku sendiri. Oleh karena itu aku tidak bisa percaya kepada mereka 100%!" monolog sang raja yang saat ini sedang berusaha untuk mencabut pedang yang tadi dihunuskan ke arah jantungnya.
Untung saja Raja Abiyaksa langsung mengerahkan tenaga dalamnya yang masih tersiksa di dalam tubuhnya untuk melindungi diri dari tusukan pedang Sang Jenderal sehingga dia masih bisa terselamatkan.
" Tampaknya aku harus meninggalkan istana ini. Sebelum muncul para penghianat lainnya yang menginginkan kematianku!" monolog Raja Abiyaksa sambil berusaha untuk bangkit dari tempat tidurnya.
Apalagi kekuatan fisiknya saat ini benar-benar sedang tidak mumpuni untuk bertarung dengan siapapun.
Dengan kekuatan yang tersisa di tubuhnya. Raja Abiyaksa kemudian melakukan ilmu teleportasi untuk berpindah tempat dari istana kerajaannya menuju tempat rahasia yang selama ini dia gunakan untuk melatih ilmunya yang terlarang dan telah punah dari alam ghaib.
Entah dari mana Raja Abiyaksa bisa melatih ilmu sesat semacam itu yang membuat dia harus selalu meminum darah perawan yang masih suci. Hal itulah yang membuat Raja Abiyaksa mendulang amarah dari para Abdi dalam maupun pengikutnya yang tidak terima kekasih mereka dibunuh oleh rajanya.
Selama berbulan-bulan Raja Abiyaksa hanya bermeditasi di dalam gua rahasia yang hanya dia yang mengetahuinya.
***
__ADS_1
Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan dan Mahaguru segera menyadarkan Deniz setelah mendapatkan bejana yang telah mengurung jiwanya. Setengah di buka, jiwa Deniz langsung keluar dan masuk ke dalam wadag nya. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama Deniz pun kemudian bisa membuka kelopak matanya kembali.
" Syukurlah akhirnya Tuan Putri kembali!" ucap Mahaguru sambil mengelus dadanya.
Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan terlihat menganggukkan kepala merasa senang usaha mereka berdua akhirnya membuahkan hasil. Misi yang diberikan oleh sang ratu telah berhasil dia laksanakan. Dia pun kemudian berpamitan kepada maha guru dan juga Deniz.
" Tugas saya untuk menolong Tuan Putri Deniz sudah selesai. Saya akan segera kembali ke istana Sang Ratu Pantai Selatan. Untuk melaporkan semuanya. Saya permisi dulu!" setelah berpamitan kepada Mahaguru dan Deniz, Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan pun langsung menghilang dari hadapan mereka dan kembali ke istana Ratu Pantai Selatan.
Mahaguru kemudian mengajak Deniz untuk segera kembali ke istana kerajaan kucing untuk menemui Pangeran Narendra yang sejak kemarin sudah sangat ketakutan karena telah kehilangan istrinya.
" Mari tuan putri saya akan mengawal anda untuk kembali ke istana kerajaan kucing!" akan tetapi Mahaguru merasa bingung melihat Deniz yang tidak bersedia untuk mengikutinya.
" Kenapa?"
" Tolong biarkan saya untuk berada di tempat ini dan rahasiakanlah keberadaan saya di sini!" maha guru benar-benar terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Deniz.
Setelah dirinya bersama sang ajudan berusaha sangat keras untuk bisa membebaskan Deniz dari pengaruh Raja Abiyaksa ternyata Deniz malah menginginkan untuk berada di tempat itu setelah dia bebas.
" Saya tidak mau menjadi beban suami saya di istana kerajaannya. Mahaguru! Tolong rahasiakan keberadaan saya di sini!" ucapan Deniz benar-benar membuat hati Sang Mahaguru menjadi Dilema dan juga merasa sangat sedih sekali.
" Pangeran Narendra akan sangat sedih. Ketika saya datang tidak membawa anda!" Mahaguru benar-benar tidak tahu lagi Bagaimana caranya untuk membujuk Deniz agar mau kembali bersamanya.
" Katakan saja bahwa Maha guru tidak berhasil menemukanku atau katakan saja bahwa aku telah binasa. Terserah maha guru bagaimana untuk mengarang cerita, agar suamiku percaya bahwa aku sudah tidak ada di alam ghaib ini!" ucap Deniz dengan air mata yang mengalir di pipinya.
__ADS_1
Hati Mahaguru sangat pedih sekali melihat airmata Deniz.