Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
154. Merajuk


__ADS_3

Pangeran Panji dan Minsi sudah sepakat bahwa mereka akan meminta kepada raja dan ratu istana kerajaan kucing untuk menarik mandat mereka yang mengharuskan Pangeran Arendra untuk menikah lagi atau mempunyai selir.


" Kakek aku tidak bisa untuk melihat Ayahku setiap hari sedih dalam kerinduannya untuk bersama dengan ibuku. Bukankah kakek dan nenek tahu bahwa selama ini Ayahku sudah berjuang sangat keras untuk bisa bersatu dengan ibuku di satu alam? Kenapa setelah ibuku hidup bersama dengan ayahku. Kakek dan nenek malah menghancurkan kebahagiaan mereka dengan permintaan kakek yang menyakiti hati ibuku?" tanya Pangeran Panji yang benar-benar tidak sanggup melihat penderitaan di wajah ayahnya.


" Kakek tidak pernah berniat untuk menghancurkan kebahagiaan orang tuamu Panji! Hanya saja kedua orang tuamu yang tidak mau menuruti apa yang kakek katakan sama mereka!" Raja terlihat sedih.


" Kakek selama Ibu dan ayahku masih hidup berpisah. Kami berdua memutuskan akan menetap di alam manusia. Kami tidak akan pernah kembali ke alam siluman sebelum Ibu dan ayahku bersatu lagi seperti dulu!" Pangeran Panji sudah bertekad bahwa dia harus mempertemukan kembali kedua orang tuanya dan tidak boleh berpisah apalagi sampai bercerai.


Pangeran Panji tidak tega melihat ayahnya yang setiap hari hanya melamun dan sedih memikirkan ibunya dan mungkin ibunya pun sedang memikirkan hal yang sama seperti ayahnya yang tercinta.


" Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian mengancam kakek dan nenek begitu?" tanya Raja kucing Merasa tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh panji yang sudah menantang identitasnya sebagai seorang Raja di istana itu.


" Dengarkan Kakek! keputusan kakek untuk menikahkan ayahmu sudah final dan Kami tidak akan merubahnya. ayahmu adalah calon raja di Istana ini ibumu harus belajar untuk menerima kalau suatu saat Ayahmu akan memiliki banyak selera demi stabilitas istana kerajaan kita!" Pangeran Panji benar-benar terkejut mendengarkan ucapan neneknya yang sepertinya tidak pernah memikirkan tentang perasaan ibunya sama sekali.


" Istriku Mari kita bersiap untuk menetap di alam manusia mungkin ini adalah takdir dari Yang Maha Kuasa untuk kita memilih tempat tinggal secara permanen!" raja dan ratu benar-benar terkejut mendengarkan ucapan cucu mereka.


" Apa yang kau katakan pangeran?" tanya Raja Kucing merasa was-was luar biasa.

__ADS_1


" Bukankah tadi Panji sudah mengatakan dengan jelas sekali kepada kakek dan nenek? Selama kedua orang tuaku masih berpisah. Maka kami berdua akan menetap di alam manusia!" raja sampai menggebrak kursi yang ada di sampingnya.


" Kau jangan keterlaluan pangeran!" ucap Raja benar-benar membuat Minsi agak gemetar ketakutan karena bagaimanapun Dia adalah orang baru di istana kerajaan itu dan tidak memiliki banyak pengalaman ataupun pengetahuan tentang siapa saja yang berada di istana itu ataupun tentang kemampuan mereka.


Panji langsung menggenggam telapak tangan istrinya dan memberikan kekuatan kepada mindset untuk bisa melawan amarah sang kakek yang menggetarkan jantung.


Bagi mense hal itu tidak terlalu berat karena dia sudah memiliki kemampuan yang hebat dalam ilmu gaib Apalagi setelah diberikan tambahan ilmu oleh Nyi Ratu penguasa Pantai Selatan.


" Tenanglah Kanda. Aku baik-baik saja aku tidak masalah dengan semua ini aku akan selalu mendukung apapun yang kau lakukan." walaupun dalam hati manusia memang merasa bahagia karena mereka akan menetap di alam manusia maka itu artinya dia akan bertemu dengan kakeknya yang selama ini dianggap sebagai ayahnya.


Sudah lama Minsi tidak bertemu dengan Kyai Ilham semenjak pernikahannya bersama dengan Panji.


" Maafkan saya kakek dan nenek Ratu tapi saya memang menginginkan untuk kembali ke alam manusia karena sudah lama sekali Saya tidak bertemu dengan kakek saya Kyai Ilham. Saya yakin kakek neneknya Kakang mas Panji sedang berada di mana ma pun pasti merindukannya!" minse tidak gentar sama sekali dengan tatapan maupun intermediasi yang diberikan oleh raja dan ratu istana kerajaan kucing kepada dirinya.


" Kalau begitu kami tidak bisa menghalangi kepentingan kalian!" sang raja dan ratu yang merasa kecewa dengan pangeran Panjie pakhirnya hanya bisa menatap kepergian mereka berdua tanpa bisa mencegah ataupun mengantar mereka


Begitu berada di alam manusia mimpi langsung mencari Kyai Ilham Karena dia benar-benar sudah merindukan kakeknya.

__ADS_1


" Kita akan tinggal di sini 1 bulan kemudian di rumah kakek dan nenekku juga satu bulan dan setelah itu kita bisa mengunjungi istana Pantai Selatan untuk memperdalam ilmu kita!" ucap Pangeran Panji menerangkan kepada istrinya yang merasa bahagia sekali dengan keputusannya.


" Terima kasih sayang karena kau sudah memberikan kesempatan ini untuk aku bisa bertemu lagi dengan Kakekku yang selama ini selalu berperan sebagai ayahku!" Pangeran Panji tahu sangat berat untuk hidup tanpa kedua orang tua yang lengkap karena dia pun pernah mengalami hal tersebut.


" Ayo kita temui kakekmu!" Pangeran Panji merasa bersemangat sekali setelah melihat kebahagiaan di wajah istrinya saat mereka akan mengunjungi Kyai Ilham yang sudah lama tidak bertemu dengan mereka.


" Satu minggu kita akan tinggal bersama kakekku dan setelah satu minggu kita akan tinggal di rumah kakek dan nenekmu. Karena kita tidak tahu kapan raja dan ratu siluman kucing akan merestui ataupun merubah keputusan mereka untuk memberikan mandat pernikahan kepada Pangeran Narendra.


Pangeran Panji hanya bisa mengganggukan kepalanya menyetujui apapun yang dikatakan oleh istrinya yang tercinta.


Begitu mereka berada di dalam kediaman Kyai Ilham. Pangeran Panji dan juga Minsi langsung menyalami sang Kyai yang sudah terlihat begitu sepuh sejak terakhir kali mereka bertemu.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kakekku sayang!" Minsi langsung memeluk Kyai Ilham dan tanpa banyak kata Minsi Langsung menangis harus begitu bertemu dengan kakeknya.


" Kakek kenapa tidak menjawab salamku?" Kyai Ilham benar-benar kaget mendapatkan pertanyaan dari Minsi.


Karena dirinya yang terlalu bahagia melihat cucunya tiba-tiba ada di hadapannya sehingga membuat Sang Kyai menjadi lupa.

__ADS_1


" Waalaikumsalam cucuku Ya Allah sangat lama kita tidak bertemu kakek benar-benar melihatmu sayang!" Kyai Ilham bahkan sampai meneteskan air matanya ketika melihat mimpi yang semakin cerah wajahnya penuh dengan Aura kebahagiaan yang memancar di kelopak matanya.


Pangeran Panji benar-benar merasa bersyukur dengan apa yang dikatakan oleh Sang Kiai tentang istrinya yang saat ini memang wajahnya begitu bersinar seperti bulan purnama yang senang menampakkan wajahnya dengan malu-malu.


__ADS_2